
Pukul 10 pagi hari Hana baru membuka matanya, dia mengingat-ingat kejadian semalam.
Sungguh Hana sangat malu membayangkan itu semua dia melihat dirinya yang tidak menggunakan sehelai benang pun.
Hana melihat kesana kemari mencari sosok Riza tetapi tidak dan Hana melihat di sebelah bantalnya ada sepucuk surat.
" Maaf sayang, pagi ini aku urusan penting jaga dirimu baik baik dan jangan keluar kemana mana karena nanti siang aku akan pulang untuk menjemput mu," isi dari surat Riza.
Hana tersenyum bahagia, saat melihat bercak darah di atas kasur Hana menjadi panik dan ingin bergegas membersihkannya. Tetapi selangkangannya Hana sangat sakit dan sangat susah di geregakan.
Semakin Hana memaksa semakin sakit dan perih. Akhirnya Hana menelvon Riza beberapa kali tetapi tidak di angkat.
Akhirnya Hana hanya diam di atas kasur sambil menunggu Riza menelvon nya .
Setelah setengah jam Hana menunggu akhirnya riza menelvon.
" Hallo sayang ada apa kamu menelvon sampai beberapa kali??"tanya Riza khawatir.
" Rizaa aku tidak bisa berjalan selangkanganku sangat sakit," ucap Hana dengan ragu dan Malu malu.
" Baiklah tunggu aku akan segera pulang," ucap Riza lalu mematikan panggilan.
Sesampainya di apartemen Riza langsung menuju kamar.
" Sayang kamu tidak papa, mana yang sakit, apa perlu kita kedokter?" ucap yang sangat khawatir melihat Hana yang terlihat pucat.
" Tidak perlu dokter sayang tolong ambilkan aku minum aku sungguh sangat haus," ucap Hana yang sangat lemas karena untuk mengambil minum saja dia susah bergerak.
" Baiklah tunggu sebentar," ucap Riza.
" Ini minumannya sayang, pelan pelan," ucap Riza sambil membantu Hana untuk minum.
" Sayang apa perlu kita memanggil seseorang untuk membersihkan kamar ini?? tanya Riza
" Tidak sayang aku akan malu jika ada orang yang membersihkan tempat tidur kita yang kotor ini," ucap Hana sedih karena merasa dirinya tidak becus.
" Baiklah sayang kamu tidak perlu khawatir, aku yang akan membersihkan tempat tidur kita," ucap Riza sambil membopong Hana untuk di pindahkan ke atas sofa.
.
" Apakah kamu yakin ??"tanya Hana.
" Tentu sayang kamu sangat bisa mengandalkan aku," ucap Riza dengan gaya sombong nya.
__ADS_1
" Baiklah selamat bertugas sayang. Oya sebelum itu tolong ambilkan aku cemilan dan buah buahan di kulkas, aku sangat lapar," ucap Hana dengan wajah memelas.
" Baiklah Tuan Putri," ucap Riza sambil membungkukkan badannya. Dan Hana pun tersenyum bahagia melihat perilaku prianya itu.
Setelah Riza selesai menyucikan seprei dan membersihkan kamar, dia membopong Hana untuk masuk ke kamar mandi. Awalnya Hana menolak karena malu, tetapi Riza memaksa.
Hana hanya diam sambil menahan malu di wajahnya saat Riza menggosok punggungnya, sungguh setiap sentuhan dari Riza membuat aliran listrik dari dalam diri Hana menegang seketika Tetapi sekuat tenaga Hana menahanya, tiba tiba Riza menghadap ke depan Hana dan itu membuat Hana tidak nyaman.
" Apaa kamu malu??" tanya Riza
" Sayang aku bisa mandi sendiri kamu keluar lah," ucap Hana yang merasa sangat malu.
Tetapi Riza tidak mendengarkan Hana,
"Rizaa sudahlah hentikan," ucap Hana sambil menahan hawa panas yang ada di dalam dirinya, tetapi lagi lagi Riza tidak mendengar nya.
" Rizaaa hentikan !! Hana pun mendorong Riza dengan sedikit kasar.
" Riza kenapa kamu selalu diam dan bertindak sesukamu!!" bentak Hana sambil tangannya menutupi si kembar dan si mahkota.
Riza malah mendekat dan membisikan ketelinga Hana "Ini adalah hukuman untukmu karena berani menggodaku," ucap Riza lalu mengigit telinga Hana.
"Sheet ah Riza siapa yang menggodamu, aku tidak pernah menggodamu tetapi kamu sendiri yang memulainya !!"ucap Hana yang merasa tubuhnya mulai memanas karena sentuhan sentuhan dari Riza .
perlahan tapi pasti Riza membuat Hana tidak berdaya di kamar mandi, tangan nakalnya sangat mahir memainkan kacang kecil Hana sehingga membuat Hana di buat gila olehnya.
Tidak ingin berakhir di kamar mandi Riza membopong ke atas kasur. Hana benar benar di buat gila oleh permainan Riza.
"
Jam 3 sore Riza turun dari ranjang setelah membersihkan diri Riza menuju dapur untuk memasak. dengan teliti Riza mengikuti beberapa koki memasak dari YouTube.
Jam 6:30 Riza mencoba membangun kan Hana.
" Sayang bangunlah," ucap Riza lembut.
" Ah sayang ini jam berapa?" tanya Hana gugup karena hari sudah petang
" Ini sudah malam aku akan memandikanmu setelah itu kita akan makan malam," ucap Riza.
" Ah tidak perlu sayang aku bisa mandi sendiri," ucap Hana yang mencoba berdiri tetapi karena luka di mahkotanya semakin sakit Hana tidak sanggup untuk berdiri.
Tanpa persetujuan dari Hana, Riza akhirnya membopong Hana ke kamar mandi.
__ADS_1
" jangan takut kali ini aku akan melakukanya dengan cepat," ucap Riza meyakinkan Hana.
Karena kondisi yang tidak memungkinkan akhirnya Hana menerima bantuan Riza.
Setelah makan malam..
" Sayang besok aku akan melakukan perjalanan keluar negeri untuk beberapa hari karena ada urusan bisnis," ucap Riza mencoba memberi tahu.
" Berapa lama ??"tanya Hana yang merasa sangat sedih.
" Kemungkinan 2 sampai 3 Minggu," ucap Riza berat.
" Apakah tidak bisa di percepat??"tanya Hana.
" Akan aku usahakan," ucap Riza.
" Lalu bagaimana dengan acara pernikahan kita?? " tanya Hana.
" Kamu tidak perlu kawatir, karena Jay dan Angel akan mengurus semuanya," ucap Riza
" Dua bulan lagi kita akan menikah, aku berharap saat akan melakukan foto prewedding kamu sudah kembali," ucap Hana dengan wajah sendu'nya
" Aku berjanji akan pulang sesegera mungkin," ucap Riza mencoba menenangkan Hana.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
☺️🙏