
Walaupun Hana merasa takut tapi dia harus berani.
"Emm tidak Riza, kita kan menonton film ini sampai habis," Hana mencoba menata detak jantungnya yang tidak karuan..
Sampai film menunjukan adegan perkosaan badan Hana tiba tiba bergetar, tangannya meremas kuat gaunnya, keringat dingin mulai mengucur, bayangan bayangan itu datang lagi.
Riza yang memperhatikan Hana seketika kaget, "Apa yang terjadi dengan wanita ini, Apa dia terangsang oleh adegan seperti ini," batin Riza.
Riza pun mencoba memegang tangan Hana untuk memastikan ...
"JANGAN MENDEKAAAT !!! triak Hana kaget karena tiba tiba ada yang menyentuh tangannya..
orang orang melihat ke arah Hana. Hana pun berlari keluar karena aura sesak di dalam membuatnya susah bernapas.
Riza pun menyusulnya.
"Hana kamu kenapa, apa kamu sakit? ayo aku antar kamu pulang."
Dengan perasaan linglung Hana pun setuju untuk pulang.
Di jalan tidak ada percakapan sampai mobil berhenti di depan toko Hana.
Hana pun turun. "terima kasih Riza," ucap Hana lemas.
" Apakah kamu yakin baik baik saja," tanya Riza lembut, ini pertama kalinya Riza bicara baik padanya ...
__ADS_1
"Ah ya aku baik baik aja," ucapHana.
Tapi Riza tidak langsung pulang, dia ingin memastikan Hana masuk dengan aman karena Riza melihat wajah Hana sangat pucat..
Dan dugaan Riza benar saja tiba tiba Hana pingsan saat akan membuka pintu masuk. Riza pun bergegas menolong Hana..
Riza membawa Hana masuk dan dia membaringkan Hana di sofa panjang.
Riza mencoba mencari minyak kayu putih ,Karna tidak menemukan di sekitar ruangan itu Riza mencoba masuk ke kamarnya Hana, kamar ini sangat indah dengan bunga mawar putih di dalamnya.
Riza akhirnya menemukan minyak kayu putih itu di laci, saat dia kembali untuk memberikan ya kepada Hana agar segera pulih tidak di sangka melihat Hana mengigau dan meminta tolong untuk di lepaskan..
" Tidak jangan !!!!! lepas kan akuu !! ampuuun jangaann..!!!!!teriak Hana saat mengigau.
Hana siuman dengan wajah yang pucat pasi.
"Apa kamu mimpi ?apa kamu saking mendalami film tadi sampai sampai terbawa mimpi. Jika tidak bisa menonton film lebih baik tidak usah nonton dari pada merepotkan orang ujung ujungnya," cloteh Riza.
Hana baru ini mendengar Riza ngomong sangat banyak dan bahkan terkesan crewet.
"Maafkan aku merepotknmu, aku akan istirahat, makasih untuk tumpangannya," ucap Hana yang tidak bersemangat untuk berkata lebih banyak.
Saat Hana bangkit dan berjalan ke kamar, Riza mengikuti dia dari belakang.
"Kenapa kamu mengikuti ku," Hana mulai was was terhadap Riza..
__ADS_1
"Aku hanya ingin memastikan kamu ke kamar dengan selamat jadi tidak perlu berfikir yang tidak tidak," bantah Riza.
"Oh kalo itu tidak perlu, aku bisa sendiri kamu pulanglah karena ini sudah larut malam," ucap Hana mengusir Riza secara halus.
"Apa dia mengusirku secara halus," batin Riza.
" dasar sangat tidak tau berterima kasih,"
Lalu Riza pun pergi pulang.
Sampai nya di rumah. Mama Ida menunggu Riza di Raung tv, lampu sudah di padamkan, tapi tv masih menyala. Riza melihat wajahnya putih seperti mayat. Riza was was walaupun Riza orang yang arogan dan cuek tapi untuk hal horor seperti ini dia merasa dia hanya manusia biasa.
Sesaaat Riza mengendap ngendap mendekati sosok itu tiba tiba wanita itu menoleh menampakkan wajahnya yang putih seperti kapas..
"Riza," kata itu cukup membuat Riza lari ketakutan.
Riza berlari, entah kemana dia membawa kakinya untuk sembunyi, tapi tiba tiba kaki berhenti setelah wanita itu mengatakan.
"RIZA !! ini mamah."
Riza pun menoleh untuk memastikan, yah itu adalah mamahnya yang menggunakan masker wajah..
"Aaaaaahhhhh mamah !!!kenapa juga sii mama pakai begituan di malam hari. Oya mama jangan bilang kesiapapun ya soal tadi Riza lari karna ketakutan," ucap Riza memohon.
Mama Ida pun hanya tersenyum melihat tingkah konyol anak'nya.
__ADS_1