
Di dalam kamar yang begitu luas, Hana menangis meminta tolong kepada mereka agar mereka mau melepaskanya.
" Ampun kak, ampun aku janji tidak akan berbuat salah lagi, aku janji tidak akan seceroboh ini lagi. Ampun kak,," teriak Hana histeris.
" Hhahhaaa kamu benar benar ingin cari masalah sama aku Hana. Kamu salah mencari masalah dengan siapa jalang sialan !!"bentak Riza.
Hana hanya meringkuk meminta di belas kasih, tapi sayang mereka semakin kasar.
" Riko Anggi, ikat dia dengan kencang."
Akhirnya Riko dan Anggi mengikat Hana dan Riza siap merekam kejadian itu. Dan Jay hanya diam melihat mereka berulah..
" Ampun kak, ampuni aku hik hik hik", Hana menangis pilu meminta ampun, tapi Riza yang terlanjur kesal dan mabuk tidak peduli..
"Ini kan yang kamu mau dari aku, selama ini kamu diam diam memerhatikan aku ,CUIH", Riza meludah ke muka Hana..
"Sampah sepertimu Sama sekali tidak pantes memandangku meski sedetik sekalipun jalang sialan."
__ADS_1
Amarah Riza benar benar sangat menakutkan, selama ini yang Hana tau di sangat tampan cool dan cuek, tapi Hana salah. Dia adalah Rajanya Raja Singa.
"Ampun kak, ampuni aku sekali ini aja hik hik." Hana benar benar pasrah saat di dirinya di ikat.
Riko Memberikan obat perangsang ke mulut Hana. Dan Hana yang sudah di ikat tidak bisa berkutik selain menerima hukuman itu.
Hana merasakan hawa panas di dalam tubuhnya, dia melikuk kesana kemari karna efek obat itu sangat kuat. Ntah apa ini tetapi Hana ingin segera mengakhiri penderitaannya ini .
Mata Hana sudah sangat merah, air mata terus mengalir, mulutnya yang di bungkam dengan kain sehingga dia tidak bisa bersuara dan berteriak. Hana benar benar merasa dirinya tidak ada harganya lagi.
Hana melirik Jay, memohon dengan matanya agar dia mau membantu untuk melepaskannya, Air mata Hana mengalir semakin deras. Hanya Jay harapan Hana satu satunya.
Dan Jay yang melihat itu sudah tidak tahan karna ini sudah kelewatan. Dan Riza hanya tersenyum jahat melihat Hana yang tersiksa dengan efek obat dan alat itu.
Jay akhirnya mendorong Riza dan para sahabat untuk menjauh, dia mengambil rekaman yang di pegang Anggi dan membantingnya .
" Sudah cukup Riza , Jangan terlewat batas lagi, kamu sendiri tidak mengetahui kebenarannya Riza, jangan sampai kamu menyesali perbuatanmu ini," ucap Jay mencoba membuat Riza sadar
__ADS_1
Hana yang masih menggeliat karna efek obat pun tak henti henti meminta tolong agar ikatannya di lepas .
Dan Riza hanya diam saat Jay mencoba melepaskan ikatan Hana.
Jay pun melepaskan ikatan itu dan membawa Hana ke kamar mandi dan mengguyurnya mengunakan air dingin agar kesadarannya Hana kembali, setelah Hana merasa sudah mendingan Jay membawa Hana keluar.
Setelah keluar kamar mandi, Jay memakaikan handuk jubah, dan akan membawa Hana pergi dari sana. Riko sempat ingin menghentikan Jay, tapi Riza memberi kode agar memberikan mereka pergi ...
Jay membawa Hana ke puncak bukit yang tidak jauh dari vila,di bukit ini akan terlihat sebagian pemandangan kota X . Tempat sangat rahasia, ini adalah tempat Jay. Setiap bulan sekali Jay pasti datang ke puncak bukit ini.
"Kak,terima kasih atas bantuanmu, hik hik, "hana menangis meratapi nasibnya ..
" Maafkan aku Hana, seharusnya aku menolongmu sedari awal agar hal seperti ini tidak terjadi," ucap Jay yang merasa bersalah karna tidak segera menolong Hana .
" Tidak kak, dengan kakak menolongku, aku sudah sangat berterima kasih ," ucap Hana sembari melihat bintang bintang di atas .
" Hana ,tetapi mengapa kamu melakukan hal ini??" tanya Jay yang penasaran
__ADS_1
" Aku tidak melakukan apapun kak, tulisan itu bukanlah tulisanku. Aku berkata jujur kak," ucap Hana meyakinkan Jay
Dan Hana terdiam sesaat. Angin malam begitu dingin tetapi Hana tidak merasakan hal itu, dia seperti mati rasa. Gejolak panas dari dalam dirinya belom sepenuhnya hilang, tetapi Hana masih bisa mengendalikannya..