
Setelah seharian mereka berjalan jalan akhirnya sekarang Hana dan Riza sampai di sebuah di pantai. Mereka menikmati matahari tenggelam dengan damai..
Cahaya orange itu memancarkan ke indahnya di wajah Hanaya,,
Hana memejamkan matanya saat cahaya itu menyapa wajahnya sambil menikmati kesejukan angin yang menerpa, sungguh pemandangan yang indah. Riza pun tidak ingin kehilangan momen itu memotret Hana diam diam....
Saat Hana tersadar ternyata matahari sudah tenggelam seutuhnya.
Riza pun menggandeng tangan Hana ke tempat begitu sepi. Hana bertanya "kenapa kita disini, Disini gelap sayang..?"
Tiba tiba cahaya lampu menyala bergantian dan membentuk sebuah hati. Mereka ada di ttengah-tengah lampu itu. Hanaya Sampai menutup mulutnya karna takjub.
Dan tiba tiba Riza berlutut, dan berkata,, " "Maukah kamu menjadi tambatan hatiku seutuhnya, sungguh aku masih bingung dengan perasanku. Tetapi yang ku tau aku tidak bisa mengizinkanmu pergi meninggalkanku.."
Hana yang tadinya tersipu oleh kejutan dari Riza tiba tiba kembali manyun, "sayang kamu tidak mencintai aku ?"tanya Hana serius.
"Aaaaahh ,, Riza sungguh bodoh dalam pengakuan cintanya, kenapa lagi lagi ungkapan perasaanya berujung seperti pemaksaan," Batin Hana merasa kecewa.
"Mmmm aku sungguh mencintaimu Hana," ucap Riza serius.
"Uuuuw so sweet, aku tidak menyangka jika kamu bisa semanis ini sayang,," puji Hana.
"Apa aku manis ?"
"Hhmm berarti aku boleh donk berbuat lebih dari sekedar memegang tanganmu." lanjut Riza.
Belom Hana menjawab tiba tiba kembang api bersaut sautan di atas langit membuat Hana tersipu melihatnya..
Dan "BAAAAAAAA !!!!"
ntah dari mana datangnya Riko Anggi dan Jay ada disini...
"Kalian kok bisa ada Disini ?"tanya Hana heran.
Yah Kalian harus membayar kami mahal. Kamu tahu Hana kami lah yang membuat ini semua,"ucap riko
__ADS_1
"Dan ini tuan Riza Danuarta tagihannya," ucap Anggi menambah membuat Riza malu..
Tapi Riza yang angkuh dan cuek tidak goyah, layaknya bos besar dia berkata..
"Baiklah terima kasih saya akan memberi Kalian bonus, tetapi setelah ini jangan datang lagi ke kantor saya."
Sontak Anggi dan Riko berakting meminta ampun agar mereka tidak pecat..
lalu mereka pun tertawa bersama..
Jay pun memberi kotak kecil kepada Riza.
Riza pun membukanya dan memasangkan kalung indah itu kepada Hana..
Hana meneteskan air mata. Sungguh ini sangat luar biasa. "terima kasih sayang," ucap Hana lalu memeluk Riza..
ntah kenapa Hana merasa bahwa Riza adalah tulang rusuknya..
"Hay Hay Hay,, sudah sudah bermesraan nya kami serasa obat nyamuk," cetus Riko
Mereka pun bernyanyi bersama, sungguh suara Anggi dan Riko sangat tidak layak di dengar tapi mereka semua sangat terhibur. ..
Sudah pukul 10 malam Hana sampai di depan toko..
"Terimakasih sayang untuk hari ini. Emm ini sungguh sangat menyenangkan dan aku Takan melupakan hari ini," ucap Hana haru.
" Iya sama," ucap Riza kembali ke asalnya yang cuek...
Hana pun kembali manyun karena sikap Riza yang kembali normal,.
Dan lalu tiba tiba Riza mencium kening Hana dengan penuh kasih sayang, "terima kasih telah memberi aku kesempatan untuk mengenalmu," ucap Riza.
Hana yang tersipu malu langsung turun dari mobil tanpa berkata apapun, saat dia berlari menuju pintu toko Hana kembali lagi ke mobil Riza yang masih terparkir. Riza pun membuka kaca jendelanya .
"Aku sangat mencintaimu sayang emuach," ucap Hana sambil memberi kiss tangan, lalu dia berlari lagi menuju tokonya dengan terburu buru karena malu..
__ADS_1
Riza pun tersenyum ,dan melajukn mobilnya pulang kerumah...
Pagi pagi setelah sarapan Riza siap siap akan menuju kantor..
Dan tiba tiba tuan Danuarta bersuara..
"Riza jika kamu memang serius dengan Hanaya jangan lama lama membuat keputusan," ucap Tuan Danuarta.
"Papah aku baru memulainya dan aku tidak ingin buru buru dan memaksa Hana. Tapi suatu saat dan pasti ,pelan pelan aku akan meyakinkan Hana," ucap Riza dengan penuh percaya diri.
"Bagus,, papa percaya kamu adalah anak yang bertanggung jawab."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.☺️🙏
__ADS_1