Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 66


__ADS_3

Di desa yang sangat indah dan sejuk ini kediaman rumah Bibik Eka kedatangan banyak tamu yaitu keluarga Anggi dan juga keluarga Riko...


" Oo ternyata ini calon menantu ku, Hmm cantik," ucap mamanya Riko memegang tangan Yani.


" Maah bukan yang ini tetapi yang ini Yana," ucap Riko menjelaskan.


" Oo hahahaa mama sungguh tidak bisa membedakan mana Yana dan mana Yani ," ucap mamanya Riko


" Tante bisa membedakan kan kami dari cat kuku kita," ucap Yana mencoba menjelaskan.


Dan hanya kuku mereka saja yang berbeda, selebihnya mereka tetap sama. Misi mereka untuk merubah penampilan gagal total karena mereka sudah terbiasa bersama dan sangat sulit untuk merubah penampilan mereka agar terlihat berbeda.


Ntah mengapa, apapun yang di pakai Yana maka Yani ingin mengikuti nya, begitu pun sebaliknya. jadi sebisa mungkin mereka memaksakan diri untuk membedakan warna cat kuku mereka .


" Aah iya jeng kita sangat beruntung mendapatkan calon mantu seperti mereka? ucap mamanya Anggi


....


Setelah acara lamaran itu selesai dan Bibik Eka merestui hubungan putri putrinya, para tamu akhirnya pamit pulang dan Riko berjanji sebulan dua Minggu sebelom acara pernikahan mereka akan menjemput Yana Yani.


" 1 bulan berlalu, segala tetapi persiapan belum juga di lakukan.


" Ting


" kita bertemu di atas bukit sore nanti," isi pesan dari Angel ke grub, dia baru pulang dari negara P.


Di bandara pesawat jet pribadi Riza mendarat dengan selamat.


Riza langsung menunju ke apartemen Hana.


" Huueek,huueeeek," suara dari kamar mandi


Riza yang gugup langsung menggedor gedor pintu kamar mandi.


" Haanaa, sayang kamu kenapa ??" ucap Riza khawatir


" Clek, pintu kamar mandi di buka


" Sayang kamu sudah Kemabli??" ucap Hana yang langsung memeluk Riza.


" Sayang apa kamu sakit? apa kita perlu ke dokter??" tanya Riza.


" Tidak perlu sayang aku mungkin hanya masuk angin biasa," ucap Hana karena memang dirinya sering seperti ini.


" Baiklah apa perlu aku kerokin kamu??"ucap Riza.


" Tidak perlu sayang, aku sudah merasa mendingan. Kamu mandilah dan bersiap siap karena Angel menginginkan kita berkumpul di bukit," ucap Hana meyakinkan Riza.


Ntah kenapa jika berada di dekat Riza Hana tidak lagi merasa mual.


" Baiklah aku akan bersih bersih dulu," ucap Riza


....

__ADS_1


Di atas bukit semua sudah berkumpul.


" Riko Anggi bagaimana dengan persiapannya??"tanya Angel.


" Kami belum menyiapkan apa apa Angel karena Minggu Minggu ini kami sangat sibuk." ucap Anggi


" kira kira konsep seperti apa yang kalian mau? tanya Angel


Semua berfikir tetapi mereka tidak memiliki ide yang bagus dan tepat.


Sampai akhirnya Hana membuka suara.


" Apakah tidak kalian pikir tempat ini bagus?" ucap Hana yang melihat sunset dan pemandangan kota dari atas bukit ini..


" Yaaah kamu benar sekali Hana," ucap Angel di barengi tepuk tangan dari Anggi dan Riko.


" Tetapi ini tanah siapa??" Tanya Jay.


" Iya Jay benar, kita harus mencari siapa pemilik tanah ini. Jika kita boleh membelinya maka akan kita beli saja, Karena tempat ini akan kita rubah agar para tamu lebih mudah untuk mendaki ke atas ini," ucap Riza


" Baiklah besok kita akan mencari siapa pemilik tanah ini," ucap Angel bersemangat.


....


Pagi pagi sekali , Riza Hana Angel Jay Riko dan Anggi bersama sama mencari keberadaan pemilik bukit itu..


Sampai akhirnya mereka di arahkan ke rumah tua yang ada di desa itu.


"Tok tok tok..


" i i i iyaa si si sia siapaa ituu a a apakah cucuku?? tanya seorang kakek yang buta meraba raba papan untuk sampai ke depan pintu.


" Ah Hay kakek, kami bukanlah cucu kakek . Kami kesini ingin menanyakan soal tanah yang di atas bukit itu, apakah tanah itu punya kakek? tanya Angel dengan suara yang sangat pelan.


" Siapa ituu kek??" tanya seorang nenek.


" oh nenek kami tamu yang ingin menanyakan soal tanah yang ada di atas bukit itu," jelas Angel lagi.


" Oohh begitu, masuklah nak nenek sudah menyiapkan sarapan. Ayo masuk dulu kita bicara di dalam." ucap nenek itu ramah


Semua awalanya sempat ragu ,tetapi Hana meyakinkan mereka semua akan baik baik saja, karena seperti nya nenek dan kakek ini orang baik .


Sebelum bicara mereka harus menghabiskan sarapan mereka dulu, setelah sarapan mereka baru di perbolehkan bicara.


masakan nenek ini sangat enak, jadi mereka tidak ada yang keberatan untuk menghabiskan sarapan mereka.


Setelah sarapan barulah mereka di izinkan bicara..


" Nek kakek begini, kami ingin membeli tanah yang ada di atas bukit itu" ucap Angel mencoba menjelaskan


" Untuk apa nak??" tanya nenek.


" Kami akan melangsungkan 4 pernikahan sekaligus dan kami menginginkan alam terbuka untuk kami jadikan tempat persepsi kami ,dan kami sangat tertarik dengan bukit yang ada di atas itu," jelas Angel lagi

__ADS_1


Di saat nenek itu ragu untuk mengatakannya, akhirnya kakeklah yang akat bicara.


" Nak bukit itu kami persiapkan untuk cucu kami," ucap kakek itu.


" Lalu dimana cucu kakek?" tanya Anggi.


" Entah dimana dia sekarang karena sedari lahir dia tidak pernah datang ke rumah ini lagi," ucap nenek dengan mata yang berkaca kaca.


Entah mengapa Hana sangat merasa iba dengan keadaan kakek dan nenek itu lalu Hana mencoba memeluk nenek itu.


Tetapi karena nenek itu memegang gelas berisi teh akhirnya teh itu tumpah ke baju putih yang di gunakan Hana.


" Aduh maaf nak, maafkan nenek sungguh nenek tidak sengaja," ucap nenek yang merasa tidak enak


" tidak papa nek, ini bukanlah sebuah masalah besar," ucap Hana mencoba menenangkan nenek.


" Nak gantilah bajumu, nenek menyimpan dengan rapi baju baju Putri nenek sewaktu dia masih disini," ucap nenek itu.


" tidak perlu nek, tidak papa," ucap Hana merasa tidak enak.


" Sudahlah Hana kamu ganti dulu noda di bajumu sangat jelas karena kamu menggunakan baju putih," ucap Angel.


Hana melirik Riza dan Riza mengangguk pertanda setuju.


Sesampai nya di kamar Hana disuruh untuk memilih baju yang pas dengan dirinya.Di saat Hana akan mengambil baju ada foto yang terjatuh di lantai nenek mengambil foto itu dan memberi tahu bahwa foto itu adalah anak laki lakinya dan menantunya.


" Ini adalah foto anakku, tetapi mereka tidak pernah saat melahirkan cucu pertama ku," ucap nenek dengan mata yang berbinar binar


" Nek boleh kah aku melihat foto itu??"tanya Hana ragu.


"Ini nak ,"ucap nenek sambil memberikan foto itu.


Sungguh Hana sangat terkejut saat melihat foto itu, kaki Hana sampai tidak mampu lagi menompang tubuhnya.


" Nak kamu kenapa nak,!!?? teriak nenek itu khawatir, dan teriakan nenek membuat semua yang menunggu di luar berlari menuju ke kamar.


" Sayang kamu kenapa??"tanya Riza khawatir melihat wajah Hana yang pucat....


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


☺️🙏


__ADS_2