Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 44


__ADS_3

Setelah sarapan selesai Hana mempersiapkan diri untuk pergi mencari apartemen bersama Riza...


Riza membersihkan diri kamar Hana. Mereka bergantian menggunakan kamar mandi, setelah Riza selesai baru Hana yang masuk ke kamar mandi ..


Riza yang keluar dari kamar mandi dan hanya membalut pinggang nya dengan handuk membuat Hana seketika terkejut dan kagum.


Tubuh yang suspek dengan otot otot yang mempesona membuat pipi Hana memerah.


"Aku tau kamu terpesona oleh tubuhku ini tapi tahan itu,," ucap Riza mengejek.


.


Hana mendengus dan manyun. Perbuatan reflek Hana ini di artikan berbeda oleh Rizaa.


Dia mengira Hana manyun karna ucapanya tadi yang menyuruhnya untuk menahanya,


padahal Hana tidak ada maksud apa apa.


"Saat Hana berjalan ke kamar mandi dia di tarik oleh Riza dan berakhirnya di pelukan nya.


Hana yang kaget ingin melepaskan pelukan nya tapi Riza memegang erat pelukan itu.


.


"Sayang apa kamu sangat marah hanya karna aku meminta mu untuk menahanya sesaat,?"tanya Riza membuat Hana kaget.


.


"Hahh !!apa maksud kamu Riza???"tanya Hana yang bingung dengan pertanyaan Riza.


"Baiklah aku akan mengabulkan ke inginkan mu. Sini cium di bagian ini saja sebagai hadiah,," ucap Riza dengan percaya dirinya menunjukan pipi nya untuk di cium Hana.


Hana yang kaget dengan sikap aneh Riza akhirnya menjitak kening Riza dengan lengan kiri Hana dengan sekuat tenaga..


"Aauuuwww Hana !!!!!"ucap Riza sambil meringis.


"Kamu sekarang keluarlah dulu karena aku akan siap 15 menit lagi," ucap Hana sambil berlari ke dalam kamar mandi .


"Hanaaaaa buka pintu nya!!" ucap Riza sedikit kesal dengan Hana. Dia sudah berbaik hati tetapi Hana malah membalasnya dengan jitakan.


"Tidaaaaaakkk,, kamu keluar lah dulu,, bantu karyawan aku untuk melayani para pelanggan," ucap Hana memerintah Riza.


Dan ntah mengapa Riza menurut saja saat di perintah Hana. Setelah menggunakan baju yang bersih dan menyisir rambut agar rapi Riza keluar untuk membantu para karyawan.


Hana yang selesai mandi pelan pelan membuka pintu kamar mandi sambil melihat kondisi disana.

__ADS_1


"Huft aman, ternyata dia mendengarkan aku," ucap Hana lega.


Setelah Hana sudah siap dia segera menyusul Rizaa ke depan.


Sesaat Hana terkejut karna Riza menjadi rebutan oleh wanita-wanita yang usianya berfariasi. Ada yang udah Tante Tante ada juga yang masih anak anak bahkan nenek juga ada.


mereka rebutan untuk meminta di layani oleh Riza...


Riza yang tidak ingin mengecewakan pelanggan Hana hanya mencoba tersenyum dan menenangkan para pelanggan agar tidak rebutan...


"Hanaa yang merasa kasihan akhirnya menghampiri Riza."


"Haaaayyy sayang ,," sapa Hana membuat Riza bernapas lega.


"Maaf yaaa semua, saya harus membawa tunangan saya pergi dulu karena kami ada urusan penting. Slahkan ada karyawan saya yang siap melayani anda anda semua," ucap Hana dengan sangat ramah.


"Oooh jadi ini tunangn mba Hana, waaah tampan sekali,, selamat ya mba Hana," ucap mereka memberi selamat..


"Aah iya terima kasih semua," ucap Hana berterima kasih lalu pamit untuk pergi.


Setelah sampai di apartemen impian Hana mereka melihat lihat sambil di temani oleh pegawai yang ada disana.


Sayang aku ingin melihat kota X ini dari gedung yang paling atas ayook kita atas sana," ajak Hana, dia berani memilih di atas karna pegawai bilang ad diskon dan potongan cicilan.


"Mba berapa harga ini dan berapa cicilannya perbulan??


.


"Buuu kurang lebih harganya 12 milyar dan jika di cicil 50juta perbulan itu sudah dapat potongan 2%."


"Apaaa !!! Hana melongo mendengar harga itu. katanya ada diskon dan potongan cicilan, "tapi kenapa harganya masih selangit," batin Hana sambil mencoba membisikan sesuatu kepada Riza


"Riza kita cari tempat lain aja yuk, apa ngk kita cari yang di bawah saja pasti harganya lebih sedikit murah," ucap Hana memohon.


"Mmmm tidak !! aku suka yang ini Hana jadi kita ambil yang ini aja," ucap Riza sambil berjalan melihat lihat.


Hanaa terkejut dengan keputusan Riza karna dirinya tidak memiliki uang sebanyak itu. Jika harus mencicil maka penghasilan akan habis untuk membayar cicilan tiap bulannya.


"Rizaaa ,,," ucap Hana manis. "Sini sayang," Hana mendekat Riza lalu mencubit perutnya.


"Aawww kenapa sii Hana, sheeettt sakit tahu," 'ucap Riza sambil meringis kesakit.


"Apa kamu ingin membunuhku, aku tidak punya uang sebanyak itu jadi ayok kita cari yang lain saja,,"ucap Hana sambil menyeret Riza keluar.


.

__ADS_1


Tapi Riza menahanya.


" Tunggu sayang, ini untukmuu," Riza menyerah kunci kamar itu ke Hana.


"Apa ini sayang ??" tanya Hana heran.


"Ini kunci apartemen ini dan ini adalah hadiah untuk mu."


"Aku memiliki saham 80% di apartemen ini jadi kamu tidak perlu menghawatirkan soal biayanya," ucap Riza berharap Hana mau menerimanya...


"Haaaah apa kamu serius sayang!! terima kasih banyak ya,, semoga rezekimu lancar selalu," ucap Hana senang dan berdoa untuk Riza.


Riza yang senang dengan respon Hana pun ikut senang dan meng Amiin kan doa Hana...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


...... jangn lupa tinggalkan jejak ya kak"πŸ™


masih sangat sangat pemula,,


di tunggu kritik dan sarannya ☺️


trima kasih banyaakk πŸ˜‰πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2