Hitam Putih Hanaya

Hitam Putih Hanaya
Episode 17


__ADS_3

Silahkan duduk Tante, Riza. Saya akan buatkan teh," tawar Hana sopan.


" Iya terimakasih ya Hana,nTante akan melihat bunga bunga yang cantik dulu," balas mama Ida.


Riza diam diam melirik Hana.


begitu sempurna ciptaan tuhan ini,,


Hana hanya menggunakan celana pendek dan kaos oblong dan rambut yang berantakan di kuncir ke atas wajah alami tanpa make up membuatnya seperti mawar baru mekar, begitu segar dan enak di lihat di tambah cahaya pagi menyinari wajahnya putih berseri ..


Riza yang bengong di kaget kan oleh mama Ida,,


"Hayoo' ,,!!


"Aaah diam diam kamu menatap Hana, iyaa mama tau dia wanita yang sangat cantik,"goda mama Ida tersenyum.


Wajah Riza menjadi dingin. "Tidak maah mana mungkin, lihatlah penampilannya yang acak acakan seperti itu seperti gelandangan saja," celetuk Riza dengan ekspresi jijik.


Tanpa di duga saat bagian Riza menghina Hana,, Hana mendengarnya tapi dia pura pura tidak dengar,.


"Aaah Tante ini minuman teh'nya sudah siap ,masih hangat di tambah aroma sari Pati dari melati murni di coba Tante," ucap Hana ramah.


"Iya sayang terimakasih banyak yaa," mama Ida pun menyeruput teh itu.


"Aah begitu enak dan segar di tambah wangi yang has," Mama Ida tersenyum .


"kamu sangat pintar membuat teh Hana," puji mama Ida.

__ADS_1


Tetapi Riza sama sekali tidak menyentuhnya.


"Apa yg membuat Tante datang kesini pagi pagi sekali ?"tanya Hana.


"Ohh Hana maafkan Tante ya karna Tante salah pilih film. Kamu katanya sampe syok dan pingsan, bagaimana keadaan mu sekarang sayang apa kita perlu ke dokter ?"tanya Tante Ida khawatir.


"Emm tidak perlu ke dokter Tante, Hana sudah tidak papa jadi Tante tidak perlu kawatir. Emm soal film itu yaa Hana sedikit tidak nyaman jika ada adegan yang menyakiti seorang perempuan apalagi pelecehan.


Walaupun itu hanya film, tapi di dunia nyata memang masih sering terjadi dan Hana tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mereka." jelas Hana, dia tidak menceritakan masa lalunya agar bisa terus bisa dekat dengan Riza dan membalas dendamnya..


"Emm begitu baiklah untuk merilekskan pikiran bagaimana klo kita shoping Hana," tawar mama Ida sambil memohon, Tante akan mentraktir Hana bujuknya lagi.


"Emm baiklah Tante ,tapi Tante tidak perlu mentraktir Hana karena Hana bisa menggunakan uang Hana sendiri Tante," tolak Hana lembut.


"Aah kamu tenang saja Hana karena kita punya ATM berjalan yang uang nya tidak akan habis, iya kan sayang,"" mama Ida melirik Riza yang sedang sibuk memainkan hp'nya.


"Ada apa ma kok menatap Riza seperti itu ?"ucap Riza was was.


Hmm baiklah, tapi ayo cepat aku sedang terburu buru banyak perkejaan dan aku tidak mau terlambat aku tidak ingin di cap sebagai pimpinan yang tidak disiplin," tegas Riza.


Hana tercengang, dia bener bener banyak berubah.


waktu kuliah dia tidak memikirkan terlambat, bahkan dia bisa membolos sampai berbulan bulan.


"Eemm baiklah ,ayok Hana berangkat sekarang," ajak Tante Ida antusias.


"Eemm sebentar Tante, Hana membersihkan diri dulu sebentar,, emm 10 menit saja," Hana memohon karna tidak mungkin dia keluar menggunakan pakaian seperti ini..

__ADS_1


"Baik lah kita masih ada waktu 20mnt ,10 mnt kamu siap siap dan 10 mnt kita di perjalanan ,, waktu yang pas," ujar mama Ida


Hana pun bergegas ,,,


mandi yang sangat singkat dan berdandan hanya mengoleskan lipstik tipis dan bedak ternyata waktu 6 menit Hana sudah siap.


"Tante aku siap seperti ini saja tidak papakan tante,," ucap Hana takut Tante Ida malu berjalan dengan Hana yang apa adanya.


Gaun merah selutut rambut di kuncir satu ke belakang, anting kecil, Sepatu yangg tidak terlalu tinggi, jam tangan murah tetapi sangat elegan membuat penampilan Hana sangat memukau bagi sapa yang melihat..


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2