Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB I~ DI BESARKAN OLEH SINGGEL PEREN YANG LUAR BIASA


__ADS_3

 


Saya tinggal di sebuah pedesaan tepat nya di bawah kaki gunung kawi yang lumayan asri,damai,tenang dan begitu indah yang pasti jauh dari kata hiruk pikuk dan keramaian bahkan nama desa saya begitu terkenal hingga manca negara namun sangat di sayangkan keindahan desa bukan nya yang membuat terkenal namun mistik nya lah membuat terkenal.........


Meski demikian saya tetap bangga dengan desa saya dan ibu saya pasti nya yang masih memegang adat istiadat yang makin punah tergilas kemajuan zaman..........


Sebut saja nama saya imam apa karena saya anak pertama jadi saya di beri nama imam,saya dua bersaudara dengan adik perempuan saya yang begitu manja,cengeng dan kepo yang membuat saya sering bertengkar dengan nya sebut saja nama nya may sebab adik saya terlahir bulan may.......


Saya di besarkan oleh ibu saya sebab ayah saya telah meninggal dunia saat bekerja,jadi ibu saya yang menggantikan posisi ayah untuk membesarkan saya dan adik saya.


Setiap hari tiada hari tanpa bertengkar antara saya dan may meski itu masalah sepele namun akan berbuntut panjang hingga ibu saya harus mengeluarkan jurus suara halilintar nya untuk melerai antara saya dan may,namun tidak berhenti sampai di situ kita akan melanjut kan perseteruan itu selama perjalanan menuju sekolah yang kebetulan kami satu sekolah.


Pada suatu pagi yang begitu cerah seperti biasa setelah sholat subuh saya menyiap kan dagangan yang harus di bawa untuk di titip kan di kantin dan beberapa warung sepanjang jalan menuju sekolah sedangkan may membantu ibu memasak untuk sarapan pagi.


"May masih lama ya masak nya???sudah siang tau yang ada kita terlambat lagi" (sambil mengambil handuk saya menuju kamar mandi)


"Sabar kenapa biasa nya juga sering kita terlambat masuk kelas gara - gara mas nongkrongin itu cewek!!!!" (jawab may sambil sedikit manyun)


"Sudah - sudah buruan may kamu goreng itu tempe dan tahu nya ini sudah hampir beres ibu masak sayur nya" (kata ibu sambil menyodorkan mangkok plastik yang berisi tempe dan tahu yang sudah di beri bumbu)


"Iya bu......." (jawab may sambil meletak kan penggorengan di atas kompor)


Kurang lebih sekitar lima belas menit selesai sudah ritual mandi segera saya menuju kamar untuk mengenakan seragam sekolah yang baru selesai saya setrika.


"Mas imam ayo nak lekas sarapan"(panggil ibu dari arah dapur)

__ADS_1


"Iya bu......"(jawab saya sambil melangkah keluar kamar dan menuju dapur)


Saya pun segera mangambil piring,nasi,sayur dan lauk yang sudah di siap kan ibu di meja makan hasil karya almarhum ayah.


"Mas jangan di tinggal ya???tunggu sebentar aku mandi dulu"(kata may sambil mengambil anduk berjalan menuju kamar mandi)


Tanpa jawaban yang pasti saya hanya menoleh sinis sambil dalam hati merajuk (sial tak bisa nyapa si cantik Riza lagi)


"Ayo may lekas mandi nya nak nanti keburu di tinggal sama mas mu lo kalau tak lekas beres"(kata ibu sambil mencuci bekas memasak)


"iya betul itu bu......liat saja kalau lama aku tinggalin biar saja jalan kaki" (kata ku sambil meletak kan piring di tempat cuci piring)


"iya - iya bawel ihhhhh.......kenapa sih mas imam ini suka sekali ngancem - ngancem gitu menyebalkan!!!!!!" (jawab may sambil manyun melangkah keluar kamar mandi menuju kamar nya)


Hati ku pun mulai gelisah tak henti - henti nya ku pandangi jam dinding dan jam yang sudah menempel di tangan kanan ku sambil berdoa dalam hati, "Semoga Riza belum masuk kelas duluan seperti kemaren"


"Mas......mas......mas imammmmmm.......mau berangkat sekolah apa masih mau melamun!!!!!!!" (teriakan may tepat di depan muka ku)


"Astowfirullohallazim........iya - iya ayo berangkat tak usah teriak juga kali memang nya aku tuli apa????" (kata ku sambil sedikit sebal sebab may sudah mengacaukan hayalan ku tentang Riza)


"Lagian pagi - pagi sudah melamun kesambet baru tau rasa" (kata may sambil naik di boncengan sepeda ku)


Kita pun berjalan sambil menitip - nitip kan kue dan es di beberapa warung yang memang sudah langganan.


Tidak begitu lama kurang lebih sekitar dua puluh menit aku dan may sampai di halaman sekolah dan may langsung menuju kantin sedangkan aku memarkir sepeda motor di tempat parkir sambil sesekali melihat sekitar apakah sepeda motor Riza sudah sampai belum,seperti nya udara pagi ini sama persis dengan perasaan ku yang begitu cerah dan ceria sebab ternyata Riza belum datang n masih ada kesempatan untuk menyapa nya di parkiran dan berjalan bersama dari parkiran menuju kelas yang kebetulan kelas Riza berseberangan dengan kelas ku.

__ADS_1


Ternyata pucuk di cinta ulam pun tiba akhir nya Riza datang juga sambil sudah ku persiap kan senyum yang paling manis untuk menyapa Riza namun entah dosa apa aku memiliki adik seperti may hingga lamunan dan impian ku sejak pagi hancur berantakan???


"Mas.........mas imam........" (teriak may memanggil ku dari arah lapangan sekolah)


"huuufffffff..........ada apa lagi sih may ini ganggu saja deh batal lagi kan rencana ku untuk mendekati Riza" (gumam ku sambil ku berjalan menghampiri may)


"Mas di suruh ibu BP ke ruang BP sekarang tadi aku bertemu ibu BP di kantin dan berpesan begitu" (kata may sambil memberikan sepucuk surat kepada saya)


Seketika itu ambyar bin buyar impian dan halusinasi ku tak tunggu lama aku segera bergegas berjalan menuju ruang BP yang berhadapan dengan ruang perpustakaan.


"Tok......tok.....tok......selamat pagi bu"(kata ku sambil melangkah masuk ruang BP)


"Silahkan duduk mam"(jawab ibu Rita guru BP)


"Iya bu......"(kata ku sambil menarik bangku)


"mam kamu kan ketua osis jadi ibu memanggil kamu untuk menanyakan bagaimana acara perpisahan itu apa sudah kamu persiap kan???"(kata bu Rita sambil menatap tajam)


"Alhamdulillah sudah bu hanya rencana nya nanti seusai jam pelajaran saya mau mengadakan rapat osis untuk menanyakan berapa jumlah uang kas bila ada kurang nya saya akan beritaukan ke ibu"(jawab ku dengan singkat)


" Baik lah kalau begitu saya tunggu besok laporan nya ya mam"(kata bu Rita sambil senyum)


"Baik bu kalau begitu saya kembali ke kelas sebab jam pelajaran sudah akan di mulai"(jawab ku memohon pamit pada bu Rita)


"Baik silah kan mam......"(jawab bu Rita)

__ADS_1


Q pun berjalan keluar dari ruang BP sambil masih menahan rasa kecewa sebab pagi ini tak bisa menyapa Riza gadis cantik nan anggun.


__ADS_2