
Kurang lebih sudah satu bulan berlalu dan waktu yang di janjikan oleh Endar pun telah tiba pasti nya di rumah om dan tante Riza lumayan sibuk untuk menerima kedatangan keluarga Endar yang berniat melamar Riza namun sampai detik ini mama Riza masih menunjukkan ke tak respekan nya kepada Endar meski om nya Riza banyak memberikan sudut pandang kepada mama Riza.
"Sayang kamu sudah bangun belum dan apa yang akan kamu katakan kepada mama ku nanti??"(tanya Riza melalui tlf)
"Alhamdulillah sudah bangun cuma masih meluk guling sambil bayangin cantik nya kamu"(kata Endar sambil merayu)
"Hemmmmm orang serius juga bukan nya di jawab malah ngegombal"(jawa Riza sambil sedikit manyun)
"Iya - iya sayang ihhhh.....gitu saja sewot deh"(kata Endar sambil senyum - senyum)
"Sayang aku sudah bilang kan kalau seperti nya mama ku tak menyukai hubungan kita jadi tolong kamu jaga sikap dan jangan sampai terbawa emosi"(kata Riza mencoba memberikan pengertian kepada Endar yang lumayan temperamen)
"Iya aku tau kok toh tujuan ku baik menemui keluarga mu untuk memohon izin menikahi mu bukan untuk adu argumen atau berantam kan???"(jawab Endar sambil menetralkan percakapan)
Beberapa menit kemudian terdengar bunda Endar memanggil dan menyuruh nya lekas mandi sebab sudah siang kemudian Endar pun menghentikan percakapan nya dengan Riza untuk segera mandi dan bersiap - siap datang ke rumah Riza beserta keluarga Endar.
Kurang lebih dua jam kemudian keluarga Endar pun sampai di kediaman om dan tante nya Riza dan mereka pun di persilahkan masuk percakapan tentang hubungan Riza pun di mulai.
"Mas santo sebelum nya saya minta maaf sebab baru sekarang bisa bersilahturahmi kemari dan kami datang silahturahmi ke sini bertujuan untuk melamar Riza bukan lain keponakan mas santo untuk anak kami Endar"(kata ayah Endar sambil senyum sopan kepada om nya Riza)
"Iya mas tak apa - apa dan memang waktu ini lah yang kami tunggu - tunggu sebagai pihak wanita sebab tak baik juga bila hubungan mereka tak segera di resmikan yang ada nanti jadi fitna para tetangga"??(jawab om nya Riza menanggapi perkataan ayah Endar)
"Bila begitu apa yang harus di tunggu lagi bila dari kedua belah pihak saling setuju???"(kata bunda nya Endar sambil senyum kepada om nya Endar)
"Iya benar juga buat apa harus berlama - lama kan niat baik jangan di tunda - tunda lebih cepat lebih baik kan mas??"(sambung ayah Endar sambil menunggu kepastian tanggal dari pihak keluarga Riza)
"Sesuai kesepakatan kita sebagai wali dari Riza menetap kan hari sabtu depan bagaimana menurut mas??sebab kan kita juga harus bekerja bila selain hari sabtu mas??"(kata om Riza sambil senyum)
"Tepat sekali mas kalau begitu sudah kita sepakat ya insyaallah sabtu depan kita langsungkan pernikahan kedua anak kita"(kata ayah Endar dengan penuh semangat)
"Betul mas besok Endar dan Riza biar mengurus persyaratan nya ke kantor KUA agar segera di proses data - data nya"(sambung om nya Riza)
Kurang lebih satu jam kedua keluarga berkumpul dan menetap kan pernikahan Endar dan Riza lalu keluarga Endar pun memohon pamit sebab sudah malam juga.
__ADS_1
Di sisi lain ada Imam yang makin maju bisnis nya membuat kandang burung pesanan nya pun makin membrudal hingga Imam pun harus mempekerjakan beberapa orang membantu menyelesaikan pesanan - pesanan nya yang sampai ke luar pulau mengirim nya.
"Mam.......kok aku tak pernah lihat pacar mu Mam apa jangan - jangan kamu jomblo akut hahahaha......."(goda pak de Giman pelanggan setia Imam)
"Ahhhhh.......pak de ini bisa saja kan orang itu harus siap dulu pk de kalau cuma sekedar pacaran - pacaran hanya buat dosa buat apa mending jomblo to"(jawab Imam sambil mengecek kurungan - kurungan yang mau di kirim)
"Iya memang betul tapi kan nama nya manusia harus beriktiar Mam meski jodoh itu sudah di tentu kan,kalau tak mau berusaha nanti kalau dapat nya nenek - nenek peot gimana??"(kata pak de Giman yang tak henti - henti menggoda Imam)
Namun Imam tak membalas perkataan pak de Giman yang terjadi Imam hanya tersenyum lalu melanjut kan pekerjaan nya sedang kan dalam hati kecil nya masih mengenang Riza meski Imam sudah tau bahwa Riza sudah memiliki ke kasih namun Imam masih menanti nya dan entah sampai kapan.
Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat telah tiba lah waktu pernikahan Riza dan Endar acara berjalan begitu khitmat dan sakral namun di pernikahan Riza ini ada yang aneh sebab selama pernikahan Riza dan Endar mama Riza menangis tak henti - henti nya hingga banyak tamu yang bertanya - tanya sebenar nya ada apa kok pernikahan serasa menghadiri kematian.
"Mbak.......sudah to jangan menangis terus orang anak nya sedang bahagia kok malah mama nya nagis seperti di tinggal meninggal saja"(kata santo kepada mama nya Riza)
" Mbak teringat papa nya Riza san umpama masih hidup....."(kata mama Riza yang tak mampu melanjut kan kata - kata nya)
"Iya - iya mbak aku tau yang pasti mas juga lihat kok kalau Riza saat ini sedang melangsungkan pernikahan akan membuka lembar baru di kehidupan nya"(kata santo sambil mencoba menenangkan mama Riza)
Acara pernikahan pun telah usai dan sementara Endar dan Riza pun masih tidur di rumah om dan tante nya mungkin ke esokan hari nya mereka berdua baru pindah di rumah baru yang di berikan oleh ayah dan bunda Endar dan memang benar Endar belum memiliki pekerjaan hal itu lah yang membuat mama Riza khawatir kepada Riza.
Tak terasa pernikahan Riza sudah berjalan 3 bulan dan Riza masih sering main ke rumah om dan tante nya sedangkan mama Riza sudah kembali ke kampung halaman.
"assalamualaikum tante......"(kata Riza dari depan)
"Wa'alaikumussalam ehhhh sayang tante rupa nya sini - sini masuk nak"(kata tante nya Riza sambil tersenyum kepada Riza)
"Kok sepi tante??om dan Destian kemana??"(tanya Riza kepada tante sambil menarik bangku di meja makan)
"Biasa Riz itu mereka berdua sedang main futsal pagi - pagi sudah berangkat di tinggal nya tante di rumah sendiria"(jawab tante sambil memasuk kan bawang merah ke penggorengan)
"Oh........begitu rupa nya......."(kata Riza yang tak sempat melanjut kan kata - kata nya sebab sudah mual mencium aroma bawang merah dan berlari menuju kamar mandi)
Dalam hati tante berfikir jangan - jangan Riza sedang hamil.
__ADS_1
"Riz......kenapa kamu kok muntah - muntah??atau sedang isi kamu nak??"(tanya tante sambil melanjut kan memasak)
"Tak tau tante yang pasti sudah ada satu minggu ini aku tak bisa mencium bau - bau bumbu"(jawab Riza sambil duduk lemas di bangku ruang makan)
"Lalu apa sudah periksa kamu Riz??"(tanya tante lagi pada Riza)
"Belum tante...."(jawab Riza singkat sambil berlari ke kamar mandi lagi)
Tante pun semakin yakin bahwa Riza sedang hamil sebab ciri - ciri hamil muda pun sudah jelas.
"Ya sudah beres memasak tante antar kamu periksa Riz sebab kamu pucat sekali"(kata tante sambil mematikan kompor )
Sekitar 20 menit kemudian Riza dan tante pun telah sampai di tempat dokter ahli kandungan untuk memeriksa kan Riza.
Kemudian di periksa nya Riza dengan teliti dan hasil nya memang benar Riza sedang hamil dua bulan dan yang pasti berita itu membuat Riza dan tante sangat senang mendengar nya.
"Alhamdulillah sebentar lagi aku akan jadi nenek selamat ya nak sebentar lagi kamu akan menjadi ibu"(kata tante sambil memeluk Riza dan mencium kening Riza)
"Iya tante makasih ya tante atas perhatian tante dan om selama ini"(jawab Riza sambil melinang kan air mata bahagia)
Tante pun tak mampu menjawab hanya tersenyum seperti nya tante pun faham apa yang sedang Riza fikir kan.
Sesampai nya di rumah pun Riza segera mengabarkan berita bahagia itu kepada Endar yang sedang sibuk membersih kan kandang burung kesayangan nya.
"Sayang.....aku tadi habis dari dokter"(kata Riza sambil duduk di bangku belakang Endar)
"Memang kamu sakit apa sayang kok sampai ke dokter segala lalu kenapa kamu tak bicara sama aku kalau kamu mau ke dokter kan bisa aku antar??"(kata Endar sambil masih sibuk mengganti minum burung di dalam kandang nya)
"Tak apa sayang aku ke dokter di antar tante dan hasil nya aku positif hamil"(kata Riza sambil menyerah kan hasil tes kepada Endar)
"Oh.......hamil bagus dong kalau gitu"(jawab Endar dengan datar tak ada ekspresi yang beda sambil meletak kan kandang burung di gantungan lalu berjalan masuk untuk mengambil kandang burung yang lain)
Riza pun masuk kamar lalu menangis merasakan perih hati nya melihat expresi suami nya yang biasa - biasa saja saat mendengar diri nya sedang mengandung anak pertama nya.
__ADS_1