Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XVII~ TERBELENGGU DALAM STATUS


__ADS_3

"Entah apa sih yang ada dalam pikiran mama kamu itu mi!!"(kata Imam dengan nada emosi pada Riza)


"Sabar bi mungkin selama ini mama kan tak tau dengan hubungan kita sebab umi tak pernah cerita pada mama"(kata Riza sambil menenangkan Imam yang emosi)


"Lalu kenapa kamu tak cerita pada mama apa ada yang lain dari aku atau apa hingga seperti itu jawaban mama kamu"(kata Imam mulai kasar sebab terbawa emosi)


"Ya Alloh bi bicara apa sih kamu itu semenjak aku pisah sama papa anak - anak aku cuma dekat sama kamu tak ada yang lain lagi pula aku bukan seperti yang kamu pikir kan"(kata Riza sambil mulai menangis sebab merasa perih hati nya mendengar tuduhan Imam)


"Aku sudah datang baik - baik bicara baik - baik untuk meminta izin tapi tanggapan mama mu sangat meremeh kan aku memang aku orang miskin nyawa pun aku tak ikut punya tapi aku masih punya harga diri"(kata Imam masih terbawa emosi)


"Mama seperti itu sebab mama tak mau kegagalan ku yang dulu terulang lagi mohon kamu ngerti keadaan ini bi"(kata Riza berusaha menenangkan Imam)


"Aku ngerti bahkan sangat ngerti kalau aku tak ngerti tak mungkin aku bicara sama mama mu bahkan tak mungkin aku menerima anak - anak seperti anak kandung ku sendiri dan aku ikhlas tak ada pikiran macam - macam"(kata Imam dengan nada tinggi untuk meluap kan emosi nya)


"Iya aku tau kamu ikhlas aku juga tau kamu serius tak main - main tapi semua butuh proses bi agar mama yakin atas keseriusan kita faham tak sih kamu"(kata Riza menjelaskan kondisi saat ini)


"Apa perlu aku culik kamu dan anak - anak atau aku habisi semua yang halangi kita baru pada sadar gitu??"(kata Imam makin emosi mendengar Riza menangis)


"Kamu ingat kan apa kata ku saat aku menerima kamu bahwa aku mencari ridho mama aku mencari restu dari mama sudah cukup kegagalan ku yang dulu sebab tak dapat restu dari mama dan aku tak mau hal itu terulang lagi pada kita"(kata Riza sambil lebih menegas kan penjelasan nya pada Imam)


"Ok.....ok.......aku masih ingat semua kata - kata kamu tapi sampai kapan???berusaha sampai mampus pun aku kalau kamu tak bicara sama mama mu tak akan bisa tau mama atas keseriusan ku"(kata Imam yang masih terbawa emosi dan belum bisa tenang)


"Kita minta petunjuk Alloh bi sebab hanya Alloh yang mampu membolak balik kan hati manusia jangan pakai kuat kita"(kata Riza sambil bernada pelan)


"Iya mi.........HAAAAAAAA......***......."(teriak Imam untuk melampias kan emosi nya sambil memukul tembok)


"Astowfirullohalazim bi istigfar jangan emosi menguasai mu yang ada aku makin takut sama kamu bisa - bisa nanti kamu saat marah akan membunuh aku dan anak - anak?"(kata Riza dengan nada takut dan masih menangis)


"Iya mi.......maaf mi hati abi sangat sesak memikir kan hal ini dan pasti nya abi tak mungkin membunuh orang yang abi sayangi"(kata Imam sambil menangis merasakan sesak di dada nya)


"Iya bi......umi tak menyangka kegagalan umi dulu menjadi batu sandungan buat kita melangkah"(kata Riza sambil menahan perih di hati nya)

__ADS_1


Luka yang belum kering rupa nya harus merasakan di siram cuka asam lagi hingga luka itu makin parah.


Semenjak saat itu sikap mama Riza berubah dan sering menyinggung - nyinggung dan memojok kan Imam bahkan anak - anak Riza pun di larang memanggil abi pada Imam sedang kan anak - anak Riza sangat dekat dengan Imam di hati anak - anak Riza Imam ada lah abi nya yang terjadi anak - anak Riza tak merespek kata - kata nenek nya.


Selama sebulan terakhir setelah Imam datang ke rumah Riza dan bicara hal tersebut dan mendapat penolakan dari mama Riza sering kali Imam lebih protex dan lebih sering sensi sikap nya terhadap Riza.


Sejak saat itu Imam sering menggunakan obat tidur sebab Imam susah tidur bila malam hingga itu berdampak pada emosi nya yang tak setabil sering marah - marah dengan siapa pun hingga karyawan nya pun kena imbas nya dan salah satu istri karyawan Imam kebetulan satu kantor denga Riza.


Tepat nya saat itu jam makan siang dan Tika mengajak Riza makan di luar kantor sambil membicarakan masalah Imam yang makin tak bisa mengontrol emosi nya.


"Riz......makan bakso yok??"(kata Tika menghampiri meja kerja Riza)


"Ayo........di traktir ya hehehe......"(kata Riza sambil mematikan laptop nya)


"Iya.......iya ayo buru mumpung aku belum berubah pikiran ini"(kata Tika sambil membetulkan hijab nya)


Kemudian mereka berdua pun naik motor menuju tukang bakso langganan mereka kurang lebih 15 menit kemudian mereka pun sampai di tukang bakso lalu mereka memesan bakso dan jus jambu sambil menunggu pesanan mereka datang Tika dan Riza duduk di luar sebab di dalam penuh.


"Riz gimana hubungan mu dengan Imam??apa sudah datang menemui mama mu??"(kata Tika yang berpura - pura tak tau masalah nya)


"Iya memang tak mudah kita meyakin kan orang tua kita Riz apa lagi dengan status mu saat ini"(kata Tika sambil menerima pesanan bakso nya yang telah datang)


"Iya Tik......aku sampai bingung menenang kan Imam yang emosi dan aku baru tau Imam seemosi itu sedangkan aku saat ini bagaikan buah simalahkamah posisi ku"(kata Riza sambil mengaduk - aduk bakso di hadapan nya)


"Maksud nya simalahkamah gimana Riz....??"(tanya Tika pada Riza sambil mengernyitkan dahi)


"Iya buah simalahkamah aku tetap bertahan dengan Imam mama ku tak merestui kalau aku tinggal kan Imam akan fatal akibat nya di tambah lagi anak - anak ku sudah sangat dekat dengan Imam jadi serba salah aku Tik"(kata Riza sambil menikmati bakso nya)


"Kamu minta petunjuk Alloh deh Riz apa yang terbaik buat kamu dan anak - anak mu dan bila jawaban nya Imam yang terbaik ya pertahan kan sebab semua butuh pengorbanan"(kata Tika sambil meminum jus jambu di hadapan nya)


Kurang lebih 30 menit Riza dan Tika menikmati bakso dan jus jeruk kemudian mereka berdua hendak kembali ke kantor sebab sebentar lagi sudah jam masuk kerja lagi dan mereka pun melewati pasar kebetulan Tika melihat Imam sedang kirim barang di salah satu toko di pasar dan sedang marah - marah sampai memukuli pemilik toko nya.

__ADS_1


"Riz......Riz......itu seperti nya Imam deh yang sedang berantem"(kata Tika sambil melambat kan motor nya)


"Astowfirullohalazim ya Alloh benar Tik ayo kita ke situ Tik....."(kata Riza yang lumayan kaget sebab Imam dulu tak pernah seperti itu yang Riza kenal)


Kemudian Riza pun segera turun dari motor dan sedikit berlari menuju Imam yang sedang berkelahi dengan pemilik toko dengan tujuan melerai mereka berdua.


"ABI........STOP........ABI.........STOP......."(kata Riza sambil menarik tangan Imam yang sedang di puncak emosi)


Dan hampir saja Riza kena pukul Imam sebab Imam sedang benar - benar kalap sudah gelap saja mata nya rasa nya ingin membunuh semua orang yang ada di hadapan nya sedangkan pemilik toko itu sudah babak belur berdarah - berdarah di hajar oleh Imam yang sedang sensi emosi nya tak setabil.


"Abi.......istiqfar kamu kenapa sih bi seperti ini jangan orang lain yang kamu jadikan sasaran pukul aku bila kamu marah sama aku jangan ke orang lain"(kata Riza sambil menarik Imam dan mengajak nya duduk menjauh dari kerumunan banyak orang)


Sedang kan Tika hanya menyodorkan air mineral pada Riza dan Riza membuka nya dan memberikan air mineral itu ke pada Imam agar Imam sedikit tenang dan mau bercerita ada masalah apa sebenar nya.


Namun yang Imam lakukan mengambil air mineral dari tangan Riza dan mengguyur kan nya di atas kepala nya lalu menoleh ke arah Riza dengan pandangan yang buas yang seakan - akan menerkam siapa pun di hadapan nya bahkan Riza seperti tak mengenal Imam yang sekarang ada di hadapan nya yang di penuhi dengan emosi.


"Aku capek di remeh kan........aku lelah di hina sedari kecil.......aku muak dengan mereka yang selalu bisa nya meremehkan"(kata Imam dengan penuh emosi dan dendam di kata - kata nya)


"Tak ada yang meremehkan kamu Mam semua mendukung kamu kok tak ada yang seperti itu yang pasti itu hanya perasaan mu saja Mam....."(kata Tika mencoba menenangkan Imam)


"Tau apa kamu sama hidup ku kalian sama saja bisa nya hanya menertawakan aku dan menghina ku"(kata Imam mulai emosi lagi)


"Ya Alloh bi istiqfar bi kamu ini kenapa sih kok jadi seperti ini ingat bi aku dan anak - anak butuh kamu"(kata Riza sambil menangis memegang tangan Imam)


Imam sambil diam dan membuka hp nya dan melihat foto kedua anak Riza lalu Imam pun menangis.


"Astowfirullohalazim ya Allohhhhhh.......apa salah dan dosa ku sampai Kau uji aku seperti ini ya Allohhhhh......."(teriak Imam sambil menangis dan menunduk menggenggam erat hp nya yang penuh dengan foto Riza dan anak - anak nya)


"Yang sabar ya Mam........"(kata Tika sambil mengelus punggung Imam yang sedang depresi)


"Bi.......mending sekarang abi pulang lekas mandi,ambil wudhu dan sholat biar tenang hati abi"(kata Riza sambil membantu Imam berdiri)

__ADS_1


"Iya mi......."(kata Imam sambil berjalan ke mobil nya dengan pandangan kosong dan masih menetes kan air mata)


Riza dan Tika pun kembali menuju kantor selama di kantor Riza tak konsentrasi sama sekali dengan pekerjaan nya yang ada Riza kepikiran dan khawatir dengan kondisi Imam yang sedang down dan depresi.


__ADS_2