Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB VIII~ KEPUTUSAN YANG MEMBINGUNGKAN


__ADS_3

Acara wisuda pun sudah usai hubungan Endar dan Riza pun semakin dekat hingga om dan tante Riza memutuskan untuk bertanya kepada Riza dan Endar apa rencana mereka berdua selanjut nya.


"Riz.........sudah seminggu ini kok om tak melihat Endar kemari sehat - sehat saja kan dia???"(tanya om pada Riza sambil duduk di samping Riza di ruang tv)


"Alhamdulillah Endar baik - baik saja om hanya saja dia sedang ke rumah paman nya kata nya sih hari ini sudah pulang"(jawab Riza sambil memeluk boneka teddy bear pemberian Endar saat ulang tahun Riza)


"Oh......begitu kalau begitu bisa dong om minta tolong Riz untuk menyuruh Endar main kemari sebab sudah lama juga om tak ngobrol sama Endar"(kata om sambil senyum dan meneguk kopi hitam favorit om)


"Boleh lah om sebentar coba aku chat aku tanya dia sudah sampai jakarta atau belum sebab sejak tadi pagi tak menghubungi aku"(kata Riza sambil beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju kamar nya untuk mengambil hp nya)


"Besok juga tak apa - apa Riz kesini nya tak harus hari ini juga siapa tau masih capek Endar nya"(kata om sambil melanjut kan menonton berita di tv)


"Iya om maka nya aku tanya dulu dia nya"(jawab Riza sambil mulai memencet - mencet hp nya)


Di sisi lain mama Riza sedang berbincang - bincang dengan bunda Destian di kebun belakang rumah sambil melihat - lihat buah jeruk dan jambu yang makin lebat buah nya.


"Wi.....kenapa ya kok aku kurang sreg sama Endar itu di mata ku Endar itu terlalu manja dan kurang mandiri lalu nanti nya bagaimana bila menikah dengan Riza???"(kata mama Riza sambil memandang pohon jambu)


"Gini loh mbak kita itu kan tidak bisa menilai orang dari luar nya saja atau menilai hanya sekilas melihat kesing nya saja kan belum tentu benar seperti penilaian kita orang tersebut"(kata bunda Destian sambil menyiram pohon jeruk yang tak begitu jauh dari mama Riza berdiri)


"Iya memang benar kata kamu Wi mungkin ini hanya perasaan ku saja yang terlalu sayang pada Riza sampai - sampai aku berfikir yang berlebihan"(kata mama Riza sambil menghela nafas untuk menepis kekhawatiran nya)


Lalu mereka berdua pun masuk melalui pintu dapur dan kebetulan Riza keluar dari kamar madi beres mandi.


"Aduhhh......ponakan tante yang cantik ini tumben jam segini sudah mandi mau jalan - jalan rupa nya"(goda tante sambil mencuci tangan di wastafel)


"hehehe......tak keluar kok tante hanya setelah magrib Endar mau datang jadi aku siap - siap mandi saja habis sudah bau asem juga sih???"(kata Riza sambil berjalan meletak kan anduk di jemuran kecil dan berjalan menuju kamar nya)


Kurang lebih 15 menit kemudian terdengar pintu kamar Riza ada yang mengetuk nya.

__ADS_1


"Riz......mama boleh masuk nak???"(suara dari balik pintu)


"Masuk saja ma tak di kunci kok pintu nya"(jawab Riza dari dalam kamar yang sedang berias)


Lalu mama Riza pun masuk kedalam kamar Riza sambil senyum memandang Riza lalu duduk di pinggir tempat tidur Riza.


"Riz.....mama boleh tanya nak???"(kata mama Riza dari belakang Riza)


"Mama mau tanya apa kok seperti nya serius gitu ma???"(jawab Riza sambil memalingkan badan dan berjalan mendekati mama nya duduk di samping mama nya)


"Nak......kamu sekarang sudah dewasa sudah bisa menentukan pilihan hidup mu sendiri dan yang pasti kamu lebih tau mana yang baik dan mana yang buruk bagi hidup mu"(kata mama Riza sambil mengelus kepala putri kesayangan nya)


"Iya ma Riza tau dan Riza selalu waspada kok tak semudah itu untuk membuat keputusan tapi mama mau tanya apa ya???"(jawab Riza sambil bingung sebenar nya mama nya mau bertanya apa pada nya)


"Riz......apa kamu sudah mantap dengan pilihan mu masalah Endar apakah kamu benar - benar mencintai Endar nak???sebab pernikahan tanpa cinta itu tak akan benar akhir nya"(kata mama Riza sambil memandang putri nya)


"Iya ma Riza tau masalah itu kalau mama bertanya apa Riza cinta pada Endar bagi Riza cinta itu bisa di pelajari dan akan timbul dengan sendiri nya ma"(jawab Riza yang makin membuat teka teki di hati mama nya)


"Sudah mama tenang ya jangan terlalu khawatir Riza sudah besar kok ma dan Riza bisa tau mana yang terbaik buat Riza"(jawab Riza mencoba menenangkan hati mama nya dan sebenar nya Riza tau bahwa mama nya tak setuju hubungan nya dengan Endar)


Beberapa menit kemudian terdengar lah suara mobil yang terparkir di teras rumah om Riza bukan lain adalah mobil Endar.


"Kak Riza......kak Riza dipanggil ayah"(kata Destian sambil masih memegang pesawat mainan nya)


"Iya sebentar....."(kata Riza sambil berdiri berjalan keluar kamar bersama mama nya)


"Riz.....itu di panggil om kamu Endar sudah datang rupa nya"(kata tante sambil senyum)


"Iya tante....."(kata Riza sambil melangkah berjalan menuju ruang tamu)

__ADS_1


"Mbak aku mandi dulu ya sudah gerah banget ni"(kata bunda Destian sambil mengambil anduk di jemuran dan berjalan menuju kamar mandi)


Tanpa menjawab mama Riza hanya mengangguk lalu duduk di ruang tv sambil masih berkecambuk hati nya mendengar jawaban Riza itu tadi (sebenar nya ada apa kok Riza berkata begitu apakah Riza sebenar nya tak menyukai Endar dan hanya sekedar balas budi sebab semenjak papa Riza meninggal Endar lah yang banyak membantu atau masih ada hal yang lain???)


"Endar kemana saja kamu kok jarang kelihatan beberapa hari ini???"(tanya om pada Endar yang duduk di dekat pintu ruang tamu)


"Iya om maaf beberapa hari ini saya ke rumah paman ada sedikit urusan jadi tak bisa bersilahturahmi kemari om"(jawab Endar)


"Oh begitu om pikir kamu sakit lalu bagaimana kabar mama papa mu sehat kan Ndar???"(tanya om lagi pada Endar yang makin salah tingkah)


"Alhamdulillah sehat om,oh ya om tadi kata Riza om menyuruh saya kemari apa ada masalah om???"(jawab Endar berbalik bertanya pada om nya Riza)


"Iya benar Ndar ada yang mau om tanya pada kalian berdua apa rencana kalian berdua sedangkan hubungan kalian sudah lumayan lama wisuda pun sudah lalu mau kalian bawa kemana hubungan kalian jangan sampai terjadi fitnah Ndar,ini juga om mewakili orang tua Riza"(kata om memberondong pertanyaan ke pada Endar)


"Niat saya Serius dengan hubungan saya dan Riza om dan rencana nya awal bulan depan saya dan keluarga akan melamar Riza itu pun bila om dan keluarga berkenan"(jawab Endar sambil senyum kepada om yang menambah keyakinan om bahwa Endar anak baik - baik)


"Alhamdulillah jawaban itu lah yang kami tunggu sebagai keluarga dari Riza Ndar"(kata om sambil tersenyum lega mendengar jawaban Endar)


Perbincangan itu pun begitu akrab nya antara om dan Endar hingga Riza pun terbawa swasana dengan percakapan mereka.


"Aduh........aduh seru sekali sampai Endar di anggurin saja tak di suguhin apa - apa ya Ndar cuma di ajak bercanda saja kan kasian haus Endar nya"(kata tante sambil menyuguh kan teh hangat pada Endar)


"Tak apa - apa kok tante melihat om,tante,Destian dan Riza sehat saja saya sudah senang"(jawab Endar yang pandai merebut hati om dan tante nya Riza tapi belum mampu merebut hati mama Riza sendiri)


Beberapa menit kemudian Endar pun berpamitan untuk pulang kepada om dan tante sebab mau menjemput saudara nya di bandara.


"Om tante saya mohon pamit dulu ya mau jemput saudara di bandara insyallah besok saya bersilahturahmi kemari lagi"(kata Endar sambil senyum berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan keluar dari rumah om dan tante Riza)


"Iya - iya Ndar hati - hati di jalan jangan ngebut - ngebut bawa mobil nya"(kata om Riza yang menghantar nya sampai teras rumah)

__ADS_1


"Iya om assalamualaikum. ...."(kata Endar sambil masuk dalam mobil dan menyalakan mesin mobil)


Serempak om,tante dan Riza menjawab wa'alaikumussalam kemudian mereka bertiga pun berjalan masuk rumah.


__ADS_2