
Di minggu pagi ini Riza berniat untuk mengajak anak - anak nya dan Imam ke kolam renang sebab Riza berfikir dengan cara itu bisa membuat Imam sadar dari keterpurukan nya meski hal itu di tentang oleh mama nya namun Riza tak peduli sebab rasa sayang dan cinta Riza lebih besar di balik apa pun.
"Kakak Aliya ayo lekas bangun nak......mau ikut kekolam renang sama abi tak??"(kata Riza sambil membuka kelambu kamar nya)
"Benar ma.....kita mau ke kolam renang sama abi??"(kata Aliya dengan semangat mendengar akan bertemu Imam)
Riza pun hanya mengangguk sambil senyum melihat Aliya yang begitu semangat mendengar akan bertemu abi nya seperti akan bertemu ayah kandung nya saja.
"Mama.......dede ikut ya??dede juga rindu abi ma....."(kata Aisyah sambil baru bangun dan masih duduk di kasur)
"Iya sayang mama yang cantik kita sama - sama ya nak nemuin abi di kolam renang"(kata Riza sambil memeluk Aisyah dan mencium kening Aisyah)
Sambil dalam hati Riza serasa di iris - iris menyaksikan hal tersebut sebab begitu bahagia nya kedua putri nya namun di sisi lain Riza harus berhadapan dengan mama dan keluarga nya yang lain.
Kurang lebih 2 jam kemudian mereka bertiga telah siap untuk berangkat ke kolam renang lalu Riza menelfon pada Tika bahwa swami Tika suruh ajak Imam ke kolam renang beserta Tika dan anak - anak nya dan Tika mengiyakan lalu berangkat lah Riza dan anak - anak nya menuju kolam renang.
"Ma......abi kok tak jemput kita kesini?"(tanya Aliya pada Riza)
"Abi sudah nunggu di sana kakak......"(kata Riza sambil mengeluarkan motor)
Kemudian berangkat lah Riza menuju kolam renang dengan harapan Imam bisa kembali seperti dulu dan bisa beraktifitas lagi.
Selama perjalanan Riza berdoa semoga usaha nya ini membuah kan hasil minimal Imam bisa sadar dan ingat pada anak - anak nya Riza, tak begitu lama Riza dan anak - anak nya sampai di kolam renang setelah memarkirkan motor Riza dan anak - anak nya masuk kedalam dan di lihat nya Imam,Tika dan keluarga nya di ujung kolam renang.
Kemudian Riza menunjuk kan pada anak - anak nya bahwa Imam ada di ujung beserta tante Tika dan keluarga nya.
"Kakak itu abi dan tante Tika......."(kata Riza sambil menunjuk ke arah Tika duduk)
Tak perlu menunggu di komando Aliya dan Aisyah berlari menuju arah Imam dan Tika duduk.
"Abi.........abi..........."(kata Aisyah dan Aliya berlari menuju Imam)
Namun Imam tak menengok Imam hanya diam saja seperti tak mendengar terikan Aliyah dan Aisyah saat itu swami Tika coba untuk menegur Imam.
"Imam......Mam......itu anak - anak mu datang"(kata swami Tika sambil menepuk pundak Imam dan tersenyum)
Lalu Imam menoleh ke arah Aliya dan Aisyah lalu tersenyum dan bangkit berdiri sambil merentang kan tangan nya.
"Sayang abi sini nak abi rindu kalian......."(kata Imam sambil memeluk dan menciumi kedua anak Riza)
Pemandangan itu membuat air mata menetes bagaikan seorang ayah yang sedang sangat rindu kepada kedua putri kecil nya.
"Abi kemana saja kenapa tak pernah telefon kami rindu......."(kata Aliya sambil memeluk Imam yang sedang menangis sambil menciumi Aisyah)
"Maaf kan abi ya sayang......."(kata Imam sambil mencium Aliyah)
Kemudian Riza pun sudah berdiri di hadapan Imam dan anak - anak nya sambil senyum dan mengusap air mata nya yang tak sengaja terjatuh melihat kedekatan Imam dan anak - anak nya.
__ADS_1
Kemudian mereka mendekat ke arah tempat Tika duduk bersama keluarga nya.
"Tik maaf ya sudah merepot kan kalian......"(kata Riza sambil duduk di samping Tika)
"Santai saja Riz lagi pula anak - anak ku sudah lama tak berenang"(kata Tika sambil senyum)
"Abi...........temani berenang yok??"(kata Aisyah sambil menarik tangan Imam)
"Ayo abi juga ingin berenang........mi tolong bantu ganti baju anak - anak....."(kata Imam sambil membuka baju nya)
"Brooo.........seru ni ayo kita berenang sama - sama......."(kata swami Tika sambil membuka jaket dan kaos nya)
"Ya sudah sana kalian berenang aku dan Riza tunggu di sini saja"(kata Tika sambil mengganti baju anak - anak nya)
Kemudian mereka masuk ke dalam kolam renang terlihat gembira sekali anak - anak Riza yang selama ini tak pernah terlihat segembira itu.
"Riz........bagus juga ide kamu dengan membawa anak - anak mu bertemu Imam"(kata Tika sambil senyum sambil melihat ke arah mereka yang sedang berenang)
"Iya Tik ide itu muncul setelah aku sholat tahajud......."(kata Riza sambil merenung setelah ini apa yang harus Riza lakukan demi kesembuhan Imam)
"Kamu sudah bicara sama mama mu Riz??"(tanya Tika sambil mengambil makanan ringan dari dalam tas)
"Belum Tik.......aku masih belum punya keberanian untuk bicara sama mama ku masalah Imam"(jawab Riza sambil menunduk)
"Lalu berani nya kapan Riz??tunggu Imam sadar dan menikah sama wanita lain begitu??"(kata Tika sambil menikmati makanan ringan)
"Asal kamu nanti jangan nyesal saja Riz bila hal itu terjadi......"(kata Tika sambil senyum ke arah Riza dan Riza hanya mampu tersenyum kecut sambil melihat kebahagiaan Imam dan anak - anak nya)
Kemudian tak lama Tika pun menyusul ke dalam kolam sedang kan Imam naik ke atas dan menuju tempat duduk Riza.
"Mi.......kok tak ikut berenang curang deh....."(kata Imam sambil senyum dan duduk di samping Riza)
"Tak lah bi badan umi sedang kurang sehat hanya itu tadi anak - anak dan Tika mengajak kemari ya sudah berangkat saja"(kata Riza sambil senyum ke arah Imam)
"Kalau begitu ayo segera pulang saja mi kalau umi kurang sehat"(kata Imam dengan memegang tangan Riza)
"Umi tak apa - apa kok bi........abi bisa kita bicara....."(kata Riza sambil memegang lengan Imam)
"Bisa mi memang mau bicara apa mi.....?"(tanya Imam dengan curiga)
"Abi sudah sehat kan???abi baik - baik saja kan??"(tanya Riza sambil menatap kedua mata Imam)
"Iya abi baik - baik saja kok mi hanya beberapa hari yang lalu kepala abi sakit sekali tapi setelah melihat anak - anak berkurang rasa sakit di kepala abi"(kata Imam meyakin kan Riza)
"Bi.......maafin umi ya selama ini sudah sering buat abi menderita......."(kata Riza sambil menetes kan air mata sebab merasa kan sesak di dada nya)
"Iya mi abi pun begitu minta maaf mungkin sikap abi terlalu protex ke pada umi...."(jawab Imam sambil senyum memandang Riza)
__ADS_1
Ternyata benar obat bagi Imam adalah anak - anak Riza begitu juga sebalik nya, sejak saat itu Imam makin membaik sudah mulai bisa beraktifitas meski masih sering marah - marah namun minimal Imam sudah mau bersosialisasi lagi.
Sore itu Imam satu harian tak memberi kabar kepada Riza sebab malam nya mereka berdua adu argumen masalah sepele sebenar nya namun emosi Riza lumayan memuncak hingga perdebatan itu tak terelak kan.
Riza mulai khawatir kemana rupa nya Imam pergi nya di tlf tak di angkat di chat pun tak di balas pikiran Riza melayang entah kemana sampai - sampai saat di ajak bicara mama nya tak begitu menghiraukan.
"Riz.........itu anak nya pak Qoirul anak nya baik juga seperti nya pantas buat pengganti ayah anak - anak"(kata mama Riza sambil mengupas pepaya di dapur)
Namun Riza tak merespon nya hanya diam sambil mencuci piring dan pikiran nya melayang dan hati nya bertanya - tanya kemana Imam??
"Riz.......Riza.........malah bengong mama ajak bicara??"(kata mama Riza sambil meletak kan pisau di samping Riza)
"Ehhhhh........iya ma maaf Riza sedang mikirin itu pendaftaran CPNS jadi tak dengar mama bicara apa"(kata Riza menutupi perasaan nya sebenar nya)
"Lo memang kapan pendaftaran nya Riz??lalu kamu sudah daftar belum??"(kata mama Riza sambil berjalan menuju kulkas)
"Belum ma mungkin besok senin kalau masih ada formulir nya"(jawab Riza sambil meletak kan piring yang sudah di cuci)
"Segera lah daftar Riz biar tenang kalau kamu sudah jadi PNS"(kata mama Riza sambil berjalan menuju teras rumah nya)
Beberapa menit kemudian terdengar mobil Imam berhenti di depan rumah Riza dan Aisyah terdengar berteriak menyambut Imam.
"Abi........"(teriak Aisyah sambil memeluk Imam dan meminta gendong pada Imam)
Dan seperti biasa Imam langsung menggendong Aisyah dan menciumi nya seperti pada anak kandung nya sendiri namun mama Riza tak suka melihat tersebut.
"Assalamualaikum bu......."(kata Imam sambil mencium tangan mama Riza)
"Wa'alaikumussalam Mam........"(kata mama Riza pada Imam dengan nada datar dan menandakan tak suka)
"Riza nya ada bu??"(kata Imam bertanya pada mama Riza sambil senyum dan memeluk Aisyah)
"Ada di dalam sedang cuci piring.......nak Imam ibu bisa bicara sebentar??"(kata mama Riza dengan tegas)
"Bisa bu.........sebentar ya dede abi mau bicara dengan nenek sebentar"(jawab Imam sambil memberi tau pada Aisyah agar masuk ke dalam rumah sebentar)
"Nak Imam ibu minta maaf sebelum nya.........tolong mulai sekarang jauhi Riza dan anak - anak sebab sebentar lagi Riza akan di lamar oleh putra pak Qoirul"(kata mama Riza dengan tegas mengingat kan Imam)
Saat itu hati Imam bagai tersambar petir mendengar hal itu dan harus sampai kapan perih di dada ini akan berakhir???
"Baik bu saya mengerti......."(kata Imam sambil mencoba tersenyum meski dada nya sesak)
"Bagus bila nak Imam faham dengan kata - kata ibu......."(jawab mama Riza sambil tersenyum sinis)
"Kalau begitu saya mohon pamit dulu bu.......assalamualaikum bu......"(kata Imam sambil mencium tangan Ibu Riza)
"Wa'alaikumussalam. ........."(jawab mama Riza dengan dingin)
__ADS_1
Imam pun berlalu dengan membawa peri didada dan serasa hancur semua impian nya selama ini namun Imam harus tetap tegar menghadapi nya.