Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XIII~ CINTA DAN IMPIAN FATAMORGANA


__ADS_3

Hari - hari hanya terisi oleh kehampaan hati mungkin orang lain berfikir rumah tangga Riza harmonis dan bahagia kurang apa rumah ada tak perlu berfikir uang kontrakan,swami yang selalu ada untuk istri dan anak kebutuhan selalu tercukupi begitu sempurna nya rumah tangga ini namun semua itu hanya nampak di luar nya bila kita masuk dalam rumah tangga Riza hanya lah sebuah kisah yang penuh dengan derama yang sudah penuh setingan sebab yang terjadi hanya lah ke ego an semata senyum di bibir hanya lah sebagai pelengkap kisah hidup.


"Ma.......mama.......papa mau ke rumah Ricard sebentar"(kata Endar sambil mengenakan jaket nya)


"Iya pa......nanti kalau pulang mampir ke rumah bunda ya ini tadi mama buat puding tolong berikan ke mama sekalian ambil beras"(kata Riza sambil membungkus puding untuk mertua nya)


Kemudian Endar pun beranjak pergi dan seperti biasa segala sesuatu kebutuhan rumah tangga yang menanggung ayah dan bunda Endar entah sampai kapan Endar sadar dan mau bekerja untuk menafkahi keluarga nya sendiri.


Seperti biasa setelah memandi kan Aliya dan Riza pun sudah beres semua pekerjaan rumah mereka berdua duduk di ruang tv sambil chat kalau tidak telefonan dengan Imam untuk mengusir kesepian hati nya.


"Riz........Aliya sedang apa itu??"(tanya Imam sambil video call dengan Riza)


"Biasa itu lagi mainan masak - masakan Mam"(jawab Riza sambil mengarah kan kamera hp nya ke arah Aliya)


Akhir nya mereka berdua bercanda dan bercerita panjang lebar dan sesekali menggoda Aliya dan bercanda dengan Aliya begitu hangat nya serasa menjerit sebenar nya hati Riza kenapa Endar tak bisa seperti itu selalu sibuk dengan kesenangan nya sendiri sekarang yang terjadi Aliya lebih dekat dengan Imam di banding dengan papa nya sendiri.


Sekitar jam 8 malam Endar sudah pulang tak seperti biasa nya bila belum menjelang pagi Endar belum pulang ke rumah.


"Ma........tolong bantuin sebentar bawa masuk itu dari bunda"(kata Endar sambil berjalan ke dapur sekarung beras)


"Iya pa......bunda dan ayah baik - baik saja kan pa??"(tanya Riza sambil berjalan mengikuti Endar)


"Alhamdulillah baik cuma papa tekanan darah nya tinggi kata bunda tadi ayah juga sedang istirahat ma...."(jawab Endar sambil meletak kan beras di tempat biasa)


"Lalu sudah di bawa ke dokter belum ayah??"(tanya Riza sambil membuka kardus di atas meja makan)


"Sudah sih ma,ma.......aku ada surpres buat kamu nanti setalah sholat aku ceritakan"(kata Endar sambil senyum dan mencium pipi Riza)


"Ya sudah sana lekas sholat dulu pa......mama mau masuk - masukan ini ke lemari dulu"(kata Riza yang tak begitu merespon kata - kata Endar)


Di hati kecil Riza berkata paling - paling juga dia menang lomba burung lagi tak lebih dari itu ya Alloh sampai kapan aku harus excting senyum dan bahagia pada semua orang atas rumah tangga ku yang kacau ini.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian kurang lebih 15 menit kemudian Endar menghampiri Riza di kamar Aliya yang sedang menidur kan Aliya sambil senyum - senyum bahagia.


"Bahagia sekali pa memang menang lomba burung lagi ya??"(tanya Riza dengan nada datar)


"Lebih dari sekedar menang lomba burung yang saat ini ma.....papa bahagia sekali sebab selama ini doa - doa mama di kabul kan Alloh"(jawab Endar sambil duduk di sisi kasur Aliya putri nya yang mulai terlelap tidur)


"Masak......memang doa - doa mama yang mana pa sebab kan banyak doa - doa mama pa"(kata Riza sambil bangun dari samping Aliya dan berjalan keluar dari kamar Aliya di ikuti Endar dari belakang)


"Ma......ingat tak waktu Halimah kemari lalu mama bilang kalau di tempat kerja swami Halimah membutuh kan karyawan??"(kata Endar dengan penuh semangat)


"Iya ingat lalu hubungan nya apa sama papa kan waktu itu papa menolak ajakan kerja itu lagi pula papa kan masih enjoy lomba burung"(kata Riza sambil melanjut kan menata sembako)


"Tadi papa menemui Ricard lalu papa di ajak masuk kerja di tempat itu swami Halimah dan waktu papa ke rumah Halimah di bilang besok papa sudah bisa masuk kerja ma...."(kata Endar menceritakan surpres yang di maksud itu tadi)


"Bagus dong kalau gitu pa jadi mulai besok papa sudah mulai kerja di tempat swami Halimah sama Ricard itu pa?"(tanya Riza sambil bernada datar)


Di hati kecil Riza berkata orang kok apa - apa harus di ada teman nya kapan bisa maju nya,namun Riza menutupi semua itu dengan berwajah biasa - biasa saja.


Waktu berjalan begitu cepat hingga tak terasa Endar sudah 8 bulan bekerja di kantor tempat swami Halimah bekerja namun Endar mulai mencoba - coba main api dengan berselingkuh dengan rekan kerja nya di kantor dan hal itu tercium oleh Halimah dan Halimah tak kan tinggal diam sebab tak kan rela sahabat nya di dzolimi swami nya.


"Wa'allaikumusallam........"(jawab Riza sambil berjalan menuju ruang tamu)


"hayyyy.......sahabat ku yang paling cantik....."(kata Halimah sambil memeluk Riza dan begitulah ulah Halimah sedari dulu sejak jaman kuliah)


"Tumben kamu pagi - pagi kemari Mah.....setan apa yang merasuki mu hingga menuntun mu kerumah ku"(kata Riza sambil senyum menggoda Halimah)


"Hadehhhh.......seperti lagu yang lagi viral saja kalimat mu Riz...."(jawab Halimah sambil duduk di sofa)


"Habis nya biasa nya kalau mau kemari pasti telefon dulu yang minta di jemput lah dengan alasan lupa gang nya lah nanti pulang nya minta di antar lah nah ini tau - tau nongol gitu aja kan jadi aneh"(kata Riza sambil duduk di samping Halimah)


"Kan malah ngacau sekarang malah kalimat mu ngalah - ngalahin jalangkung sedang kan jalangkung saja pulang tak di antar datang tak di jemput....."(kata Halimah sambil manyun)

__ADS_1


"Hahahaha.......bercanda keles serius banget sih Mah.....santai sedikit kenapa sih??"(kata Riza sambil menertawakan expresi sahabat nya yang lucu dan sedikit manja itu)


"Aku tadi kebetulan saja jalan - jalan lalu ngeliat kue pancong jadi inget kamu yang dulu setiap pagi sarapan itu kue jadi aku kemari deh hehehehe.....(kata Halimah mencoba membalas canda an Riza)


"Lalu kamu beli gitu kue pancong nya buat aku Mah??"(tanya Riza sambil mencari - cari kue pancong di meja ruang tamu)


"Tak beli juga cuma ingat saja sama kamu Riz hahahaha....."(kata Halimah dengan santai nya dan membuka bungkusan kantong plastik kecil)


"Sial tau nya cuma inget doang huuuuffff...."(kata Riza sambil manyun)


Kemudian mereka berdua pun bercanda sambil menikmati kue pancong hangat - hangat sebenar nya bukan masalah kue pancong Halimah ke rumah Riza tapi masalah Endar yang selingkuh dan Halimah ingin mengingat kan sahabat nya itu agar berhati - hati dan menanyakan hal itu pada Endar.


"Riz.......eeemmmmm sebenar nya ada yang mau aku bicarakan sama kamu masalah Endar swami kamu selama di kerjaan"(kata Halimah dengan sedikit merendah kan nada swara nya)


"Memang ada apa sama swami ku apa dia buat ulah atau membuat rugi perusahaan Mah.....??"(tanya Riza dengan nada dan raut wajah penasaran)


"Jadi begini Riz......aku tau dari swami ku dan beberapa kawan swami ku kalau swami mu mulai main gila sama wanita janda beranak 4 di kantor"(kata Halimah dengan sedikit ragu menyampaikan kebenaran tersebut)


"Astowfirullohalazim memang ada bukti nya apa Mah......?"(tanya Riza pada Halimah dengan wajah mulai memera dan mata Riza mulai berkaca - kaca)


"Ada Riz......ini aku dapat dari sekertaris swami ku yang kemaren aku panggil ke rumah"(kata Halimah sambil membuka tas nya untuk mengambil hp nya dan menunjuk kan bukti kepada Riza)


"Ya Alloh.......apa lagi sih mau Endar ini apa tak ingat di rumah sudah punya istri dan anak?"(kata Riza sambil melihat video dari hp Halimah yang merekam Endar sedang berada di cafe dengan seorang wanita dan begitu mesra nya)


"Yang sabar ya Riz......."(kata Halimah sambil mengelus pundak Riza yang tak mampu menahan air mata nya jatuh ke pipi nya)


"Mah........tolong kamu kirim video ini ke aku buat bukti ke Endar dan keluarga nya"(kata Riza sambil menyeka air mata nya dan Halimah hanya mengangguk dengan expresi sedih melihat kondisi sahabat nya)


Batin Riza pantas saja setiap hari kalau di tanya saat lambat pulang kerumah banyak alasan nya yang bilang nya lembur lah,kena macet lah,bantu - bantu kawan lah tapi ternyata main gila di luar dengan janda anak 4,kurang lebih satu jam kemudian Halimah mohon pamit ke Riza.


Setelah Halimah pulang Riza mengambil air wudhu untuk sholat dan mencurah kan semua sesak di dada nya ke pada Alloh sampai kapan Riza harus menghadapi masalah yang seperti nya tak ada ujung nya.

__ADS_1


Tepat nya jam 7 malam Endar pulang kerja dan seperti biasa nya Riza menyiap kan baju ganti Endar dan menghangat kan sayur untuk makan malam sambil menutupi ke sedihan hati nya dengan ulah swami nya.


Saat Endar mandi hp Endar berbunyi rupa nya sms dari janda tersebut dan mengajak Endar untuk ketemuan di sebuah cafe dan ternyata Riza lah yang membaca sms tersebut dan membalas nya tanpa Endar ketahui.


__ADS_2