
Kebahagiaan ini serasa tak mampu Riza expresikan semua terasa jalan sudah terbuka luas restu dari mama nya pun sudah di kantongin untuk menuju jenjang pernikahan bersama Imam orang yang sangat Riza sayang dan cintai tinggal selangkah lagi semua impian akan kerwujud bersatu dengan Imam untuk mengarungi kehidupan di sisa usia.
Namun mengapa di saat semua yang tinggal selangkah lagi menggapai impian namun Imam sikap nya berubah menjadi lesu tak bergairah seperti dulu lagi apakah ada wanita lain yang membuat Imam berubah atau kah Imam merasa lelah dengan hubungan nya yang seperti tak ada akhir derita nya dan berfikir hanya berjuang sendiri sedang kan Riza hanya menantikan miracel saja dari Alloh??apakah Riza tak mencari tau hanya diam saja dengan kondisi hubungan nya???
Sore itu seperti biasa Imam menjemput Riza pulang kerja namun tak seperti hari - hari sebelum nya yang selalu membawa anak - anak Riza yang ada sore ini Imam menjemput Riza sendirian ada apa sebenar nya??
"Bi.......kok tumben tak bawa anak - anak??"(tanya Riza sambil bingung melihat Imam yang nampak bingung tatapan nya)
"Iya mi.......abi dari antar kandang ayam bekisar ke kantor bupati jadi sekalian jemput umi ini tadi"(jawab Imam sambil mencoba memaksakan senyum pada Riza)
"Oh.........gitu ya sudah"(kata Riza sambil bingung melihat perubahan Imam yang sangat tak wajar)
"Mi........kita mau makan dulu apa mau langsung pulang?"(tanya Imam sambil mestater mobil nya)
"Emmmmmm............umi ingin makan bakso yang dekat stasiun bi......"(jawab Riza sambil memasang sabuk pengaman)
"Ok........kebetulan abi juga lapar mi......"(jawab Imam dan mobil pun mulai berjalan menuju stasiun untuk membeli bakso)
Dan seperti biasa selama perjalanan musik di mobil Imam selalu bunyi namun beda nya biasa nya Imam menyalakan sholawatan di mobil nya namun kali ini sepanjang jalan Imam menyalakan lagu jawa dengan volume yang lumayan keras hingga kaca mobil pun bergetar karena terkena bass dari salon sonsistem mobil Imam bahkan Imam pun ikutan bernyanyi sambil berlagak merayu Riza dan sesekali Riza pun ikut bernyanyi mengikuti lagak merayu nya Imam kemudian mereka berdua pun tertawa bersama tak terasa 30 menit kemudian sampai lah mereka berdua di tempat yang di tuju ya itu warung bakso stasiun yang terkenal mantap rasa nya.
Kemudian mereka berdua pun turun dari mobil dan berjalan menuju warung bakso kemudian duduk di meja yang kosong sebab seperti biasa juga di warung tersebut pasti ngantri pembeli nya, tak begitu lama mereka duduk datang lah pelayan untuk menanyakan mereka berdua memesan apa saja.
"Selamat sore pak......mau pesan bakso yang mana dan minum nya apa??"(tanya pelayan dengan sopan)
"Bakso super nya dua.......lalu minum nya es jeruk dua juga ya mbak"(jawab Imam sambil mengembalikan kertas menu pada pelayan)
"Baik pak sebentar ya......."(jawab pelayan sambil mengambil kertas menu dari tangan Imam dan berlalu dari hadapan Imam)
"Bi..........boleh umi tanya??"(tanya Riza pada Imam sambil memain kan tisu di tangan nya)
"Boleh mi.......memang mau tanya apa mi kok seperti nya serius gitu??"(jawab Imam sambil memandang Riza)
"Bi........umi merasa ada yang berubah dari sikap abi berapa hari ini ada apa sebenar nya apa ada masalah atau mungkin umi buat salah hingga buat abi kecewa sampai - sampai berubah sikap abi ke umi??"(tanya Riza dengan nada serius dan menatap wajah Imam yang memang berapa hari ini nampak pucat)
"Tak ada apa - apa kok mi........eeeemmmm....."(jawab Imam belum beres namun pesanan bakso nya sudah datang di hadapan nya)
"Makasih ya mbak........"(kata Imam sambil senyum pada pelayan)
__ADS_1
"Baik pak......bu.........selamat menikmati"(jawab pelayan sambil senyum dan meletak kan es jeruk di meja)
Lalu mereka berdua pun membalas senyuman pada pelayan yang berlalu pergi dari hadapan mereka berdua.
"Bi.........tolong jujur ada masalah apa sebenar nya??bila abi bersikap seperti itu terus sama saja abi menyiksa umi??"(kata Riza sambil memegang tangan Imam)
"Huuuffffff.........abi merasa sesak dan sakit dada abi mi beberapa hari ini dan setiap tidur malam dada abi sakit sekali seperti di tusuk kayu hingga susah bernafas"(jawab Imam sambil mengambil sambal di hadapan nya)
"Apa abi sudah periksa ke rumah sakit atau mungkin ke klinik gitu??"(tanya Riza dengan nada dan pandangan khawatir)
"Belum sempat mi........tapi semalam sudah di kerokin sama ibu kok mi....."(jawab Imam sambil mengaduk - aduk bakso nya yang sudah di beri sambal dan kecap)
"Lalu apa sudah ada perubahan setelah di kerokin sama ibu bi.......??"(tanya Riza sambil mulai menyantap bakso di hadapan nya)
Namun pertanyaan Riza tak di jawab oleh Imam yang ada Imam *** dada sebelah kanan nya sambil seperti menahan sakit yang sangat teramat menyiksa sambil memejam kan mata sejenak.
"Bi......abi......abi......kenapa........??"(tanya Riza sambil menghentikan makan nya dan memegang tangan Imam)
Namun pertanyaan Riza tak mampu di jawab oleh Imam sebab Imam masih merasakan sakit yang begitu hebat sedang kan Riza sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Imam yang lumayan buruk, lalu beberapa menit kemudian Imam pun sudah mulai setabil dan mampu bernafas dan memandang Riza sambil mencoba tersenyum dengan tujuan Riza tak khawatir lagi meski rasa nyeri dan sesak itu masih Imam rasa kan.
"Tak kok mi.......abi tak apa - apa kok mi mungkin hanya masuk angin sebab kemaren waktu kirim barang abi kehujanan"(jawab Imam sambil senyum memegang tangan Riza)
"Yakin abi tak apa - apa??gimana kalau habis makan bakso kita ke dokter bi??sebab umi tak tenang kalau abi seperti itu??"(kata Riza sambil memandang Imam)
"Besok saja lah mi........abi habis ini mau ke toko bambu nya mang asep kata nya bambu pesanan abi sudah datang"(jawab Imam sambil meminum es jeruk di hadapan nya)
"Sudah deh bi......istirahat kan bisa suruh Beni atau wahyu atau siapa gitu karyawan abi kan banyak to??abi habis ini segera pulang dan istirahat tak usah kemana - kemana sudah sakit juga seperti itu masih saja tak mau diam"(kata Riza sambil manyun sebab Riza merasa Imam tak bisa di perhatikan)
"Iya.......iya umi sayang jangan monyong gitu juga kali mana abi nya sakit malah di monyongin sama umi sayang........makin cantik tau sayang abi kalau manyun gitu"(kata Imam sambil merayu Riza yang manyun)
"Biarin habis nya di sayang tak bisa nanti kalau abi kenapa - kenapa gimana coba??apa sudah tak mikirin umi sama anak - anak yang butuh abi??"(kata Riza yang masih manyun sebab sangat khawatir dengan kondisi Imam)
"Iya sayang abi yang cantik.........habis antar umi pulang abi langsung pulang kok tak akan kemana - mana lagi kok sayang??sudah ya monyong nya biar tak makin sakit dada abi"(kata Imam pada Riza yang memang sebenar nya dada Imam masih sangat sakit)
"Iya.......bener ya bi langsung pulang dan istirahat sesampai nya di rumah??jangan lupa kabari umi biar umi tak khawatir bi??"(kata Riza sambil menghabis kan es jeruk di hadapan nya)
"Iya sayang........sudah makan nya mi??mau pulang sekarang mi??"(tanya Imam pada Riza)
__ADS_1
"Iya bi......pulang sekarang saja sudah sore pun sebentar lagi masuk waktu sholat magrib sudahan"(kata Riza sambil mengambil tas di bangku samping nya)
Kemudian mereka berdua pun menuju mobil setelah membayar di kasir beberapa menit kemudian mobil Imam pun menuju rumah Riza dan kebetulan mama Riza sedang di teras rumah bersama anak - anak Riza sedang menunggu kedatangan Riza dan Imam.
Setelah sesampai nya Riza dan Imam di rumah Riza, Imam pun turun dari mobil untuk sekedar menyapa mama Riza dan anak - anak Riza yang lumayan rindu dengan Imam.
"Assalamualaikum. .. ......."(kata Riza sambil melangkah mendekat pada mama dan anak - anak nya di ikuti dengan Imam di belakang Riza)
"Wa'alaikumussalam. .......nah itu mama kalian sama abi kalian sudah pulang itu sudah jangan berantem lagi??"(kata mama Riza sambil senyum kepada Imam yang mencium tangan mama Riza)
Sebenar nya Imam bingung mendengar kata - kata mama Riza barusan sebab sejak kapan mama Riza bisa terima bila anak - anak Riza memanggil Imam abi biasa nya juga di marah - marahi anak - anak Riza memanggil abi pada Imam, expresi Imam hanya senyum mendengar itu lalu menggendong Aisyah dan menciumi Aisyah yang sangat manja pada Imam.
"Kenapa sih sayang kok marah - marah gitu makin cantik saja sayang abi ini??"(kata Imam sambil menciumi Aisyah)
"Kakak itu bi ambil mainan dede kan sudah di belikan satu - satu juga tapi kakak ambil pun punya dede"(kata Aisyah mengadu pada Imam yang menggendong nya dan menghapus air mata Aisyah)
"Ya sudah......sudah besok abi belikan lagi ya sayang??sudah diam itu dengar sudah mau adzan sudah diam nak??"(kata Imam sambil menyeka air mata Aisyah)
Kemudian Imam dan Aisyah pun masuk kedalam rumah Riza sebab mendengar adzan magrib berkumandang dan akhir nya Imam sholat magrib di rumah Riza, setelah menjalan kan sholat magrib saat Imam akan pulang di cegah oleh mama Riza sebab ada yang mau di kata kan mama Riza pada Imam.
"Bu.......maaf saya mohon pamit dulu sudah malam juga maaf sudah mengganggu istirahat ibu"(kata Imam pada mama Riza yang baru selesai sholat magrib)
"Sebentar nak Imam duduk dulu ada yang mau ibu bicarakan dengan nak Imam"(kata mama Riza sambil senyum pada Imam)
Batin Imam "nah mau bilang Riza mau di jodoh kan sama siapa lagi apa jangan - jangan Riza besok sudah mau nikah malahan" gumam Imam dalam hati sambil duduk kembali di sofa ruang tamu sambil memangku Aliyah putri Riza.
"Nak Imam ibu sudah merestui hubungan kalian berdua jadi kapan nak Imam akan membawa keluarga nak Imam ke mari untuk membicarakan pernikahan kalian"(kata mama Riza sambil senyum pada Imam)
"Alhamdulillah benar ibu sudah merestui hubungan kami??"(kata Imam serasa tak percaya dengan yang di dengar nya)
"Benar nak Imam ibu sudah merestui hubungan kalian dan ibu tak mau dengar ada fitnah lagi dengan hubungan kalian jadi segera resmi kan ya nak??"(kata mama Riza sambil senyum rama pada Imam)
"Baik bu.......saya segera urus semua nya dan akan segera bawa keluarga ke mari"(jawab Imam sambil senyum dan wajah nya sangat berseri - seri)
Kemudian Imam pun mohon pamit pada mama Riza dengan penuh semangat untuk segera memberi tau ibu nya di rumah atas berita bahagia ini.
Lalu sebenar nya sakit apa kah Imam??apa benar hanya sakit masuk angin??atau ada sakit yang lain??berjalan mulus kah pernikahan Imam dan Rizah??atau kah masih ada rintangan lagi di antara mereka berdua???
__ADS_1