
"Ya Alloh...........harus sampai kapan aku harus merasakan semua ini apakah aku benar - benar tak layak untuk bahagia apakah aku harus hidup sendiri??"(kata hati Imam sambil memacu mobil dengan kecepatan tinggi)
Di sisi lain Riza bingung mencari Imam yang kata Aisyah Imam datang tapi kok tak ada di depan rumah yang ada hanya mama nya yang sedang menyapu teras rumah Riza lalu Riza menanyakan Imam pada mama nya.
"Ma.........apa benar Imam kemari kata Aisyah Imam kemari dan aku juga dengar mobil Imam tadi??"(kata Riza sambil mendekati mama nya dan menengok kanan kiri mencari Imam yang kata nya datang)
"Sudah pulang itu tadi Imam........."(kata mama Riza sambil melanjut kan menyapu)
Riza pun bingung kok tumben Imam cepat - cepat pulang apa ada pesanan jadi dia jadi lekas - lekas pergi??(kemudian Riza masuk kedalam untuk mengambil hp dan menghubungi Imam menanyakan kenapa )
"Assallamuallaikum bi........"(kata Riza dengan nada khawatir)
"Wa'allaikumusallam.........."(jawab Imam dengan nada lemas)
"Abi sedang di mana??lalu itu tadi ada apa kok cepat - cepat pulang??apa ada pesanan bi??"(kata Riza memberondong pertanyaan pada Imam)
"Iya.........."(jawab Imam singkat dan cuex)
"Oh........ya sudah kalau begitu hati - hati di jalan dan jangan lupa sholat ya bi"(kata Riza yang sambil berfikir kenapa Imam bersikap cuex dan tak seperti biasa - biasa nya)
Sebelum Riza mengucab kan salam pun Imam sudah mematikan hp nya lalu melempar kan hp nya ke jok mobil kemudian Imam berteriak dan menangis sebisa - bisa nya untuk melepas kan perih dan sesak dada nya mendengar kata - kata mama nya Riza.
Sedangkan Riza masih bingung dengan sikap Imam yang berubah dan pasti nya ada sesuatu yang terjadi pasti Imam mendapat kata - kata yang tak enak dari mama jadi seperti itu sikap nya.
Kurang lebih 30 menit kemudian mama Riza duduk di samping Riza yang sedang melipat pakaian yang sudah kering.
"Riz.........tadi mama habis bicara dengan Imam......"(kata mama Riza sambil menyalakan tv)
"Memang mama bicara apa sama Imam??"(jawab Riza sambil membatin pasti kata - kata mama ini lah yang membuat sikap Imam berubah)
"Mama hanya mengingat kan Imam untuk menjaga jarak dengan mu dan anak - anak mu"(kata mama Riza sambil melihat acara tv)
"Kenapa harus begitu ma??memang apa salah Imam harus menjarak ke aku dan anak - anak sedangkan Imam membawa hal positif ke aku dan Imam sangat menyayangi anak - anak dengan tulus bahkan melebihi ayah kandung nya sendiri??"(kata Riza sambil memandang ke mama nya dan menghentikan melipat kain)
"Bukan masalah salah dan benar atau sayang tak sayang Riz tapi kamu harus tau pak Qoirul akan segera melamar kamu untuk anak nya"(kata mama Riza menjelaskan apa maksud nya bicara seperti itu pada Imam)
__ADS_1
"Apa sih mau mama ini aku tak kenal sama anak pak Qoirul ma......jangan kan kenal lihat muka nya saja aku tak pernah lalu aku disuruh nikah sama dia??lalu apa mama tau anak pak Qoirul itu bisa terima aku dan anak - anak??"(kata Riza menjelaskan kondisi nya dan sedikit menentang keputusan mama nya)
"Riz ingat tak ada orang tua yang menjerumus kan anak nya semua yang di lakukan orang tua semata - mata untuk kebahagia an anak nya"(kata mama Riza dengan nada sedikit tinggi pada Riza yang mulai berani melawan mama nya)
"Aku tau ma tapi aku tak mau di jodoh - jodoh kan aku sudah besar ma bisa menentukan pasangan hidup ku sendiri"(kata Riza yang mulai meneteskan air mata di pipi nya)
"Iya mama tau kamu sudah besar tapi kamu harus ingat dengan pilihan mu sendiri apa yang terjadi kamu jadi janda kan sekarang??mama sudah tua Riz tak selama nya hidup lalu kapan kamu bisa membahagiakan mama"(kata mama Riza dengan emosi)
"Apa mama mau melihat aku lebih menderita dengan menikah dengan orang yang tak aku kenal sama sekali??memang aku pernah gagal ma tapi aku tak kan selama nya gagal"(kata Riza sambil menangis mendengar kata - kata mama nya yang kesan nya setatus nya saat ini jadi sebuah beban bagi mama nya)
"Sudah cukup Riz.......mama tak mau adu argumen lagi masalah ini yang pasti sabtu besok pak Qoirul akan datang melamar mu"(kata mama Riza sambil berdiri dan berjalan menuju kamar nya)
Sedangkan Riza tak mampu menahan air mata nya sebab Riza tak mau di jodoh kan dengan anak pak Qoirul.
Di sisi lain Imam mendatangi Iwan karyawan nya yang sedang ngopi di teras rumah nya dan pada Iwan lah Imam sering bertukar fikiran tentang masalah - masalah nya.
"Assalamualaikum wan........."(kata Imam sambil lemas berjalan mendekati Iwan)
"Wa'alaikumussalam bos......dari mana bos malam - malam gini kok seperti nya kusut seperti kain belum di setrika ada masalah lagi bos??"(tanya Iwan sambil melihat Imam yang sedang memegang kepala nya)
"Maksud nya gimana sih bos.......coba deh cerita yang jelas biar aku faham dan siapa tau aku bisa beri solusi"(kata Iwan sambil menyodor kan air minum mineral)
Kemudian Imam membuka botol air mineral dan meminum nya setelah itu baru Imam menceritakan kejadian tadi sore di rumah Riza dengan detail hingga Iwan faham.
"Tunggu - tunggu bos pak Qoirul itu kan om ku dan yang mau di jodoh kan sama Riza pasti si Rizal dan aku tau betul Rizal itu play boy kampung"(kata Iwan sambil menjelaskan siapa yang akan di jodohkan dengan Riza)
"Astowfirullohalazim.......seperti itukah anak dari pak Qoirul itu lalu apa mama Riza tak tau kok akan menikah kan Riza dengan nya...."(kata Imam sambil berfikir)
"Kalau masalah itu aku tak tau bos......mungkin mama Riza hanya melihat om ku kan orang yang lumayan kaya di kampung sebelah??"(kata Iwan sambil mengambil kopi di meja samping Imam)
"Om mu siapa Wan???"(tanya Imam sambil memandang Iwan)
"Brruuuuuu........buset tak nyambung juga rupa nya bos ini??itu pak Qoirul om ku bosss......."(kata Iwan setelah menyembur kan kopi nya sebab kaget Imam tanya siapa om nya Iwan)
"Oh......pak Qoirul......oh iya berati kamu tau dong di mana rumah pak Qoirul itu dan Rizal anak nya ada tak di rumah nya ya Wan??"(tanya Imam pada Iwan dengan serius)
__ADS_1
"Masalah rumah nya aku pasti tau lah bos.......tapi kalau masalah Rizal ada di rumah tidak nya aku tak tau kan aku bukan mak nya bos"(kata Iwan sambil membetul kan duduk nya)
"Kalau begitu kamu antar aku kerumah om kamu itu untuk menemui Rizal"(kata Imam sambil beranjak dari tempat duduk nya)
"Tunggu - tunggu bos mau ngapain ke rumah om ku dan mau menemui Rizal??"(tanya Iwan sambil ikut berdiri memandang bos nya)
"Untuk memberi tau Rizal masalah hubungan ku dengan Riza"(kata Imam sambil menarik tangan Iwan menuju mobil nya)
"Tapi bos.....bos......tunggu dulu deh jangan pakek emosi bos......"(kata Iwan yang mencoba menenangkan Imam)
Saat Imam akan masuk mobil tiba - tiba hp nya berbunyi nada panggilan dari Riza Imam sebenar nya malas mengangkat nya namun Imam juga tak mau membuat Riza khawatir jadi Imam pun menerima telefon dari Riza.
"Assalamualaikum bi........sedang di mana abi??"(kata Riza dengan nada sedang menangis)
"Wa'allaikumusallam.......aku sedang di rumah Iwan mau ke rumah pak Qoirul"(jawab Imam dengan nada penuh emosi)
"Mau ngapain abi ke rumah orang itu??tolong jangan memperkeruh masalah bi.......umi sudah tau semua dan umi tak mau di jodoh - jodoh kan dengan siapa pun"(kata Riza sambil menangis menjelaskan rasa hati nya)
"Memang kamu bisa melawan mama kamu??aku tak yakin yang ada kamu juga akan nurut sama perintah mama kamu kan??"(jawab Imam dengan nada emosi)
"Abi......tolong percaya umi sebab hanya abi yang umi sayang dan umi tak mau abi kenapa - kenapa jadi tolong sekarang abi pulang beri kesempatan umi menyelesaikan masalah ini bi dan yakin lah umi tak akan menikah dengan siapa pun kecuali dengan abi"(kata Riza meyakin kan Imam agar Imam tenang dan mau pulang)
"Apa yang akan kamu lakukan bila mereka datang dan melamar mu sedangkan mama kamu menerima nya yang ada tetap aku nelangsa sendiri"(jawab Imam dengan penuh pesimis)
"Umi akan meminta sesuatu yang dia tak kan bisa melakukan dan umi yakin semua itu pasti membuat mereka mundur"(kata Riza meyakin kan Imam yang mulai makin marah - marah)
"Tapi bila mereka bisa melakukan nya dan akhir nya kamu menikah juga kan sama dia??"(kata Imam dengan nada pelan menahan sesak dada nya)
"Bi tolong kali ini percaya sama umi kita hadapi semua ini bersama jadi tolong sekarang abi pulang lekas sholat mohon pada Alloh agar umi mampu menghadapi semua ini"(kata Riza dengan penuh khawatir takut Imam berbuat nekad)
"Iya mi.......abi pulang dulu assallamuallaikum........"(kata Imam dengan lemas)
"Iya bi lekas pulang ya sayang.......Wa'allaikumusallam"(jawab Riza sambil membasuh air mata nya di pipi)
Kemudian Imam pun memohon pamit pada Iwan dan Iwan merasa lega sebab Imam tak jadi menemui Rizal anak om nya sebab Iwan tau betul bagaimana sifat Rizal yang ada Imam di keroyok oleh kawan - kawan Rizal.
__ADS_1
Lalu bagaimana dengan Riza dan permintaan apa yang mampu menggagal kan perjodohan itu sedangkan sudah terkenal pak Qoirul orang terkaya di kampung sebelah???