
Sekitar jam tiga sore rombongan keluarga Riza memasuki wilayah kanpung halaman Riza di depan gapura ada umbul - umbul pernikahan May dan Riza pun bertanya - tanya siapa yang menikah di kampung nya.
"Ehhhh.......ada yang nikah itu seperti nya tante kira - kira siapa ya??"(kata Riza sambil memperhatikan umbul - umbul yang tertancap di sisi jalan)
"Iya Riz seperti nya ada yang nikah apa sudah selesai nikah nya ya??"(jawab tante sambil melihat ke sisi jalan)
"Oh.......yang nikah May tante itu loh adik nya si Imam"(kata Riza sambil membenarkan gendongan aliya putri kecil nya)
"Memang nya kamu kenal Riz sama Imam dan may itu??"(tanya om nya Riza sambil fokus menyetir mobil)
"Kenal lah om itu Imam kan dulu satu angkatan sama aku dan adik nya itu adik kelas ku di tambah lagi jaman dulu ya ada cinta - cinta monyet gitu lah masa SMA hahahaha"(jawab Riza sambil senyum lepas dan baru kali ini om dan tante Riza melihat dapat tersenyum lepas)
"Oh........berati kak Riza cinta nya sama monyet gitu bukan sama orang ya hahahaha"(goda Destian ponakan Riza sambil tertawa geli)
"Sembarangan deh abang ya cinta sama orang lah cuma waktu itu masih belum dewasa jadi di sebut nya cinta monyet istilah nya abang Destian yang ganteng"(kata Riza menjelaskan pada ponakan semata wayang nya itu)
"Oh......begitu kirain beneran cinta nya sama monyet kak hahahaha"(canda Destian yang semakin meramaikan swasana)
Kurang lebih satu jam perjalanan dari gapura menuju rumah Riza dan akhir nya sampai juga Riza dan rombongan datang di rumah mama Riza dan mama Riza kebetulan sedang tak di rumah sedang bantu - bantu di rumah Imam.
kurang lebih lima belas menit kemudian mama Riza pulang sebab di beri tau bahwa Riza pulang beserta om dan tante nya senang sekali mama Riza mendengar putri kesayangan dan cucu kesayangan nya datang.
Lalu mereka semua pun bersalaman dan mencium tangan mama Riza sebab di keluarga mama Riza lah yang di tua kan.
"Cantik nya cucu nenek sini - sini gendong dulu sama nenek"(kata mama Riza yang mengambil Aliya dari gendongan Riza)
"Hemmmmmm maklum baru punya cucu ribet deh?(kata om santos sambil memasuk kan koper kedalam rumah)
"Iya lah nanti kamu akan rasa kan san gima rasa nya jadi nenek"(kata mama Riza tak mau kalah sambil menciumi cucu nya)
"Lo.......gimana to mbak mana mungkin aku jadi nenek yang ada nanti malah saingan sama istri ku to lah"(canda om Santos menggoda mama Riza)
"Oh.......iya - iya jadi salah deh nenek ya dedek Alya ini nenek kangen gitu lo sama dedek Alya"(kata mama Riza sambil menimang - nimang cucu nya)
"Hemmmmm ribet sendiri deh nenek kamu dedek,ya sudah aku mandi dulu ya ma gerah banget nih"(kata Riza sambil membawa koper nya masuk ke kamar nya untuk mengambil anduk dan pergi mandi)
__ADS_1
Sedangkan Destian dan Ayah nya malah kabur ke belakang rumah untuk menghirup tanah persawahan dan tante masuk ke kamar tamu untuk ganti baju.
Di saat itu mama Riza berfikir kemana Endar kok tak ikut apa mereka berdua sedang tak baik hubungan nya hingga Riza pulang di antar om dan tante nya??sambil mengayun cucu nya mama Riza berfikir hal itu.
Beberapa menit kemudian Riza pun menghampiri mama nya di teras sambil membawa bubur untuk Alya.
"Ma......mana Alya aku suapin dulu baru aku mandiin kalau sudah beres makan nya"(kata Riza sambil mengambil Aliya dari gendongan mama nya)
" Mbak mau mandi duluan apa gimana?"(tanya tante pada mama Riza)
"Nanti dulu Wi kamu dulu saja kalau mau mandi apa itu anak mu suruh mandi duluan di sini hawa nya dingin tak seperti di Jakarta"(kata mama Riza yang masih berdiri di samping Riza)
"Oh........ya sudah kalau gitu(kata tante sambil berjalan masuk rumah)
"Riz.......kenapa swami mu tak ikut apa kalian sedang ada masalah nak?"(tanya mama Riza)
Namun Riza tak menjawab nya dan berpura - pura tak mendengar pertanyaan mama nya bahkan Riza mengalih kan pembicaraan.
"Ma.......jam berapa besok nikah nya May lalu dapat orang mana dia?"(tanya Riza sambil menyuapi Aliya)
"Lalu itu Imam sudah menikah juga ma?"(tanya Riza yang masih menyuapi Aliya)
"Kalau Imam belum nikah ya masih gitu saja malah kalah sama adik nya entah nunggu apa itu Imam tak nikah - nikah"(kata mama Riza sambil menyapu teras rumah yang sedikit kotor sebab daun - daun kering berjatuhan)
"Alhamdulillah Aliya kenyang nenek Aliya mau mandi dulu ya nenek sudah acem ni Aliya bau kringet"(kata Riza sambil menggendong Aliya masuk untuk di mandi kan)
Malam pun berlalu ke esokan pagi nya semua keluarga Riza datang ke nikahan May sebab bagaimana pun juga masih tetangga dekat jadi tak enak lah kalau tak hadir di pernikahan May.
Setelah ijab qobul semua tamu - tamu di persilah kan menikmati hidangan dan hiburan orgen tunggal artis dari daerah setempat saat itu lah Imam melihat Riza yang sedang duduk sendiri menikmati kue hidangan.
"Assalamualaikum Riz.....gimana kabar nya"(kata Imam sambil senyum rama pada Riza)
"Wa'allaikumusallam Mam alhamdulilah aku baik - baik saja lalu gimana kabar mu kapan ni nyusul adik mu?"(goda Riza pada Imam mencoba mengikis rasa dag dig dug di hati nya)
"Nah kamu sendiri kapan jadi janda nya Riz kan ku tunggu janda mu hehehehe maaf bercanda Riz biar tak terlalu kaku"(jawab Imam sambil tersenyum)
__ADS_1
"Ah......bisa saja kamu ini Mam atau jangan - jangan benar kata mu itu tadi maka nya kamu belum nikah - nikah Mam?"(balas menggoda Imam)
"Nah itu tau jawaban nya kamu Riz jadi tak perlu aku jawab lagi kan pertanyaan mu?"(kata Imam sambil tersenyum dan berdiri dari tempat duduk nya)
Beberapa menit kemudian Imam di panggil ibu nya sebab ada sanak keluarga Imam yang berpamitan pulang dan Imam pun memberikan sepucuk surat pada Riza yang bertuliskan "Riz aku serius dengan kata - kata ku tadi dan ini no tlf ku 081257xxxxx"
"Hemmmmmm Imam - Imam kamu itu ada - ada saja"(kata Riza sambil memasuk kan surat dari Imam itu kedalam dompet nya)
Kemudian sebelum acara usai Riza dan keluarga berpamitan pulang kepada mempelai sebab waktu semakin siang dan Aliya mulai rewel sebab mengantuk.
Tak terasa sudah hampir seminggu Riza di kampung dan di siang itu kebetulan Riza sedang mengayun putri nya dan Imam lewat depan rumah Riza.
"Assalamualaikum Riz dedek nya mau tidur ya?(tanya Imam sambil menghentikan sepeda motor nya)
"Wa'alaikumussalam Mam iya nih dari tadi tak mau tidur rewel terus nah kamu dari mana Mam?"(tanya Riza balik kepada Imam)
"Biasa Riz habis pesan bambu di toko kang Nur"(jawab Imam sambil sedikit gerogi)
"Oh maju juga usaha mu ya Mam aku ikut senang dengar nya"(kata Riza sambil senyum)
"Riz.....kapan kamu balik ke jakarta apa masih lama di sini nya?"(tanya Imam sedikit penasaran)
"Insyaallah besok minggu Mam memang kenapa?"(jawab Riza penasaran)
"Itu adik ku May dan swami nya mau ajak kamu makan di bakso pk de yang dekat sekolah kita dulu lo Riz itung - itung reonian"(kata Imam menutupi harapan nya)
"Oh iya bakso pk de memang masih buka ya Mam?boleh juga tu gimana kalau habis ini sebab anak ku baru tidur ni nanti takut nya rewel kalau langsung aku taruh di kasur"(kata Riza sambil berfikir)
"Masih buka kok Riz,ya sudah nanti kalau sudah siap kamu chat aku saja ya"(kata Imam dengan gembira)
Kurang lebih satu jam kemudian masuk lah chat dari Riza untuk makan bakso dan ternyata May dan swami nya tak bisa ikut sebab ada tamu jadi tak enak untuk di tinggal akhir nya mereka berdua lah yang berangkat makan bakso.
Sepanjang perjalanan Imam dan Riza saling diam mereka merasa bagai orang asing yang baru kenal yang ada mereka hanya berbicara sendiri dalam hati (Riz aku masih mencintai mu apa kamu itu aku tak memandang status kamu sampai kapan pun aku akan menunggu mu)batin Imam sedang kan batin Riza berkata(Mam mengapa kamu tak dari dulu - dulu menyatakan isi hati mu dalam kondisi ku saat ini mana mungkin kita mengulang kisah kita)kata hati Riza dan tak terasa mereka berdua telah sampai di bakso pak de dekat sekolah mereka dulu dan semua memori itu terulang di benak Riza dan Imam.
Mereka berdua pun sambil makan bakso sambil bersendagurau mengingat kebandelan masa - masa SMA dulu.
__ADS_1
Hati Riza makin bergejolak sebab rumah tangga nya sedang goya dengan Endar dan di saat yang tepat itu muncul lah Imam cinta masa lalu nya yang tak sempat terungkap kan.