Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XXV~ KEBAHAGIAN YANG TERTUNDA


__ADS_3

Hari demi hari berjalan begitu indah nya sebab mama Riza sedah memberikan restu nya pada Riza dan Imam tinggal kapan Riza mengatakan hal tersebut pada Imam dan semoga depresi Imam sudah benar - benar sembuh sebab depresi laki - laki dan perempuan itu berbeda jangaka waktu nya.


Bisa jadi seorang laki - laki tertawa bagai tak ada masalah namun di hati kecil nya masih menyimpan dendam yang luar biasa berbeda dengan perempuan yang semua bisa di atasi masalah hati nya meski mungkin tak bisa kembali seperti semula minimal perempuan bisa membujuk hati nya sendiri.


Sore itu seperti biasa Imam menjemput anak - anak Riza di rumah mama Riza untuk menjemput Riza pulang kerja dan tanggapan mama Riza saat ini lebih baik di banding sebelum - sebelum nya namun itu lah laki - laki Imam tak peka sama sekali sebab Imam tak begitu memperhatikan mama Riza.


"Sayang abi yang cantik - cantik ayo kita jemput mama sayang......"(kata Imam pada anak - anak Riza yang sedang bermain di teras rumah mama Riza)


"Asekkkkk........iya abi nanti beli mainan ya bi??"(kata Aisyah yang begitu dekat dengan Imam)


"Iya sayang.........ayo lekas pakek sendal nya nak......kakak Aliya ayo mana sendal nya sayang??"(kata Imam sambil membantu Aisyah memakai sendal)


"Abi......abi nanti lihat ikan dulu ya di depan kantor mama??"(kata Aliyah pada Imam)


"Iya sayang.....ayo nanti keburu mama kalian manyun menunggu terlalu lama"(kata Imam sambil berdiri menggandeng Aisyah)


"Asekkkkk......kita berangkat......."(kata anak - anak Riza dengan semangat)


"Bu......saya ajak anak - anak untuk jemput mama nya"(kata Imam sambil senyum seada nya pada mama Riza)


"Iya Mam hati - hati di jalan...."(kata mama Riza sambil senyum namun Imam tak melihat mama Riza dan berlalu begitu saja sambil menuntun anak - anak Riza masuk dalam mobil nya)


Mama Riza berfikir dengan sikap Imam kok tumben Imam cuek begitu tak seperti biasa nya apakah Imam masih marah pada nya atau ada apa kok Imam bersikap seperti itu??


Kurang lebih 20 menit kemudian Imam dan anak - anak Riza sampailah di depan kantor Riza dan kebetulan Riza belum keluar kantor sebab ada pekerjaan yang harus di selesaikan jadi Imam dan anak - anak Riza bermain dulu di taman depan kantor Riza sambil menunggu Riza pulang.


Imam bagaikan ayah kandung mereka berdua mengajak bermain ayunan, kejar - kejaran di taman begitu bahagia nya kurang lebih 30 menit kemudian Riza keluar dari kantor nya dan menghampiri mereka bertiga di taman yang asik bermain.


"Aduh.......mama di cuekin deh kalau sudah main sama abi ya??"(sapa Riza sambil senyum dan menangkap Aliyah yang sedang berlari - lari mengejar Imam)


"Mama.......seru ma kita mainan kejar - kejaran sama abi"(kata Aliya sambil senyum bahagia)


"Iya......iya ayo kita pulang sudah sore tu mana kalian belum mandi pasti nya kan??"(kata Riza sambil membujuk anak - anak nya)


"My......kok lambat keluar kantor nya apa ada masalah my??"(tanya Imam sambil berdiri di belakang Aisyah dan mengelus kepala Aisyah yang berkeringat)


"Tak ada masalah sih bi cuma ada kerjaan sedikit yang harus selesai hari ini jadi lambat deh keluar kantor nya"(jawab Riza sambil membasuh keringat anak nya)


"Oh.......abi pikir umi ada masalah kok sampai keluar nya lambat......ya sudah ayo kita pulang mi??"(kata Imam sambil berjalan lebih dahulu dan masuk kedalam mobil)


Saat itu Riza merasa ada yang aneh dengan sikap Imam yang tak seperti biasa nya apa ada masalah atau habis dapat omongan dari mama lagi??sampai - sampai Imam sikap nya berubah menjadi sedingin itu??

__ADS_1


Setelah masuk maobil Imam pun memacu mobil nya menuju ke arah rumah Riza dan sepanjang perjalanan Imam hanya diam dan fokus menyetir mobil nya saat itu Riza memberanikan diri menanyakan ada masalah apa rupa nya kok Imam diam saja sedari tadi?


"Bi......apa abi marah gara - gara umi keluar lambat itu tadi??"(tanya Riza sambil khawatir bila Imam marah)


"Tak kok mi abi tak marah masalah itu dan memang abi sedang tak marah mi"(jawab Imam dengan datar)


"Lalu kalau tak marah kenapa abi kok diam saja sama umi dari tadi??"(tanya Riza penasaran)


"Tak kok mi tak apa - apa abi"(kata Imam menjawab singkat)


Kurang lebih 20 menit kemudian mereka berempat sampai lah depan rumah Riza dan kebetulan mama Riza masih duduk di teras sambil menunggu Riza dan cucu nya datang.


"Mi........abi langsung pulang ya sudah mau masuk waktu magrib juga"(kata Imam tanpa memandang Riza)


"Iya bi.......makasih sudah di antar sampai rumah dan nanti sampai rumah kabari umi ya bi??"(kata Riza dengan khawatir melihat perubahan Imam)


"Iya mi......"(kata Imam singkat dan datar)


Kemudian Riza dan anak - anak nya pun turun dari mobil Imam dan berjalan masuk kedalam rumah mama Riza.


"Assallamuallaikum......ma kok tak masuk sudah sore juga"(kata Riza menyapa mama nya)


"Wa'allaikumusallam........Riz mama sengaja duduk di sini mununggu kalian datang bosan di dalam sendirian"(kata mama Riza sambil senyum)


"Riz.......tumben Imam tak mampir dulu apa kalian berantem??"(tanya mama Riza)


"Tak berantem kok ma kan kebetulan saja sudah sore dan hampir masuk waktu sholat magrib jadi Imam langsung pulang"(kata Riza menjelaskan pada mama nya)


Meski sebenar nya Riza pun penasaran kenapa Imam sikap nya berubah seperti lesu tak bergairah begitu apakah Imam sakit atau hanya sekedar kecapek an saja??


Sesampai nya Imam di rumah langsung masuk kamar untuk berganti baju tak lama kemudian berkumandang lah adzan magrib Imam pun menjalan kan sholat magrib di rumah setelah sholat Imam keluar kamar untuk menemuin ibu nya.


"Bu.........sudah beres sholat nya??"(tanya Imam sambil duduk di sofa samping ibu nya)


"Alhamdulillah sudah Mam......kamu sendiri sudah sholat belum??"(tanya ibu nya pada Imam yang terlihat lesu dan murung)


"Sudah bu........"(jawab Imam singkat sambil menghela nafas)


"Ada apa Mam apa kamu ada masalah kok sedari pagi ibu lihat kamu tak seperti biasa nya??apa kamu sakit??"(tanya ibu nya sambil mengambil remot tv)


"Tak tau bu sejak semalam dada ku sesak rasa nya susah sekali buat nafas"(kata Imam sambil menekan - nekan dada nya yang terasa nyeri)

__ADS_1


"Masuk angin kamu itu sini ibu kerokin lekas ambil kayu putih habis itu lekas istirahat"(kata ibu nya pada Imam)


Dan Imam pun bergegas berjalan mengambil minyak kayu putih dan uang koin untuk kerokan di sisi lain Riza sangat mengkhawatir kan Imam yang tak ada kabar sedari sore.


Riza pun menghubungi Imam berharab Imam baik - baik saja tapi tak ada jawaban di chat lalu Riza pun menelfon Imam namun tak di angkat juga makin gelisah dan khawatir lah Riza dengan kondisi Imam.


Padahal sore tadi saat Imam menjemput pulang kerja Riza ingin menyampaikan omongan mama nya tapi rupa nya swasana tak mendukung jadi Riza menahan nya dahulu.


Malam pun berlalu berganti pagi dan seperti nya Imam tak menjemput Riza seperti kemarin - kemarin dan akhir nya Riza berangkat kerja naik angkot menuju kantor nya, saat turun dari angkot di sapa nya Riza oleh Tika sahabat nya.


"Hayyy......Riz tumben naik angkot??"(sapa Tika sambil memasuk kan kunci kontok motor dalam tas)


"Iya nih Tik.......Imam tak jemput dari semalam juga aku hubungi tak di balas"(kata Riza sambil berjalan menuju kantor nya)


"Semoga Imam baik - baik saja Riz......."(jawab Tika sambil senyum pada Riza)


Lalu mereka berdua pun menuju meja kerja masing - masing untuk mengerjakan tugas - tugas nya sambil sesekali Riza melihat hp nya siapa tau Imam menghubungi nya namun tak juga ternyata.


Hingga jam makan singang pun Imam tak menghubungi Riza pikiran Riza semakin khawatir dengan kondisi Imam sebab Imam tak pernah seperti itu sesibuk - sibuk nya Imam pasti memberi kabar pada Riza.


"Yeeeee.......bengong saja kesambet lo??"(kata Yuli kawan Riza di kantor)


"Ehhhhh......iya Yul kamu mau makan di luar tak??"(tanya Riza pada Yuli yang sedang sibuk selfi di depan Riza)


"Hadeehhhh.......orang lagi selfi kamu tanya Riz yang ada juga dia senyum - senyum depan hp??"(kata Tika sambil berdiri di samping meja kerja Riza)


"Hahahaha.......maaf - maaf ya sudah ayo makan sudah demo ni cacing dalam perut ku"(jawab Yuli sambil beranjak dari tempat duduk nya tanpa memikirkan Riza dan Tika)


"Heemmmmm begitu lah Yuli artis selebgram dadakan Tik....."(kata Riza sambil berjalan mengikuti Yuli menuju pintu keluar kantor nya)


Akhir nya mereka bertiga sampai lah di kantin kantor dan mereka memesan makanan sambil menunggu pesanan mereka bertiga saling curhat.


"Riz......kemana pangeran berkuda mu si Imam kok tak nampak batang hidung nya??"(tanya Yuli yang asal nyeplos cara bicara nya)


"Entah dia kemana dari semalam tak memberi kabar buat orang khawatir saja"(kata Riza sambil mengaduk - aduk es teh manis di hadapan nya)


"Mungkin lagi sibuk Imam nya Riz positif thingking aja deh....."(kata Tika sambil membuka kerupuk udang)


"Wah jangan - jangan si Imam kutu kupret dapet gebetan baru jadi seenak nya saja tinggalin kamu Riz........liat saja kalau sampai aku lihat dia jalan sama cewek lain bakal aku kremuttttt.....kremuttttt.......habis"(kata Yuli dengan berexpresi aneh dan membuat Riza dan Tika tertawa lepas)


"Apaan lagi ni orang main kremut - kremut aja memang nya Imam apaan di gituin hahaha...."(kata Tika sambil masih tertawa geli melihat ulah Yuli yang konyol)

__ADS_1


Memang Riza pun geli juga melihat ulah Yuli yang super cuek tapi Riza tak mampu menyembunyikan kegelisahan hati nya sebab Imam tak ada kabar sama sekali.


Apa kah yang akan di lakukan Riza agar segera tau kondisi Imam??atau kah Riza hanya pasif menunggu kabar dari Imam??atau kah Riza masah bodo dengan keadaan Imam yang tanpa kabar???


__ADS_2