Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XVI~ TRAUMA MENDALAM


__ADS_3

Tanpa terasa waktu berjalan begitu cepat nya tak terasa sudah 3 tahun berlalu Riza tinggal di kampung dan bekerja di sebuah koprasi di desa tersebut untuk mempertahan kan hidup.


Selama itu Imam masih setia menunggu Riza membuka hati nya untuk bisa menerima Imam namun tak semudah itu sebab ternyata yang trauma dengan kejadian 3 tahun yang lalu tak hanya Riza ternyata mama nya Riza pun masih merasa kan trauma itu hingga kini.


Saat ini memang Riza memiliki hubungan spesial dengan Imam bahkan anak - anak Riza pun begitu dekat dengan Imam setiap saat Imam selalu menyempat kan untuk menemui anak - anak Riza dan bila Imam ada urusan luar kota Imam selalu menyempat kan telefon atau video call dengan Riza dan anak - anak nya bahkan anak - anak Riza memanggil abi kepada Imam bahkan anak kedua Riza sangat dekat dengan Imam seperti anak kandung nya sendiri sebab mereka berdua seperti memiliki ikatan batin.


Saat Imam sakit Aisyah putri Riza yang ke dua juga ikut sakit bahkan saat Imam lembur di kantor nya Aisyah tak akan tidur hingga memdapat kabar kalau Imam sudah menuju pulang baru lah Aisyah tertidur.


"Abi.......abi........dedek mau itu......."(kata Aisyah sambil menarik baju Imam)


"Mau apa nak??sini - sini abi gendong....."(kata Imam sambil menggendong Aisyah)


Saat itu kebetulan ada acara nikahan teman kerja Imam dan Imam mengajak Riza dan ke dua anak nya dan Imam tak ada rasa canggung sama sekali dengan kedua anak Riza bahkan saat ini Riza pun memanggil Imam dengan sebutan abi dan Imam memanggil Riza dengan sebutan umi serasa sempurna hubungan mereka berdua.


"Haiiii.......Mam........gimana kabar nya??"(sapa Eko kawan SMA nya dulu)


"Haiiiii.......Eko......alhamdulillah aku baik - baik saja mana anak dan istri mu tak kamu bawak ya??"(kata Imam sambil senyum dan menggendong Aisyah)


"Ada dong itu lagi ngobrol sama adik mu dan swami nya.....tunggu - tunggu ini anak siapa Mam kan kamu belum nikah??"(tanya Eko dengan bingung melihat Aisyah di gendongan Imam)


"Anak ku lah masak anak tetangga ngaco saja kamu Eko......."(jawab Imam dengan santai nya sambil membuka kan kue untuk Aisyah)


"Yang benar Mam sial kok kamu tak ngundang - ngundang sih sudah musuh ni sama aku???"(kata Eko dengan sedikit menggoda)


"Nanti aku undah saat aku ijab qobul......."(kata Imam sambil menciumi Aisyah)


Seperti nya Eko makin puyeng mendengar jawaban Imam kata nya anak nya kok masih mau ngundang ijab qobul lalu mau nikah sama siapa lagi??saat Eko masih berfikir datang lah Aliyah putri pertama Riza yang memanggil Imam dengan sebutan abi.


"Abi.......kata mama di suruh makan dulu itu di meja sana sudah di ambil kan makan"(kata Aliya sambil memegang lengan Imam)


"Iya sayang sebentar ya........"(kata Imam sambil berdiri dari tempat duduk nya)


"Mam........Imam.......gila ya kamu itu anak siapa lagi??"(kata Eko semakin bingung melihat Imam yang sudah memiliki dua putri yang cantik - cantik)


"Mereka berdua anak ku jadi silah kan berfikir siapa ibu nya dan kapan aku nikah nya.....(kata Imam sambil senyum dan meninggal kan Eko memutar otak)


Lalu Imam bersama dengan Aisyah dan Aliya berjalan menuju meja tempat Riza dan mama nya duduk.


"Dari mana saja sih bukan nya lekas makan malah ngilang gitu saja"(kata Riza menggumam pada Imam)

__ADS_1


"Tak ilang juga kok cumam berjalan - jalan sekitar sini sambil lihat ikan temani dedek Aisyah"(kata Imam sambil duduk di samping Riza)


"Ya sudah lekas makan dari tadi belum makan juga nanti yang ada malah sakit"(kata Riza sambil membalas chat dari rekan kerja nya)


Lalu Imam pun menikmati makanan yang sudah Riza ambil kan sambil berfikir kapan aku bisa seperti itu dengan Riza??


"Bi.......umi foto - foto dulu ya sama pengantin nya"(kata Riza sedikit berbisik pada Imam dan Imam hanya mengangguk)


Acara pernikahan kawan Imam pun telah usai dan Imam pulang semobil dengan Riza dan anak - anak nya sedang kan mama nya Riza pulang bersama kawan - kawan pengajian nya.


Selama perjalanan seperti biasa Imam bercanda dengan kedua putri Riza hingga ke dua putri Riza tertidur.


"Mi......sampai kapan kita seperti ini??"(kata Imam sambil menyetir mobil)


"Maksud nya bi......seperti apa??kan kita tak ada masalah to bi kok tanya begitu??"(kata Riza dengan sedikit mengernyitkan dahi)


"Memang kita tak ada masalah mi hanya kan umi tau bagaimana kedekatan abi dengan anak - anak pasti banyak pertanyaan bagi yang mendengar anak - anak memanggil abi ke aku??"(kata Imam menjelaskan ke Riza)


"Ya sudah anak - anak nanti umi larang manggil abi kalau kamu malu mengakui anak - anak ku"(kata Riza dengan sedikit sewot)


"Astowfirullohalazim.......bukan itu maksud abi mi kok jadi kesitu sih??"(jawab Imam yang ternyata di salah artikan dengan Riza)


"Habis nya abi ngomong nya gitu otomatis lah umi berfikir nya begitu?"(kata Riza dengan manyun)


"Maka nya kalau abi bicara itu dengar dulu jangan emosi nya di duluin"(kata Imam sambil memakir kan mobil nya depan rumah Riza)


"Iya......iya maaf buru bantuin umi angkat anak - anak masuk ke dalam bi"(kata Riza sambil membuka pintu mobil)


Dan Imam pun menggendong Aisyah dan Riza menggendong Aliya membawa nya masuk ke dalam rumah dan meletak kan mereka berdua di tempat tidur setelah itu Imam keluar di ikuti Riza di belakang nya.


"Mi........abi pulang dulu ya sudah masuk waktu shalat dhuhur ni"(kata Imam pada Riza)


"Iya bi......masalah tadi nanti kita bahas"(kata Riza sambil senyum manis pada Imam)


"Ok sayang abi pulang dulu ya mi assalamualaikum mi"(kata Imam sambil senyum dan berjalan menuju mobil nya)


"Iya bi Wa'alaikumussalam. ........"(kata Riza sambil senyum lalu melangkah masuk rumah untuk ganti baju dan sholat dhuhur)


Setelah sholat dhuhur Imam duduk di ruang tv sambil membuka - buka tabloid F1 dan ibu Imam menghampiri Imam duduk di samping Imam untuk mengajak bicara Imam masalah hubungan nya dengan Riza sebab yang pasti seluruh kampung tau hubungan mereka berdua dan ibu Imam banyak mendengar pembicaraan tetangga kampung.

__ADS_1


"Mam........bagaimana hubungan mu sama Riza nak??"(tanya ibu Imam sambil duduk di samping Imam)


"Alhamdulillah baik - baik saja bu memang ada apa kok tumben ibu menanyakan hubungan ku dengan Riza??"(kata Imam sambil meletak kan tabloid F1 nya di meja)


"Mam........ibu makin tua tak tau kapan di panggil nya ibu ingin lihat kamu bahagia nak"(kata Ibu Imam sambil memandang ke arah cendela)


"Iya bu Imam tau tapi kan menikah itu tak semudah itu butuh kesiapan lahir dan batin bu apa lagi Riza sudah pernah gagal dalam berumah tangga"(kata Imam mencoba menjelaskan kepada ibu nya)


Dan ibu Imam hanya diam mendengar jawaban dari Imam sebab ibu Imam tak mau anak nya hanya di permain kan oleh Riza sudah cukup penantian Imam sedari Riza kuliah,menikah dan sampai memiliki dua anak tapi Imam masih setia menanti Riza bahkan dengan ikhlas menerima anak - anak Riza seperti anak nya sendiri.


Kurang lebih 3 bulan kemudian Imam datang ke rumah Riza untuk menemui mama Riza untuk membicarakan tentang niat Imam untuk melamar Riza ternyata jawaban yang di terima Imam di luar dugaan Imam dan Riza.


Tepat nya setelah sholat magrib Imam datang bertamu ke rumah Riza.


"Assalamualaikum. ........"(kata Imam dari depan rumah Riza)


"Wa' allaikumusallam masuk bi.....(kata Riza sambil tersenyum manis menyambut Imam)


Kedua anak Riza pun menyambut kedatangan Imam dengan hangat dan begitu akrab nya bagaikan menyambut seorang ayah kandung nya yang baru pulang dari kerja luar kota.


"Mi.......mana mama??"(kata Imam sambil duduk memangku Aliya)


"Sebentar umi panggilkan seperti nya sedang sholat magrib"(kata Riza sambil berjalan masuk untuk melihat mama nya)


Lalu Riza pun berbicara pada mama nya bahwa Imam datang mencari mama nya ada yang mau di bicarakan dan mama Riza pun keluar menemui Imam di ruang tamu.


"Assalamualaikum bu maaf malam - malam saya mengganggu istirahat ibu"(kata Imam setelah mencium tangan mama Riza)


"wa'alaikumussalam iya tak apa - apa Mam ada keperluan apa ya Mam kok kamu mencari ibu??"(kata mama Riza yang bingung melihat Imam datang ke rumah nya malam -malam)


"Begini bu saya kan sudah lama berhubungan dengan Riza maka nya saya ingin menghalal kan hubungan saya dengan Riza agar tak jadi fitnah"(kata Imam kepada mama Riza)


"Mam......apa kamu sudah faham bagaimana status Riza saat ini dan sudah memiliki anak dua sedangkan kamu masih lajang apa kamu bisa terima dengan anak - anak nya??"(kata mama Riza sambil melihat cucu nya)


"Insyaallah saya ikhlas bu saya akan menerima anak - anak Riza seperti anak saya sendiri tak akan saya membeda - beda kan"(kata Imam menjelas kan keseriusan nya kepada mama Riza)


"Mam......ibu tak melarang hubungan kalian hanya kamu fikir - fikir lagi jangan sampai terulang kembali kejadian yang dulu cukup sekali Riza mengalami hal tersebut"(kata mama Riza yang tak memberikan izin untuk Riza di pinang Imam)


Setelah kurang lebih satu jam Imam di rumah Riza akhir nya memohon pamit kepada mama Riza dan kepada Riza sebab sudah malam juga, sebenar nya dalam hati Imam sangat terpukul dengan kata - kata mama Riza namun sebisa mungkin Imam menahan semua emosi tersebut di hadapan mama Riza dan Riza.

__ADS_1


__ADS_2