Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XXIV~ MIMPI YANG JADI NYATA


__ADS_3

Sore itu angin berhembus begitu sejuk nya di tambah swasana setelah hujan bau aroma tanah yang terbawa angin hingga menambah swasana di perkampungan jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang penuh dengan berbagai macam masalah dan pasti nya polusi yang tak kunjung teratasi.


Adzan magrib pun berkumandang dan pasti nya seisi rumah Riza menjalan kan sholat magrib dan pasti nya juga setelah sholat Riza selalu dan selalu tak lupa mendoa kan Imam agar selalu baik - baik saja dan selalu dalam lindungan Alloh.


Setelah sholat Riza melaksanakan rutinitas nya membuat kue pesanan kawan - kawan di kantor nya sambil menemani anak - anak nya bermain di depan tv sedangkan mama Riza sedang ada di kamar nya.


Kurang lebih 10 menit kemudian terdengar suara dering hp Riza berbunyi dan pasti nya itu dari Imam.


"Assalamualaikum mi.......abi baru sampai rumah ini mi"(kata Imam dari seberang sana)


"Wa'alaikumussalam bi........alhamdhulillah kalau sudah sampai rumah bi"(jawab Riza sambil senyum lega sebab Imam sudah sampai di rumah lagi dengan selamat)


"Iya mi.....abi mandi dulu ya lalu mau sholat sudah lambat pun ini?"(kata Imam sambil melepas jaket nya)


"Iya sudah abi mandi dulu gih sudah bau acem tu.....jangan lupa lekas makan juga ya bi"(jawab Riza sambil menyiap kan sayuran yang akan di kupas nya)


"Iya mi......assalamualaikum umi sayang"(kata Imam sambil senyum bahagia)


"Iya bi.......wa'alaikumussalam sayang"(jawab Riza sambil mengakhiri telefon nya)


Setelah itu Riza mulai mengupas dan menyiap kan segala sesuatu yang akan di masak nya untuk kue sedang kan Imam bergegas masuk kamar mandi untuk mandi.


Di sisi lain Ibu Imam sedang menemani May di ruang tv yang mulai merasa sakit perut nya.


Setelah mandi dan setelah sholat Imam memghampiri Ibu nya dan May adik nya yang sedang merasakan sakit perut.


"Bu.......apa May di bawa ke rumah sakit sekarang saja dari pada ada apa - apa??"(kata Imam yang tak tega melihat adik nya kesakitan)


"Ya sudah sebentar ibu siap kan dulu yang buat di bawa ke rumah sakit"(kata ibu Imam sambil bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan menuju kamar May)


"May memang kemana suwami mu kok malah hilang apa tak tau kalau kamu mau lahiran??"(kata Imam dengan nada sebab melihat suwami May yang di anggap tak bertanggung jawab bagi Imam)


"Sedang pengajian di kampung sebelah tadi bilang nya mas kata nya juga tak lama setelah magrib juga sudah pulang kok........"(jawab May sambil meringis menahan sakit perut nya)


"Ini sudah mau masuk waktu sholat isaq malahan mana tak nampak pun batang hidung nya?"(kata Imam dengan manyun sebal pada suwami May)


"Sudah........sudah ayo lekas bawa May ke rumah sakit nanti suwami May biar di beri tau sama yu Sarmi kalau kita sudah ke rumah sakit"(kata ibu Imam sambil meletak kan tas di samping sofa di ruang tv)


Kemudian Imam pun dengan sebal menuntut adik nya masuk ke dalam mobil dan Imam pun mengantar adik nya ke rumah sakit bersama ibu nya juga.

__ADS_1


Di sisi lain kebetulan Tika akan main ke rumah Riza sambil mau bertanya bumbu masakan, Tika melihat Imam membawa mobil sangat kencang dan saat itu Tika berfikir kenapa lagi sama Imam apa bertengkar lagi sama Riza??


Kurang lebih 15 menit kemudian Tika sampai lah di rumah Riza dan di persilah kan masuk kedalam Tika sama Riza.


"Riz.......itu tadi aku melihat Imam di perempatan saat mau kesini seperti nya buru - buru sekali dia, tak sedang berantem kan kalian??"(tanya Tika pada Riza yang sedang membuat kue di dapur)


"Mau kemana Imam kok buru - buru Tik??tak kok kami baik - baik saja itu tadi, dia cuma bilang mau mandi lalu mau sholat"(kata Riza sambil berfikir ada masalah apa lagi Imam)


"Ya semoga saja tak ada apa - apa Riz..."(kata Tika sambil berdiri di samping Riza)


Setelah itu mereka berdua pun berbincang - bincang membicarakan bumbu masakan yang Tika tanya kan sambil sesekali bercanda sambil Tika menggoda Riza yang kata nya masakan nya terlalu asin.


Beberapa menit kemudian Imam menelfon Riza dan kebetulan Riza memasak nya sudah beres tinggal menidur kan anak - anak nya sedang kan Tika mohon pamit sebab sudah malam juga.


"Assalamualaikum mi......abi sedang di rumah sakit ini"(kata Imam melalui telefon)


"Wa'alaikumussalam bi.....ya Alloh siapa yang sakit bi kok abi ada di rumah sakit malam - malam begini?"(jawab Riza dengan bingung dan khawatir kalau - kalau Imam yang sakit)


"May mau lahiran rupa nya mi maka nya abi antar ke rumah sakit buru - buru takut ada apa - apa mi"(kata Imam sambil menjelaskan pada Riza)


"Oh.......May yang mau lahiran bi kirain ada apa kok malam - malam begini abi ke rumah sakit orang itu tadi kan abi baik - baik saja"(kata Riza sambil menyiap kan tempat tidur untuk anak - anak nya)


"Tak lah bi masak abi melahirkan kan gawat bi??"(jawab Riza sambil senyum)


"Kan emansipasi mi nama nya hehehehe....."(kata Imam sambil senyum gembira)


"Ya sudah umi mau kelonin anak - anak dulu ya bi?"(jawab Riza sambil mengelus kepala Aisyah yang mulai rewel)


"Iya mi abi juga mau sholat isaq dulu assalamualaikum mi......."(kata Imam mengakhiri telefon nya)


"Iya bi........wa'alaikumussalam"(jawab Riza sambil mematikan telefon dari Imam)


Sambil ngelonin anak - anak nya Riza berfikir memang kemana suwami May kok sampai Imam yang antar ke rumah sakit??sedang kan Imam belum sempat beristirahat pasti nya Imam sangat lelah seminggu di luar kota sampai rumah harus urus adik nya yang akan lahiran??


Tak terasa Riza pun ketiduran sebab kecapean seharian harus bekerja sampai rumah masih harus beberes,mengurus anak di tambah lagi harus mengerjakan pesanan kue dari kawan - kawan Riza.


Sedangkan Imam masih menunggui adik nya di rumah sakit yang sedang melahirkan dan suwami May baru sampai di rumah sakit sekitar jam 9 malam saat itu Imam tertidur di bangku ruang tunggu sebab Imam pun kecapek an baru pulang dari luar kota.


Lalu ibu Imam membangun kan Imam pelan - pelan agar Imam tak terkejut.

__ADS_1


"Mam.....Imam......mam......"(kata ibu Imam sambil menepuk pundak Imam yang sedang tidur pulas)


"Hemmmmmmm........iya bu??apa May sudah melahir kan??anak nya laki - laki apa perempuan??"(kata Imam dengan reflek mempertanyakan semua itu sebab terkejut ibu nya bangun kan)


"Belum May belum melahir kan Mam......sudah kamu pulang saja itu suwami May sudah datang kok"(kata ibu Imam sambil senyum pada Imam)


"Oh sudah datang juga kirain belum datang.....ibu ayo pulang ibu juga butuh istir"(kata Imam sambil bangkit berdiri mau berjalan menuju parkiran)


"Sudah kamu pulang dulu Mam.....ibu di sini saja kasian May kan baru punya anak nya Mam......"(kata ibu Imam sambil senyum pada Imam)


"Ya sudah kalau gitu Imam pulang dulu ya bu??assalamualaikum bu......."(kata Imam sambil mencium tangan ibu nya)


"Wa'alaikumussalam hati - hati di jalan jangan ngebut - ngebut Mam....."(kata ibu Imam sambil memperhatikan Imam berjalan menuju mobil nya di parkiran)


Sekitar jam 4 pagi anak May baru lahir dengan sehat dan selamat bayi dan ibu nya begitu bahagia nya May,suwami nya dan ibu nya sebab mendapat kan cucu laki - laki yang lucu dan sehat.


"Selamat ya sayang sekarang kamu sudah menjadi seorang ibu"(kata ibu sambil mencium kening May yang sedang menyusui bayi nya)


"Iya bu......makasih ya bu sudah menemani May"(jawab May sambil senyum haru)


Sedang kan Imam baru bangun saat mendengar adzan subuh di masjid dan segera ke kamar mandi untuk mandi dan setelah itu menjalan kan sholat subuh dirumah sebab sudah terlambat kalau mau sholat berjama'ah di masjid.


Setelah sholat subuh seperti biasa Imam menelfon Riza untuk mengecek sudah bangun belum takut nya Riza bangun nya kesiangan dan tak sholat subuh namun ternyata Riza sudah bangun dari tadi dan sedang masak buat sarapan anak - anak nya legah lah Imam mendengar suara Riza dan anak - anak nya.


Hari demi hari berjalan normal kembali seperti biasa Imam menjemput dan mengantar Riza bekerja beserta anak - anak nya di situ lah mama Riza melihat ketulusan Imam pada Riza dan cucu - cucu nya.


Suatu sore setelah Riza mandi mama Riza mengajak bicara Riza masalah keseriusan Imam pada nya.


"Riz.......mama lihat - lihat Imam begitu dekat dengan anak - anak mu dan mama lihat anak - anak mu sudah menganggap Imam ayah kandung nya sendiri"?(kata mama Riza sambil mengambil bantal sofa)


"Memang ma.......maka nya selama ini Riza mempertahan kan Imam semua Riza lakukan demi anak - anak ma bukan demi kepentingan Riza sendiri"(jawab Riza sambil menjelaskan apa maksud Riza selama ini mempertahan kan Imam)


"Iya mama tau lalu bagaimana keputusan Imam apa mau begitu saja tak ada kejelasan Riz......mau di bawa kemana hubungan kalian??"(tanya mama Riza sambil memandang ke Riza)


"Jadi.......eeemmmmmm jadi mama menyetujui hubungan kita ma??"(jawab Riza seakan tak percaya mendengar kata - kata mama nya)


"Iya Riz........suruh Imam kemari membawa keluarga nya dan segera resmi kan hubungan kalian mama hanya bisa mendoa kan kalian saja semoga selalu bahagia dan terulang kejadian dulu untuk kedua kali nya"(kata mama Riza sambil senyum memandang Riza yang berkaca - kaca karena bahagia)


"Iya ma......makasih ma sudah merestui hubungan kata itu yang Riza tunggu - tunggu selama ini dari mama"(Jawab Riza sambil tak kuasa menahan air mata kebahagian nya)

__ADS_1


Lalu bagai mana dengan Imam apa kah Imam juga akan sebahagia Riza mendengar berita itu atau kah Imam masih menyimpan sakit hati nya pada mama Riza yang pernah di hina waktu dulu???


__ADS_2