Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XXXI~ AKHIR KISAH


__ADS_3

Sesampai nya di kantor polisi Riza, Yudi, Beni dan Safiq masuk ke sebuah ruangan untuk membuat laporan perkara dan tuntutan kepada Rizal yang telah membuat Imam dan keluarga nya meninggal.


Selama proses membuat laporan Riza mencoba tegar menghadapi semua kenyataan bahwa Imam calon kekasih nya meninggal di hari pernikahan nya karena di bunuh oleh Rizal.


Proses pun berjalan sejak malam itu Rizal sudah mendekam dalam penjara sebagai tersangka dan akan mengikuti tahap - tahap hukum dan persidangan untuk memutus kan berapa tahun Rizal di jatuhi hukuman.


Saat itu hati Riza merasa lega sebab mampu menyeret Rizal pelaku pembunuhan Imam, meski hati Riza perih mengingat semua kejadian itu namun Riza saat ini mampu menatap masa depan demi anak - anak nya.


Siang itu Riza sedang mengajak anak - anak nya ke makam Imam dan makam ibu nya Imam agar anak - anak nya tak selalu menanyakan kemana Imam kok tak pernah darang ke rumah nya.


"Kakak.........dedek......... ayo nak nanti keburu siang kita"(kata Riza pada kedua putri nya)


"Ma........ kita mau kerumah abi ya ma?? "(tanya Aisyah pada Riza yang sibuk mencari kunci mobil)


"Iya sayang.........sudah siap belum kalian?? "(jawab Riza sambil beranjak dari tempat duduk nya)


Kemudian mereka bertiga berangkat lah menuju makan Imam dan menunjuk kan kenyataan pahit kepada kedua anak nya bahwa Imam sudah meninggal dan tak akan bisa menemui mereka lagi.


Kurang lebih 15 menit kemudian sampai lah mereka bertiga di pemakaman tempat Imam beristirahat.


"Ma.......... kok kita ke pemakaman?? bukan nya kita mau menemui abi?? "(tanya Aliya pada Riza)


Saat itu Riza tak mampu berkata - kata hanya mampu tersenyum pada putri nya dan mencoba menahan air mata nya terjatuh ke pipi nya dan Riza hanya mampu mengajak kedua putri nya turun dari mobil dan berjalan menuju pemakaman Imam.


"Kakak........... dedek.......... sekarang abi sudah tenang di sini nak, jadi jangan ganggu abi ya sayang dan setiap kakak dan dedek sholat jangan lupa doa kan abi ya sayang"(kata Riza sambil mengelus kedua kepala putri nya dan tak mampu menahan air mata nya lagi)


"Ma........ berati abi sudah meninggal ya ma?? "(kata Aliyah putri Riza dengan berwajah bingung dan seakan tak percaya dan saat itu juga Aliyah menangis juga)


"Iya sayang abi sudah meninggal doa kan ya sayang agar abi tenang di sana....... "(kata Riza sambil memeluk kepala Aliyah yang sedang menangis)


Setelah itu mereka bertiga membaca kan al fatiha sambil masih menangis mengingat semua memori saat bersama Imam dan setelah memanjat kan doa Riza sambil mencabuti rumput di sekitar makam Imam sambil berkata dalam hati.


"Abi........ umi datang sama anak - anak bi, mereka sangat rindu dengan abi begitu pun umi yang selalu merindukan abi, abi yang tenang ya di sana jangan pernah ragu pada umi sebab umi hanya mau besar kan anak - anak, tunggu umi di sana ya bi.........mungkin di dunia ini kita tak bisa bersatu namun di sana kita akan bersatu selama nya bi...... "(kata Riza dalam hati yang masih menetes kan air mata nya mengingat semua nya bersama Imam)


Kurang lebih satu jam Riza dan anak - anak nya di pemakaman itu lalu kembali lah pulang Riza dan anak - anak nya.

__ADS_1


Saat akan menuju pulang Riza teringat bahwa beras nya habis maka dari itu Riza menyempat kan singgah ke toko beras dan tanpa sengaja di toko beras itu Riza bertemu dengan Yuli sahabat nya rupa nya beli beras juga di situ bersama Safiq kekasih nya.


"Cieeeeeee........ kapan ini di resmikan?? "(goda Riza pada Yuli dan Safiq yang rupa nya tak melihat kehadiran Riza)


"Ehhhhh.........Riz kirain siapa itu tadi??"(kata Safiq sambil senyum pada Riza)


"Dari mana Riz.......... tumben siang - siang gentayangan kamu tak takut meleleh apa??"(tanya Yuli yang asal bicara pada sahat - sahat nya)


"Ye....... sembarangan memang nya aku jin di bilang gentayangan?? ini tadi aku habis ajak anak - anak ke makam Imam biar mereka tau bahwa Imam sudah meninggal"(jawab Riza sambil melihat - lihat beras yang mau di beli)


"Waduh........ lalu anak - anak kamu sudah faham belum kalau Imam sudah meninggal Riz.....?? "(tanya Yuli sambil membayar beras kepada pedagang nya)


"Alhamdhulillah mereka faham kok meski awal nya tadi mereka sempat bingung tapi mereka harus tau kenyataan pahit ini"(kata Riza sambil mencoba senyum pada Yuli)


"Alhamdulillah kalau begitu Riz aku ikut senang dengar nya"(kata Yuli sambil senyum pada Riza)


"Riz....... kita pulang dulu ya??"(kata Safiq sambil mendekat pada Riza dan Yuli setelah memasuk kan beras ke dalam mobil)


"Oh........ iya ati - ati di jalan.... "(jawab Riza pada Safiq dan Yuli)


Kemudian mereka berdua pun berlalu pergi dari hadapan nya sedangkan Riza masih menunggu beras pesan nya di ambil kan oleh pegawai toko tersebut, beberapa menit kemudian keluar lah pegawai toko itu sambil memanggul beras dan senyum kepada Riza.


Saat itu Riza hanya diam sambil melihat ke arah pegawai itu sebab dalam hati Riza sangat terkejut mengapa wajah pegawai itu sangat mirip dengan Imam apa Imam memiliki kembaran?? gumam Riza dalam hati.


"Bmak........ maaf beras nya di letak kan di mana?? "(kata pegawai itu yang masih memanggul beras bertanya lagi pada Riza)


"Astowfirullohalazim ya Alloh....... iya tolong masuk kan ke dalam mobil saja itu mobil nya"(kata Riza yang masih terheran - heran melihat pegawai itu)


Kemudian Riza membayar beras pada pedagang beras tersebut sambil memberanikan diri untuk bertanya siapa nama pegawai itu dan orang mana sebab kok baru lihat.


"Bu.......... ini uang beras nya ya, maaf bu siapa ya nama nya pegawai ibu itu tadi yang mengangkat kan beras saya?? "(kata Riza pada pedagang beras)


"Oh........ itu nama nya Ishaq mbak....... dia anak baru kerja di sini maka nya mbak nya baru lihat"(kata pedagang beras itu pada Riza)


Kemudian Riza pun hanya bisa mengangguk - angguk kan kepala sambil bingung kok ada ya orang mirip sama Imam persis lagi seperti anak kembar padahal dari dulu Riza tak pernah tau kalau Imam kembar.

__ADS_1


Saat sudah dekat dengan mobil nya Riza di kejut kan lagi dengan ulah anak - anak nya yang menganggab bahwa Ishaq itu adalah Imam sebab mereka berdua begitu akrab nya bercanda di pintu mobil.


"Kakak....... dedek........ sudah bercanda nya sama om nya?? bisa kita pulang sekarang??"(kata Riza pada anak - anak nya sambil masuk kedalam mobil)


"Ma........ ini bukan om tapi abi gimana sih mama ini kok panggil abi om?? "(kata Aisyah pada Riza sambil tertawa - tertawa)


"Iya ma.......... abi belum meninggal ma....... ini bukti nya ada abi di sini ma?? "(kata Aliyah pada Riza)


Saat mendengar hal itu sebenar nya hati Riza menjerit menangis sebab anak - anak nya begitu dekak pada Imam dan menganggab Imam abi nya kandung.


"Aduh.......... maaf ya mas...... anak - anak saya menggab mas ini abi nya sekali lagi mohon maaf ya mas...... "(kata Riza pada Ishaq sambil senyum malu)


"Tak apa - apa kok mbak anak saya juga sebesar ini di rumah jadi biasa saya dekat sama anak - anak"(jawab Ishaq sambil senyum pada anak - anak Riza)


Batin Riza berkata (oh sudah punya anak rupa nya........tapi apa hubungan nya juga sama aku ini orang sudah punya anak apa belum kok jadi melantur sih pikiran ku)


"Oh.......... begitu ya sudah kalau bigitu trimakasih ya mas sudah di bawakan masuk beras saya tadi"(kata Riza sambil senyum pada Ishaq)


"Iya mbak sama - sama"(jawab ishaq pada Riza sambil senyum)


Kemudian Riza dan anak - anak nya berlalu dari hadapan Ishaq dan menuju pulang ke rumah namun selama perjalan pulang Riza masih berfikir masalah Ishaq bukan masalah suka atau cinta namun yang di pikir kan Riza kok bisa ada orang begitu mirip dengan Imam sedangkan mereka bukan lah saudara nya lagi pula tak mungkin Riza membuka hati nya lagi untuk laki - laki lain sebab Riza sudah bersumpah di hadapan jasad Imam bahwa Imam lah swami nya sampai kapan pun bahkan cincin nikah yang di bawa Imam pun masih di pakai oleh Riza manandakan bahwa Riza sudah menikah meski Imam nya sudah meninggal namun di hati Riza Imam tak pernah mati selalu hidup di hati Riza.


Sejak saat itu Riza lebih fres menjalani hidup dengan kedua putri nya meski begitu banyak laki - laki yang melirik Riza namun Riza selalu menolak dengan berbagai alasan dan semua warga pun mengetahui bahwa cinta Riza dan Imam adalah cinta sejati hingga di bawa mati.


 


**TAMAT**


 


Ini lah akhir kisah cerita cinta sejati antara Riza dan Imam seperti apa pun dan seberat apa pun hal yang menghalangi akan mampu di lalui oleh kekuatan cinta dan di sini menunjuk kan kuat nya sosok seorang wanita yang singgel peren berjuang demi masa depan anak - anak nya.


sampai jumpa di novel saya selanjut nya........


 

__ADS_1


😊😊😊🙏🙏🙏


 


__ADS_2