
"Makan....... makan......... makan.......... "kata Yuli sambil menarik semangkok bakso di hadapan nya)
Sementara itu Riza dan Tika masih berfikir apa kah benar Rizal lah dalang dari semua masalah ini hingga Imam meregang nyawa.
Lalu apa sebenar nya salah Imam hingga harus meninggal di hari pernikahan nya yang sudah di nanti - nantikan sejak dahulu??
"Yeeeee.......... malah pada bengong apa pada tak mau makan??pada diet ya?? "(kata Yuli lagi pada kedua sahabat nya yang terdiam)
"Siapa yang diet?? lapar tau orang kita sedang mikir juga"(kata Tika sambil menarik jus jeruk di hadapan nya lalu menarik mangkok di hadapan nya di ikuti oleh Riza yang masih terdiam sambil memegang gelang yang bertulis kan nama Rizal)
"Riz.......... itu gelang bagus juga dari emas putih ya?? apa kalian mau jual itu gelang jadi mikir itu tadi?? "(kata Yuli sambil mengambil gelang dari tangan Riza)
"Itu...... itu...... aduh...... itu bukan mau di jual tau"(kata Riza sambil sedikit gugub sebab kaget dengan ulah Yuli)
"Keren juga ini gelang wah pasti mahal ini kalau mau jual berapa gram ya?? memang kamu nemu di mana Riz?? "(kats Yuli yang sibuk melihat - lihat gelang di tangan nya tanpa melihat tulisan nama di gelang tersebut)
"Yul....... kamu ingat tak waktu Imam meninggal?? "(tanya Tika pada Yuli)
"Iya ingat memang apa hubungan nya sama jual ini gelang?? apa sudah tak ada uang lagi buat tahlillan nya Imam jadi gelang ini mau di jual?? (tanya Yuli dengan polos nya)
"Aduh.......... bukan gitu Yul maksud nya,gimana sih jelasin kedia biar nyambung Tik?? "(kata Riza sambil gemas pada Yuli yang tak peka sama sekali)
Kemudian Tika lah yang menjelas kan dari awal kejadian hingga ketemu nya itu gelang di lokasi kejadian Imam meninggal dan saat itu Yuli sunggu terkejut ternyata seperti itu kejadian nya kemudian Yuli pun ikut terdiam sejenak sambil menikmati bakso nya sambil masih memegang gelang tersebut sambil membolak - balik gelang di tangan nya.
"Yap......... aku punya ide....... "(kata Yuli yang lumayan mengaget kan kedua sahabat nya)
"Astowfirullohalazim.......... apaan sih Yul bikin kaget saja deh"(kata Riza sambil memandang sewot pada Yuli)
"Hehehehehe......... maaf habis nya baru nyambung aku nya juga"(kata Yuli sambil meminum jus jeruk di hadapan nya)
"Hadehhhhhhh........... yang kaget siapa yang minum siapa Yul?? "(kata Tika sambil melirik ke arah Yuli)
"Sudah - sudah kamu punya ide bagaimana Yul untuk mengungkap semua ini?? "(kata Riza dengan serius pada Yuli)
"Untuk memastikan benar tidak ini gelang Rizal dan apa hubungan nya dengan kematian nya Imam mending kita ke rumah nya saja lalu tanya sama yang bersangkutan beres kan?? "(jawab Yuli dengan santai nya seakan saran nya yang belum terfikir oleh kedua sahabat nya)
"Hemmmmmm Yul........... sekarang ya itu penjara sudah penuh apa lagi kalau penjahat pada ngakuin semua kesalahan nya bisa - bisa mall jadi penjara kalik?? "(kata Riza sambil sedikit emosi)
"Iya suka aneh deh ini orang sudah jelas - jelas sampai detik ini belum ada titik terang masalah meninggal nya Imam malah bicara gitu"(kata Tika yang makin puyeng dengan pendapat Yuli yang sedikit extrim)
"Lo......... kan betul kalau tak tau ya tanya dari pada kita berfikir sendiri yang akhir nya jadi fitnah bin suudzon kan lebih baik kita tanya pada yang bersangkutan lebih afdol to?? "(jawab Yuli dengan serius menjelas kan pada kedua sahabat nya)
"Iya...... iya aku tau tapi yang jadi masalah yang mau kita tanyain itu Rizal kan kamu tau sendiri itu orang sedikit gila dan suka nekat lalu kalau saat kita tanya malah dia mengelak gimana?? "(jawab Riza sambil meminum jus jeruk di hadapan nya)
__ADS_1
"Mending cuma ngelak kalau sepulang kita bernasib sama seperti Imam gimana?? yang ada masalah tak terbongkar kita nya jadi korban juga?? "(kata Tika pada Yuli yang mulai berlagak khawatir)
"Iya jangan kita sendiri yang jalan untuk bertanya, kan kawan kita banyak di tambah lagi itu Beni karyawan kamu itu Riz....... kan masih sepupu nya Rizal apa salah nya kita meminta bantuan nya?? "(kata Yuli menjelas kan maksud nya pada kedua sahabat nya yang masih berfikir solusi terbaik)
"Benar juga itu kata Yuli Riz....... kenapa kita tak coba minta bantuan Beni dan kawan - kawan nya pasti mereka mau membantu dan pasti nya di hati kecil mereka tak akan ikhlas dengan meninggal nya Imam yang tak wajar"(kata Tika yang mendukung pendapat Yuli)
Sedangkan Riza masih menimbang - nimbang ide dari Yuli sebab sebenar nya Riza tak mau melibat kan kawan - kawan nya sedang kan bila berjalan sendiri semua itu tak mungkin sebab tau orang seperti apa Rizal itu.
"Malah bengong.......... sudah buruan bayar itu bakso nya Riz biar aku yang jalan sama Safiq ke rumah Beni dan ini bukti aku bawa buat jelas kan ke Safiq"(kata Yuli sambil berdiri dari tempat duduk nya dan memasuk kan gelang bertuliskan nama Rizal ke dalam tas)
"Iya.........bayar iya bayar benar sudah hampir magrib juga"(kata Riza sambil masih terlihat panik berjalan menuju kasir dengan di ikuti kedua sahabat nya)
Di sisi lain Rizal dan geng nya masih terkenang kejadian itu dan selalu di hantui rasa bersalah dengan meninggal nya Imam sebab bukan tujuan mereka membunuh Imam sebenar nya namun tujuan inti mereka hanya menghalangi perjalanan Imam menuju rumah Riza namun Alloh berkehendak lain.
"Boss........ seperti nya kita harus pergi dari kampung ini sebab dengar - dengar Riza bakal mencari bukti - bukti atas meninggal nya Imam"(kata Ferdi sambil gugub dan khawatir akan ketahuan nya ulah mereka)
"Haiiii.......... bodoh memang siapa yang akan tau kalau kita semua pelaku nya sedang kan saat itu tak ada satu orang pun selain kita - kita yang ada di situ, lagi pula kan Imam mati bukan kita yang bunuh tapi ada ranting yang menancap sendiri?? "(jawab Jak dengan mencoba menenangkan swasana)
"DIAM............. KALIAN BISA DIAM TAK!!!!!!! "(trtiak Rizal yang sangat panik dan setres dengan kejadian itu)
Sebenar nya Rizal sangat bersalah atas kejadian tersebut ada beban moril bagi Rizal namun Rizal pun berfikir bila dia menyerah kan diri bisa fatal akhibat nya pasti nya penjara sebab ulah nya menyebab kan melayang nya 3 nyawa sekaligus.
Di sisi lain Yuli sudah sampai di rumah Safiq kekasih nya yang kebetulan baru selesai mandi dan menikmati secangkir teh hangat di teras rumah nya.
"Wa'allaikumusallam........ tumben yank sore - sore kemari masih pakek baju kerja lagi?? "(jawab Safiq sambil berdiri dari tempat duduk nya dan menyambut kedatangan Yuli)
"Iya sayang ini tadi pulang kerja lalu makan bakso sama Tika dan Riza terus ada yang mau aku minta tolong sama kamu maka nya aku langsung kemari itu tadi"(kata Yuli sambil menarik tangan Safiq masuk kedalam rumah)
Kemudian Yuli menceritakan semua nya pada Safiq dan meminta bantuan Safiq untuk menyelidiki kasus meninggal nya Imam sebab sudah ada titik terang tentang apa sebab meninggal nya Imam dan semua pelaku nya harus mendapat imbalan yang setumpal.
"Ya Alloh......... jadi seperti itu kejadian nya yank aku tak nyangka sama sekali dia yang berbuat hal sekeji itu"(kata Safiq masih merasa heran dan bingung)
"Belum pasti juga dia pelaku nya yank tapi ada barang bukti yang menunjuk ke arah itu orang sedang kan di kampung kita ini siapa lagi yang punya nama seperti itu selain dia?? "(kata Yuli menjelaskan pada Safiq kekasih nya dengan tujuan Safiq mau membantu)
"Iya juga ya yank.......... baik lah yank setelah sholat magrib aku ke rumah Beni sama Yudi swami Tika kawan kerja mu itu"(kata Safiq pada Yuli dan siap membantu mencari bukti - bukti)
"Baik lah kalau begitu aku pamit dulu sudah sore juga mana aku belum mandi lagi?? "(kata Yuli sambil beranjak dari tempat duduk nya dan berjalan menuju pintu)
"Hati - hati di jalan ya sayang nanti kalau sudah sampai rumah kabarin"(kata Safiq sambil berjalan di belakang Yuli)
"Iya sayang........ assalamualaikum........ "(kata Yuli sambil menstater motor nya)
"Wa'allaikumusallam sayang........ "(jawab Safiq sambil senyum pada Yuli yang berlalu pergi dari hadapan nya)
__ADS_1
Di sisi lain Tika pun menceritakan hal tersebut pada swami nya dengan detail dan Tika pun meminta agar swami nya mau membantu Riza untuk mengungkap semua itu dan mampu menyeret pelaku ke rana hukum dan swami Tika pun menjanjikan akan membantu sekalian akan menghubungi rekan - rekan nya yang satu pekerjaan dengan nya.
Sedang kan di rumah Riza setelah mengurus anak - anak nya Riza duduk di depan meja kerja nya di kamar sambil mulai mengecek semua pesanan yang di wilayah sekitar dan yang berada di luar kota sambil membolak balik kertas di hadapan nya Riza teringat kembali masalah gelang yang di temukan lalu Riza berhenti sejenak dari mengecek kertas - kertas bon di hadapan nya sambil memain kan bolpoin di tangan nya sambil berfikir kemungkinan - kemungkinan yang akan terjadi tak begitu lama Riza mendengar di panggil dengan mama nya sebab ada yang mencari Riza.
"Riz........ Riza........ ini ada tamu yang mencari kamu nak"(teriak mama Riza dari ruang tamu memanggil Riza)
"Iya ma....... sebentar"(jawab Riza sambil berfikir siapa malam - malam mencari nya??)
Tak begitu lama Riza pun membuka pintu kamar nya dan bertanya siapa yang mencari nya malam - malam dan mama Riza pun berkata bahwa Rizal yang datang saat itu Riza lumayan bingung mau apa Rizal ke rumah nya malam - malam jangan - jangan Rizal tau apa niat Riza tadi sore dengan kedua sahabat nya.
"Ada apa Zal kok malam - malam ke mari?? "(tanya Riza dengan nada sebal melihat Rizal yang sedang duduk di sofa ruang tamu)
"Riz........ maaf aku malam - malam kemari sebab aku bingung harus bicara dengan siapa lagi"(jawab Rizal dengan wajah panik dan bingung)
"Bicara.........?? bicara masalah apa ya seperti nya kita sudah tak ada urusan lagi deh......?? "(kata Riza sambil bertanya - tanya masalah apa yang masih akan di bicarakan)
"Riz aku mau jujur sama kamu dan tolong kamu jangan marah dan emosi dulu sebab bukan seperti itu tujuan ku sebenar nya"(jawab Rizal dengan nada gemetaran dan mulai menitik kan air mata)
"Ok........ ok.......... tapi masalah apa Zal aku tak faham dengan maksud kata - kata kamu??coba kamu tenang dulu lalu kamu bicara pelan - pelan masalah apa yang kamu maksud?? "(kata Riza yang semakin bingung melihat ulah Rizal yang aneh dan tak menyangaka Rizal bisa segugub itu dan mampu menangis di hadapan Riza)
"Riz......... begini awal mula nya........"(kata Rizal yang mencoba menceritakan kejadian saat itu)
Saat Rizal akan bercerita tiba - tiba datang lah Beni, safiq dan Yudi ke rumah Riza sebab mereka bertiga melihat ada mobil Rizal berhenti di depan rumah Riza dan mereka bertiga takut kalau - kalau saja Riza di apa - apa kan Rizal yang terkenal preman di daerah tersebut.
Namun mereka bertiga tak masuk ke dalam rumah Riza sengaja mendengar kan percakapan Riza dan Rizal dari teras rumah Riza agar terbongkar semua masalah nya.
"Jadi begini Riz cerita nya...... saat itu aku mengetahui kalau kamu akan melaksanakan pernikahan dengan Imam hati ku tak bisa terima hal itu aku sakit hati lalu aku dan kawan - kawan ku berniat membatal kan pernikahan kalian dengan cara meroboh kan pohon paling besar di pinggir jalan agar Imam tak bisa sampai di rumah mu tepat waktu namun saat aku dan kawan - kawan ku tumbangkan itu pohon tiba - tiba ada ranting besar dari pohon itu yang mampu menembus kaca mobil Imam dan menusuk tepat di jantung Imam hingga Imam meninggal di tempat lalu dengan panik aku dan kawan - kawan lari menjauh dari tempat itu"(kata Rizal dengan masih menangis dan rasa bersalah yang sangat dalam)
"Astowfirullohalazim kamu jahat sekali Zal....... apa salah Imam sampai kamu setega itu dan menghabisi nyawa nya?? "(kata Rizal sambil menangis mendengar pengakuan Rizal yang di luar dugaan nya)
Di sisi lain Beni sudah tak bisa menahan lagi geram nya lalu berjalan masuk rumah Riza.
"Jadi kamu biang keladi nya yang membuat Imam sampai meninggal?? berati benar ini gelang milik kamu?? "(kata Beni sambil berkata - kata di samping Rizal dan menunjuk kan gelang milik nya)
Saat itu Rizal sangat terkejut dengan kedatangan Beni di rumah Riza dan hendak lari keluar dari rumah Riza namun sudah di hadang Safiq dan Yudi di depan pintu hingga Rizal tak bisa lari lagi.
"Zal......... percuma kamu mau lari kemana sebentar lagi polisi menuju kemari untuk menjemput mu dan kita sudah rekam semua kesaksian mu itu tadi sebagai bukti"(kata Safiq yang memegang tangan Rizal)
"AKU TAK MAU DI PENJARA LEPAS KAN AKU.......... LEPASKAN........!!!!! "(kata Rizal mencoba melepas kan pegangan Safiq dan Yudi)
Tak begitu lama terdengar mobil polisi datang untuk menjemput Rizal dan Riza beserta Beni, Safiq, Yudi di minta pak polisi untuk ikut serta ke kantor polisi membuat surat laporan atas tindak kejahatan yang mengakibat kan melayang nya nyawa Imam dan keluarga nya.
Lalu bagaimana selanjut nya kehidupan Riza dan kedua anak nya apakah Riza akan menemukan tambatan hati nya ataukah Riza akan menepati sumpah janji nya di hadapan jasad Imam saat itu??
__ADS_1