
Perjalanan hidup terus berjalan meski masalah seakan tak ada henti silih berganti yang meninggal kan trauma sangat dalam.
Tanpa terasa Riza pun melahirkan anak kedua nya tanpa ada swami yang menemani nya hanya pilu yang terasa dan setelah melahirkan anak ke dua Riza makin keras memutar otak demi kedua anak nya dan harus pergi kemanakah di bawa kedua putri kecil nya tak mungkin terus tinggal bersama tante dan om nya sedang kan bila pulang kampung ke rumah mama nya Riza berfikir hanya akan menjadi beban bagi mama nya pikiran Riza makin tak tentu arah.
Di siang itu setelah Riza sehat setelah melahirkan Riza mengurus surat cerai nya sendiri sedang kan Endar sudah menikah dengan Seli janda anak 4 tersebut dan saat di persidangan Riza bertemu dengan Endar.
"Riz.......gimana kabar anak - anak"(sapa Endar pada Riza)
"Baik......."(kata Riza dengan datar)
Sebenar nya Riza sudah malas melihat muka Endar lagi tapi bagaimana lagi surat cerai harus lekas beres agar status Riza jelas ada nya tak terkatung - katung tanpa kejelasan.
Beberapa jam kemudian sidang cerai pun selesai tinggal menunggu surat itu keluar dan saat ini Riza sudah sah menyandang predikat status janda yang bagi seorang perempuan sangat mengerikan menjadi singgel perent namun bukan itu sebenar nya keinginan setiap wanita.
"Ndar.......sekarang kita sudah bukan siapa - siapa lagi tapi kamu harus ingat ada Aliya dan Aisyah anak kamu darah daging mu jadi kamu wasih berkewajiban menafkahi mereka"(kata Riza sambil menahan sesak di dada)
"Aku tau tapi bila aku ada bila tak ada apa yang mau aku berikan pada mereka toh mereka kan tinggal sama kamu bukan sama aku"(jawab Endar dengan enteng nya seperti tanpa ada penyesalan sedikit pun)
"Oh.......jadi mentang - mentang hak asuh jatuh ke tangan ku kamu bisa seenak kamu lepas tanggung jawab gitu??"(kata Riza dengan nada emosi)
"Kalau kamu keberatan ya sudah serah kan mereka ke aku biar di rawat orang tua ku mungkin lebih layak hidup mereka di banding dengan keluarga mu"(kata Endar sambil senyum menghina)
"MATI SAJA KAMU........!!!!sampai aku mati pun tak akan pernah anak - anak ku berikan ke bajingan seperti mu"(kata Riza makin emosi dan berlalu dari hadapan Endar)
Sambil berjalan kembali pulang menuju rumah tante nya di dalam taxi tak henti - henti nya Riza menangis mengenang kata - kata Endar yang sangat menyesak kan dada.
Sekitar satu jam kemudian Riza sampai di rumah tante nya dan melihat Aisyah putri kecil nya sedang tertidur pulas dan Riza pun mendekati putri kecil nya sambil mencium kening Aisyah sambil berkata dalam hati "kemana papa mu nak kenapa seperti ini yang terjadi" sambil tak mampu Riza menahan air mata nya benar - benar hancur hati Riza dan entah akan melangkah kemana.
__ADS_1
"Riz.........sudah pulang rupa nya kamu??tante fikir kamu belum pulang itu tadi,lekas makan lalu sholat ashar nak"(kata tante sambil membuka almari untuk mengambil baju Aliya yang baru beres di mandi kan tante)
"Tante........Riza minta maaf sudah banyak merepot kan tante dan om di sini entah bagaimana cara Riza membalas nya dan dengan apa Riza membalas nya"(kata Riza sambil duduk di sisi tempat tidur dan menangis sebisa - bisa nya)
"Riz..........kamu itu sudah seperti anak om dan tante sendiri tak perlu sungkan begitu,yang om dan tante mau kamu harus kuat,harus tegar dan segera bangkit dari keterpurukan mu nak lihat anak - anak mu sangat membutuh kan mu"(kata tante sambil memeluk Riza dan mengelus kepala Riza agar lebih tenang)
Kurang lebih 6 bulan Riza tinggal di rumah om dan tante nya sambil Riza berfikir dan mencoba mencari - cari pekerjaan namun seperti nya dewi keberuntungan belum berpihak pada nya akhir nya Riza memutus kan untuk pulang kampung sebab tak mau terus menerus menjadi beban om dan tante nya dan mebetulan saat itu Imam sedang di jakarta dan akan kembali ke kampung sebab urusan kerjaan Imam di jakarta sudah beres.
"Assalamualaikum Riz.......jadi besok mau pulang kampung bareng aku atau mau di antar om dan tante mu?"(tanya Imam melalui telefon)
"Wa'allaikumusallam Mam........jadi lah ini juga aku sedang berkemas kok, eeemmmmm kalau tak merepot kan mu aku bareng kamu saja deh Mam tak apa kan??"(tanya Riza sambil sedikit segan)
"Heeeemmmmmm..........gimana ya Riz??"(kata Imam dengan sedikit berpura - pura berfikir padahal dalam hati nya senang sekali)
"Ya sudah Mam tak usah kalau aku merepot kan mu aku bisa naik bus atau kereta kok dengan anak - anak ku"(kata Riza dengan sedih sebab ternyata Imam pun tak mau membantu nya)
"Ok..........begini saja dari pada kamu naik bus atau kereta gimana kalau kamu bareng aku saja dan ongkos kamu yang buat naik bus kamu kasih ke aku hahahaha....."(kata Imam sambil tertawa lepas menggoda Riza yang serius menanggapi candaan Imam)
"Tak lah Riz aku tak sejahat itu kok bahkan aku senang sekali kamu mau bareng aku pulang kampung sebab aku jadi punya kawan selama perjalanan"(kata Imam sambil senyum)
"Mam......sudah dulu ya aku mau mandi kan anak - anak sudah sore ni kamu juga lekas mandi dan lekas sholat"(kata Riza sambil senyum simpul)
"Ok sayang ku yang cantik hehehehe.......assalamualaikum Riz"(kata Imam mengakhiri percakapan nya lewat telefon)
"Heeemmmmmm dasar ganjen buru mandi sana wa'allaikumusallam Mam...."(kata Riza sambil senyum dan tak begitu menghiraukan kata - kata rayuan Imam)
Saat ini di pikiran dan di hati Riza semua laki - laki semua sama saja bisa nya hanya menyakiti perempuan jadi Riza tak begitu merespek setiap perhatian Imam sedang kan Imam benar - benar sayang pada Riza bahkan tak hanya ke pada Riza sayang nya Imam bahkan di hati dan pikiran Imam anak - anak Riza adalah anak kandung Imam sendiri darah daging Imam sendiri begitu tulus nya sayang dan cinta Imam pada Riza dan anak - anak nya namun seperti nya Riza masih trauma dengan kegagalan rumah tangga nya.
__ADS_1
Pagi - pagi sekali sekitar jam 7 Imam sudah sampai di rumah om dan tante Riza untuk menjemput Riza dan anak - anak nya.
"Assalamualaikum. ........."(kata Imam dari depan pintu dan di buka kan pintu oleh Riza)
"Wa'allaikumusallam.......masuk Mam tunggu sebentar ya??"(kata Riza sambil mempersilahkan Imam duduk di ruang tamu)
Kemudian Imam pun duduk sambil menunggu Riza keluar lagi ternyata Aliya putri pertama Riza keluar dari dalam dan langsung menghampiri Imam begitu akrab nya seperti seorang anak kecil yang bertemu dengan ayah kandung nya dan Imam pun merespon nya seperti kepada anak kandung nya sendiri tak begitu lama keluar lah om dan tante Riza.
"Nak Imam om titip Riza dan anak - anak nya ya sebab om dan tante nya tak bisa mengantar nya pulang kampung sebab kerjaan om sedang tak libur"(kata om nya Riza sambil senyum kepada Imam)
"Iya om insyaallah saya akan menjaga Riza dan anak - anak dengan baik sampai tujuan"(kata Imam sambil senyum dan memangku Aliya dan sesekali mencium dan memeluk Aliya)
Saat Itu om dan tante Riza sempat berkaca - kaca melihat kedekatan Aliya dan Imam sedangkan selama ini papa kandung nya tak pernah seperti itu pada anak - anak nya sedangkan ini orang lain bisa sedekat itu sayang nya benar - benar tulus.
Sekitar 30 menit kemudian Riza keluar dari dalam sambil menggendong Aisyah yang masih berusia kurang lebih 1 tahun dan membawa beberapa tas koper lalu Imam segera berdiri untuk membantu Riza membawa koper nya.
"Sudah hanya ini Riz atau ada lagi?"(tanya Imam sambil mengambil koper dari tangan Ruza)
"Ada di dalam 2 lagi Mam......."(kata Riza sambil memanggil Aliya untuk di pakaikan jaket)
Kemudian om nya Riza membantu Riza membawa kan tas koper nya untuk di masuk kan ke dalam mobil Imam.
"Tante Riza pamit dulu ya doa kan Riza mampu hadapi semua ini dan Riza benar - benar minta maaf sudah banyak menyusahkan dan mengecewakan om dan tante"(kata Riza berpamitan kepada om dan tante nya)
Om dan tante Riza tak mampu berkata - kata lagi hanya mampu meneteskan air mata melihat cobaan Riza yang sangat berat lalu om dan tante Riza bergantian memeluk Riza dan mengatakan hati - hati di jalan ya nak sambil senyum menguat kan Riza.
"Om......tante......saya pamit dulu mohon doa nya assalamualaikum. ....."(kata Imam sambil mencium tangan tante dan om nya Riza bergantian)
__ADS_1
"Wa'allaikumusallam......hati - hati di jalan jangan ngebut - ngebut bawa mobil nya Mam"(kata om sambil mengantar kan mereka sampai masuk mobil)
Kemudian berangkat lah mereka menuju kampung halaman dan selama perjalanan Imam menghibur Riza dan anak - anak nya selama perjalanan hati Riza sangat terhibur meski trauma hati nya tak semudah itu di sembuh kan dan di hati kecil Imam akan selalu menanti Riza benar - benar siap membuka hati nya untuk nya.