
Acara perpisahan sekolah ini begitu meriah hingga aku pun merasa terharu saat kepala sekolah dan beberapa guru memberikan wejangan kepada kami yang akan mengenyam pendidikan lebih lanjut lagi.
"Mas......mas Imam masih betah ya di lapangan dan mandangin bangunan sekolah???tenang saja mas nanti aku fotoin deh tiap hari biar mas tak merasa sedih gitu"(kata may adik ku yang super iseng dan kepo tapi baik juga sih)
"Apa an sih iseng saja deh dari tadi bukan nya segera beberes malah ikutan nangkrong di sini"(jawab ku sambil sedikit sewot sebab keisengan adik ku)
"Iya - iya gitu saja marah inget cepet tua loh mas marah - marah terus yang ada nanti di tinggalin sama mbak Riza hehehe......"(kata May sambil beranjak dari tempat duduk nya menuju ruang ganti baju)
"kamu ya May.......huuuffffff"(jawab ku dengan menahan sebal)
"Hem...hem.....seperti nya betul juga kata adik mu itu mam kalau kamu nanti lekas tua gara - gara sering marah - marah"(kata Riza dari belakang ku yang entah kapan muncul nya tau - tau sudah duduk di samping ku)
"Ihhhh.......apa an sih kok jadi ikut - ikutan bela May kamu nya Riz???"(kata ku sambil masih sebal)
"Hehehe......tak kok tapi di mata ku kalau kamu sedang marang seperti ini kamu makin cakep tau mam"(jawab Riza menghibur ku sambil senyum simpul yang mampu mengguyur hati dan pikiran ku yang sedang panas)
"Bisa saja kamu ini Riz,oh iya Riz kapan rencana kamu berangkat ke jakarta tempat om kamu???"(tanya ku sambil merogoh saku celana ku)
"Insyaallah hari rabu mam di antar sama mama ku memang kenapa mam???"(jawab Riza dan berbalik bertanya pada ku)
"Emmmmm begitu rupa nya aku pikir masih lama kamu di sini Riz toh pendaftaran nya juga masih lama juga to"(kata ku sambil memainkan amplop yang aku ambil dari saku celana ku)
"Iya aku tau masih lama pendaftaran nya mam tapi kan aku sama mama harus tau dong mana universitas yang sesuai dengan pilihan jurusan nya"(jawab Riza mencoba memberi penjelasan pada ku)
"Oh.......gitu ya Riz"(kata ku dengan sedih)
"Cieeeee.......romio n juliet sedang memadu kasih di bawah pohon mangga rupa nya hahaha......"(kata Yuli sahabat nya Riza sejak kelas 1)
"Kambuh deh iseng kamu Yul...."(kata Riza sambil menyubit lengan Yuli yang berdiri tepat di samping Riza)
"Hahaha.....sudah - sudah ayo pulang Riz aku sudah mulai lapar dan ngantuk nih sampai bingung mana dulu yang mau aku kerjakan pulang dulu apa makan dulu apa tidur dulu"(kata Yuli sambil berlagak berfikir melihat ke arah langit)
"Yuli sayang ku yang paling cantik se RT yang benar itu pulang dulu lalu sampai rumah kamu makan setelah itu baru kamu puas - puasin tidur deh"(Jawab Riza sambil senyum melihat ulah sahabat nya yang tak pernah berubah)
__ADS_1
"Nah itu benar tadi juga awal nya aku berfikir gitu saat mencari kamu tapi sial nya aku berpapasa sama Akbar anak IPA yang ganteng nya maksimal itu jadi buyar deh"(penjelasan Yuli dengan sedikit manyun sebab gagal dapat kan hati Akbar anak IPA)
"Sudah ayo buru aku hantar kamu pulang Yul dari pada nanti malah pingsan kamu di sini lama - lama"(kata Riza sambil beranjak dari tempat duduk nya dan menggandeng tangan Yuli)
"Riza.......tunggu sebentar"(kata ku memanggil Riza)
"Iya mam ada apa???"(jawab Riza sambil menoleh pada ku)
"Eeemmmm......maaf nanti aku tidak bisa mengantar kan kepergian mu dan aku hanya mau berikan ini buat kenang - kenangan"(kata ku sambil menyerah kan amplop dan kotak kecil yang dari tadi aku pegang)
"Apa ini mam???"(jawab Riza sambil menerima amplop dan kotak kecil yang aku berikan)
"Sudah buka di rumah saja Riz nanti juga tau kok"(kata ku sambil senyum)
"Aduh....aduh....pingsan ni pingsan aku"(kata Yuli yang berpura - pura mau jatuh)
"Heeemmmm......ekting mulu kamu Yul(kata ku dengan sinis)
"Hahaha........sudah - sudah aku pulang dulu ya mam"(kata Riza sambil menarik tangan Yuli)
Sekitar pukul enam belas sore aku dan May adik ku sampai di rumah dan segera aku menuju kamar ku untuk ganti baju.
"May......ibu kemana kok rumah sepi ya???(tanya ku pada May adik ku)
"Kan ibu lagi rewang di rumah nya bu Sastro mas mungkin sebentar lagi pulang"(jawab May sambil menyalakan tv)
"Oh......gitu ya sudah mas mau sholat dulu memang kamu tak sholat may kok malah nonton tv???"(tanya ku sambil menuju kamar mandi)
"Tak lagi dapet tamu yang tak di undang mas"(jawab may dengan singakat)
Selesai ambil wudhu aku segera shalat di dalam kamar dan berencana setelah sholat mau rebahan sebentar.
"Assallamuallaikum........"(kata ibu yang rupa nya baru datang dengan membawa makanan)
__ADS_1
"Wa'allaikumusallam......bu kok sampai sore sih bantu - bantu nya???(tanya May pada ibu yang baru saja sampai)
"Ya mau gimana orang belum beres masa mau main tinggal saja May"(jawab ibu sambil membongkar bawak an nya di meja makan)
"Iya juga ya bu hehehe itu ibu bawa apa May lapar bu"(kata May sambil mulai kambuh kepo nya semua di buka - buka nya yang di bawa ibu)
"Ya sudah lekas ambil piring nak lalu kemana mas Imam mu panggil ajak makan sekalian ibu mau sholat dulu sudah mau habis waktu nya"(kata ibu sambil membenar kan kerudung nya berjalan menuju kamar mandi)
"Mas......mas Imam di panggil ibu di suruh makan dulu"(teriak May yang lumayan mengaget kan ku)
"iya nyuruh makan kok dulu yang benar makan sekarang kalau makan dulu sudah basi dan mana kenyang coba"(kata ku sambil berjalan menuju meja makan)
"Yeeee......sudah bagus aku panggil coba kalau aku tak panggil bisa kelaparan mas Imam"(jawab May dengan ketus)
"Sudah - sudah kalian ini benar - benar ya apa saja pasti aduargumen tak capek apa ibu yang dengar saja capek"(kata ibu sambil senyum masuk kamar untuk sholat)
"Tau itu mas imam bu yang mulai"(jawab May sambil manyun)
Di sisi lain ada Riza yang sedang membaca surat ku di dalam kamar nya.
"Riz.....sebelum nya aku minta maaf mungkin aku pernah buat kamu kecewa,kesal n sebal tapi semua itu bukan aku sengaja kok.
aku juga minta maaf sebab tak bisa mengantar mu pergi ke ibu kota hanya aku ingin kamu tau selama tiga tahun ini aku sangat menyukai mu namun aku tidak ada keberanian untuk mengatakan pada mu sebab aku tau diri siapa aku dan siapa kamu jangan pernah jadi kan perpisan sekolah hari ini berati pisah juga kita.
tolong kamu pakek pemberian ku mungkin bagi mu itu barang murahan namun pandang lah ketulusan yang memberi.
aku selalu merindukan mu Riz.......dari ku Imam."
Dan Riza pun membuka kotak kecil yang di berikan Imam ternyata berisi tasbih yang cukup cantik,Riza pun mengambil nya sambil tersenyum bahagia.
"Jaman sudah seperti ini ternyata masih ada ya laki - laki sesoleh imam"(kata Riza dalam hati)
Sesal Riza mengapa imam baru mengungkap kan perasaan hati nya di saat Riza akan pergi jauh untuk melanjut kan sekolah sedangkan selama ini Riza pun memiliki perasaan yang sama pada Imam namun tak mungkin kan perempuan dulu yang menyatakan.
__ADS_1
Sedangkan perempuan hanya bisa menunggu dengan memberikan perhatian dan laki - laki terkadang kurang peka atau bahkan laki - laki takut di kata kan ke PEDEAN atau KEGEERAN.......