
Tak terasa waktu pun berjalan begitu cepat hari berganti minggu dan minggu pun berganti bulan.
Tiba lah saat nya hari perpisahan sekolah dulu aku yang masih mengenakan seragam SMA abu - abu putih esok akan mengenyam bangku kuliah yang tak lagi mengenakan seragam namun tanggung jawab pun semakin besar.
"Doooorrrrrr..........melamun saja bantuin kenapa sih"(tegur Riza di samping ku sambil menyodorkan balon untuk di gantung di atas)
"Hadeeeeehhhh..........buat kaget saja kamu Riz,sini aku bantu gantungkan itu balon"(*kata ku sambil mengambil balon di tangan Riza)
"Nah gitu dong dari tadi kan jadi cepat beres kerjaan menghias aula ini"(*kata Riza sambil menyodor kan balon satu persatu ke tangan ku)
"Oh iya mam nanti kamu mau masuk universitas mana???"(tanya Riza pada ku)
"Belum tau Riz kalau kamu mau masuk universitas mana???"(tanya ku balik pada Riza)
"Kalau aku mau ikut om ku mam di jakarta dengar - dengar di sana universitas nya lebih maju"(*jawab Riza sambil menyodorkan benang ke tangan ku)
"Wah........jadi tak bisa makan bakso n nasi kucing lagi dong Riz"(kata ku sambil senyum kecut saat mendengar jawaban Riza)
"Tak gitu juga lah mam kan aku juga pasti pulang kalau ada waktu libur"(jawab Riza sambil senyum menenang kan hati ku)
Hari pun sudah sore menghias aula pun sudah beres jadi semua anggota osis berkemas untuk pulang.
"Mam........Imam.......tunggu sebentar"(kata Riza memangil ku)
"Iya Riz.......ada yang bisa aku bantu???"(jawab ku sambil meletak kan helm)
"Mam eeeemmmmm bisa tak aku minta tolong antar pulang sebab sopir papa tak bisa jemput???"(kata Riza sambil sedikit memohon)
"Oh.......kirain ada apa Riz,,,ok ayo aku antar toh rumah kamu kan searah dengan rumah aku"(jawab ku sambil mengenakan helm sedangkan hati kecil ku sangat gembira menggambar nya)
"Makasih ya mam kamu sudah mau mengantar aku pulang"(kata Riza sambil senyum lalu naik di motor tua ku)
"Sudah santai saja seperti sama siapa saja kamu ini Riz"(jawab ku sambil mulai ku jalan kan sepeda motor ku menyusuri jalan kenangan nanti nya)
__ADS_1
Di sepanjang perjalanan kami bersenda gurau mengenang masa - masa tiga tahun yang sudah kita lewati ini akan menjadi kenangan terindah bagi ku dan Riza.
"Mam eeeemmmm apa kamu akan buru - buru pulang???"(tanya Riza pada ku)
"Tidak Riz sebab kebetulan ibu dan adik ku juga sedang tak di rumah,memang ada apa Riz kok tanya begitu???"(jawab ku sambil masih fokus ke depan pandangan ku)
"Eeeemmmmm kita kan besok sudah perpisahan mam dan entah kapan kita bisa bercanda seperti dulu lagi sebab kan aku mau ikut om ku di jakarta jadi bagaimana kalau kita ke taman dulu???"(jawab Riza)
" Boleh asal kamu tak kena marah mama n papa kamu saja Riz"(kata ku sambil tersenyum lebar)
Kurang lebih lima belas menit kemudian aku dan Riza sampai lah di taman kota yang di maksud Riza.
"Mam.......aku beli minum dulu ya haus kamu mau minum apa biar aku beli sekalian"(kata Riza turun dari sepeda motor)
"Apa saja boleh Riz asal tak dingin sebab aku alergi minum es"(kata ku sambil meletak kan helm dan menarik kunci sepeda motor ku)
Tak ku sangka Riza ini sudah cantik,sopan tak pelit pula (gumam ku dalam hati sambil menengok kanan dan kiri untuk mencari masjid terdekat)
Jam di tangan ku menujuk kan jam tujuh belas empat puluh lima menit sebentar lagi pasti adzan magrib tapi belum ku temukan masjid terdekat.
*"Oh.........mari nak saya juga akan ke masjid untuk menunaikan sholat magrib"(*jawab bapak - bapak paruh baya itu sambil senyum pada ku)
"Alhamdhulillah kalau begitu pak kita bisa sama - sama ke masjid nya"(kata ku sambil duduk di belakang bapak - bapak tersebut)
"Heeeemmmmm........di cari - cari tau nya malah duduk di sini kamu mam"(kata Riza sambil menyodorkan sebotol minuman pada ku)
"Hehehe........maaf ya Riz itu tadi aku mencari masjid sebab sebentar lagi sudah adzan magrib tapi tak aku temukan maka nya aku bertanya sama bapak ini"(jawab ku sambil ku terima sebotol minuman yang di berikan Riza pada ku)
"oh gitu lalu sudah tau di mana masjid nya mam???"(kata Riza sambil ikut duduk di samping ku)
"Ini aku di ajak sama - sama bapak ini ke masjid nya Riz,kamu tak apa kan aku tinggal sebentar sholat Riz atau kamu mau ikut sholat juga Riz???"(kata ku pada Riza sambil senyum)
"Maaf mam aku sedang tak sholat hari ini biasa tamu perempuan,sudah aku tunggu di sini saja mam"(jawab Riza sambil senyum yang begitu manis hingga tak bisa tidur aku di buat nya)
__ADS_1
Tak lama kemudian terdengar lah adzan magrib berkumandang dan bapak - bapak itu pun sudah beres mengemasi dagangan nya lalu kita berdua pun berjalan berdua menuju masjid terdekat untuk menunaikan sholat magrib berjama'ah.
Sungguh beruntung nya orang tua mu mam memiliki anak sesholeh kamu sudah tampan,pintar,berprestasi di segala bidang pelajaran di tambah lagi tekun ibadah nya,andaikan aku bisa mengungkap kan perasaan ku selama ini pada mu pasti sudah aku lakukan namun bibir ku terasa kaku saat aku memandang bola mata mu yang bersinar itu......(gumam Riza dalam hati dan senyum simpul sambil menatap langit yang lumayan cerah dan penuh bintang)
Kurang lebih dua puluh menit kemudian Imam dan bapak paruh baya itu sudah sampai di hadapan Riza namun Riza tak menyadari nya sebab Riza sedang asik selfi - selfi sambil menunggu Imam beres sholat nya dan Riza baru menyadari bahwa Imam sudah ada di samping nya saat wajah Imam muncul di layar hp Riza sambil tersenyum.
"Ihhhhh.......bikin kaget saja deh ngomong kek kalau sudah beres sholat nya"(kata Riza sambil manyun menambah kecantikan dan imut wajah nya)
"Iya - iya maaf gitu saja marah makin cantik tau"(kata ku sambil sedikit menggoda Riza agar tak jadi marah nya)
"Awas di ulangi lagi bisa jantungan aku mam dan untung saja kamu tak aku tabok itu tadi"(*jawab Riza dengan serius dan memutar - mutar botol minuman di tangan nya)
"Iya tuan putri yang cantik hamba janji tak akan mengulangi nya lagi lalu hamba harus berbuat apa agar tuan putri kembali tersenyum"(goda ku sambil jongkok di hadapan Riza)
"Eeeemmmmm.......baik bila kanda bertanya apa mau ku eeeemmmmm aku mau kanda temani aku berjalan - jalan malam ini"(jawab Riza sambil tersenyum dan menarik tangan ku menuju air mancur yang letak nya di tengah taman)
"Eh....eh.....iya - iya tapi jangan tarik - tarik dong kaget tau"(kata ku sambil mengikuti Riza)
Kita berdua bercanda lalu mengabadikan momen kebersaan kita berdua hingga jam di tangan ku menunjuk kan pukul dua puluh malam.
"Riz sudah malam kita pulang yok nanti kamu di marah papa mama mu lo"(kata ku mengingat kan Riza)
"Astowfirullohalazim benar mam tak terasa sudah malam juga ya kalau begitu ayo kita pulang besok pagi kan kita harus datang pagi - pagi"(jawab Riza sambil menggandeng ku menuju parkiran motor)
Kurang lebih lima belas menit sampai lah kita berdua di depan rumah Riza.
"Mam makasih ya sudah mau mengantar ku pulang dan menemani aku jalan - jalan malam ini"(*kata Riza sambil tersenyum simpul)
*"Iya Riz aku pun begitu trimakasih sudah di belikan minum dan kamu mau menunggu ku shalat itu tadi"(*jawab ku pun dengan senyum simpul)
*"Ya sudah aku masuk dulu ya mam kamu hati - hati di jalan"(*kata Riza )
*"Iya tuan putri hamba mohon pamit semoga tuan putri mimpi yang indah di tidur nya,assalamualaikum.....(*jawab ku sambil tersenyum dan menyalakan sepeda motor ku)
__ADS_1
*"Wa'alaikumussalam kanda"(jawab Riza sambil senyum dan berjalan masuk ke dalam rumah nya)