
Seperti biasa tiap hari aku mengantarkan adik ku kesekolah sekalian menitip - nitip kan kue ke beberapa warung serta ke kantin tempat sekolah ku dahulu.
Sampai detik ini masih tersimpan rapi memori ku di sekolah ini dengan Riza namun entah apakah Riza merasakan hal yang sama dengan ku????sepulang aku mengantar kan kue aku langsung menuju pulang untuk membuat kandang burung pesanan pak Somat.
"Mam........apa kamu tak ingin sekolah lagi nak ???"(tanya ibu yang sedari tadi menemani ku di teras rumah)
"Ya ingin to bu siapa yang tak ingin sekolah lagi tapi kan kita uang dari mana bu bisa makan dan bayar keperluan may di sekolah saja sudah alhamdhulillah"(jawab ku sambil menyerut bambu bahan membuat kurungan)
Ibu tak menjawab perkataan ku namun langsung berdiri menuju masuk kedalam rumah di saat itu aku berfikir apa sudah menyinggung perasaan ibu ya???
"Mam......imam sini nak sebentar ibu mau bicara"(suara ibu memanggil ku dari arah dalam rumah)
"Iya bu sebentar....."(jawab ku sambil ku letak kan bambu dan pisau di lantai lalu berjalan masuk menuju tempat ibu memanggil)
"Sini Mam duduk ibu mau bicara"(kata ibu sambil memegang amplop berwarna coklat)
"Ada apa bu kok seperti nya penting sekali apa ada masalah may buat ulah lagi di sekolah???"(tanya ku pada ibu sambil memberondong banyak pertanyaan)
"Tidak Mam.....tidak masalah may ini ibu ada sedikit simpanan bisa buat kamu mendaftar sekolah lagi nak"(jawab ibu sambil meletak kan amplop coklat di tangan ku)
"Tapi bu.......kebutuhan may kan masih banyak bu???"(kata ku sambil memandang ibu)
"Mam......kamu anak laki - laki yang swatu saat nanti harus berumahtangga bertanggung jawab menafkahi keluarga mu jadi kamu harus berasil nak,besok pagi pergilah mendaftar di sekolah yang kamu ingin kan"(jawab ibu sambil senyum mengelus kepala ku)
"Alhamdhulillah ya Alloh......trimakasih bu......"(kata ku sambil memeluk ibu dan tak tertahan air mata ku mengenang pengorbanan ibu sejak di tinggal ayah meninggal)
"Sudah - sudah kok malah nangis orang di suruh sekolah kok nangis to anak ibu yang ganteng ini???hayo anak laki - laki tak boleh nangis"(kata ibu sambil mencium kening ku dan menyeka air mata yang jatuh tak tertahan di pipi ku)
Aku pun tersenyum dengan menahan rasa yang bercampur aduk antara senang dan sedih entah bagaimana mengungkap kan perasaan ku saat ini.
Di sisi lain Riza di Jakarta sudah menjalani masuk kampus baru,lingkungan baru dan pasti nya juga kawan - kawan baru.
"Hayy.........cantik boleh kenalan tak???"(kata salah satu siswa di kampus tempat Riza kuliyah)
__ADS_1
"Riz......tu si Doni menyapa mu"(kata sari sambil menyenggol lengan Riza yang sedang minum jus jeruk di kantin)
"Ha........Doni siapa lagi sih sar ada - ada saja kemaren kamu bilang Dino lalu kapan itu danang terus besok siapa lagi Dono gitu???sudah deh cuekin saja cowok - cowok iseng itu(jawab Riza yang lumayan risih dengan keisengan cowok - cowok di kampus nya)
"Iya benar Sar cuekin saja mereka itu kan cowok - cowok iseng liat saja itu semua cewek di sapa semua cowok apa kalau bukan cowok iseng itu nama nya"(sahut Halimah yang duduk berhadapan dengan Riza)
"Benar juga ya apa memang anak teknik itu tukang iseng semua ya????amit - amit tujuh turunan tujuh tanjakan jangan sampai aku dapet cowok orang teknik"(kata Sari sambil mengetok jidat nya lalu mengetok meja)
"Hahahaha........biasa nya yang bilang seperti itu malah nanti nikah duluan sama orang teknik pula"(goda Riza pada Sari sahabat baru nya di kampus)
"Ihhhhh........amit - amit deh.....'(jawab Sari sambil sewot sedangkan Riza dan halimah masih menertawakan sari)
"ahhh.....sudah - sudah ayo pulang sudah sore juga ni"(kata Halimah sambil merapikan tas dan mengambil uang buat membayar bakso dan dua es yang di minum Sari dan Riza)
"Makasih ya mah teraktiran es nya"(kata Riza sambil senyum dan berdiri mengikuti Sari dari belakang)
"Riz kamu pulang mau naik apa atau mau di jemput om kamu lagi???"(tanya sari)
"Seperti nya aku pesan greeb deh sebab om ku sedang ke luar kota"(jawab Riza pada sari sambil membuka aplikasi greeb)
"Bukan nya setiap hari kamu pulang pergi bareng sama aku ya Sar???"(jawab Halimah dengan sedikit mikir jangan - jangan sahabat nya ini baru sadar kalau selama ini dia nebeng)
"Oh.......iya - iya baru sadar aku apa selama ini aku kesambet atau insomnia ya????"(kata Sari sambil mencoba mengingat namun entah apa yang di ingat nya)
"Sudah buruan masuk mobil lama aku tinggal ni"(kata Halimah dari dalam mobil)
"Aduh......iya - iya jangan di tinggal dong nanti aku di culik kan sedih kalian kehilangan sahabat yang paling imut dan baik hati"(kata Sari sambil berlari kecil masuk dalam mobil Halimah)
"Riz.......aku pulang dulu ya???"(kata halimah sambil berlalu pergi dari hadapan Riza)
"Huuuufffff.........kenapa sih malah di censel terus"(gumam Riza sambil terus mencoba memesan greeb)
Beberapa menit kemudian ada seorang laki - laki dengan mengendarai motor sport berhenti tepat di depan Riza dan menyapa Riza dengan sopan.
__ADS_1
"Assallamuallaikum Riz kok belum pulang apa belum di jemput???"(tanya imran kakak kelas Riza yang terkenal sholeh,baik dan pintar)
"Wa'allaikumusallam kak memang saya tak di jempot om hari ini lalu saya pesan greeb di censel terus dari tadi"(jawab Riza dengan sedikit gugub melihat ketampanan Imran)
"Oh.......begitu ya sudah mari saya antar pulang Riz sudah makin sore ini tak baik anak gadis pulang malam - malam"(kata Imran dengan sedikit menggoda)
"Emmmmmmm......tapi kak????"(jawab Riza dengan gugub)
"Sudah ayo buruan naik kan arah rumah kita searah Riz dan kamu tak perlu sungkan ya ayo lekas naik"(kata Imran sambil menyodorkan helm nya pada Riza)
"Iya kak......maaf sudah merepot kan kakak jadi nya"(jawab Riza sambil mengenakan helm nya lalu duduk di belakang Imran)
"Sudah Riz......"(tanya imran pada Riza)
"Sudah kak....."(jawab Riza sambil memegang baju imran)
"Bismillah......'(kata imran lalu menstater motor nya)
Selama perjalanan Riza tak berani bebicara sepatah kata pun yang mampu Riza laku kan hanya berbicara dalam hati dan berandai andai imran jadi kekasih nya alangkah bahagia nya tapi mana mungkin cowok seganteng dan sesholeh Imran belum memiliki kekasih ah......haluu.
"Riz.........Riza sudah sampai rumah kamu Riz apa kamu mau ikut kerumah ku???"(kata imran sambil menepuk lutut Riza)
"Astowfirullohalazim.........iya - iya kak maaf kak"(kata Riza dengan gugub turun dan melepas helm nya karena begitu gugub hingga susah sekali helm nya terbuka)
"Sini Riz aku bantu buka helm nya"(kata Imran sambil sedikit mendekat pada Riza)
"Kak sekali lagi terimakasih ya kak sudah mengantar saya pulang"(kata Riza sambil menunduk tak berani menatap pandangan Imran)
"Iya Riz sama - sama aku juga makasih sudah mau membatu saya mendapat amalan"(jawab Imran sambil senyum yang membuat setiap wanita meleh hati nya)
"Kalau begitu aku masuk dulu ya kak dan kakak hati - hati di jalan"(kata Riza sambil senyum yang membuat hati imran berdegub kencang)
"Ok......Riz aku pamit ya assallamuallaikum Riz"(kata Imran sambil senyum)
__ADS_1
"Wa'allaikumusallam kak"(jawab Riza pun sambil tersenyum dan melangkah masuk ke dalam rumah sambil masih senyum - senyum mengingat wajah Imran yang bersih dan tampan)