Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB VII~ PERJODOHAN YANG TAK DIRESTUI


__ADS_3

Sejak papa Riza meninggal kehidupan Riza pun terasa berubah sedangkan Riza harus tetap fokus melanjutkan kuliah nya dan sekarang Riza mulai menerima pesanan kue dari kawan - kawan di kampus nya yang sedang ada acara.


"Ndar bangun sudah siang juga masih tidur"(kata Riza melalui seluler untuk membangunkan Endar)


"Iya - iya sayang jam berapa sih lagi pula tak ada jam kampus aku hari ini???"(jawab Endar dari sebrang sambil masih memeluk guling)


" Bukan masalah tak ada jam kampus tapi aku hari ini mau antar pesanan kue Tika kata nya semalam kamu mau antar aku???"(kata Riza sambil sedikit manyun)


"Oh......iya astowfirullohalazim aku lupa Riz ya sudah aku mandi dulu ya???"(jawab Endar segera bangun dari ranjang nya menuju kamar mandi)


"Kebiasaan pikun nya tak habis - habis semalam bicara apa pagi sudah lupa rupanya"(gumam Riza sambil menyimpan hp nya di saku dan berjalan ke ruang makan)


"Riz sudah siap kue pesanan mu nak???"(tegur mama nya Riza sambil duduk di bangku meja makan sambil melihat kue buatan Riza)


"Alhamdulillah ma tinggal di antar ini sedang menunggu Endar jemput"(jawab Riza sambil berbena kue yang akan di bawa nya)


"Riz......boleh mama bertanya nak???"(kata mama Riza sambil berwajah cemas)


"Tanya apa ma kok sampai segitu nya expresi mama???(kata Riza sambil duduk di samping mama nya)


"Apa kamu mencintai Endar nak tolong jawab jujur"(tanya mama Riza sambil memegang tangan Riza dan memandang wajah Riza)


Sebelum sempat Riza menjawab Endar sudah datang untuk menjemput Riza untuk mengatar kue ke rumah Tika.


"Eeemmmmm......ma nanti saja ya pertanyaan mama Riza jawab sebab itu Endar sudah datang dan Riza antar kue ke rumah Tika dulu"(jawab Riza sambil memegang tangan mama nya sambil senyum dan beranjak pergi dari hadapan mama nya)


"Iya Riz hati - hati di jalan nak"(kata mama Riza sambil memandang ke arah Riza)


"Iya ma assalamualaikum"(jawab Riza sambil berlalu pergi)


"Wa'allaikumusallam nak"(kata mama Riza)


Kemudian mama Riza pun menuju dapur untuk membantu memasak bunda Destian yang bukan lain adik ipar nya agar masakan segera beres.


"Menurut kamu bagaimana Endar itu Wi"(tanya mama Riza kepada bunda Destian sambil mengupas bumbu)

__ADS_1


"Kok tiba - tiba mbak tanya begitu ke saya memang ada apa mbak???"(bunda Destian berbalik bertanya pada mama Riza)


"Sebab hampir tiga tahun lebih ini kan Riza di sini bersama mu dan swami mu dan kalian pasti lebih tau bagaimana hubungan Riza dan Endar kan Wi???"(kata mama Riza sambil melanjut kan mengupas)


Sebelum bunda Destian menjawab pertanyaan mama Riza tiba - tiba ayah Destian keluar dari ruang tengah masuk kedapur untuk mengambil air minum.


"Endar itu anak yang baik mbak dan masalah agama nya pun bisa di acungi jempol kok"(kata Santoso ayah Destian)


"Kamu tau dari mana San kalau Endar itu seperti itu???"(ucab mama Riza sambil memandang Santoso ayah Destian)


"Ya aku tau sebab Endar itu putra dari kawan ku sekantor mbak apa lagi rumah nya tak begitu jauh dari sini jadi aku lebih tau Endar dan keluarga nya seperti apa"(sahut Santoso sambil menuangkan air putih ke gelas)


"Tetapi di hati mbak kok tak sreg ya sama Endar ini kalau di bilang sopan memang sopan anak nya tapi entah lah San kenapa hati mbak berfirasat lain"(kata mama Riza sambil menyeka air mata nya yang menetes di pipi nya)


"Sudah mbak mending nanti kita tanyakan langsung pada Riza bagaimana sebab kan tak enak juga kalau hubungan mereka tak segera di resmikan takut nya malah jadi fitnah mbak"(kata Dewi bunda Destian mencoba menenangkan mama Riza)


"Iya benar mbak nanti coba kita tanya kan pada Riza bagaimana pendapat nya"(kata Santoso ayah Destian)


Di sisi lain Imam sedang menerima banyak sekali pekerjaan sampingan yang lumayan untuk membantu perekonomian keluarga nya.


"Iya bu sebentar lagi sudah hampir selesai nanggung kalau nanti - nanti kapan beres nya"(jawab Imam sambil masih fokus mengerjakan kandang burung pesanan)


"Assalamualaikum........"(kata May adik Imam baru pulang dari mengaji)


Serempak ibu dan Imam menjawab salam May sambil tersenyum melihat gelagat May yang seperti nya sedang jatuh cinta dengan anak pak ustadz Rozak.


"Wa'alaikumussalam.....cieeeeee yang sedang kasmaran beda ya bawaan nya senyum - senyum terus apa lagi kalau di antar pulang ngaji nya???"(goda Imam pada adik semata wayang nya)


"Ihhhh......apa an sih mas ini seperti tak pernah jatuh cinta saja dulu waktu mas jatuh cinta sama mbak Riza gitu juga kan bahkan lebih parah suka senyum - sendiri untung tak kesambet juga"(jawab May sambil duduk di samping ibu nya)


"Itu kan masa lalu yang pasti kan sekarang aku tak seperti itu lagi dan lebih fokus menatap masa depan"(kata Imam mengelak dan membela diri sambil sedikit manyun sebab terkenang lagi masa - masa indah yang tak mungkin terulang lagi)


"Sudah - sudah kalian berdua ini ya kalau sudah bertemu pasti saja tak ada damai nya yang pasti kalian berdua anak - anak kebanggaan ibu sama bapak"(kata ibu sambil memeluk Imam dan ibu di peluk oleh May)


Beberapa menit kemudian terdengar lah adzan magrib dan mereka bertiga pun masuk ke dalam untuk menunaikan sholat magrib.

__ADS_1


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga tiba saat nya Riza wisuda dan menyandang gelar S1manajemen akutansi pasti nya seluruh keluarga ikut bangga atas pencapaian keberhasilan Riza yang mampu mewujudkan impian papa nya yang sudah almarhum.


"Selamat ya sayang atas wisuda kamu hari ini dan yang pasti aku akan selalu mendukung kamu"(kata Endar kepada Riza sambil senyum)


"Iya sayang makasih ya atas semua bantuan dan dukungan mu yang tak henti - henti nya mensuport aku"(jawab Riza yang duduk di samping Endar)


"cieeee.....cieeee.....kapan ni undangan nya biar bisa cepet nyusul hehehe....."(kata Halimah menggoda Riza dan Endar yang sedang duduk di kantin kampus)


"Heeeemmmmm apaan lagi ini tau - tau nanyain kapan nikah nah kamu sendiri kapan tu nikah sama Fahri anak akutansi???"(balas Riza sambil senyum melirik ke arah Fahri yang sedang foto bersama rektor)


"Aduh......jangan kan nikah pacaran juga enggak kok aku sama dia"(kata Halimah sambil sedikit manyun mengenang kisah cinta nya yang tak ada kejelasan nya)


"Hallo.....hallo......semua kawan -kawan seperjuangan dan sependeritaan"(kata Kiki dari arah belakang Halimah sambil bergandengan Imran yang terkenal ke tampanan nya di kampus itu)


"Yah.....bertambah lagi deh perusuh nasional yang selalu buat rame swasana"(kata Endar yang sudah dekat dengan sahabat - sahabat Riza)


"Sudah deh sayang jangan gitu tak baik gitu - gitu diya sahabat terlucu ku tau"(jawab Riza sambil senyum melihat ulah Kiki yang sangat bangga bisa jadian sama Imran yang pernah jadi rebutan cewek sekampus)


"Sahabat - sahabat ku yang cantik - cantik dan yang tampan aku sama Imran mau berikan undangan ini tolong datang kalau tak datang kita putus hubungan dengan tukang bajai"(kata Kiki sambil membagikan undangan pernikahan nya)


"Ha.........buset cepat sekali kalian menikah memang kapan kalian jadian nya kok kita - kita tak tau???"(kata Halimah sambil membuka undangan yang di bagikan Imran)


"Perlu ya membuat pengemuman jadian yang perlu di umum kan itu hari pernikahan kali Mah???"(jawab Imran sambil senyum)


"Ya Alloh kamu jahat deh Kiki tak mau berbagi cerita dengan kita - kita"(kata Riza sambil senyum menatap Kiki yang duduk di hadapan nya)


"Selamat ya Imran dan Kiki kapan pun kalian jadian yang terpenting aku dan Riza ikut senang dengar nya kalian segera membuka lembar kehidupan dan kita berdua pasti datang"(kata Endar sambil senyum dan memeluk Riza)


"Lalu aku datang sama siapa dong ihhhh.....pada jahat deh kalian!!!"(keluh Halimah sambil membolak balik undangan dari Kiki)


"Tenang saja kan ada aku yang akan temani kamu kemana pun kamu pergi aku siap mengantar nya"(kata Fahri sambil senyum dan berdiri di samping Halimah)


"Ciiieeee.....cieeeee sang pangeran siap mengatar itu jadi tak usah ada alasan lagi ya Mah???"(kata Imran menggoda Halimah)


Mereka pun tertawa - tawa di kantin sebab ternyata yang menikah duluan adalah Kiki padahal awal nya semua berfikir Riza duluan yang akan menjalin bahterah rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2