
"Cieeeeee........kakak sekarang sombong sudah punya sopir pribadi rupa nya"(goda om pada Riza saat sarapan pagi)
"Apaan sih om orang kebetulan saja kok kita sekampus jadi apa salah nya kalau berangkat sama - sama"(jawab Risa sambil mengambil selai setroberi di hadapan nya)
"Iya Riz om dan tante tak melarang kamu berkawan dengan siapa pun asal tak mengganggu konsentrasi kuliah kamu saja kok,lagi pula Endar anak nya baik dan sopan agama nya pun baik"(kata tante sambil menuang kan susu di gelas Destian)
"Yap......om juga setuju kalau kamu dekat dengan Endar sebab om dan tante tau betul keluarga nya seperti apa"(kata om sambil meminum susu)
"Aduh.........ayah sama bunda ini sedang bicarain apa ya kok aku bingung???(kata Destian sambil menikmati sarapan pagi nya)
"Ayah sama bunda sedang menasehati kakak Riza sayang bunda yang pintar agar tidak salah mencari kawan"(jawab tante bunda Destian sambil duduk di samping om)
"Oh.....begitu rupanya tapi tenang saja kak Riza kalau sampai ada yang ganggu - ganggu kakak Destian siap menghadang nya"(kata Destian sambil memperagakan gaya super hero)
"Ok deh abang Destian yang ganteng trimakasih ya atas bantuan nya"(jawab Riza sambil senyum dan mencium kening Destian)
Beberapa menit kemudian terdengar bunyi kelakson mobil dari depan rumah om yang tak lain adalah Endar yang menjemput Riza untuk berangkat ke kampus bersama.
"Riz......itu jemputan mu sudah datang ayo segera berangkat"(kata tante sambil senyum menggoda Riza)
"Iya tante Riza berangkat ke kampus duluan ya assalamualaikum om tante bay....bay.....sayang kakak yang ganteng"(kata Riza sambil beranjak dari tempat duduk mencium kening Destian dan berpamitan pada om dan tante nya)
"Iya nak hati - hati di jalan ya yang semangat belajar nya sayang"(jawab tante sambil senyum dan melanjut kan sarapan nya)
"Iya tante......"(kata Riza sambil berjalan menuju pagar depan)
"Assalamualaikum......Riz selamat pagi gimana tidur nya semalam lelap kan tak mimpi aku juga kan???(kata Endar sambil menggoda Riza)
"Wa'alaikumussalam Ndar iiihhhh apaan sih nanya nya kok gitu amat memang nya kalau aku mimpi kamu kenapa???"(tanya Riza sambil mengenakan sabuk pengaman)
__ADS_1
"Iya dong kalau kamu semalam mimpiin aku mana mungkin kamu sekarang ada di samping ku yang ada juga kamu melanjut kan mimpi kamu Riz???"(kata Endar sambil senyum - senyum)
"Hadedddeeeehh.....kambuh deh ke geer an bin kepedean an nya,sudah buru kita berangkat mau nunggu berapa jam lagi coba kita berangkat kekampus"(Jawab Riza sambil membuka - buka tas nya)
"Ok siap nyanyo besar kita berangkat sekarang Bismillah...."(kata Endar sambil menyalakan mesin mobil nya)
Antara Endar dan Riza makin hari makin dekat kurang lebih sudah 6 bulan mereka bersama tanpa ada setatus yang jelas semua berjalan mengalir bagaikan air mengalir.
Sekitar jam sebelas siang om nya Riza mendapat kabar dari kampung bahwa Riza dan keluarga om nya harus segera pulang ke gunung kawi sebab papa Riza sedang sakit keras kemudian om nya Riza pun mengabari ke pada tante nya Riza untuk bersiap - siap dan memberi kabar kepada Riza untuk segera pulang dari kampus namun malang nya hp Riza lowbet semalam Riza rupa nya lupa untuk di cas dan akhir nya om dan tante serta Destian berangkat dulu dan di minta agar Riza segera menyusul nya.
Sekitar pukul tuju malam Riza baru sampai rumah dan merasa ada yang aneh sebab lampu di dalam rumah tak ada yang menyala yang menyala hanya lampu teras saja.
"Kok tumben lampu dalam rumah mati sepi juga seperti tak ada orang"(gumam Riza sambil perasaan nya tak enak)
"Mungkin mereka jalan - jalan dan lupa menyalakan lampu Riz"(jawab Endar mencoba menenangkan Riza)
"Tak mungkin Ndar tante bukan tipe orang yang pikun,Ndar temani aku masuk sebentar sebab perasaan ku kok tak enak"(kata Riza sambil melangkah keluar dari mobil)
Beberapa menit kemudian Riza dan Endar sudah masuk di dalam rumah lalu Riza menyalakan lampu setiap ruangan sambil memanggil Destian,tante dan om nya namun tak ada jabawan sama sekali hingga sampai di ruang meja makan Riza menemukan sepucuk surat dari tante nya yang mengatakan bahwa Riza harus segera menyusul mereka ke kampung sebab papa Riza sedang sakit keras.
Tanpa berfikir panjang Riza dengan keadaan kalut dan bingung sedikit berlari kecil untuk menghampiri Endar yang sedang duduk di teras rumah.
"Ndar......Ndar.......aku bisa minta tolong tidak antar aku pulang kampung sekarang sebab papa ku sedang sakit keras dan aku di suruh pulang sekarang juga"(kata Riza sambil mulai menitik kan air mata)
"Astowfirullohalazim ya Alloh iya Riz bisa ayo aku antar kamu pulang sekarang tapi aku pulang sebentar ya buat ganti baju dan pamit pada orang tua ku"(jawab Endar sambil memandang Riza)
"Iya Ndar aku juga mau siap - siap"(jawab Riza sambil masih menangis)
Kurang lebih satu jam kemudian Endar dan Riza pun berangkat menuju kampung halaman Riza tepat nya di gunung kawi yang lumayan jauh kurang lebih 27 jam perjalanan lewat darat dan mereka beberapa kali istirahat sambil mengisi bensin setelah itu tancap gas lagi selama di perjalanan Riza terus chat dengan tante nya untuk memastikan kondisi papa nya baik - baik saja namun jawaban tante nya hanya kalimat "yang sabar ya nak....." kalimat itu makin membuat Riza tak tenang dan Endar hanya bisa menenangkan Riza agar selalu berdoa.
__ADS_1
Ke esokan sore nya Endar dan Riza sampai juga di desa gunung kawi yang udara nya lumayan sejuk bisa di bilang dingin juga maklum lah desa di kaki gunung pasti lah dingin.
"Ndar kok ada bendera kuning di pinggir gang rumah ku???siapa yang meninggal ya???(tanya Riza yang makin gelisah)
"Mungkin tetangga kamu Riz???(jawab Endar mencoba menenangkan Riza)
Namun Riza tak menjawab kata - kata Endar yang ada Riza makin mempercepat langkah nya menuju rumah nya dan memang benar rumah Riza sudah di penuhi tamu dan karangan bunga ucapan turut berduka cita Riza pun makin linglung dan bertanya - tanya siapa yang meninggal.
Semua tamu ikut merasakan kesedihan Riza saat tau bahwa papa Riza lah yang telah meninggal dunia sebab sakit jantung seketika itu tumpah lah air mata Riza di samping jasad papa yang disayangi nya yang sudah terbujur kaku.
Seketika itu Riza tak sadarkan diri jatuh pingsan dan di gendong oleh Endar untuk di letak kan ke kamar saat itu Imam melihat nya dan ikut hancur juga perasaan Imam yang selama ini berfikir cinta nya di trima oleh Riza sedang kan fakta nya Riza datang dengan laki - laki lain namun Imam segera menepis perasaan nya mungkin saja itu saudara nya tak boleh aku berfikir negatif apa lagi keluarga Riza sedang berduka(gumam imam dalam hati)
Prosesi pemakaman papa Riza berjalan secara lancar tanpa kendala sedikit pun dan semua warga mendoakan papa Riza semoga tenang di sana dan semua amal soleh nya di trima Alloh.
Tahlillan pun di lakukan seminggu berturut - turut selama tahlillan Imam hanya berani memandangi Riza dari jauh yang sedang di hibur oleh Endar dan seperti nya Riza mencoba tersenyum meski pikiran dan hati nya entah kemana dan entah apa yang sedang di pikir kan nya.
"Hai Mam......gimana kabar mu???"(sapa Riza yang kebetulan melihat Imam sedang merapikan kayu bakar)
"Assalamualaikum Riz alhamdulilah aku baik - baik saja kalau kamu sendiri gimana kabar nya"(Kata Imam sambil senyum)
"Wa'alaikumussalam Mam alhamdulillah aku juga baik kenalin Mam ini Endar kawan ku di jakarta"(kata Riza memperkenal kan Endar pada imam)
"Hai.....aku Endar lebih tepat nya pacar Riza"(jawab Endar sambil senyum dan menjabat tangan Imam)
"Ihhhh apaan sih Ndar kambuh deh geer bin pede nya"(kata Riza sambil mencubit kecil pinggang Endar)
"Oh........pacar selamat ya semoga langgeng dan sampai ke pelaminan"(jawab Imam sambil senyum meski dari sorot mata nya terpancar amarah)
Kemudian Imam pun melanjut kan mengemasi kayu bakar untuk persiapan tahlillan terakhir yang di adakan nanti malam.
__ADS_1
Dengan menahan air mata yang terasa tak mampu di tahan nya lagi Imam pun pamit untuk sholat ashar ke pada mama nya Riza.