Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XXIX~ AKHIR SEBUAH KISAH


__ADS_3

Sore itu terasa sangat mencekam dengan kejadian di luar prediksi sebab pasti nya semua berharab Riza akhir nya bahagia beersanding dengan Imam namun rupa nya semua tak semudah seperti apa yang di harap kan dan di sini lah kita bisa ambil sebuah hikmah bahwa sekuat apa pun kita berencana namun tetap Alloh lah yang mengabul kan semua nya.


Lalu bagaimana dengan Riza saat mendengar kematian Imam??apakah yang akan Riza lakukan apakah Riza akan menemukan tambatan hati yang lain?? atau Riza akan menutup hati nya untuk selama nya dan di tepati kata - kata nya bahwa Riza tak akan menikah dengan siapa pun selain dengan Imam??


"Ya Alloh.......... cobaan apa lagi ini ya Alloh saat yang paling aku tunggu tapi malah hal ini yang aku terima......... "(kata Riza selama perjalanan menuju rumah sakit dengan masih menggunakan baju kebaya putih)


"Yang sabar Riz....... banyak - banyak istigfar"(kata Beni sambil mencoba menenangkan Riza yang masih menangis sebab belum bisa menerima kenyataan)


"Mungkin Alloh punya rencana lain buat hidup mu Riz yang pasti itu lebih baik........ "(kata Iwan yang sedang menyetir mobil)


"Aku akan cari siapa penyebab semua ini sebab semua ini tak masuk akal, tak ada hujan, tak ada angin kok bisa itu pohon tumbang jangan harap bisa lepas kalian"(kata Riza dengan penuh emosi dan dendam)


Kurang lebih 20 menit mereka bertiga sampai di rumah sakit dan segera mereka bertiga menuju ruang mayat untuk mencari jasad Imam yang sudah terbujur kaku di bad ruang mayat dan tak hanya Imam yang jadi korban nya ada swami dan ibu nya pun turut jadi korban dan meninggal di tempat.


"Maaf siapa dari kalian yang keluarga bapak Imam?? "(tanya penjaga ruang kamar mayat)


"Saya calon istri nya pak........ "(jawab Riza yang tak henti - henti nya menangis)


"Ini bu saya temukan di genggaman pak Imam......... "(kata penjaga ruang mayat menyerah kan bungkusan cincin nikah pada Riza)


Saat itu semua yang ada di ruang mayat pecah lah tangisan nya sebab tak tega melihat Riza menerima bungkusan tersebut yang berlumuran darah Imam lalu Riza membuka nya sambil menangis lalu mengambil cincin di dalam nya sambil berkata dalam terbata - bata karena menangis.


"Abi.......... umi datang bi.......ini cincin nya umi pakek dan selama nya hanya abi lah swami umi dan ini tanda cinta kita ya bi........ tunggu umi ya bi di sana......... "(kata Riza sambil memasangkan cincin pernikahan mereka ke jari jasat Imam)


Saat itu Iwan, Beni, Safiq, Yuli, Tika serasa tak kuasa melihat nya begitu setia nya Riza pada Imam begitu pun sebalik nya.


Kurang lebih 3 jam proses rumah sakit agar jenasah Imam, ibu nya dan swami May bisa keluar dari rumah sakit semua urusan rumah sakit di tanda tangani oleh Riza.


Dengan tegar Riza mengurus ketiga jenasah jenasah tersebut sampai di pemakaman, memang Riza sudah tak menangis lagi namun saat ini yang tersisa hanya lah bagaimana cara Riza menemukan pelaku semua ini sebab secara hukum itu semua kejadian hanya lah sebuah kecelakaan semata bukan unsur kesengajaan namun tak bagi Riza semua kejadian yang terjadi pasti unsur kesengajaan sebab saat itu tak ada hujan atau pun angin yang sangat besar jadi tak mungkin pohon sebesar itu bisa tumbang dengan sendiri nya.

__ADS_1


Setelah pemakaman ketiga jenasah tersebut Riza masih berada di rumah Imam dan tidur di kamar Imam sebab May masih belum sehat setelah kejadian kecelakaan itu.


Malam itu pun seperti biasa setiap ada yang meninggal pasti malam nya ada acara tahlilan dan saat itu Riza di bantu Tika dan Yuli untuk menyiap kan acara tahlilan di rumah Imam.


"Riz......... kamu yang sabar ya?? ikhlas kan semua yang terjadi dan yang pasti hidup mu harus tetap berjalan ingat anak - anak mu yang masih membutuh kan mu"(kata Tika sambil merangkul Riza yang sedang menangis di kamar Imam)


"Aku sudah ikhlas kan kepergian Imam Tik..... yang aku belum bisa terima cara kepergian Imam sampai kapan pun akan aku kejar pelakunya"(jawab Riza dengan penuh dendam dan emosi sambil memeluk foto Imam saat di kolam renang bersama diri nya dan anak - anak nya)


"Riz......... istigfar kan semua itu hanya kecelakaan kata polisi juga lalu kamu mau cari bukti kemana lagi Riz........ sudah ikhlas kan Imam kasian Imam Riz berat langkah nya kalau kamu seperti ini"(kata Yuli sambil mengelus kepala Riza yang masih menangis)


"Coba kalau hal ini terjadi pada kalian apa kalian bisa ikhlas apa kalian bisa tenang dan diam saja melihat kematian orang yang kalian sayang dan cintai mati nya secara tak wajar?? "(kata Riza sambil menangis dan nada nya sedikit keras pada kedua sahabat nya)


Saat itu di kamar Imam tiba - tiba hening setelah mendengar kata - kata Riza sebab saat itu bagaikan kedua sahabat nya merasakan beban derita yang di rasakan Riza namun kedua sahabat nya juga ingin menggibur dan menenang kan Riza yang begitu setress dan depresi sepeninggal Imam.


Tak terasa sudah dua minggu berlalu setelah kematian Imam dan Riza lah yang meneruskan mengurus usaha Imam sebab semenjak Imam meninggal emosi May adik Imam tak setabil sebab May pun belum bisa terima dengan meninggal nya Imam, ibu nya dan swami nya jadi semua Riza yang ambil alih selama May belum stabil.


Siang itu Riza datang ke tempat produksi untuk mengecek pesanan dan bahan - bahan apa yang kurang sambil sesekali Riza menetes kan air mata nya saat melihat foto Imam dengan nya yang ada di meja kerja Imam, setelah itu Riza berniat untuk memesan bambu di tempat langganan Imam saat itu Riza melewati tempat Imam kecelakaan tiba - tiba saat itu motor Riza berhenti entah ada apa padahal bensin nya masih penuh dan tak ada yang rusak namun seperti nya ada sesuatu yang harus Riza ketahui tentang kematian Imam.


Saat itu Riza berjalan kepinggir dan tanpa di sadari Riza duduk di bekas potongan pohon yang menimpa mobil Imam yang mengakibat kan Imam meninggal, Riza duduk di situ sambil mengotak atik hp nya untuk menghubungi Beni salah satu karyawan nya di minta untuk menjemput nya sebab motor nya tiba - tiba mogok.


Sambil menunggu kedatangan Beni Riza melihat ke arah bawah sambil memperhatikan sebuah benda yang berkilau sebab terkena pantulan sinar mata hari siang itu dan lumayan membuat mata Riza silau lalu Riza pun mendekati benda tersebut lalu mencoba mengambil nya benda yang sedikit kotor sebab terkena tanah tersebut.


Dan ternyata benda tersebut sebuah gelang yang bertuliskan nama Rizal dengan jelas di saat itu Riza berfikir kok bisa ada gelang Rizal di sini namun saat Riza berfikir tiba - tiba di kaget kan oleh Beni yang sudah tiba dan menegur Riza.


"Riz........ lagi ngapain kamu?? malah bengong di situ?? "(kata Beni yang berdiri di dekat motor Riza yang sedang mogok)


"Ehhh......... iya Ben itu apa nama nya eeemmmm...... motor ku tolong cek kenapa kok tiba - tiba mogok padahal bensin nya penuh"(jawab Riza dengan sedikit gugub sebab pikiran nya masih berfikir tentang gelang yang baru saja di temukan dan bertuliskan nama Rizal)


"Aki nya mungkin yang habis Riz......."(kata Beni sambil mencoba menstater motor Riza yang tadi kata nya mogok)

__ADS_1


Namun yang terjadi motor Riza baik - baik saja dan tak ada masalah Beni pun bingung melihat nya begitu pun Riza sebab sedari tadi itu motor tak mau menyala sama sekali.


"Nah...... ini bisa Riz?? tadi kamu bilang mogok ini aki nya pun tak apa - apa kok??"(kata Beni sambil melihat motor Riza yang sudah menyala normal)


"Ihhhhh beneran Ben tadi itu mogok tak mau di stater maka nya aku hubungi kamu kalau itu motor baik - baik saja sudah sampai tujuan kali aku nya"(jawab Riza sedikit sewot pada Beni yang tak mempercayai kata - kata nya)


"Ya sudah sana lanjutkan perjalanan mu Riz aku mau balik ke produksi"(kata Beni sambil menuju ke motor nya untuk kembali ke produksi)


Sedang kan Riza masih berfikir sesekali melihat ke arah potongan pohon yang tumbang dan melihat ke arah dia berdiri saat itu sambil berfikir apakah ada hubungan nya antara Rizal dan kematian Imam??


Sepanjang perjalanan Riza kepikiran hal tersebut dan bila memang benar hal tersebut ada hubungan nya jangan harap bisa lolos Rizal dari jeratan hukum sebab Riza telah bersumpah di depan jasat Imam bahwa Riza akan menemukan pelaku nya.


Setelah Riza sampai di tempat langganan Imam memesan bambu dan Riza pun memesan bambu yang harus di beli nya lalu Riza pun berniat menemui kedua sahabat nya yang sudah berjanji bertemu di warung bakso langganan mereka bertiga.


Kurang lebih 30 menit kemudian Riza pun sampai di warung bakso yang di janji kan dan ternyata kedua sahabat nya sudah ada di situ menunggu kedatangan Riza.


"Maaf ya aku datang telat habis nya tadi aku pesan bambu dulu"(kata Riza sambil duduk di samping Yuli yang seperti biasa sibuk selfi)


"Santai saja Riz kita juga baru dateng kok bisa di kantor bos kambuh kerasukan nya"(jawab Tika sambil senyum dan memegang tangan Riza yang seperti nya panik)


"Riz......... kita kamu panggil kemari ada apa rupa nya??pasti nya mau traktir kita makan bakso ya?? mumpung lapar nih aku....... "(kata Yuli dengan mengelus perut nya dan begitu lah Yuli selalu blak - blakan kalau bicara)


"Iya........ iya sudah sana pesan sekalian aku pesan kan Yul..... "(kata Riza menyuruh Yuli pesan bakso dan minuman)


Sedang kan Riza bicara hal yang di temukan tadi saat motor nya mogok sambil menunjuk kan temuan nya pada Tika.


"Tik tadi waktu motor ku mogok dan lokasi nya tepat di mana Imam kecelakaan dan meninggal, lalu aku menemukan ini dan apa maksud dari semua ini?? "(kata Riza sambil menunjuk kan gelang yang tertulis nama Rizal)


"Rizal........ kok Rizal kan itu nama cowok yang kamu tolak lamaran nya itu nama nya Rizal kan Riz.......?? "(jawab Tika dengan bingung melihat gelang itu)

__ADS_1


"Iya benar lalu apa hubungan nya dengan kematian Imam dan aku yakin pasti ini ada hubungan nya Tik........ "(kata Riza sambil memandang tajam pada Tika)


Apakah akan terbongkar siapa dalang kematian Imam?? apakah Riza mampu menyeret Rizal ke rana hukum?? apakah hanya berbekal bukti gelang itu saja bisa terbongkar semua nya??


__ADS_2