
Hari yang sudah di janji kan keluarga pak Qoirul tiba sudah dan pasti nya di rumah Riza lumayan ramai mempersiap kan perjodohan Riza dan Rizal putra dari pak Qoirul namun hati Riza sangat hampa dan kosong dengan perjodohan itu sebab Riza tak tau siapa Rizal dan bagaimana orang nya.
Saat itu semua kawan Riza pun datang di rumah Riza dan semua menggoda Riza sebab akan menikah lagi namun Riza hanya menanggapi seada nya senyum pun hanya penghias wajah saja.
"Riz.......kamu yakin dengan perjodohan ini??"(tanya Tika yang duduk di samping Riza)
"Iya aku yakin bahkan sangat yakin....."(jawab Riza sambil senyum melihat Tika)
"Haaa.......gila kamu Riz tega banget sama Imam yang sudah banyak berkorban sama kamu dan balasan nya kamu nikah sama Rizal si play boy itu??"(kata Tika sambil membelalak kan mata nya pada Riza)
Namun Riza tak menjawab kata - kata Tika hanya senyum simpul yang mengisyarat kan agar Tika tenang saja sambil memegang tangan Tika.
Akhir nya keluarga pak Qoirul pun datang beserta Rizal dan memang dasar mata keranjang Rizal sempat - sempat nya main mata dengan kawan kantor Riza dan semua itu di lakukan Rizal di depan Riza entah apa maksud nya apakah Rizal sebenar nya menolak juga perjodohan ini atau memang tabiat nya seperti itu???
"Maaf.......kami sekeluarga datang nya sedikit terlambat biasa menunggu mama nya Rizal ke salon dulu"(kata papa Rizal sambil bersalaman dengan mama Riza)
"Ahhh.........biasa itu pak ibu - ibu saya juga begitu acara mulai jam 10 saya datang nya jam 12......."(jawab mama Riza sambil senyum renyah dan bahagia)
Kemudian mama Riza memanggil Riza untuk berkenalan dengan pak Qoirul dan keluarga nya terutama dengan Rizal calon swami nya.
"Riz.....Riza sini nak......"(panggil mama Riza pada Riza yang sedang duduk di ruang tv beserta kawan - kawan nya)
"Iya ma......sebentar"(kata Riza sambil berjalan menghampiri mama nya di ruang tamu)
Kemudian Riza pun bersalaman dengan pak Qoirul dan keluarga nya kemudian Riza duduk di samping mama nya sambil senyum manis melihat Rizal yang sangat tak sesuai dengan keinginan nya dan dalam hati Riza berkata siap - siap kamu aku permalukan di sini buaya buntung.
"Nak Riza.......ini anak saya Rizal dia anak nya baik sekolah lulusan S2 Amerika dan saat ini bekerja menjadi pemimpin perusahan milik keluarga"(kata papa Rizal sambil senyum bangga kepada Riza calon mantu nya)
"Bahagia nya saya mendapat kan mantu seperti nak Rizal ini ya??"(kata mama Riza sambil senyum dan melirik ke arah Riza)
"Bagaimana nak Riza apa menerima perjodohan ini??"(tanya mama nya Rizal pada Riza)
"Boleh saya bertanya terlebih dahulu pada Rizal sebelum saya jawab pertanyaan ibu"(kata Riza sambil senyum pada mama Rizal)
"Silah kan nak......silah kan itu lebih baik kan kalian tak saling mengenal"(kata papa Rizal sambil senyum)
__ADS_1
"Terimakasih kalau begitu....."(kata Riza sambil senyum namun sorot mata Riza seperti akan menerkam Rizal)
"Zal.......kamu sudah khatam al qur'an belum??"(kata Riza sambil memandang muka Rizal yang mulai gugub)
"Emmmmm......sudah kok memang kenapa ya kan kita mau nikah aku bukan mau melamar kerja jadi guru ngaji??"(jawab Rizal dengan angkuh nya)
"Jawab saja pertanyaan ku dengan jujur Zal tak usah protes nanti juga kamu tau"(kata Riza dengan nada datar)
"Ok.......kalau begitu mau tanya apa lagi??"(kata Rizal sambil mulai sebal)
"Baik aku lanjut kan........bagaimana dengan sholat,puasa dan zakat mu??"(kata Riza yang menunggu jawaban Rizal)
"Aku sholat kok meski sering bolong - bolong sebab kan aku harus kerja kadang lembur jadi tak sempat sholat, kalau puasa aku juga puasa bila romadhon, kalau masalah zakat kan masih ada mama dan papa ku jadi mereka lah yang urus"(kata Rizal menjelaskan dengan cuek nya dan memang seperti itu ada nya kondisi Rizal)
"Ini pertanyaan ku terakhir........apa kamu siap nanti membawa aku dan anak - anak ku ke syurga??"(kata Riza dengan senyum renyah)
"Gila kali kamu ya mana mungkin aku bisa membawa mu ke syurga sedangkan aku saja masih suka dugem......upppssss"(kata Rizal keceplosan mengatakan aib nya di depan Riza dan mama nya beserta tamu - tamu)
"Baik sekarang saya putus kan bahwa saya tak bisa menerima Rizal sebagai swami saya sebab saya mau menikah hanya dengan yang tau syareat Alloh dan tujuan saya menikah lagi untuk ibadah dan mencari ridho Alloh"(kata Riza sambil senyum memandang papa mama nya Rizal yang memerah wajah nya mendengar jawaban Rizal yang memalukan)
Kemudian Riza pun masuk kedalam untuk menemui kawan - kawan nya sambil senyum lega dan ternyata di samping rumah Riza ada Imam yang sedang bermain dengan kedua putri nya sambil senyum Imam memandang ke arah Riza hal itu yang mampu menguat kan hati Riza.
Setelah itu Riza keluar ke samping rumah untuk menemui Imam dan anak - anak nya.
"Bagaimana mi beres perjodohan nya??"(kata Imam dengan senyum hampa)
"Beres lah bi......apa sih yang tak beres mana mau aku menikah dengan buaya seperti itu??"(kata Riza sambil duduk di samping Imam)
"Mi......itu orang bukan buaya salah lihat mungkin umi"(kata Imam menggoda Riza biar tak manyun terus)
"Apaan sih bi ihhh nyebelin deh......."(kata Riza sambil menyubit lengan Imam)
Kemudian mereka bercanda sekedar nya sedangkan mama Riza dan papa nya Rizal bersepakat akan membicarakan hal ini lain waktu dan keluarga pak Qoirul lumayan malu kepada mama Riza atas sikap anak nya.
Kemudian keluarga pak Qoirul pun memohon pamit pada mama Riza dan Riza mereka pulang dengan membawa malu karena ulah anak nya sendiri.
__ADS_1
"Bu.....saya mohon maaf sebanyak - banyak nya atas kejadian itu tadi"(kata mama Rizal pada mama Riza)
"Iya bu......tak apa - apa saya juga minta maaf atas sikap Riza dan saya tak menyangka Riza akan mempertanyakan hal tersebut"(kata mama Riza dengan sedih sebab batal lah perjodohan itu)
"Baik lah bu kalau begitu saya dan keluarga mohon pamit dahulu"(kata papa Rizal dengan sedih)
"Silah kan pak maaf kalau di sini bapak sekeluarga tak di jamu hanya menemukan air saja"(kata mama Riza dengan basa basi)
Kemudian mereka sekeluarga berjalan keluar dari rumah Riza dan saat Rizal akan masuk mobil melihat Imam sambil menggendong Aisyah dan tersenyum pada Rizal saat itu Rizal berfikir bahwa Imam lah yang membuat perjodohan ini gagal dan masih saja Rizal tak menyadari atas kesalahan nya.
Setelah keluarga pak Qoirul pulang tak lama kemudian kawan - kawan Riza dan Imam pun mohon pamit kepada Riza sebab sudah sore setelah itu Riza beberes rumah dan mencuci gelas dan piring kotor di dapur.
"Riz.......apa maksud kamu bertanya seperti itu pada Rizal??"(tanya mama Riza sambil duduk di ruang makan)
"Tujuan ku biar mama dan orang tua Rizal tau bagaimana anak nya dan mama juga tau bagaimana Rizal bila aku yang bicara mama tak akan percayakan?"(kata Riza dengan senyum sambil masih melanjut kan mencuci piring)
"Lalu kamu mau mencari pendamping hidup yang seperti apa sih Riz.......asal kamu tau di dunia ini tak ada yang sempurna nak??"(kata mama Riza sambil sedih atas sikap anak nya)
"Aku mau menikah hanya dengan orang yang baik untuk ku, untuk anak - anak ku, dan paling utama bisa membimbing aku bisa lebih dekat dengan Alloh bukan swami yang hanya buat dosa saja"(jawab Riza sambil meletak kan piring dan gelas yang sudah di cuci di rak piring)
Saat itu mama Riza hanya bisa diam tak mampu membalas kata - kata Riza sebab mama Riza tau siapa yang Riza maksud itu.
Di sisi lain ibu Imam menunjuk kan foto seorang gadis kepada Imam yang sedang duduk di teras rumah nya sambil minum kopi.
"Mam..........menurut kamu cantik tak?"(kata ibu Imam sambil menunjuk kan foto pada Imam)
"Cantik........siapa itu bu??"(kata Imam singkat dan melihat foto itu sekilas di meja dekat gelas kopi nya)
"Itu Indah mam........anak nya bude Sus, anak nya baik, sopan dan baru lulus sekolah S1 jurusan sekretaris"(kata ibu Imam sambil senyum - senyum berharab Imam peka dengan maksud ibu nya)
"Cantik sih cantik bu tapi buat orang tua nya masuk neraka gadis itu"(kata Imam sambil melihat ke depan)
"Lo......kok bawa masuk neraka sih Mam....ngaco saja kamu itu kalau ngomong"(kata ibu Imam dengan bingung mendengar jawaban anak nya yang aneh)
"Bukan ngaco bu memang benar kok.......itu bukti nya sudah dewasa tak memakai hijab di tambah lagi pakek baju nya kurang bahan bagaimana nanti di akherat orang tua nya mempertanggung jawab kan coba?"(jawab Imam dan ibu Imam hanya bisa diam sambil berfikir salah lagi rupa nya ibu ini)
__ADS_1
Sejak itu mama Riza menyadari bahwa antara Imam dan Riza sudah tak bisa lagi di pisah kan begitu juga ibu Imam yang serasa kehabisan akal untuk menjodoh kan Imam dengan siapa pun selalu di tolak nya mau yang berhijab atau tak berhijab selalu di tolak Imam dengan berbagai alasan.
Lalu apakah Imam segera mendapat kan restu dari mama Riza atau kah Imam masih harus berjuang lagi demi cinta dan sayang nya??dan bagaimana dengan Riza yang selama ini berjuang sendiri membesar kan anak - anak nya dengan pandangan sebelah mata dengan status yang di sandang oleh Riza??