Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XII~ REPLAY


__ADS_3

Waktu berjalan begitu cepat nya tak terasa sudah saat nya untuk kembali ke kota lagi meski terbersit di wajah Riza dan mama nya tak ingin berpisah namun om dan tante Riza sudah mengajak Riza untuk kembali ke jakarta pagi - pagi.


"Sayang dedek Aliya tinggal sama nenek saja ya biar nenek ada teman nya??"(kata mama Riza sambil menimang dan mencium cucu nya di kamar)


Sedangkan Riza sedang menyiapkan barang -barang bawak an nya di tata nya dalam tas sambil dalam hati Riza sebenar nya berat untuk kembali ke jakarta dan bertemu Endar.


"Mama kalau rindu kan bisa telefon to??"(jawab Riza sambil menahan sesak didada menahan air mata nya)


"Riz.......sudah di siap kan semua belum barang - barang mu yang mau kamu bawa??"(tanya om santos kepada Riza sambil membawa koper untuk di masuk kan kedalam bagasi mobil)


"Sudah om......"(kata Riza sambil membawa koper menuju ke teras rumah nya)


"Bude......Destian pamit dulu ya"(kata Destian mendekati mama Riza)


"Iya le....hati - hati di jalan ya nak jangan nakal yang nurut sama ayah dan bunda mu"(kata mama Riza sambil menciumi pipi dan kening Destian)


"Mbak saya juga pamit minta maaf kalau selama di sini sudah merepot kan mbak"(kata Dwi bunda Destian sambil mencium pipi mama Riza)


"Iya Wi......sama - sama mbak juga minta maaf selama kalian di sini tak bisa menyuguhi apa - apa"(jawab mama Riza sambil senyum)


Kemudian Riza mengambil Aliya dari gendongan mama nya sambil mulai menetes lah air mata nya yang tak mampu lagi tertahan.


"Ma.....Riza pamit dulu ya....."(kata Riza sambil memeluk mama nya dan memcium tangan mama nya)


"Iya Riz......hati - hati di jalan ya nak nanti kabari mama kalau sudah sampai jakarta biar mama tak khawatir"(kata mama Riza sambil mencium Riza dan menyeka air mata Riza)


Kemudian mereka ber empat masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju jakarta.


Selama perjalanan Riza chat dengan Imam


dan sedari dulu mereka berdua tak memiliki suatu status yang jelas hanya saling memberi perhatian dan itu membuat mereka terasa hidup lagi setelah beberapa tahun mereka berdua serasa mati jiwa nya.


"Cieeeeee......kakak kok dari tadi senyum - senyum sambil chat jangan - jangan nih....."(goda Destian yang duduk di samping Riza)


"Apaan sih bang orang cuma sama teman kok "(kata Riza sambil melanjut kan membalas chat dari Imam)


Selama perjalanan mereka ber empat saling bercanda hingga perjalanan tak terasa melelah kan.


Hingga sekitar sore mereka baru sampai di jakarta dan seperti nya Riza menginap di rumah om dan tante nya sebab belum di jemput Endar sampai malam.


Ke esokan hari nya sekitar jm 9 pagi Endar baru menjemput Riza ke rumah om nya Riza.


Seperti biasa sesampai nya di rumah Riza bebena rumah yang berantakan selama di tinggal Riza pulang kampung sudah seperti kapal yg di hantam sunami.


Kurang lebih sekitar jm 4 sore Riza baru beres bebena rumah dan seperti biasa pula kebiasaan Endar jam segitu baru pulang dari tempat nongkrong nya untuk mandi,ganti baju lalu makan setelah adzan magrib pasti sudah pergi lagi entah kemana baru kembali pulang tengah malam.

__ADS_1


Namun kini Riza tak merasa kesepian selama di tinggal oleh Endar sebab ada Imam yang menemani chat atau telefon.


Riza pun makin ceria tak kusut seperti dulu yang serasa hidup nya sudah berakhir hingga suatu siang saat Riza belanja untuk keperluan Aliya bertemu sahabat nya saat kuliah dulu.


"Kamu.....kamu....Riza kan??"(kata seorang wanita yang sedang belanja juga di suatu pertokoan)


"Maaf......iya benar siapa ya??"(kata Riza sambil menjabat tangan wanita yang sedang hamil tersebut)


"Ya Alloh.......aku Halimah masa kamu lupa Riz??"(kata wanita itu sambil senyum lebar)


"Astowfirullohaazim ya Alloh Halimah sampai pangling aku habis nya kamu gemuk banget sekarang"(kata Riza sambil tertawa lepas memeluk sahabat nya itu)


"Iya lah gimana tak gemuk sedang hamil aku Riz..."(kata Halimah sambil senyum dan mengelus perut nya)


"Alhamdulillah anak yang ke berapa Mah??"(tanya Riza sambil mengelus perut Halimah)


"Anak pertama ku Riz doain ya lancar semua nya"(kata Halimah sambil menggandeng tangan Riza menuju kasir)


"Aminn......insyaallah semua nya lancar Mah"(kata Riza sambil meletak kan belanjaan nya di kasir)


"Riz......anak kamu umur berapa lucu banget gendut lagi jadi ingin gigit deh"(kata Halimah sambil mencubit lembut pipi Aliya yang sedang tidur)


"Baru umur 6 bulan Mah tapi minum susu nya kuat jadi sampai aku bantu susu formula"(kata Riza sambil membayar belanjaan nya ke kasir)


Riza pun masih menunggu Halimah beres membayar belanjaan nya lalu mereka berdua berjalan menuju pintu keluar toko tempat mereka belanja.


"Riz.....boleh tak aku main ke rumah mu jenuh ni di rumah swami ku lagi luar kota jadi aku sendirian di rumah"(kata Halimah kepada Riza)


"Ya ayo kalau main ke rumah seperti sama siapa saja kamu itu Mah"(kata Riza sambil senyum kapada Halimah)


Sepanjang perjalanan ke rumah Riza mereka berdua bercerita dan mengenang masa - masa kuliah dulu yang penuh kelucuan tiba - tiba hp Riza berbunyi bukan lain Imam yang menelfon nya.


"Assalamualaikum Riz kamu sedang di mana kok aku chat dari tadi tak kamu balas kamu tak apa - apa kan??"(kata Imam dari telefon)


"Wa'alaikumussalam Mam maaf Mam tadi aku sedang belanja tak dengar kamu chat ini saja baru menuju pulang"(kata Riza menjelaskan kepada Imam)


"Oh......belanja alhamdulillah kalau kamu tak apa - apa Riz aku hanya khawatir saja itu tadi"(kata Imam dengan bernada lega mendengar Riza baik - baik saja)


"Iya Mam......nanti sambung lagi ya sebab berisik di sini"(kata Riza yang sambil berjalan dan mematikan hp nya)


"Swami mu Riz???"(tanya Halimah sedikit penasaran)


"Eeemmmmmm.........Mah beli es cendol yok"(kata Riza mengalih kan pembicaraan)


Kemudian mereka berdua pun membeli es cendol sambil masih bercerita hal - hal memori semasa kuliah.

__ADS_1


Kurang lebih 15 menit kemudian mereka berdua sampai lah di rumah Riza dan kebetulan Endar sedang di rumah sedang menyiap kan burung yang akan di bawa nya lomba siang itu.


"Hayyy.......Ndar makin gendut saja kamu"(sapa Halimah ke pada Endar sambil senyum)


"Wah.......wah kedatangan tamu cantik ni....bisa saja kamu Mah,bagaimana kabar kamu Mah??"(kata Endar sambil menjabat tangan Halimah dan tersenyum)


"Alhamdulillah baik kamu kerja di mana sekarang Ndar??"(tanya Halimah sambil duduk di teras rumah Endar dan menikmati es cendol)


"Ahh......begini saja mau kerja apa tau sendiri cari kerja jaman sekarang seperti nyari berlian di dasar laut Mah"(jawab Endar sambil memasuk kan pakan burung yang mau di bawa lomba)


Sebelum sempat Halimah menjawab kata - kata Endar datang kawan Endar menjemput untuk berangkat lomba burung.


"Mah......aku jalan dulu ya lanjut saja ngobrol nya sekalian temanin istri ku hehehe......"(kata Endar sambil berlalu pergi dari hadapan Halimah)


"Sial memang nya aku satpam apa??"(kata Halimah sambil senyum)


Sambil diam Halimah membatin pantasan Riza kurusan tak kerja swami nya rupa nya lalu untuk kebutuhan mereka sehari - hari dari mana di tambah sudah punyak anak lagi??gumam batin Halimah.


"Nah.......malah melamun......"(kata Riza sambil senyum sambil membawa sepiring puding untuk di suguh kan pada Halimah)


"Sial.....ayam.....ayam......ihhh.....apaan sih Riz kaget tau"(kata Halimah yang benar - benar kaget)


"Lagian siang - siang melamun yang ada kesambet kamu Mah...."(kata Riza sambil duduk di samping Halimah)


"Riz......itu swami kamu mau tak kerja ikut sama swami ku seperti nya kemaren aku dengar tempat kerja swami ku butuh orang deh"(kata Halimah sambil mencoba menghubungi swami nya lewat telefon)


"Serius Mah boleh dong kalau ada nanti biar aku bicara sama Endar"(jawab Riza dengan penuh antusias)


Beberapa jam kemudian pulang lah Halimah dan sekitar jam 7 malam Endar baru sampai rumah setelah mandi dan setelah makan Endar rupa nya bergegas akan keluar lagi namun Riza mencoba menghentikan Endar untuk membicarakan lowongan pekerjaan yang di kata kan Halimah namun seperti nya bukan mendapat kan respon yang baik malah Endar merasa di remeh kan dan di atur - atur istri nya.


Malam itu pun seperti biasa setelah Endar pergi tak lama kemudian Imam menelfon Riza sebelum tidur.


"Assalamualaikum Riz........"(kata Imam dari telefon)


"Wa'alaikumussalam Mam...."(jawab Riza dengan nada swara yang berbeda sebab sedang menangis)


"Riz.......kamu kenapa apa kamu sedang sakit atau ada masalah apa coba kamu cerita siapa tau aku bisa bantu??"(kata Imam dengan nada khawatir)


"Biasa Mam itu tadi barusan aku berantam sama papa nya Aliya"(jawab Riza sambil masih menahan sesak di dada)


"Astowfirullohalazim ya Alloh yang sabar ya Riz banyak istiqfar"(kata Imam yang mampu menenangkan hati Riza)


Kemudian mereka berdua pun bercakap - cakap lumayan lama dan selama percakapan Imam mencoba menghibur Riza agar tak sedih lagi.


Semua itu berjalan begitu saja hingga mulai timbul kembali benih - benih cinta antara Riza dan Imam.

__ADS_1


__ADS_2