
Sepulang kerja Riza berniat mampir ke rumah Imam untuk menengok keadaan Imam apa benar Imam sedang depresi berat seperti yang di kata kan May adik Imam dan Tika sahabat nya sebab sudah hampir 3 minggu Imam tak bisa di hubungi no tlf nya.
Sekitar 15 menit Riza sampai lah di depan rumah Imam dan kebetulan di depan rumah Imam ada ibu Imam yang sedang menyapu halaman.
"Assalamualaikum bu......"(kata Riza turun dari motor nya dan menghampiri ibu Imam dengan senyum)
"Wa'alaikumussalam. ......"(kata ibu Imam sambil menghentikan menyapu nya dan menengok ke arah Riza)
"Imam ada bu......."(kata Riza sambil mencium tangan ibu Imam)
"Oh nak Riza to ini tadi ibu pikir siapa??ada.....ada di dalam mari masuk sebentar ibu panggil kan Imam dulu ya nak"(kata ibu Riza sambil senyum dan memegang pundak Riza)
"Iya bu......."(kata Riza sambil berjalan mengikuti ibu Imam masuk kedalam rumah)
Kemudian Riza pun duduk di ruang tamu sedang kan ibu nya Imam masuk ke dalam untuk memanggil Imam di dalam kamar sedang diam dan meneteskan air mata.
"Mam.....itu ada Riza temui dulu gih nak"(kata ibu Imam sambil mengelus kepala Imam sambil menahan sesak di dada melihat kondisi Imam)
Imam pun menuruti kata - kata ibu nya tanpa menjawab sepata kata pun hanya berjalan menuju ruang tamu di mana Riza duduk dengan tatapan kosong.
Kemudian Imam di duduk kan ibu nya di sofa sambil berkata pada Riza.
"Begini lah kondisi Imam saat ini nak Riza......"(kata ibu Imam sambil tak mampu lagi menahan air mata nya jatuh di pipi)
Dan Riza pun tak mampu berkata - kata melihat kondisi Imam yang begitu parah.
"Ya sudah ibu tinggal masuk dulu ya nak...."(kata ibu Imam sambil senyum dan mengelus kepala Imam)
Riza hanya mengangguk dan melihat Imam yang masih meneteskan air mata nya entah apa yang membuat Imam bisa separah itu.
"Bi.......kenapa abi seperti ini ada masalah apa bi cerita pada umi jangan di pendam sendiri"(kata Riza sambil mendekati Imam dan membasuh air mata Imam di pipi nya)
Namun Imam masih diam tak menjawab sepatah kata pun hanya menangis dan menangis.
"Bi.........tolong bicara ada masalah apa jangan buat umi makin merasa bersalah bi......"(kata Riza sambil tak mampu menahan air mata nya yang makin deras)
__ADS_1
"Apa aku tak berhak bahagia???apa aku hidup hanya untuk di hina,di caci dan di remehkan??ternyata semua pengorbanan ku sia - sia tetap saja aku orang miskin, aku harus tau diri......"(kata Imam dengan pandangan kosong dan air mata nya deras mengalir di pipi nya)
"Tak ada bi yang berfikir seperti itu semua sayang sama kamu bi jangan berkata seperti itu ingat kamu sudah berhasil bi kamu sudah jadi bos besar saat ini kamu berhasil bi tak ada yang sia - sia........"(kata Riza mencoba mengubah pola fikir Imam yang negatif thinking)
"Hahahahaha........aku Imam anak tukang gorengan anak orang miskin mana mungkin berhak bahagia sebab kebahagiaan hanya untuk orang kaya seperti kalian"(kata Imam sambil tertawa dalam tangis)
Kemudian ibu Imam pun keluar dari dalam sambil membawa minum untuk Riza.
"Mam......istigfar nak ingat ini ada nak Riza Mam......"(kata ibu Imam sambil meletak kan secangkir teh)
"Trimakasih bu........bu sejak kapan Imam seperti ini sebab saya hubungi tak bisa sejak 3 minggu yang lalu"(kata Riza sambil memegang tangan Imam sambil masih menangis)
"Kalau tak salah semenjak pulang dari rumah nak Riza hanya waktu itu belum separah ini Imam masih bisa berangkat kerja sedangkan parah - parah nya kurang lebih 2 minggu ini nak"(kata ibu Imam menjelaskan kondisi Imam pada Riza)
Kemudian Riza pun berbincang - bincang sejenak mencari solusi untuk kesembuhan Imam agar bisa kembali berakhtifitas kembali.
Kurang lebih 1 jam Riza di rumah Imam lalu Riza meminta izin untuk pulang sebab waktu semakin sore dan ibu Imam pun mengantar Riza sampai teras rumah nya kemudian Riza pun berlalu dari hadapan ibu Imam.
Sesampai nya di rumah seperti biasa Riza beberes rumah dan memandikan anak - anak nya setelah sholat isaq Riza mencoba menghubungi sahabat nya yaitu Tika untuk meminta pendapat nya.
"Wa'alaikumussalam Riz........ada apa ni tumben malam - malam telfon aku?"(kata Tika sambil senyum)
"Begini Tik aku tadi sore pulang kerja mampir ke rumah Imam hanya sekedar ingin tau kondisi nya apa benar seperti yang kamu bilang?"(kata Riza menjelaskan kepada Tika)
"Heeeemmmmm........lalu gimana menurut mu Imam apakah baik - baik saja apa parah menurut mu kondisi nya Riz.....?"(tanya Tika sambil mendengarkan Riza)
"Iya Tik.......benar kata mu parah banget kondisi Imam aku jadi merasa sangat bersalah dengan kondisi dia"(kata Riza dengan nada pelan)
"Mama........mama......siapa yang telefon??"(kata Aliya putri Riza)
"Tante Tika yang telefon......."(kata Riza dengan menahan air mata nya jatuh)
"Oh........kirain abi yang telefon"(kata Aliya dengan nada kecewa)
"Mama........kok abi tak pernah telefon sekarang kemana abi ma......"(kata aisyah sambil bermain masak - masakan)
__ADS_1
"Abi sedang kerja luar kota nanti juga kalau sudah pulang pasti telefon"(kata Riza sambil tak mampu lagi menahan air mata nya)
"Tik.......kamu dengar sendiri kan bagaimana dekat nya anak - anak ku sama Imam sedangkan saat ini kondisi Imam seperti itu"(kata Riza sambil masuk dalam kamar sebab tak mau sampai anak - anak nya tau kalau Riza menangis)
"Iya Riz aku tau dan aku dengar kok kalau anak - anak mu selalu mencari Imam"(kata Tika yang turut prihatin dengan kondisi Riza dan anak - anak nya)
"Lalu menurut kamu aku harus bagaimana Tik satu sisi mama ku tak merestui hubungan ku dengan Imam di sisi lain anak - anak ku sudah sedekat itu dengan Imam di tambah lagi saat ini kondisi Imam seperti itu??"(kata Riza dengan nada sedikit menahan tangis nya agar tak terdengar anak - anak nya)
"Emmmmmmmm.......apa kamu sudah coba bicara pada mama mu Riz......tentang kedekatan anak - anak pada Imam dan ketulusan Imam pada kalian??"(kata Tika mencoba memberi solusi pada Riza)
"Apa kamu bilang aku kamu suruh bicara pada mama ku masalah Imam gila kamu ya Tik???"(kata Riza dengan nada sedikit berteriak namun tertahan)
"Lo.......kenapa Riz kan tak ada salah nya kan kita mencoba mungkin dengan kamu berbicara masalah Imam pada mama mu lalu mama mu bisa berubah pikiran gitu"(kata Tika memperjelas solusi nya)
"Tik..........saat ini mama ku sangat benci pada Imam bahkan anak - anak pun di larang memanggil abi pada Imam kurang lebih nya anak - anak ku di jauh kan dari Imam"(kata Riza menceritakan kondisi hubungan mama nya dan Imam)
"Lalu kamu mau nya bagaimana??Riz kalau kamu tak bicara dengan mama mu dan kamu hanya menunggu keajaiban pasti Imam sudah dapat gelar baru ya itu almarhum"(kata Tika membuka pola pikir Riza)
"Tapi bila aku bicara saat ini tentang Imam ke pada mama sudah terlambat Tik sebab mama sudah terlanjur membenci Imam"(kata Riza sambil menghapus air mata nya)
"Riz tak ada kata terlambat selama kita mau berusaha bagi aku lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali"(kata Tika memotifasi Riza agar berani memperjuangkan cinta nya)
"Tapi Tik.......aku......aku tak mau gagal lagi seperti dulu sebab aku tak mendapat restu dari mama ku??"(kata Riza sambil teringat lagi kegagalan pernikahan nya)
"Riz aku tau restu dari orang tua itu perlu lalu bagaimana bila ada yatim piatu yang akan menikah minta restu pada siapa mereka apa yang akan menikah tau bahwa orang tua nya yang sudah meninggal tak merestui atau merestui??"(kata Tika menjelaskan pada Riza)
"Iya tapi kan beda cerita nya Tik kalau yatim piatu sedangkan mama ku masih hidup?"(kata Riza sambil berfikir)
"Inti nya Riz kita mau berhasil,kita mau gagal,kita mau hancur atau kita mau bahagia itu semua keputusan di tangan kita tak ada urusan nya dengan orang lain sekarang kembali ke diri kamu sendiri bagaimana jangan pernah mengkambing hitam kan masalalu mu dengan yang akan kamu hadapi saat ini"(kata Tika dengan nada tegas agar Riza segera sadar dan bangkit jangan terus mau di siksa dengan keadaan)
"Iya Tik aku faham makasih ya Tik kamu sudah mau menasehati ku"(kata Riza sambil masih bingung harus bagaimana)
"Ya sudah sekarang kamu putus kan sendiri kamu tanya pada hati mu apa kamu masih mau tetap seperti ini atau kamu mau perjuang kan cinta mu dan kamu merasa kan bahagia di ujung usia mu"(kata Tika memberi pilihan pada Riza)
Lalu Riza pun mengakhiri telefon nya dengan Tika sebab anak - anak nya rewel minta di kelonin, sambil menidurkan anak - anak nya Riza sambil berfikir tentang kata - kata Tika sedang kan di hati Riza mulai bergejolak sebab Riza tak mau di sebut durhaka dengan orang tua nya di sisi lain masih membekas kegagalan rumah tangga Riza yang dulu dan selalu mama nya berkata bahwa begitulah akhir nya bila tak mendapat restu dari orang tua akan hancur sedang kan di sisi lain Riza tak tega melihat anak - anak nya yang selalu menanyakan Imam.
__ADS_1
Lalu tindakan apakah yang akan di ambil Riza??apakah mengikuti kata - kata Tika demi mendapat kan kebahagia an nya??atau kah akan berkutat dalam kutuk orang tua nya??atau mungkin Riza meninggal kan Imam yang sedang depresi berat???