Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XVIII~ DEPRESI BERAT


__ADS_3

Hari minggu yang begitu cerah namun tak secerah hati Imam yang makin parah depresi nya.


Imam memiliki masalalu yang lumayan suram sejak usia 10 tahun Imam di tinggal meninggal oleh ayah nya sejak saat itu mehidupan keluarga Imam berubah drastis.


Ibu nya berjuang sendirian untuk membesar kan Imam dan May hingga banyak cemohan dan hinaan yang harus Imam terima dari warga sekitar namun semua itu bukan membuat surut semangat nya Imam semakin giat dalam belajar dan bekerja agar bisa membuktikan bahwa keluarga nya sama dengan keluarga yang lain dan tak dihina lagi.


Namun seperti nya semua usaha Imam tak mampu merubah image masyarakat sekitar terutama mama Riza yang masih menganggab Imam dan keluarga nya berbeda status sosial nya dan hal itu lah yang menimbul kan luka lama dalam hati Imam dan kini Imam menjadi jiwa yang keras,kasar dan brutal.


Siang itu May dan swami nya datang ke rumah Imam seperti biasa setiap hari minggu May dan Udin menengok ibu nya.


"Assalamualaikum. .......mas ibu ada?"(kata May sambil mencium tangan Imam)


"Wa'allaikumusallam.........ada itu di dalam"(kata Imam dengan datar sambil duduk di teras rumah nya)


"Mas..........."(kata Udin swami May sambil cium tangan Imam dan berjalan masuk kedalam mengikuti May sambil melihat Imam sekilas)


"Assalamualaikum. ..........ibu sedang apa?"(kata May sambil menghampiri ibu nya yang sedang ada di dapur sedang memasak)


"Wa'alaikumussalam. .......lahhhh ibu belum beres masak nya anak ibu yang cantik sudah datang"(kata ibu nya sambil senyum kepada May dan Udin)


"Sudah sini aku bantuin masak nya biar lekas beres bu"(kata May sambil duduk di samping ibu nya)


"Wah kebetulan ada Udin bisa ibu mintai tolong ambil kan kelapa di belakang tadi ibu lupa minta tolong sama mas mu"(kata ibu sambil senyum pada Udin)


Udin pun bergegas berjalan ke belakang rumah untuk mengambil kelapa.


"Bu.........gimana hubungan mas Imam sama mbak Riza apa sudah datang ke rumah mbak Riza mas Imam bu.....?"(tanya May sambil mengupas kentang)


"Sudah sih........cuma kata nya ibu nya Riza menolak mas mu jadi nya gitu mas mu May seminggu ini lebih sering diam melamun dan marah - marah"(kata Ibu sambil sedih melihat kondisi Imam)


"Kok begitu bu apa mbak Riza tak membantu nya bicara pada ibu nya atau gimana?"(kata May sambil mengernyitkan dahi)


"Ibu juga kurang tau May orang mas mu hanya cerita begitu ke ibu lalu masuk kamar nya mas mu"(kata ibu sambil meletak kan baskom berisi sayuran)


"Bu.....kelapa nya di kupas dan di parut sekalian tak?"(tanya Udin yang baru turun dari pohon kelapa)


"Iya......Din sekalian saja biar lekas matang sayur nya.....oh iya ibu tinggal ke warung sebentar ya....."(kata ibu sambil berjalan keluar menuju warung)


Tak begitu lama datang lah Imam masuk dapur untuk mengambil air minum di kulkas.

__ADS_1


"Mas.........gimana bisnis mu aku lihat makin lancar saja....."(kata May mencoba mengajak bicara Imam)


"Bukan urusan mu........"(kata Imam sambil berjalan menuju ruang tv dan menonton acara MTV)


"Astowfirullohalazim gitu amat jawab nya"(gumam May sambil melanjut kan memasak)


Lalu ibu May datang dan melanjut kan memasak sambil menceritakan kondisi Imam selama ini yang lumayan membuat ibu nya cemas dengan sikap Imam yang berubah.


"Bu......kenapa tak ke ustad apa kiyai gitu minta bantuan mereka buat mas Imam?"(kata Udin sambil meletak kan santan di baskom)


"Ayah ini aneh memang nya mas Imam kesambet apa kok malah ke kiyai?"(kata May sambil manyun)


"Bukan begitu maksud nya bun......kita ke kiyai apa ustad minta biar hati mas Imam lebih tenang"(kata Udin menjelaskan kepada May)


Belum sempat May dan ibu nya menjawab tiba - tiba terdengar suara gelas pecah dan bau ada yang terbakar sambil terdengar Imam berteriak.


"Haaaaaaa........pyaaaarrrrr.......haaaaaa....."(teriak Imam yang mampu membuat May,Udin dan ibu nya kaget)


"Ya Alloh.......kenapa mas mu May......."(kata ibu sambil berlari melihat Imam di ruang tv)


Ternyata Imam sedang duduk di pojokan kursi sambil jongkok dan kedua tangan nya memegang kepala nya sambil menangis histeris berteriak - teriak.


"Kenapa semua menghina ku..........apa salah ku.........kenapa semua memojok kan aku....."(kata Imam sambil menangis histeris)


"Benar Mam......kita semua sayang sama kamu nak istigfar nak......"(kata ibu Imam sambil memeluk Imam dan menangis sedih)


Beberapa saat kemudian Imam mulai tenang namum pandangan nya masih kosong menerawang entah apa yang di fikirkan.


"Bu.....tak bisa di biarkan ini mbak Riza harus tau kondisi mas Imam seperti itu gara - gara keluarga nya"(kata May sambil emosi)


"Jangan nak kita harus tau diri siapa kita dan siapa mereka yang ada kita akan di permalukan dengan keluarga nya"(kata ibu sambil masih menangis)


"Sudah ibu tenang saja aku sebagai adik tak akan terima mas Imam seperti itu gara - gara mereka"(kata May sambil melangkah pergi dari hadapan ibu nya dengan emosi)


"Din.......kejar May ajak pulang jangan sampai datangi rumah Riza"(kata ibu dengan gugub sebab khawatir anak nya akan berbuat nekad)


"Iya bu........"(kata Udin sambil mengejar May)


Di sisi lain Riza pun hanya bisa menangis,menangis dan menangis dengan semua yang terjadi di tambah lagi anak - anak Riza selalu menanyakan Imam dan Riza hanya menjawab bahwa Imam sedang bekerja agar anak nya tak bertanya lagi.

__ADS_1


Namun yang terjadi Aisyah putri ke dua Riza sakit demam yang sangat tinggi sebab kurang lebih 2 minggu Imam tak menemui nya telefon dan video call pun tak di lakukan Imam mungkin Aisyah menahan rindu pada Imam hingga demam tinggi namun Riza tak bisa berbuat apa - apa.


Pada hari sabtu kebetulan Riza sedang libur bekerja dan tak ada acara kemana - kemana sekitar jam 2 siang May mendatangi rumah Riza dengan tujuan memberi tau Riza kondisi Imam yang makin parah.


"Assalamualaikum. ........"(kata May sambil mengetuk pintu rumah Riza)


"Wa'allaikumusallam........"(kata mama Riza sambil membuka kan pintu)


"Maaf bu.......mbak Riza ada?"(kata May sambil senyum pada mama Riza)


"Ada May.......masuk May sebentar ibu panggil kan"(kata mama Riza sambil senyum mempersilah kan May masuk)


Tak begitu lama Riza pun keluar dari dalam sambil membetul kan hijab nya untuk menemui May.


"Ehhhhh May.......tumben ada apa May"(kata Riza sambil senyum pada May)


"Mbak Riza repot tak?kalau tak repot bisa minta tolong tak temani aku belanja ke butuhan bayi sebab yang pasti mbak Riza lebih berpengalaman deh....."(kata May sambil senyum padahal bukan itu inti nya menemui Riza)


"Boleh ayo May kebetulan aku juga mau belanja kebutuhan anak - anak.....tunggu sebentar ya aku ganti baju dulu"(kata Riza tak berfikir macam - macam)


Kurang lebih 45 menit kemudian May dan Riza telah sampai di pusat pembelanjaan dan May sengaja mengajak Riza makan sup buah.


Dan mereka berdua pun masuk dalam warung sup buah dan memesan nya saat itu lah May mulai menanyakan keseriusan Riza pada Imam.


"Mbak maaf bukan maksud aku ikut campur masalah hubungan mbak sama mas Imam tapi aku sebagai adik mas Imam tak bisa terima bila sampai terjadi apa - apa sama mas Imam"(kata May dengan tegas pada Riza)


"Tunggu - tunggu memang Imam kenapa May apa yang terjadi sama Imam?sebab sudah 2 minggu lebih Imam tak bisa aku hubungi"(kata Riza menjelaskan pada May)


"Kenapa mbak tak datang kerumah untuk melihat kondisi mas Imam?apa karana kita orang miskin jadi haram bagi kalian menginjak kan kaki ke rumah kami"(kata May yang mulai tersulut emosi)


"Bukan May.....bukan seperti itu maksud ku....."(kata Riza sambil tak mampu melanjut kan kata - kata nya sebab merasakan sesak di dada nya)


"Mbak bila memang mbak Riza serius dengan mas Imam perjuangkan jangan hanya mas Imam yang berjuang seperti ini dong"(kata May menyudut kan Riza dengan kata - kata nya)


"Aku harus bagaimana lagi May sedang kan mama ku tak setuju sedang kan dari awal aku sudah bilang pada Imam bahwa aku mau di ajak nikah asal mendapat restu dari mama ku"(kata Riza yang mulai jatuh air mata nya di pipi)


"Aku tau mbak masalah itu tapi kalian harus berjuang bersama untuk mendapat kan restu dari mama nya mbak tak bisa lah bila mas Imam sendiri yang mbak suruh berjuang sedang kan mbak hanya diam saja pasrah sama saja mbak Riza memang tak ada niat serius dengan mas Imam"(kata May sambil emosi melihat Riza yang tak berbuat apa - apa demi cinta nya)


"Iya aku tau May apa maksud mu....."(kata Riza sambil menahan sesak di dada nya)

__ADS_1


"Ya sudah bila mbak faham dan besok lihat kondisi mas Imam biar mbak lihat seberapa besar cinta dan sayang nya mas Imam pada mbak"(kata May sambil beranjak dari tempat duduk nya dan meninggal kan Riza)


Sambil memegang kening nya merasa pusing dengan masalah - masalah yang datang di hidup nya apa tak berhak bahagia diri nya serasa ingin berteriak sekeras mungkin Riza untuk melepaskan sesak di dada nya namun semua itu tak mungkin dan entah sampai kapan Riza akan selalu menangis dan menangis.......


__ADS_2