Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XXVIII~ HUJAN AIR MATA


__ADS_3

Akhir nya saat yang di nanti - nantikan tiba juga tepat nya setelah sholat jum'at Riza dan Imam melaksanakan ijab qobul di masjid agung di wilayah tersebut.


Semua saudara, kawan, tetangga Riza sudah berkumpul di rumah Riza bahkan om Santo sebagai wali dari Riza sudah siap menuju masjid untuk menikah kan Riza dan Imam hanya tinggal menantikan kedatangan pak penghulu dan keluarga Imam datang sesuai jam yang sudah di sepakati.


Riza sendiri sedang ada di kamar bersama ke dua sahabat nya bukan lain Tika dan Yuli yang sedari tadi selfi bersama Riza tak luput menggoda Riza masalah malam pertama sedangkan Tika merasa ada sessuatu yang akan terjadi tapi entah apa yang akan terjadi Tika pun hanya mampu diam merasakan jantung nya yang berdetak kencang entah itu ada apa sebenar nya.


"Riz......... gimana perasaan mu mau nikah sama Imam yang lumayan fanatik?? "(kata Yuli sambil berlagak seperti pengacara)


"Pasti nya senang, bangga dan pasti sangat lega sebab bisa melalui bersama apa pun itu rintangan nya"(jawab Riza sambil senyum dan memandang cendela menanti kedatangan keluarga Imam)


Sedang kan Tika sedang memain kan hp nya dengan pandangan tertunduk entah apa yang di pikirkan oleh Tika hingga di tegur oleh Yuli yang sedari tadi sibuk bertanya ngalor ngidul ke Riza.


"La....... malah ngelamun ada sahabat nya mau nikah?? jangan - jangan lagi keinget ya waktu malam pertama Tik....... hehehehe"(kata Yuli sambil menyenggol lengan Tika yang duduk di samping nya)


"Apaan sih........ngaco deh anak ku saja sudah berapa malah masih mikirin malam pertama?? "(jawab Tika sambil sedikit sewot melirik ke arah Yuli yang senyum - senyum)


"Yang ada itu kamu kapan nikah nya pacaran mulu sudah lama pun tak di resmi - resmi kan mau dapat fitnah dunia akhirat rupa nya?? "(kata Riza sambil senyum melirik ke Yuli)


"Habis nya kita berdua masih seru sama hobi kita masih - masih di tambah lagi aku serem lihat orang hamil......."(jawab Yuli sambil membayangkan diri nya hamil lalu bergidik)


"Ya memang itu sudah kodrat perempuan hamil nah kamu takut hamil seperti nya kamu butuh ke pesikiater deh Yul......."(kata Tika sambil merangkul Yuli yang makin aneh wajah nya)


Lalu mereka bertiga melanjut kan bercanda sambil menunggu keluarga Imam datang, sedang kan di sisi lain ada Rizal dan geng nya yang sudah berdiri di pinggir jalan menantikan mobil rombongan Imam lewat dengan rencana untuk menggagal kan pernikahan Riza n Imam dengan cara meroboh kan pohon di pinggir jalan yang paling besar agar mobil rombongan Imam tak bisa lewat menuju rumah Riza.


Tak begitu lama Safiq kekasih Yuli pergi terlebih dahulu untuk memberi tau keluarga Riza bahwa keluarga Imam akan segera datang agar keluarga Riza dan Riza sendiri bisa bersiap - siap menuju masjid agung untuk melaksanakan ijab qobul, sesampai nya Safiq di rumah Riza segera menemui mama Riza dan mengatakan bahwa sebentar lagi Imam dan keluarga datang agar segera bersiap - siap.


"Bu........ rombongan keluarga Imam sudah menuju kemari mana Riza nya sudah bersiap - siap belum"(kata Safiq sambil senyum pada mama Riza yang sedang berbincang - bincang dengan undangan)


"Oh........ iya sebentar ibu panggil Riza agar keluar dari kamar dan bersiap - siap menyambut keluarga Imam biar segera bisa segera di laksanakan Ijab qobul nya"(kata mama Riza sambil senyum ke pada Safiq lalu berjalan menuju kamar Riza)


Keluarga Imam pun sudah bersiap menuju ke rumah Riza, ibu Imam semobil dengan Imam dan May adik Imam beserta swami May yang membawa mobil nya sedang kan keluarga yang lain berada di mobil lain nya dan sedari awal sebelum Imam masuk mobil ibu Imam sudah menegur Imam namun Imam tak menghiraukan teguran ibu nya dan Imam hanya mengganggab itu swatu tahayul belaka.

__ADS_1


"Mam........ duduk di belakang sama ibu nak jangan duduk di depan biar adik mu May dan anak nya yang duduk di depan samping swami nya tak baik pengantin duduk di depan nanti ada betara kala nak"(kata ibu Imam sambil sambil mengelus punggung Imam yang sedang mengenakan peci di depan kaca)


"Ibu ku yang cantik....... aku sekarang sudah besar lo bu bukan anak kecil lagi sebentar lagi anak ibu ini mau nikah jadi sudah ya jangan berfikir tahayul seperti itu"(jawab Imam sambil senyum dan memegang pundak ibu nya mencoba menenangkan ibu nya)


Ibu Imam tak menjawab kata - kata Imam hanya menunjuk kan raut wajah sedih sebab kata - kata nya tak di ikuti anak nya namun di hati kecil ibu Imam merasa ada yang akan terjadi namun entah apa.


Kurang lebih 15 kemudian rombongan Imam pun masuk mobil dan menuju rumah Riza sepanjang perjalanan Imam senyum - senyum bahagia di sisi lain Imam selalu di goda oleh May adik nya yang duduk di belakang bersama ibu nya dan ibu nya pun mencoba tersenyum meski terasa hati nya gundah namun mencoba melawan nya, kurang lebih setengah perjalanan tiba - tiba ada pohon yang sangat besar di pinggir jalan tumbang dan menimpa mobil yang di naiki Imam dan lebih naas nya ada cabang pohon besar tersebut yang mampu memecah kaca mobil Imam dan menembus tepat ke jantung Imam.


Sedangkan keluarga Riza menunggu kedatangan rombongan keluarga Imam sudah hampir satu jam dan Riza pun mulai khawatir ada apa kok lama sekali keluarga Imam belum datang - datang padahal jarak rumah Imam ke rumah Riza hanya sekitar 30 menit tapi ini sudah hampir satu jam kok belum sampai juga ada musibah apa rupa nya?? Di sisi lain Rizal dan gerombolan nya sangat terkejut melihat Imam meninggal di tempat dengan kondisi jantung nya tertancap ranting pohon yang di tumbangkan Rizal dan gerombolan nya, sebab bukan maksud membunuh Imam tujuan Rizal hanya lah menghalangi saja namun nyata nya Imam meninggal mereka pun berlari menyelamat kan diri sebelum di ketahui warga.


"Riz........ mana keluarga Imam kok sudah hampir satu jam belum datang juga?? kata Safiq sudah dekat??"(tanya Tika berbisik pada Riza yang mulai gelisah memandang ke arah jalan raya)


"Iya juga kan rumah Imam dekat sini cuma 30 menit dari rumah kamu ini Riz?? "(kata Yuli yang mulai berfikir ada apa sebenar nya kok belum sampai atau mobil nya mogok atau bagaimana??)


"Ya Alloh.......... ada apa lagi ini kok Imam belum sampai juga apa dia mau buat keluarga ku malu dengan semua ini apa dia mau balas dendam ke mama ku ya Alloh mudah kan lah semua ini........ "(gumam Riza yang mulai menetes kan air mata)


"Sudah Riz kamu tenang saja biar aku sama Safiq yang cek ada apa sebenar nya kok sampai terlambat??"(kata Yuli sambil berwajah panaik dan berjalan mendekati Safiq)


Sepanjang jalan Yuli bergumam ngalor ngidul mengutuki Imam bila sampai berbuat macam - macam membuat Riza sedih akan berhadapan sama Yuli sedang kan Safiq hanya diam mendengarkan Yuli dan berfikir ada swatu ke anehan sebab saat Safiq menuju rumah Riza keluarga Imam sudah siap berangkat tapi kok sampai satu jam belum muncul juga.


Tiba - tiba di tengah perjalanan Yuli dan Safiq di kejut kan dengan banyak nya orang berkerumun melihat mobil yang kejatuhan pohon besar.


"Fiq......... ada kecelakaan rupa nya di depan pantas Imam belum sampai terjebak kecelakaan rupa nya rombongan Imam"(kata Yuli tanpa menyadari bahwa yang kecelakaan itu Imam sendiri)


"Iya Yul......... eh tunggu - tunggu Yul itu...... itu...... itu bukan nya mobil Imam dan itu May adik Imam?? "(kata Safiq sambil menunjuk mobil Imam yang sudah ringsek ketimpa pohon besar)


"Astowfirullohalazim.......... ya Alloh benar Fiq ayo lekas kita turun liat bagaimana kondisi mereka? (jawab Yuli dengan gugub dan tergesa - gesa turun dari mobil dan berlari menuju mobil Imam di seberang jln)


Setiba nya Yuli di depan mobil Imam sungguh Yuli syok melihat kondisi Imam yang duduk di depan dengan posisi dada nya tertancap kayu dan pasti nya meninggal saat itu Yuli dan Safiq benar - benar bingung harus berkata apa pada keluarga Riza terutama nya pada Riza bila tau kondisi sesungguh nya Imam sudah meninggal kecelakaan sedangkan di rumah Riza sudah penuh dengan tamu undangan.


"Inalillahiwainalillahirojiun............ "(kata Safiq sambil menutup mata Imam sambil menetes kan air mata melihat jasat sahabat nya)

__ADS_1


Sedang kan Yuli masih terpaku melihat semua itu dan seakan tak percaya dengan apa yang di lihat nya sisi lain di pikiran Yuli juga berkecambuk bagaimana Riza apa bisa terima dengan kondisi seperti ini???


Tak begitu lama datang lah mobil polisi dan ambulan ke lokasi kecelakaan tersebut dan saat itu akhir nya Safiq meminta bantuan pada pak polisi untuk memberi tahukan masalah ini pada keluarga Riza.


Di sisi lain Riza sudah putus asa menunggu Imam datang sudah 2 jam rupa nya tak datang juga akhir nya Riza pun masuk ke kamar nya lagi sambil menangis malu pada orang tua nya dan para undangan, mengapa Imam begitu jahat melakukan semua ini pada nya dan keluarga nya memang mama pernah menyinggung Imam hingga Imam sakit hati tapi apa sejahat ini kah balasan nya?? (gumam Riza sambil menangis dan di tenang kan oleh Tika)


"Riz........... kamu tenang ya, aku yakin kok Imam tak seperti itu, kita tunggu Yuli dan Safiq saja ya ada masalah apa sebenar nya?? "(kata Tika sambil mengelus pundak Riza yang tak mampu menahan tangis nya)


Tak begitu lama datang lah Yuli, Safiq dan pak polisi membawa duka yang sangat mendalam untuk keluarga Riza dan Riza sendiri.


"Selamat sore pak........ "(kata pak polisi pada om Santo)


"Sore juga pak........ maaf ada apa ya pak??"(kata om Santos dengan bingung melihat kehadiran polisi dan melihat Yuli menangis di pelukan Safiq)


"Yul........... ada apa ini??Imam dan keluarga nya di mana kok belum sampai juga?? "(kata mama Riza dengan panik dan melihat ke arah jalan mencari rombongan keluarga Imam)


Saat itu Riza dan Tika yang sedang berada di dalam kamar mendengar bahwa Yuli dan Safiq telah datang segera bergegas lah Riza keluar dari kamar menuju ruang tamu untuk mengetahui apa yang sebenar nya terjadi ada apa kok Yuli menangis.


"Yul.......... ada apa kok kamu menangis lalu ada apa kok ada pak polisi dan Iman mana?? (kata Riza sambil panik melihat kejadian ini)


"Maaf pak, bu, mbak saya dari kepolisian baru saja mengevakuasi mobil bapak Imam yang kecelakaan tertimpa pohon dan kami dari kepolisian turut berduka cita pak Imam meninggal di tempat sebab jantung pak Imam tertusuk ranting pohon besar yang menimpa mobil nya"(kata pak polisi dengan wajah sedih menyampaikan berita duka tersebut)


"Tak........... tak mungkin...........tak mungkin Imam meninggal Imam sudah janji datang dan kita akan menikah hari ini tak mungkin........ "(kata Riza sambil menangis dan tak mempercayai apa yang di dengar nya)


Sedang kan mama Riza jatuh pingsan sebab tak mampu mendengar berita yang sangat memukul hati.


Saat itu Riza berlari sambil masih mengenakan kebayak warna putih sambil menangis sejadi - jadi nya menuju lokasi kecelakaan sedangkan jenasah Imam sudah di bawa ke rumah sakit.


Lalu Riza pun terjatuh di pinggir jalan dan di bantu oleh Beni dan Iwan dan di masuk kan ke dalam mobil dan di antar kan ke rumah sakit untuk melihat jasad Imam.


Bagaimana kehidupan Riza setelah ini apakah Riza akan mampu tetap menjalani hidup tanpa Imam?? atau kah Riza akan gila?? dan bagaimana dengan Rizal apakah akan mendapat kan hukuman setimpal atau kah akan aman - aman saja hidup nya??

__ADS_1


__ADS_2