Hujan di musim semi

Hujan di musim semi
HUJAN DI MUSIM SEMI ~BAB XIV~ HANCUR NYA BAHTERA


__ADS_3

Siang ini begitu panas seperti nya alam pun faham dengan swasana hati Riza dan Riza mencari - cari cara untuk mengungkap kebenaran tentang perselingkuhan Endar dan janda anak 4.


Saat Riza sedang berfikir sambil menemani Aliya bermain di teras rumah nya tiba - tiba hp Riza berdering seperti nya tante Riza yang menelfon.


"Assalamualaikum Riz sedang apa kamu nak apa sedang sibuk?"(tanya tante Riza dari telefon)


"Wa'alaikumussalam tante sedang temani Aliya saja kok tante tak sibuk juga,memang ada apa ya tante tumben tante telefon siang - siang?"(jawab Riza berbalik bertanya sambil senyum simpul)


"Begini Riz.....kalau kamu tak repot tante bisa minta tolong tak antar tante belanja?"(tanya tante Riza)


"Oh.......kirain ada apa tante.....ya sudah Riza mau bersiap - siap setelah itu Riza ke situ ya tante??"(jawab Riza sambil senyum dan mematikan telefon)


Di sisi lain Imam sedang menyiap kan surpres untuk Riza sebab Imam akan ke Jakarta ada urusan bisnis dengan kawan nya.


Sedangkan Endar swami Riza berfikir bahwa Riza tak mengetahui ulah nya di luar rumah sedangkan Riza sudah mengetahui semua hanya Riza masih diam mencari cara bagaimana agar Endar tak bisa mengelak lagi.


Kurang lebih 1 jam kemudian sampailah Riza di rumah tante nya dan mereka berdua pergi lah ke pusat pembelanjaan tanpa berfikir bahwa akan bertemu Endar yang sedang bolos kerja jalan dengan selingkuhan nya.


"Riz.......panas sekali ya siang ini?"(kata tante sambil menyeka keringat nya)


"Iya tante tapi bagus lah cucian di rumah jadi pada kering hehehe"(jawab Riza sambil senyum untuk menutupi kesedihan hati nya)


"Riz makan yok.....lumayan lapar dan haus tante"(kata tante sambil menggandeng menuju rumah makan padang langganan keluarga Riza)


Setelah sampai di rumah makan padang mereka berdua memesan makanan dan minuman sambil menceritakan tentang harga sembako yang harga nya bukan naik tapi ganti harga lebih tepat nya.


Tiba - tiba tante Riza melihat di sebrang tempat mereka duduk berfikir seperti nya itu Endar tapi sama siapa bukan nya jam kerja saat ini,gumam tante dalam hati.


"Tante.....tante......lah malah bengong ini makanan nya sudah sampai kata nya lapar dan haus itu tadi?"(kata Riza sambil memegang lengan tante nya)


"Iya.......ehhhhh iya Riz......eeemmmmm ayo makan Riz....."(kata tante sambil gugub dan masih tak percaya dengan pengelihatan nya)


"Tante kenapa kok seperti ngelihat setan saja sampai pucat dan gugub begitu?"(kata Riza sambil menikmati makan nya tanpa tau bahwa di situ ada Endar dengan selingkuhan nya)


"Tak.....apa - apa Riz mungkin tante efek lapar jadi sedikit tak fokus"(jawab tante sambil masih menahan dengan apa yang di lihat nya)

__ADS_1


Setelah makan mereka berdua duduk sejenak dan tante nya Riza mulai menanyakan bagaimana hubungan nya dengan Endar dan seperti apa kerja Endar apa pulang tepat waktu atau ada yang tak beres dengan Endar.


"Riz......gimana kabar Endar kerja nya apa baik - baik saja?"(tanya tante sambil mengaduk - aduk es teh manis di hadapan nya)


"Alhamdulillah baik - baik saja kok tante hanya sering lembur jadi sampai rumah sudah larut malam"(jawab Riza sambil menyembunyikan kebenaran bahwa Endar main gila di luar rumah yang sebenar nya tante nya juga tau hal tersebut)


"Benar seperti itu Riz atau sedang ada yang kamu sembunyikan dari tante nak?"(tanya tante sambil memandang wajah Riza yang mulai memerah)


Sebelum Riza sempat menjawab pertanyaan tante nya tiba - tiba Aliya berteriak sambil menunjuk - nunjuk ke arah belakang Riza.


"Papa......papa......mama......papa......"(teriak Aliya sambil menunjuk kearah Endar duduk)


"Apa sih sayang mana ada papa kan papa kerja nak?"(kata Riza menenangkan putri kecil nya)


"Itu papa.....mama.....ayo ke papa ma"(tangis Aliya sambil masih memanggil papa nya)


Akhir nya Riza pun menengok ke arah yang Aliya maksud dengan penasaran sedangkan tante nya hanya bisa diam sambil dalam hati tante nya berkata (nah kan ketauan juga busuk nya tingkah laku mu)


Sebenar nya Riza tau dan melihat hal tersebut namun Riza berpura - pura tak melihat sebab malu bila sampai hal itu di ketaui tante nya yang sebenar nya tante nya juga mengetahui sedari tadi hanya diam saja.


Kemudian Riza dan tante nya pun menuju pulang dan selama perjalanan pulang Riza mencoba menyembunyikan perasaan nya dari tante nya dengan menceritakan tentang Imam yang semakin sucses bisnis nya tak begitu lama Riza dan tante nya smpai juga di rumah tante nya lalu mereka masuk ke dalam rumah dan Riza menidur kan Aliya di kamar Riza dulu kemudian Riza membantu tante nya menata belanjan di dapur.


"Riz......tolong kamu jujur nak ada masalah apa antara kamu dan Endar"(tanya tante sambil memegang lengan Riza)


"Riza bingung tante.......salah apa Riza sebenar nya sampai Endar seperti itu"(kata Riza sambil tak mampu lagi menahan air mata nya jatuh ke pipi)


"Iya masalah nya apa nak siapa tau tante bisa bantu?"(kata tante sambil mengajak Riza duduk di meja makan)


"Sebenar nya itu tadi memang benar Endar tante dengan selingkuhan nya janda anak 4 Riza sudah mengetahui dari sejak 3 bulan yang lalu tapi Riza bingung tante"(kata Riza sambil mulai menangis)


"Apa yang kamu bingung kan nak kalau memang kamu sudah tau dan ada bukti kenapa tak kamu pertanyakan apa mau Endar sebenar nya?"(kata tante mencoba memberikan solusi kepada Riza)


"Riza berfikir bagaimana Aliya tante kalau sampai Riza cerai dengan Endar?"(kata Riza sambil menangis dan menunduk)


"Kamu tak perlu bingung nak ada om dan tante lagi pula kamu masih muda masa depan mu masih panjang jangan kamu sia - sia kan usia mu hanya untuk di sakiti"(kata tante sambil memegang pundak Riza)

__ADS_1


Hati Riza makin seperti di sayat merasakan ulah swami nya yang makin lupa daratan dan semakin tak menghargai Riza sebagai istri nya dan Riza semakin nyesek hidup dengan Endar sebab semakin banyak masukan berita miring tentang Endar hingga saat Endar libur Riza mengajak Endar bicara baik - baik.


"Pa aku mau bicara serius bisa tak kamu hentikan sebentar itu urus burung - burung kesayangan mu itu?"(kata Riza sambil duduk di samping Endar)


"Bicara ya kan tinggal bicara kan ma aku dengar kan juga kok"(jawab Endar dengan santai nya)


"Kamu bisa hargai aku sedikit tak!!!"(kata Riza sambil sedikit memberikan tekanan dalam nada suwara nya)


"Iya.....iya........ada apa sih serius sekali ya sudah ayo masuk"(kata Endar sambil berdiri dan meletak kan kurungan burung nya di tempat biasa)


Kemudian mereka berdua masuk kedalam kamar dan Endar duduk di sisi kasur dan Riza duduk di samping nya sambil memegang hp nya untuk memperlihat kan video dan beberapa percakapan di chat hp Endar dengan selingkuhan nya.


"Tolong jelas kan ini semua apa dan apa tujuan kamu seperti itu di belakang ku!!"(kata Riza sambil memberikan hp nya kepada Endar)


Endar pun diam sejenak dan melihat video di hp Riza kemudian membaca scrinsot chat nya dengan selingkuhan nya dan mulai memerah wajah Endar.


"Bagus lah bila kamu sudah tau semua nya jadi tak perlu aku capek - capek jelas kan ke kamu apa mau ku"(kata Endar sambil menyerah kan hp ke Riza)


"Jawab apa mau kamu.....apa maksud mu berbuat seperti itu sampai semua orang tau bahkan tante ku pun melihat kamu sedang bermesraan di rumah makan sama pelacur itu"(kata Riza dengan penuh emosi)


"JAGA MULUT MU JANGAN ASAL BICARA!!!!!"(kata Endar dengan nada tinggi)


"Kamu suruh jaga kata - kata ku sedang kan kamu tak bisa menjaga sikap mu lalu aku kamu suruh tetap respek sama kamu!!!!"(kata Riza yang mulai jatuh air mata nya)


"Ok kalau kamu terus menanyakan apa mau ku baik aku akan jawab apa mau ku dan aku mau menikah lagi sama Serli puas kamu!!!"(kata Endar dengan memelankan nada suwara nya namun mampu merobek hati Riza)


"Kalau itu mau mu baik aku hargai keputusan mu tapi ceraikan aku dulu setelah itu terserah kamu mau apa"(kata Riza sambil menahan sesak di dada)


"Kalau kamu minta cerai sekarang aku belum punya uang mungkin nanti aku akan ceraikan kamu"(kata Endar sambil membelakangi Riza)


"Mau nikah lagi kok tak punya uang buat menceraikan mati saja kamu......."(kata Riza sambil berlalu pergi meninggal kan Endar dan masuk kedalam kamar Aliya anak semata wayang nya)


Sejak saat itu Riza dan Aliya tinggal di rumah om dan tante nya lagi sambil menunggu proses perceraian selesai saat itu juga Riza mulai memutar otak bagaimana cara menghidupi anak nya semata wayang dan tanpa Riza sadari bahwa Riza sedang mengandung anak ke 2 dari Endar.


Sedangkan tak mungkin Riza rujuk dengan Endar sebab Endar sendiri sudah mengatakan akan menikah lagi dengan janda anak 4 tersebut dan entah apa yang ada dalam pikiran Endar hingga melakukan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2