
Waktu pun berjalan begitu cepat hingga tanpa terasa Riza waktu nya untuk melahirkan dan Riza pun di bawa ke rumah sakit dengan Endar lalu Endar memberi kabar kepada om dan tante nya tak lupa Endar pun memberi tahu kepada kedua orang tua nya.
Sekitar pukul 4.30 lahir lah seorang bayi mungil,cantik dan sehat pasti nya semua keluarga sangat bahagia menyambut lahir nya anak Riza dan Endar semua keluarga,kerabat dan sahabat mengucap kan selamat menjadi orang tua baru kepada mereka berdua dan Riza pun sangat bahagia melihat bayi nya telah lahir dengan selamat dan sehat.
"Riz.....siapa nama bayi cantik ini??"(tanya om kepada Riza sambil menimang - nimang bayi Riza yang gendut)
"Nama nya Aliya om....."(jawab Riza sambil senyum di atas bad rumah sakit)
"Nama nya sangat cantik seperti anak nya yang cantik dulu kecil kamu juga seperti anak mu ini Riz gendut,lucu dan tak rewel"(kata tante sambil mengambil Aliya dari gendongan om)
Di ruangan itu lumayan rame semua orang bahagia menyambut bayi mungil yang cantik namun di hati kecil Riza menangis dengan ulah swami nya yang sampai detik ini belum bekerja setiap butuh sesuatu swami Riza selalu pulang ke rumah orang tua nya rumah tangga macam apa ini sebenar nya??
"Lo.....lo......mama nya kok malah melamun buru beri susu bayi mu Riz"(kata bunda nya Endar yang menemani nya sedari masuk rumah sakit)
"Iya bun maaf lagi mikir kemana papa Alya kok tak terlihat sedari tadi??"(jawab Riza sambil menerima bayi nya untuk di berikan asi)
"Oh.....Endar sedang ada turnamen burung di lapangan tadi sudah pamit sama bunda kok Riz mungkin sebentar lagi juga kesini"(kata bunda nya Endar dengan senyum dan mengelus kepala cucu nya)
"Begitu rupa nya kirain sedang belanja kebutuhan anak nya bun....."(jawab Riza dengan sedikit manyun)
"Sudah kamu jangan mikirin baju,popok,gerita pokok nya semua kebutuhan cucu bunda sudah ayah dan om kamu belanjakan kamu tenang saja ya Riz jangan khawatir"(kata bunda Endar mencoba menenangkan Riza)
Sedang kan bukan itu maksud Riza yang Riza ingin kan Endar lebih sadar dan lebih bertanggung jawab saat ini sudah lahir anak nya mau sampai kan bergantung kepada orang tua???
Tepat sore hari nya Endar datang ke rumah sakit dan menghampiri Riza dan putri kecil nya.
"Cantik nya anak papa....."(kata Endar sambil mencium kening putri kecil nya)
"Kamu dari mana yang kok baru nongol jam segini apa baru sadar kalau istri mu habis lahiran???"(kata Riza dengan nada sebal)
"Nah......memang bunda tak bilang ke kamu kalau aku sedang ada lomba burung kalau menang lumayan kan bisa buat kebutuhan sikecil"(jawab Endar dengan enteng nya)
__ADS_1
"Mau sampai kapan sih kamu beri makan aku dan sebentar lagi anak kita juga akan kamu beri uang hasil judi burung itu??"(tanya Riza dengan sebal dan emosi)
"Siapa juga yang judi orang aku cuma ikut lomba kok berati aku tak judi kan??"(elak dari Endar yang tak mau di persalah kan)
Tak lama kemudian masuk lah suster meberi tau bahwa Riza dan bayi nya bisa pulang dan di minta untuk mengurus administrasi nya.
"Sayang......mana uang kamu buat bayar rumah sakit masalah nya uang ku habis tadi yang dari bunda buat daftar lomba burung"(kata Endar sambil meletak kan Aliya di box baby)
"Ya Alloh kamu kebangetan sekali sih hhhuuuufffff........tega - tega nya uang buat lahiran anak mu sendiri kamu buat judi!!!"(kata Riza yang semakin emosi melihat ulah Endar yang makin keterlaluan)
"Ahhhh.......sudah deh jangan banyak bicara toh nanti juga kalau aku menang uang nya buat kamu"(jawab Endar sambil merebut dompet Riza dan mengambil semua isi dompet Riza)
Seperti nya penderitaan Riza makin bertambah parah dan Riza hanya bisa mengis meratapi derita nya yang tak berujung.
Sedangkan di rumah Imam sedang ramai menyiap kan pernikahan May bukan lain adik Imam yang sudah di lamar oleh anak pk ustadz basori dan Imam menjadi wali dari May sebab ayah May sudah meninggal sejak lama jadi semenjak Imam lulus sekolah semua kebutuhan May dan urusan kebutuhan rumah Imam lah yang mencukupi dan ibu Imam berhenti dagang kue nya.
"wah......wah......gimana ini mas Imam jadi di balap sama adik nya??kapan ini mas Imam menikah nya??"(goda ibu siti tetangga rumah Imam yang sedang memasak untuk acara nikahan May)
"Benar juga sih tapi jangan lama - lama Mam keburu kiyamat"(goda kang jalil yang membantu imam membuat jenang)
Dan Imam pun hanya senyum sambil menyeka keringat di kening nya dan memandang langit sambil dalam hati nya berkata (aku masih setia menunggu mu Riza)
Tak begitu lama berkumandang lah adzan ashar dan Imam pun mohon pamit untuk melaksakan sholat terlebih dahulu.
"Mbak yu......mbak yu anak mbak yu Imam itu sudah ganteng,sopan di tambah sholeh bisnis nya maju pesat lagi apa belum punya pacar to mbak yu??"(kata mbak inem sambil mengupas kentang)
"Alah Nem biasa saja kok Imam dari dulu ya seperti itu tak pernah cerita masalah perempuan sama aku kalau di tanya selalu jawab nya mau nyenangin ibu dulu sampai bingung aku nya mau ngomong apa lagi sama Imam"(jawab ibu Imam sambil menggoreng krupuk udang)
"Ya tapi tak bisa di biarkan saja mbak harus sering - sering di ingat kan nanti malah lebih senang melajang kan tak baik juga mbak??"(kata Inem sambil melanjut kan mencuci kentang yang habis di kupas)
Ibu Imam pun tak menjawab hanya diam sambil berfikir tak mau anak nya di kata kan tak normal sebab sudah cukup umur nya namun tak mau membina rumah tangga apa sebenar nya yang di tunggu??
__ADS_1
Di rumah om dan tante Riza seperti biasa setiap hari libur Destian dan ayah nya bermain futsal dan siang itu Riza dan Aliya putri kecil nya main ke rumah tante nya untuk menghilangkan rasa suntuk.
"Assalamualaikum tante......."(kata Riza menyapa tante nya yang kebetulan duduk di teras rumah nya)
"Wa'alaikumussalam aduh......aduh cucu nenek datang siang - siang begini lekas sini bawa masuk anak mu Riz"(jawab tante sambil berdiri dari tempat duduk nya untuk menyambut kedatangan Riza dan Aliya)
Riza pun segera masuk rumah tante nya sambil mencoba menahan air mata nya yang segera jatuh membasahi pipi nya.
"Riz......ada apa nak ada masalah apa sini cerita dengan tante siapa tau tante bisa bantu"(kata tante sambil menggendong Aliya)
"Tante.......Riza bingung harus bagaimana untuk menghadapi Endar sejak awal kita menikah tak berubah - berubah sampai detik ini masih saja sibuk dengan burung bahkan anak istri nya tak di perhatikan"(keluh Riza pada tante nya)
"Yang sabar ya nak semua butuh proses mungkin Endar juga sedang mencari pekerjaan lagi pula kan tak mudah mendapat kan pekerjaan sekarang Riz??"(kata tante sambil menenang kan Riza yang terlihat sangat tak setabil)
"Sebenar nya pekerjaan banyak kok tante hanya Endar nya saja yang terlalu pilih - pilih toh kawan nya pun banyak apa susah nya mimta pekerjaan pada kawan - kawan nya"(kata Riza dengan masih emosi)
"Sudah - sudah tak baik marah - marah begitu ingat anak mu masih minum asi Riz nanti berpengaruh juga"(jawab tante menghentikan emosi Riza)
"Iya tante maaf.......tante Riza bisa minta tolong tak??"(kata Riza sambil sedikit berharab)
"Minta tolong apa nak selama tante bisa bantu pasti tante bantu sayang"(kata tante Riza sambil senyum dan memegang pipi Riza)
"Riza mau pulang ke rumah mama tante biar Endar berfikir"(kata Riza sambil menunduk dan masih menangis)
"Lalu apa kamu sudah izin pada Endar kalau mau pulang ke rumah mama mu Riz"(tanya tante sedikit khawatir)
"Belum tante Riza berfikir Endar tak akan peduli kok sama Riza dan Aliya yang dia pedulikan hanya burung,burung dan burung"(kata Riza sambil masih kesal)
"Nak tak baik seperti itu bagaimana pun juga Endar itu swami kamu papa dari Alya jadi tetap hormat lah nak kalau tak biar besok tante dan om bicara sama Endar kebetulan Destian libur panjang dan om mengajak pulang kampung"(kata tante sambil senyum dan memegang tangan Riza agar lebih tenang)
"Trimakasih banyak ya tante selama ini tante dan om lah yang banyak membantu Riza entah bagaimana Riza membalas nya"(kata Riza sambil menyeka air mata di pipi nya)
__ADS_1
Tante pun hanya tersenyum dan ikut merasakan derita ponakan kesayangan nya itu namun tante tak mampu berbuat banyak.