
Ada 16 ekskul yang dikembangkan di SMA Tunas Negara. Semua disesuaikan dengan bakat dan minat siswa pada tahun yang berlangsung. Jadi sifatnya tidak permanen. Jika di tahun tersebut tidak ada peminatnya berarti untuk sementara waktu ditiadakan dulu.
Tahun ini, ekskul yang berjalan ada Paskibra, PMR, Pramuka, Dram Band, English Club, Writing, Rohis, dan Saint Club. Dari cabang olah raga ada ekskul memanah, basket, futsal, bulu tangkis, catur, dan pencak silat.
Sedangkan untuk cabang seni ada project, yakni ekskul tentang fotografi, desain, dan film maker, serta seni teater.
Siang ini, hari ketiga MPLS akan diadaka atraksi dari berbagai ekskul aktif yang akan ditampilkan oleh kelas XI dan XII.
“Demo ekskul ini sifatnya mengenalkan berbagai kegiatan di sekolah. Ibarat kita mau makan di restoran itu menunya ada apa saja, supaya yang punya alergi nggak salah pilih. Analoginya seperti itu,” ujar Mr. Wakasis pada saat memberikan penjelasan sebelumnya acara dimulai.
“Setiap ekskul yang dikembangkan tujuannya untuk membangun karakter peserta didik. Mempunyai anak yang cerdas itu sudah biasa, punya anak yang cerdas dan berkarakter itu sangat luar biasa. Kenapa karakter itu penting? Karena jika jiwanya bagus mudah-mudahan orangnya pun berperilaku bagus,” Tambahnya lagi.
Siang itu, semua siswa kumpul di lapangan, tidak dalam kondisi berbaris dengan rapi. Mereka dibiarkan duduk lesehan, mencari tempat yang teduh dan melindungi dirinya dari terik matahari.
Bagian tengah lapangan di biarkan kosong. Tempat ini yang akan digunakan oleh peminat ekskul untuk menampilkan atraksi-atraksi mereka.
Bella, Sella, Verra, Fadlan, Braga, dan Roy memilih duduk di sisi perpustakaan. Tempat ini dilindungi oleh pohon mangga yang dahannya begitu rindang. Dari tempat duduknya, jarak pandang ke tengah lapangan cukup dekat, sekitar 15 meter.
Penampilan pertama, pembacaan puisi bertema Save the Earth yang dibacakan Aida, anak kelas XI IPA 1 ini konon selalu menjuarai berbagai kompetisi membaca dan menulis puisi baik yang di adakan oleh dinas pendidikan maupun oleh organisasi seni lainnya. Puisi yang ia bacakan adalah hasil karya sendiri.
"Waw...inspiratif sekali . Tuh anak kerjanya bikin puisi terus kalinya? Di kamar mandi baca puisi, di dapur, di mall juga begitu. Terlihat ia sudah begitu luwes menghadapi audien yang menyaksikan penampilannya dengan berbagai ekspresi,"
"Tenang dan percaya diri. Ia begitu menjiwai isi puisi tersebut," lanjut Sella lagi.
"Selalu menulis mungkin aja, karena untuk membiasakan diri. Tapi segitunya juga kali,Bell. Masa iya di mall ampe lupa diri," sahut Roy dengan serius menimpali komentar Sella tersebut. Ia belum faham karakter Bella, jadi masih mau menanggapi omongannya. Sementara temannya yang lain hanya senyum-senyum saja mendengar ocehan Sella yang udah mirip komentator itu.
"Eh, elo ga rajin baca sih. Liat aja gaya sastrawan negara +62. Gaya dan tingkahnya kadang sudah difahami orang yang waras.
"Masa sih? Contohnya siapa?"
"Pablo Picasso,"
"Picasso menyukai perempuan dan memiliki banyak “pacar” seumur hidupnya. Dia mengoleksi perempuan seperti mengoleksi perangko. Uangnya banyak dihabiskan untuk party dan membelikan rumah untuk wanita simpanannya,"
__ADS_1
"Emang Picasa penduduk +62? Setau gua, dia itu pelukis bukan sastrawan," protes Fadlan.
"Asbun loh," ujarnya lagi.
"Wk...wk...Ngawur aja," Roy menimpali.
Bella hanya bisa menahan tawa melihat Fadlan, Roy dan Sella yang memperdebatkan sastrawan itu. Ia memilih untuk terus menikmati bait-bait yang di ungkapkan oleh Aida.
"Wajar jika ia menjuarai berbagai kompetisi, ia begitu menghayati setiap bait yang diucapkannya," bisik Bella dalam hati.
Serentak semua siswa bertepuk tangan dengan meriahnya ketika ia selesai membacakan puisinya.
Selanjutnya, atraksi pencak silat. Atraksi pencak silat ini sangat memukau dan menyita perhatian audiens karena dilakukan dengan penuh semangat dan penghayatan.
"Astaghfirullah. Tuh yang tengah ganteng amat," seru Sella. Spontan saja saat melihat lima anak silat yang sedang berbaris memberi salam sebelum memulai atraksi.
"Alisnya tebel. Matanya tajem. Ya Allah tuh orang atau malaikat?" Serunya lagi.
"Gantengan yang rambut cepak. Aku suka bibirnya yang soft banget?" sahut Verra.
"Liat, Sell. Senyumnya aja bikin rontok nih hati,"
"Ah, tetep ganteng yang tengah. Yang lain ga ada apa-apanya," Sella ga mau kalah.
"Hem...," Braga mencoba mengganggu konsentrasi Sella.
"Apaan kamu, Beib. Maaf, kali ini gua selingkuh mata dulu. Itu ganteng banget, tau!" tangannya mengibas ke arah Braga. Pandangannya tetap tidak bergeming pada apa yang sedang menjadi fokus pembicaraannya dengan Verra.
Braga melirik ke arah Bella, sejak kenal dia, belum pernah terdengar olehnya cewek ini mengangumi lawan jenisnya, seperti yang dilakukan Verra dan Sella saat ini. Meski Bella mendengar dengan jelas celotehan teman sekamarnya itu, ia hanya tersenyum geli.
Seolah ada camesrty diantara keduanya, Bella menoleh ke arah Braga. Pandangan mereka bertemu. Braga tersenyum, teramat manis bahkan. Hingga cukup lama keduanya saling terpaku, sebelum akhirnya Bella menundukkan wajahnya karena malu.
"Aku lebih suka tatapan mata Braga, melebihi apapun. Ada kesejukan yang aku temui di sana, dan itu cukup membuat aku bahagia," Bella bicara pada dirinya sendiri, pandangannya tetap jatuh ke bumi. Tak ada keberanian untuk mengangkat kepalanya, apalagi ia tahu Braga tetap memandang ke arahnya dan tersenyum geli melihatnya. Bella bisa melihat jelas dari lirikan matanya.
__ADS_1
Penampilan yang tak kalah menarik, kali ini dari School Update berupa drama lipsync sangat menarik perhatian audiens. Drama ini sangat lucu dan mampu membuat audiens tertawa terpingkal-pingkal. Penampilan kelompok seni teater ini, sukses membuat suasa menjadi hidup dan mengocok habis isi perut penontonnya.
Kemudian dilanjutkan dengan penampilan English Speech yang disampaikan oleh Kristina Putri berjudul "The Importance of Learning" dan Deka Sanusi yang menyampaikan pidato berjudul "The Importance Of English". Penampilan kedua anggota ekskul English Club ini sungguh luar biasa. Grammar dan structure bahasa, pemilihan diksi dan pronounciation kedua anggota English Club ini patut diacungi jempol. Penampilan mereka berdua mendapat applaus yang meriah dari para penonton.
Penampilan ekskul Paskibraka memperlihatkan kekompakan dan totalitas. Aura nasionalisme begitu kuat menguat ke udara ketika mereka menampilkan atraksi-atraksi yang sangat menarik perhatian audiens.
Ekskul Pramuka menampilkan Drama bertema "Bullying". Melalui pementasan drama ini, mereka menghimbau agar generasi muda mempunyai sifat dan karakteristik yang baik seperti saling menghargai dan menghormati, menerima segala perbedaan, dan yang lebih utama adalah sellu rendah hati hingga kita selalu bisa menerima kekurangan orang lain.
"Tuh, dengerin. Lihat baik-baik," seru Fadlan. Arah pembicaraan di tujukan pada Braga.
"Apaan ya?" Braga seolah-olah tidak faham dengan maksud pembicaraan Fadlan.
"Body shaming itu bagian dari bullying. Bisa lapor KPAI, sanksinya berat itu,"
"Aku bicara fakta. Ga ada maksud ngebully," Sahut Braga begitu entengnya.
"Tapi itu sama aja, Blekek. Sekali lagi kau melakukannya, urusannya panjang,"
"Ancaman juga bisa kena pasal. Belum tau ya? Braga mengingatkan.
"Udah sih, kenapa kalian bikin dialog sendiri. Bikin rusak pendengaran. Ga tau apa orang lagi fokus nonton yang Ono," Verra merasa terganggu dengan Braga dan Fadlan yang saling bersitegang.
Melihat Verra yang menegur disertai mata yang mendelik, membuat keduanya tidak melanjutkan perdebatannya lagi. Menerka memilih diam dan mengalihkan pandangannya ke tampilan di tengah lapangan.
Ekskul-ekskul lainnya juga menampilkan atraksi dan kreativitas yang tak kalah memukau. Mereka tampil dengan totalitas dan penuh semangat. Bagi ekskul yang tidak bisa ditampilkan seperti projec, writing, sains club, catur, dan beberapa cabang olahraga, sekolah menampilkan hasil karyanya dan sejumlah piala serta mendali yang sudah di raih dalam pameran dan slide show yang sudah disiapkan di ruang pameran.
Sejumlah atraksi itu selesai ditampilkan hingga pukul 15.00 wib. Selanjutnya siswa kembali ke ruang auditorium untuk mengikuti acara penutupan.
Happy reading all, tetep saja Author tidak bosan-bosan minta dukungan. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
__ADS_1
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊