
Melalui pengeras suara, Ibu asrama memberikan woro-woro agar semua ansk kunci kamar ditinggal, kaitkan pada pintunya masing-masing. Tentu saja anak-anak yang sudah perpakaian rapi dan siap ke kelas jadi panik, mereka sudah tidak ada waktu lagi untuk membereskan kamarnya. Karena terburu-buru, beberapa barang masih berserakan di kamar.
"Ada apa ya?" tanya Braga.
"Ga tau, udah taro aja di situ kuncinya," seru Fadlan yang sudah mengenakan sepatu dan siap meninggalkan kamar.
Sebelum benar-benar keluar, Braga memastikan kondisi kamarnya. "Rapi, kok. Bersih! Sepertinya sudah aman!" ujarnya pada Fadlan. Kemudian ia menutup pintu dan membiarkan kuncinya tergantung di tempatnya.
Beberapa siswa yang sudah lebih dulu meninggalkan kelas, berlarian ke arah kamar mereka dan memasang kunci mereka di lubangnya.
"Ada rendeman, lagi," Verra menepuk keningnya dengan keras ketika ingat sesuatu. Ia punya rendaman pakaian dalam yang belum sempat di cuci.
"Sejak kapan," tanya Bella.
"Semalem,'
"Kayaknya kemaren sudah ada. Yang di ember item itu kan?" Sahut Sella.
"Iya, pakaian dalam yang aku kenakan kemaren aku tumpuk juga semalam," elak Verra.
"Itu sama aja, Non. Rendeman kemaren," sahut Sella gemez.
"Duh, kamar mandi diperiksa ga, nih? Aku takut kalo rendeman itu sudah bau,' Verra mulai khawatir.
Verra panik, kebiasaannya yang suka ngerendem pakaian dalam dan lupa nyuci itu akan jadi topik pembahasan ibu asrama.
"Tamatlah sudah. Apalagi jika di bahas di depan umum," jeritnya.
"Mau dicuci? Mana sempet. Lima menit lagi bel masuk. Kau juga belum menghabiskan sarapanmu," serga Sella.
"Udah, terima nasib aja. Sesekali ditegur atau jadi pembicaraan di depan umum bukan sesuatu yang jelek, kok. Kau bisa jadi tenar. He....he....," Sella mengambil kesempatan ini untuk membuat Verra semakin panik.
__ADS_1
"Apaan, sih. Lo ga jelas banget. Gua lagi panik malah bikin orang makin ketakutan aja," bentak Verra.
"Saatnya balas dendam, sok disiplin sih Lo," gumam Sella dalam hati.
*******
Begitu anak-anak sudah masuk ke kelas masing-masing, saatnnya ibu asrama bergerilya. Di bantu staf kesiswaan dan dua orang petugas kebersihan ia swiping dari satu kamar ke kamar yang lainnya. Tidak lupa, ia membawa buku catatan dosa dan kamera dengan kapasitas memori puluhan GB.
"Apa-apaan ini. Bau banget nih kamar. Sepertinya bau sikil deh, Pak?" Ujarnya pada staf kesiswaan.
"Duh, apa ga kecium hidung mereka aroma yang menyengat ini. Coba di cari sumbernya Pak Anto!" perintah wanita itu lagi pada salah satu petugas kebersihan yang ikut bersama mereka.
"Sepertinya ini, Bu" Pak Anto menunjuknya gulungan kaos kaki uang dipegang dengan ujung jarinya sembari tangan yang satunya menutup rapat organ penciumannya.
"Ya, Allah. Kaos kaki itu sudah berapa abad ga dicuci. Catet, Pak. Temuan dari kamar 301, Ibu asrama mengingatkan staf kesiswaan. Sementara ia sendiri menuju ke kamar mandi dan menyibak bagian-bagian tersembunyi yang ada di kamar itu.
"Ini juga, celana dalam bergelantungan di sini. Mana yang bersih atau kotor? Handuk basah juga bergeletakan di tempat tidur," ocehnya lagi.
"Sepertinya kita harus briefing lagi nih anak-anak baru. Apa yang sudah kita sampaikan saat pengarahan rupanya tidak digubris oleh mereka. Mungkin mereka beranggapan jika tidak bakal diperiksa seperti ini, kali?" Oceh ibu asrama bak petasan yang sudah tercium api.
Ia sangat kesal, dari semua kamar anak laki-laki yang sudah ia periksa masalahnya sama. Meletakkan barang di sebarang tempat, pakaian kotor bergelantungan di kamar mandi, rak buku sudah berubah fungsi menjadi tempat makanan, deodorant dll. Padahal pihak sekolah sudah menyiapkan kabinet khusus untuk menyimpan snack dan makanan siap saji lainnya.
Kolong kasur menjadi tempat untuk mengamankan pakaian kotor, sepatu, sampah bebas makanan, dll. Belum lagi sampah yang sudah penuh sesak ditempatkannya tidak dibuang, menimbulkan aroma yang tidak sedap di ruang itu.
Semua temuan itu sudah di dokumentasikan dan akan ditayangkan saat pengarahan nanti.
Beralih ke kamar putri, tak jauh beda. Malah lebih parah lagi keadaan. Kamar mandi lebih mirip tempat jemuran, kutang dan celana dalem bergelantungan. Belum lagi rendeman pakaian sudah sudah bau bangkai karena kelamaan belum juga di cuci.
"Kenapa ada mangkok dan sendok bisa sampai ke kanar? Ini kan punya dapur umum. Apa mereka tidak ngecek jumlahnya hingga ada yang hilang tidak ketahuan,"
"Sepertinya bekas makam, mie," sahut staf kesiswaan.
__ADS_1
"Mau makan mie, bakso, atau apapun tetap tidak diperbolehkan. Aturan sudah di tempel di kamar masing-masing bahwa siswa tidak diperbolehkan membawa makanan mereka ke kamar. Semua harus makan di tempat,"
"Foto ini dan jangan lupa untuk di catat nomer kamarnya,"
Sore harinya, usai bel pulang berbunyi, anak-anak kelas sepuluh tidak diperkenankan kembali ke asrama. Mereka semua di kumpulkan di ruang auditorium, akan ada pembinaan dari ibu asmara, tindak lanjut dari sidak yang sudah dilaksanakan pagi tadi.
"Pikiran gua mendadak jadi ga enak, sepertinya kita bakal kena ocehan lagi ini," seru Bella yang berjalan di sisi Fadlan menuju ke ruang auditorium.
"Ga juga, rasanya kamar gua cukup rapi," sahut Fadlan.
"Gua ga yakin, kalau sudah bicara perasaan. Bersih dan rapi versi elo belum tentu sesuai dengan aturan dan tata tertib asrama," Bella menimpali.
"Ha...ha...... Capeklah. Kalo mau dihukum silahkan, ga kena hukuman juga alhamdulillah," ujar Fadlan pasrah.
Begitu masuk ruangan, mereka sudah melihat beberapa barang yang di gelar di podium ruang auditorium. Mulai dari buku bacaan dewasa, kosmetik, farfum, dan beberapa benda yang sudah disebutkan dalam aturan tidak boleh di bawa ke asrama.
Fadlan dan Braga melirik benda-benda itu ketika melintas menuju ke tempat duduk. Ia tidak berani mengamati dengan intens karena ibu asrama sudah siap dengan tayangan slidenya, berdiri di tengah podium.
"Sepertinya ada yang salah," bisik Braga pada teman satu kamarnya itu.
"Iya," Fadlan yang sudah menjatuhkan bokongnya di kursi hanya bisa pasrah, benda kesayangan ia lihat tergelar di ruang itu.
Happy reading all! Author tidak bosan-bosan minta dukungan. Mohon untuk tinggalkan
✓ LIKE
✓ KOMENTAR
✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏
Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊
__ADS_1