I Am Feeling Blue

I Am Feeling Blue
Haru


__ADS_3

Sambutan demi sambutan sudah terlewatkan, kini tiba giliran Pak Wawan Ridwan selaku kepala sekolah, pimpinan tertinggi di SMA Tunas Negara memperkenalkan seluruh wakilnya besarta staf yang hadir dan juga wali kelas yang akan mendampingi anak-anak kelas 10 selama satu tahun ke depan.


Perkenalan yang sifatnya hanya memberikan informasi sekilas tentang nama dan jabatan yang bersangkutan itu hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari lima menit. Wali kelas yang jumlahnya ada 6 orang itu memperkenalkan dirinya dengan ciri khasnya masing-masing.


"Wali kelasmu ganteng banget, Bell" bisik Verra pada Bella.


"Iya. Manis dan cool banget," sahut Bella singkat.


"Ya Tuhan, itu orang sempurna banget. Udah punya istri apa belum ya?" Seru Verra lagi, masih dengan suara yang setengah berbisik.


"Andai dia masih single, aku iklas PDKT hingga mendapatkan dirinya," tambah Verra seraya berhayal.


"Ah kau ini, ga ada bedanya sama Sella kalau sudah ketemu cowok ganteng," sahut Bella sekenanya.


"Eh.... Aku koreksi total ucapammu ya. Si Wonnya Sella atau Braga si Banci tengil itu ga ada apa-apanya dibanding Mr.Yun. Tolong jangan kategorikan Braga dalam barisan cowok ganteng," protes Verra dengan keras.


"Catat," tegasnya lagi. Kali ini dengan mimik yang begitu serius.


Bella mengangkat kedua bahunya. Pandangannya masih tertuju ke depan. MC membacakan susunan acara berikutnya, yaitu sambutan dari perwakilan siswa baru. Siswa yang dipilih masing-masing mewakili siswa dengan prestasi akademik tertinggi dan siswa dengan prestasi non akademik terbanyak.


"Wali kelasku kelihatan tidak care," ujar Verra lagi. Kali ini ada perasaan kecewa yang tertangkap dari nada bicaranya.


"Tidak boleh begitu. Mis. Citra terlihat jutek tapi kita belum tau sifat aslinya," sahut Bella mencoba menghibur.


"Aku mau pindah kelas, ah. Mau masuk IPA 1 aja biar bisa PDKT sama Mr. Yun,"


"Ih, kau ini. Emang bisa?"


"Entahlah," sahut Verra tidak begitu yakin.

__ADS_1


Bisik-bisik diantara keduanya tiba-tiba terhenti karena nama Bella Fatrisia Dhakwan dipanggil ke depan. Ia dipilih mewakili siswa dengan nilai tertinggi yang di terima di sekolah ini.


Setelah itu, nama Braga Sutan Gumilang juga di sebut, ia mewakili siswa yang mampu mengumpulkan mendali emas terbanyak di kelasnya dan sudah tercatat sebagai atlet nasional cabang olahraga tenis lapangan.


Dengan langkah ragu Bella maju menuju podium, ia juga melihat Braga melakukan hal yang sama. Iringan langkah mereka mengundang tepuk tangan seluruh siswa dan juga dewan guru yang ada di ruang guru.


MC memberikan mic pada Braga, ia diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata sebagai salam perkenalan pada seluruh hadirin di ruang ini.


Di luar dugaan, Braga yang terkesan biasa-biasa itu, berhasil membuat Bella dan juga seluruh hadirin terpakau dengan tutur sapa yang diutarakannya. Bahasanya begitu santun, tata bahasanya begitu tersusun rapi, pilihan katanya patut diacungi jempol. Singkat kata, malam ini Braga sudah menunjukkan aksi panggungnya dengan sangat sempurna. Ia berhasil menunjukkan siapa dirinya di depan khalayak ramai.


Setelah hampir 5 menit ia memperkenalkan diri berikut pengalamannya selama mengikuti turnamen dan piala-piala yang berhasil digotongnya, ia menutup pembicaraan dengan begitu mengesankan. Dengan sangat rendah hati dan dikuti dengan bahasa tubuh yang begitu sopan, Braga mohon bantuan dan dukungan pada semua teman dan dewan guru agar ia bisa mencapai cita-cita. Bisa menyelesaikan sekolah di SMA yang menjadi kebanggaan di kota ini.


"Sialan, kenapa manusia ini tiba-tiba menjadi begitu mempesona," bisik Bella dalam hati. Seketika itu jantungnya mulai berdengup saat bersih tatap dengan Braga.


Setelah itu, tiba giliran Bella yang di daulat untuk memberikan sambutannya. Cewek cantik yang memang pada dasarnya pendiam ini tidak banyak berkata-kata. Ia hanya memperkenalkan diri dan bagaimana ia bisa di terima di sekolah ini.


"Aku jadi malu, penampilanku tidak bisa sebagus dirinya saat berbicara di depan umum," keluh Bella dalam hati. Ia menjadi rendah diri karena tidak piawai berbicara di muka umum.


Mereka berdua dihampiri oleh kepala sekolah yang langsung menjabat erat tangannya. Kemudian foto mereka di dokumentasikan sebagai momen penting dalam setiap tahunnya. Tidak lupa, semua guru dan pejabat sekolah ikut mengalami.


Dalam sekejap, Braga dan Bella sudah dikenal oleh seluruh penduduk sekolah yang hadir dalam ruang auditorium malam ini. Pada mereka diberikan selempang yang bertuliskan "Selamat Datang Peserta Didik tahun Ajaran 2017/2018".


"Selamat, ya. Bapak sangat bangga pada kalian berdua. Semoga kedepannya kalian tetap menjadi role model bagi teman-teman yang lainnya," ucap bapak kepala sekolah saat memasangkan selempang pada bahu Braga dan Bella secara bergantian.


"Terimakasih, Pak," sahut Braga yang membalas pelukan sang kepala sekolah.


"Terimakasih, Pak. Semoga saya bisa menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pada saya," sahut Bella dengan senyum dan menundukkan kepalanya.


Setelah diambil beberapa foto untuk keperluan dokumentasi, akhirnya Braga dan Bella turun dari podium dan kembali ke tempat duduknya masing-masing.

__ADS_1


Baik Braga maupun Bella menyambut dengan ramah beberapa temannya yang memberikan ucapan selamat pada mereka.


"Ah, ternyata aku merasa paling beruntung sekarang ini. Teman sekamarku ternyata orang yang cerdas," seru Verra sembari mengucapkan selamat dan memeluk erat teman yang belum sehari di kenalnya itu.


"Terimakasih, jangan berlebihan. Kamu juga hebat bisa diterima di sekolah ini," balas Bella dengan nada merendah.


Keduanya duduk kembali di bangku masing-masing karena melalui pengeras suara, MC sudah membacakan acara berikutnya. Mendengar acara diteruskan, dalam sekejap seluruh siswa menertibkan dirinya sendiri. Tidak ada yang bersuara, semua pandangan dan pendengaran tertuju pada apa yang sedang ada di depan.


Acara berikutnya adalah perkenalan antar siswa perkelas. Acara akan dipandu oleh Mr. Roy selaku wakil bidang kesiswaan. Sebelum acara dimulai, lebih dulu upacara penyambutan di tutup sebagai tanda berakhirnya perkenalan siswa baru dengan seluru stage holder SMA Tunas Negara. Setelah itu diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh guru bidang studi Agama Islam, wali kelas kelas 10 IPS 1.


Dengan demikian, acara seremonial telah berakhir. Kepala sekolah dan beberapa wakil serta staf yang ada di podium turun, mohon ijin untuk meninggalkan ruangan. Kini yang tersisa hanya wakil kepala sekolah bidang kesiswaan beserta para wali kelas yang nantinya akan melanjutkan kegiatan hingga selesai.


Sebelum meninggal ruangan, kepala sekolah sempat berpesan agar acara perkenalan tidak boleh melewati jadwal yang sudah ditetapkan agar siswa tidak terlambat bangun pagi. Artinya, acara perkenalan ini akan selesai tepat pukul 21.00 WIB.


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Happy reading all😍


Jangan lupa sematkan


βœ“ Bintang 5


βœ“ Favoritkan


βœ“ Vote


βœ“ Komentar & Likenya yaπŸ™πŸ™πŸ™


Vote, like, & komentar yang kalian berikan membuat saya makin semangat untuk update 😊

__ADS_1


__ADS_2