I Am Feeling Blue

I Am Feeling Blue
Day 3 (bagian 3)


__ADS_3

Semua siswa sudah duduk di bangkunya masing-masing. Sesuai dengan barisannya, satu baris ke belakang untuk satu kelas.


Ruang yang bisa menampung peserta dengan kapasitas 700 orang itu masih terlihat legang karena hanya diisi oleh siswa baru, anak kelas X.


Kursi untuk dewan guru dan undangan di susun pada bagian depan siswa, menghadap ke podium. Jumlah tidak banyak, hanya sekitar 20 orang.


Sebelum acara penutupan, masing-masing kelas akan menampilkan yel-yel yang sudah mereka buat se-kreatif mungkin.


Semua siswa diminta untuk menampilkan yel-yel di depan seluruh teman dan guru. Lirik yel-yel pun beragam, sesuai dengan ide tiap kelas. Untuk kriteria penilaiannya akan dilihat pada kekompakan, semangat, dan lirik dari yel-yel tersebut.


Yel Yel versi kelas IPS 1, mereka memilih nada lagu Kolam Susu. Semua anak IPS 1 maju ke depan, mereka berbagi tugas. Semua bernyanyi dan melakukan gerakan seperti yang sudah mereka pelajari. Sella, sebagai pimpin gerakan, berdiri di depan.


IPS satu itu nama regunya


Cerdas dan pintar senjata siswanya


Putih abu-abu seragam sekolahnya


Ikut MPLS biar jadi siswa Tunas Negara


Orang bilang itu namanya usaha


Biar bisa jadi siswa juara


Dengarkan panggilan Indonesia tercinta


Regu IPS satu siap jadi pemenangnya…


Semua bertepuk tangan, begitu meriah. Gerakan mereka cukup membuat penonton terpingkal-pinngkal. Apalagi suara Sella yang lebih dominan dibanding teman yang lain, bahkan dia sempat beberapa kali mengulang syair lagu dengan logatnya yang kata membuat orang tak mampu menahan tawa. Penampilan regu ips satu sukses, tepuk tangan dari hadirin tetap menggema hingga mereka sudah kembali ke bangkunya masing-masing.


Berikutnya yel-yel versi lagu Despacito dari regu IPA 1. Berdiri di bagian depan Fadlan dan Salsa. Yang lainnya membentuk barisan di belakang kedua orang itu dengan posisi setengah lingkaran.


Begitu Salsa memberi aba-aba dengan bahasa recehnya, semua bernyanyi dan bergoyang mengikuti gerakan yang ada di depan.


Ayo kawan kawan semua


Bersama kita senang-senang


Jangan ada yang bersedih atau marah..


Wo.. wo… wohoo..


Hilangkan semua masalah


Ayo kita happy-happy


Nyanyikan lagu ini pelan-pelan..


Pe..lan..pe…lan….


mari kita goyang pelan-pelan


Dengan lagu yang berjudul pelan-pelan


Jangan ada yang marah atau kesal


Pe…lan..pe…lan…


Bersama kami ikut MPLS


Kami berkarya, bersatu demi bangsa


Kamilah generasi Indonesia


Siswa Tunas Negara yang pantang menyerah

__ADS_1


Saat mereka menyuarakan syair pe...lan.....pe....lan dikiuti gerakan patah-patah. Sesi ini yang membuat seluruh hadiri grrrrr seketika itu juga. Tubuh Fadlan dan Salsa yang melebihi bobot normal membuat gerakan kedua orang itu tak henti-hentinya mengundang tawa.


Yel Yel versi regu IPS 2 dengan nada Superman is Dead


Jika kami bersama


Hening akan terpecah


Jika kami bersama


Semua akan bahagia


Jika kami bersama


Nyalakan tanda bahaya


Musik akan terhentak


Anda akan tersentak


Dan kami tau engkau bosan


Dijejali rasa yang sama


Aku dia dan mereka


Muda beda dan berbahaya!!!


Yel Yel yang terakhir ditutup dengan penampilan Keong Racun dari regu IPA dua.


Hai sobat ayo kita semangat


Ikutan MPLS


banyaklah tantangannya


Hai…! sobat sobat semua


Jangan malu malu buat kamu tuk kenalan


Mulut komat kamit


tuk ajak kenalan


Ganteng atau cantik


Mata langsung lirik.


"Ya ampun, receh banget tuh goyangnya. Sumpah ngakak maksimal gua,"


"Itu yang peke kacamata. Udah perutnya gedut. Udah itu keq abis nelen bambu. Goyangnya kagak ada lemes-lemenya banget,"


"Wk...wk....wk......,"


Semua tawa pecah saat itu juga. Tidak ada yang mampu menahan diri untuk tidak membisu. Begitu juga dewan guru yang ada di depan. Bahkan mereka sampai geleng-geleng kepala melihat penampilan anak IPA kali ini.


*****


Usai penampilan yel-yel dari setiap kelas, kini giliran Mr. Wasis mengumumkan beberapa penghargaan yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan.


"Siswa dengan nilai pre tes dan post tes tertinggi di peroleh Bella Fatrisia Dhakwan, IPA 1,"


"Siswa dengan hasil wawancara dan survey lokasi terbanyak dan terlengkap diperoleh Braga Sutan Gumilang, IPA 1 dan Haura Amelia, IPS 2,"


"Siswa dengan penampilan rapi dan paling disiplin diraih oleh Barent Ferdian, IPS 2,"

__ADS_1


"Yel-yel terbaik di raih oleh regu IPA 1,"


"Yel-yel pavorit, regu IPA 2,"


Dengan muka yang sedikit sedih, Mr. Wasis menyebut bahwa ada siswa yang dengan sangat terpaksa harus mengikuti MPLS tahun depan karena sudah melanggar disiplin berat. Tindakannya ini tidak bisa ditolerir karena selama sekolah ini berdiri, belum ada satu anak pun yang mencoba berbuat tidak jujur.


"Ya, Allah. Apa yang dimaksud itu adalah aku," Fadlan mulai merasa ada sesuatu yang tidak enak. Tiba-tiba ia teringat prihal nametag kemaren.


"Apa ini arah pembicaraan si bapak?"


Tidak hanya Fadlan, Braga dan teman yang lainnya juga merasakan hal yang sama.


"Kasian jika Fadlan harus mengulang lagi," desah Braga.


Semua siswa di minta berdiri. Siswa yang tidak lulus MPLS tahun ini akan ditandai dengan diambilnya nametag siswa yang bersangkutan oleh ketua OSIS.


Suasana menjadi tegang seketika itu juga. Apalagi mereka melihat, sang ketua OSIS mengambil catatan yang diserahkan oleh Mr. Wasis. Setelah ia membuka dan membaca map yang ada di tangannya, ia memandang sejenak semua siswa yang masih berdiri tapi di depan kursinya masing-masing.


"Fadlan Putra Ramadhan," silahkan ke depan. Adelia menyebut nama itu dengan tegas, tepat di depan sang pemilik nama.


Meskipun ia sadar, panggilan ini ada kaitannya dengan apa yang sedang di bahas oleh Mr. Wasis Fadlan hanya mampu mengikuti perintah itu. Ia maju ke podium tanpa ragu meskipun hatinya galau setengah mati.


"Saya ambil sebagai contoh, Fadlan Putra Ramadhan. Kita semua tahu, kemarin kelas IPA 1 telah membuat suatu pelanggaran berjamaah," Mr. Wasis tidak melanjutkan ucapannya, ia menyapukan pandangannya ke seluruh siswa yang masih dalam posisi berdiri. Wajah-wajah mereka terlihat begitu tegang.


"Dan...... Yang saya sesalkan dari itu semua, otak dari pelanggaran itu adalan teman kalian yang sedang berdiri di samping saya ini," lanjut bapak itu lagi.


"Saya tidak mau hal seperti ini terulang lagi. Sebagai sanksi dari kejadian itu, saya akan melepas nametag teman kalian ini. Melalui forum terbuka ini saya tetapkan bahwa Fadlan Putra Ramadhan dinyatakan tidak lulus MPLS,"


Semua diam. Tidak ada yang berani bersuara. Bahkan semua regu IPA 1 menundukkan kepala. Mereka begitu prihatin atas kesalahan mereka yang sangat merugikan temannya itu.


Braga mengangkat tangannya sebagai kode ada sesuatu yang ingin ia sampaikan. Namun dengan sangat terpaksa ia harus menelan pil pahit, tidak ada kesempatan baginya untuk berpendapat.


" No....tidak ada tanya jawab atau adu argumen di sini. Keputusan sudah bulat," tegas Mr. Wasis lagi.


Braga mengalihkan pandangannya ke arah Mr. Yun. Ia ingin agar wali kelasnya itu memberikan pembelaan pada Fadlan, namun usaha itu juga sia-sia. Sejak tadi pandang Mr. Yun jatuh ke bumi, ia juga tidak mengangkat wajahnya barang sebentar.


Karena putus asa, tidak ada pilihan lain. Braga maju ke depan. Berdiri tepat di depan Mr. Wasis. Tanpa mengucapkan satu katapun, ia melepaskan nametag dan menyerahkannya pada wakil kepala sekolah itu. Setelah itu ia berdiri di sisi Fadlan dan meneluk pundak teman satu kamarnya, sebelum ia berdiri tegap menghadap teman-temannya.


Semua mata tertuju ke arahnya. Apa yang ia perbuat cukup nekad, ia memilih untuk tidak lulus MPLS untuk menemani sahabatnya itu.


Ternyata Braga tidak sendiri, tak lama dari itu ikut juga Roy, Bella, Witri, Dara, hingga yang terakhir Shira. Dalam sekejap, seluruh nametag kelas IPA 1 sudah di copot dan di serahkan pada Mr. Wasis.


Mr. Wasis tersenyum dan tepuk tepuk tangan "Good! Kalian sudah menentukan pilihan,"


Ia berjalan mengitari anak IPA 1 yang berjajar rapi dan memandang wajah mereka satu persatu.


"Meskipun kalian disini belum resmi jadi angkatan, tapi kalian bakal jadi satu angkatan. Kalau satu orang tidak lulus, kalian harus fight for him,"


"Fight for him no matter what happen, karena kalian itu satu. walaupun ada 24 orang tapi pikiran kalian itu harus tetap satu. Good!," serunya lagi.


Semua masih terdiam, belum ada yang bisa menebak arah pikiran bapak yang satu ini. Mereka semua masih tertunduk, sama hal nya yang dilakukan oleh dewan guru yang ada di depan.


"Ok, Tepuk tangan dulu buat regu IPA 1. Mereka dinobatkan sebagai regu yang paling kompak dan solid pada MPLS tahun " ujarnya lagi.


Tentu saja ucapannya kali ini serta merta diikuti tepuk tangan semua orang yang ada di ruang itu, tidak terkecuali Fadlan. Ia bisa tersenyum dan bernafas dengan lega setelah hampir 15 menit ia menahan nafas karena tegang.


Selanjutnya, kepala sekolah memberikan sepatah dua patah kata tentang pelaksanaan MPLS yang telah berlangsung selama 5 hari ini dan mengucapkan selamat karena semua siswa dinyatakan lulus MPLS dan sevafa resmi sudah tercatat sebagai siswa SMA Tunas Negara angkatan ke tujuh.


Happy reading all, tetep saja Author tidak bosan-bosan minta dukungan. Mohon untuk tinggalkan


✓ LIKE


✓ KOMENTAR


✓ VOTE -nya ya🙏🙏🙏

__ADS_1


Apresiasi dari kalian semua membuat saya semakin bersemangat untuk update. terimakasih 😊😊😊


__ADS_2