
Tiga hari kemudian.
Pagi ini Mini mengetuk pintu ruangan Virgo,Virgo pun memepersilahkannya masuk,saat di dalam Mini terlihat gugup.
"Ada apa?"tanya Virgo biasa saja.
"Hemmm itu..."Mini ragu ingin menyampaikan maksudnya.
"Itu...itu...apa?"Virgo bingung.
"Itu..."
"Iya itu apa Gege....jangan kelamaan gue banyak kerjaan"Virgo sudah mulai kesal.
"Bos...boleh nggak saya kasbon"Mini langsung to the poin,agar memepersingkat waktu.
"Hemmm dari tadi elu cuma mau bilang itu...berapa?"Virgo santai.
"Hemmm banyak bos"
"Ya...banyak itu berapa Gege?"
"100 Juta"
"Hah...buat apa?"Virgo terkejut dia bukan terkejut dengan nilainya tapi terkejut karena Mini ingin meminjam uang sebanyak itu untuk apa,dia sudah negatif thinking karena takut Mini di tipu lagi oleh laki-laki yang memanfaatkan kebaikannya.
"Buat nambahin biaya operasi jantung bapak saya bos...kemarin uang hasil jual mobil masih kurang,bos boleh potong uang gaji saya bos buat nyicil hutang saya ke bos,tapi itu juga kalau bos kasih bos"
"Huft...ya udah gue kasih,tapi ada syaratnya"Virgo sedikit lega karena tahu alasan Mini yang sebenarnya.
"Apa syaratnya bos?"
"Elu harus nikah sama gue"
Deg...
"Hehe elu jangan bercanda kak nggak lucu ah"
"Serius Gege Robert sebagai saksinya nih,nikah sama gue jadi istri gue bantu gue balas dendam sama temen elu Alula gimana elu mau?"
"Mak...sud...lu kita?"
"Iya...kita nikah secara sah...sah secara hukum dan agama tapi itu cuma status doang,kalo di rumah ya kita tidurnya misah,gimana?"
"Terus setelah elu dapetin Alula kembali elu ceraikan gue gitu?"
__ADS_1
"Nggak tahu juga"
"Hei...kak...ini serius ini pernikahan elu nggak bisa main-main pernikahan itu ibadah sunah tahu"Mini emosi hingga dia berdiri dari kursinya.
Robert pun terkejut dengan rencana bos nya ini.
"Gege tenang sih...jadi begini selama kita menikah gue janji gue nggak bakalan nyentuh elu apa lagi tidur bareng sama elu,jadi bila kita cerai elu masih suci oke..."
"Elu nikahin gue cuma buat elu cerein gitu kak?elu nikahin gue cuma buat muasin dendam elu sama Alula kan terus kenapa gue yang harus jadi korban kak?"Mini menahan tangisnya walau dadanya sudah sesak.
Mini tak menyangka bahwa Virgo bisa sejahat ini padanya.ini adalah tindakan yang sangat tidak masuk akal bagi Mini.
"Elu kan butuh uang 100 juta nanti gue kasih dah lebih 200 juta buat elu anggap itu insentip selama elu jadi istri gue,tenang ajah tunjangan yang lain-lain masih ada kok"
Mini bimbang karena bapaknya harus segera di operasi dan uang harus secepatnya ia dapatkan,uang sebanyak itu siapa juga yang mau meminjamkannya dan percaya padanya,sedangkan dia baru bekerja.
Tidak ada kah jalan lain ya...allah...
Tangisnya dalam hati.
"Kasih gue waktu berfikir"
"Ya udah berfikirlah jangan lama-lama"
"Tiga hari kelamaan,tiga menit"
"Ah...gila lu kak,gue minta waktu satu hari lah buat berfikir"
"Nggak itu masih kelamaan"
"Ya udah kasih waktu gue buat nenangin diri gue satu jam nanti gue kembali lagi kesini,permisi"Mini meninggalkan ruangan Virgo tanpa Virgo mengijinkannya keluar atau tidak.
Sekarang fikirannya benar-benar kalut mengahadapi atasannya sekaligus sahabatnya itu.
Mini berjalan ke arah toilet dia mencuci wajahnya di wash tafel,dia lalu menatap dirinya di cermin.
Sebegitu hinanya kah aku di matanya?apa arti persahabatan kita selama ini kak?apa?kenapa elu harus mengikat gue dalam pernikahan bila elu nggak menginginkan gue,kenapa elu jadi jahat begini sih kak?
Mini sedang berdebat dengan hatinya sendiri.
Sedangkan di ruangan Virgo,Robert yang terkejut dengan rencana Virgo pun akhirnya bertanya apa maksud sebenarnya dari bos nya tersebut.
"Bos...apa anda tidak bercanda bos anda mau menikahi Mini hanya untuk membalas mantan anda?"
"Iya gue yakin nggak ada yang lebih menyakitkan dari ini"
__ADS_1
"Bos...tapi itu akan menghancurkan hubungan persahabatan antara Mini dan Alula"
"Biarkan Mini nggak perlu punya teman licik kaya dia"
"Lagi pula kalau ingat kejadian kemarin gue nggak akan rela Gege sampai jadian sama Puma"
Kemarin saat berangkat menuju kantor,Virgo sempat melihat Mini berboncengan dengan Puma yang memakai motor sportnya,kata Mini dirinya tak sengaja bertemu dengan Puma saat sedang menunggu bus di halte kebetulan searah jadi Puma mengajaknya bareng dan di antar lah Mini sampai ke depan gedung kantor tersebut.
Ooo jadi maksud anda,anda langsung mengikat Mini dalam pernikahan agar Mini tak bisa di miliki siapa pun begitu...egois sekali anda ini dan kenapa momennya juga tepat sekali ya hemmm ckckck ini takdir kah atau memang renca tuhan ya?ah...ikuti saja lah alur ceritanya.
Fikir Robert.
Sementara Mini masih di toilet dan masih berdiri di depan cermin dia mengatur nafasnya agar dadanya tidak terasa sesak.
"Huft...Mini anggap saja ini sebuah drama dan elu jadi peran pendukung tokoh utama yaitu kak Igo dan Alula,anggap ajah elu lagi di atas panggung dan peran elu emang nggak penting tapi kalau nggak ada elu juga cerita ini nggak bisa sukses,ya...anggap lah begitu huft...demi bapak Min...demi operasi bapak,sebab elu mau nyari uang sebanyak itu dalam waktu yang cepat kemana lagi,ya kan???semangat Mini semangat...elu pasti bisa dan sukses memerankan peran elu di panggung nanti"
Mini tersenyum menyemangati dirinya sendiri agar tidak terlalu terpuruk dalam keadaan.
Mini keluar dari toilet dan tak segaja bertemu dengan Robert.
"Eh...pak Robert bisa kita bicara sebentar?"
"Ooo bisa tapi sebentar saya ke toilet dulu ya"
"Baiklah saya akan menunggu anda"
Selesai dari toilet Mini mengajak Robert berbicara di lantai bawah tepatnya di sebuah lantai yang khusus untuk para karyawan beristirahat makan dan minum,disana terdapat beberapa stand makanan dan juga minuman.
Mereka berdua duduk berhadapan di sebuah meja yang menghadap ke jalan.
"Pak apa ini tidak bisa di pertimbangakan lagi ya?apa aku benar-benar harus menikah dengan kak Igo?tidak bisa kah hanya sekedar pacaran saja gitu?"
"Sepertinya tidak bisa Min,bos sudah merasa nyaman dengan mu,dia nggak mau kamu jadi milik orang lain Mini sadar nggak sih kamu...nggak sadar ya...iya juga sih...orang aku juga baru sadar tadi saat dia bahas masalah kemarin saat kamu boncengan sama Puma"
"Kamu malu bila menikah dengan bos?"
"Hah...bukan begitu pak tapi aku jadi nggak enak nantinya sama Alula,lagi dia kenapa nggak diet ya...biar Alula tuh mau lagi sama dia hihi walau sebenarnya kalau lihat dia yang sekarang itu gemesin jujur kadang aku pingin nyubit pipi mbulnya itu hehe tapi nggak mungkin dia pasti marah kalau ku cubit kan?hahaha"
Kau masih bisa tertawa lepas padahal kau sedang bersedih karena permintaan si bos yabg keterlaluan,benar kata bos kau gadis yang baik dan tulus Min pantas dia selalu nyaman dengan mu,aku jadi penasaran saat masa-masa kalian remaja seperti apa.
Batin Robert.
...~~...
Bersambung.
__ADS_1