I Love You Bos N'Dut

I Love You Bos N'Dut
Pengangguran


__ADS_3

Pagi ini Virgo melamun di teras rumah Mini sambil bertopang dagu pada tangannya.Mini tersenyum melihat suaminya seperti itu.


"Kak....ngelamunin apa?"tanya Mini lembut.


"Lagi mikir gimana bisa bahagian kamu,tapi kerjaan ajah aku nggak punya sekarang gimna mau bahagiain kamu papah kejam banget sih..."Virgo keluhnya kesal.


"Nggak usah kesal begitu,oia kakak memang mau kerja?mau ngelamar dimana?"


"Mau ngelamar kerja dimana Sayang....semua perusahaan di kota ini dan di beberapa daerah kota besar itu rata-rata klien papah dan papah pasti sudah nyebar berita jangan memperkerjakan Virgo bila dia melamar disana huft"


"Masa sih papah mu sampai seperti itu?"


"Yeuh...kamu nggak tahu sih dia kalau udah bertindak ya begini kejam meski sama anak sendiri"


"Apa kita bikin usaha kecil ajah kak?"


"Ck...uang dari mana sayang....harusnya kemarin sebelum kartu atm ku kasih Robert aku kuras dulu ya isinya bodohnya aku sangking jarang pegang uang cash jadi begini nih"


Mini tertawa melihat reaski suaminya.


"Kok malah ketawa sih sayang..."


"Uang kakak masih ada di atm ku,waktu itu kakak kirim 200 juta lebih masih ada karena waktu itu aku hanya pakai 70juta buat nambahin biaya oprasi bapak,kan waktu itu aku sudah punya uang hasil jual mobil jadi masih ada tuh di atm sisanya"


"Itukan uang kamu sayang...aku kasih buat kamu"


"Bukankah sekrang ini aku istri sah mu?bahkan sekarang aku mengandung anak mu,masih kah harta kita misah-misah begitu?uang ku ya uang mu kak...harta ku ya harta mu bahkan raga ku saja sudah jadi milik kamu"


Virgo memegang tangan istrinya dan tersenyum padanya.


"Terima kasih ya sayang....aku memang tidak salah menjadikan mu istri ku,menjadikan mu wanita yang sangat aku cintai selama ini terima kasih"


Mini pun tersenyum padanya.


Dan pagi itu menjadi pagi yang cerah setelah awan mendung berkeliling di sekitar kepala Virgo,dan sekarang mereka sedang berfikir usaha apa yang sekiranya bisa maju dan berkembang.


"Hemmm bagaimana kalau kita jualan sabun saja kak,sabun yang kita produksi sendiri,seperti sabun cuci piring,sabun cuci baju dan sabun batangan kak,untuk sementara ini kita produksi di rumah saja nanti bila sudah ada untungnya baru kita sewa tempat buat produksi"


"Sabun?"Virgo sedang berfikir.


"Iya sabun kan keperluan setiap orang kak,dicari orang dan nggak mudah basi bisa tahan bertahun-tahun,untuk pemasaran luas kak kita bisa berjualan di pasar atau jualan online"

__ADS_1


"Boleh juga ide mu,kita tinggal kemas saja ya...nanti aku hubungi teman ku yang mempunyai pabrik kemasan deh kita pesan melalui dia"


Mini tersenyum padanya,Mini mencetuskan ide membuat sabun bukan sembarangan dia sudah pernah memperlajari cara membuat sabun saat masih SMA dulu saat pelajaran kimia jadi mereka sudah mengerti takarannya.


Sebenarnya Mini sudah lama ingin membuka usaha ini tapi dia belum meminta ijin suaminya untuk memakai uang pemberiannya waktu itu.


Mereka berdua pun memulai semuanya dengan berbelanja segala barang kebutuhan untuk produksi sendiri,mulai dari bahan kimia yang di butuhkan,parfum yang akan di campurkan dan lain sebagainya,Virgo ingin menciptakan sabun yang ramah lingkungan dan juga lembut di kulit penggunanya tapi harumnya memikat hingga dia mencapur beberapa bahan alami yang bisa ditemukan di alam.


Seminggu kemudian setelah mempraktekan hasil idenya dirumah maka terciptalah sabun ramah lingkungan yang wangi dan lembut di kulit,setelah itu Virgo memesan kemasan mulai dari botol kemasan dan plastik puch dan kemasan kardus kecil untuk sabun batangan.


Dan Mini pun sudah menyewa lapak di pasar pada orang-orang yang sudah dikenalnya,sebagian memang preman pasar yang dia kenal selain pedagang di sana.


"Bang....gue butuh lapak nih mau dagang sama suami gue"ucap Mini saat dirinya datang ke pasar dan menemui seorang pria bertato di lengan kanannya.


"Eh...Mini...elu mau julan?"kata pria itu.


"Iya...ada kan lapaknya yang aman loh bang..."


"Ya...aman dong buat adek gue mah...eh tapi elu bilang apa tadi mau jualan bareng suami elu?emang elu udah nikah kapan?kok nggak ngundang-ngundang?"


"Iya...waktu itu gue nikah cuma akad doang dan cuma di hadirin keluarga gue doang bang...kan bapak waktu itu baru selesai operasi"


"Hehe iya bang makasih ya bang....udah bantu gue waktu itu"


"Iya sama-sama elu juga suka bantuin gue kalo gue lagi susah,oia elu sendirian mana suami lu?"


"Ada lagi beli barang tuh dia orangnya"Mini menunjuk Virgo yang mendekatinya sambil membawa sebuah kantong plastik hitam entah apa isinya.


"Serius itu suami lu min?ah gila adek gue pinter juga nyari laki,ganteng banget,putih,tinggi aih...ini mah bukan orang sini ya..."


"Waktu kecil disini pas SMP dia pindah rumah bang"


"Sayang...gimana ada?"tanya Virgo mendekati Mini yang sedang mengobrol dengan preman pasar itu.


"Ada sih kak ini kenalin dulu bang Diki"kata Mini.


Virgo tersenyum pada Diki dan berjabat tangan dengannya.saat Diki menyentuh telapak tangan Virgo yang begitu halus dan lembut membuatnya heran.


"Aih Mini....elu nemu laki dimana ini tangannya meni alus pisan...nggak kaya tangan gue...kapalan semua"


Mini tertawa sedang Virgo heran di buatnya,dia sempat berfikir kok bisa ya istrinya punya kenalan orang-orang seperti ini,tapi dia tidak heran sih karena Mini itu orang yang ramah dan baik dia bisa berteman dengan siapa saja termasuk orang-orang seperti ini.

__ADS_1


"Ayo ikut gue kemarinnya ada lapak kosong"ajak Diki


Mini dan Virgo pun mengikuti langkah Diki dan Diki menunjukan sebuah lapak kosong letaknya cukup strategis.


"Emang mau jualan apa Min?"tanya Diki.


"Mau julan sabun bang...nanti ada sampelnya abang cobain ya di rumah bawa buat istri abang,sekalian promoin ke tetanggan hehe"


"Oke....beres dah kalo gitu mah semoga lancar ajah ya usahanya"


"Aamiin..."jawab Virgo dan Mini.


Mereka pun akhirnya mengobrol dan menemui orang yang punya lapak tersebut untuk di sewakan,harga sewa cukup terjangkau Virgo membayar uang sewa langsung selama tiga bulan dulu,bila perkembangannya bagus maka akan dia perpanjang begitu rencananya.


Diki melihat sepertinya Virgo memang bukan dari kalangan biasa,karena caranya bicara dan bertransaksi itu berbeda dari cara-cara orang kebanyakan.


Tutur bahasa Virgo sangat teratur dan penuh perencanaan.


"Laki lu kerja dimana sih Min?"Diki penasaran.


"Kenapa emangnya?"


"Nggak kayanya beda ajah gitu bahasa orang pinter kayanya deh...elu nemu dimana sih perasaan mantan pacar elu nggak ada yang bener dulu"


"Hahaha gila lu jangan ngomong gitu di depan dia ya bang ngambek dia nanti"


"Hemm bisa ngambek juga dia?"


"Ya bisa lah bang...kan dia cinta sama gue"


"Ah...gila lu beruntung banget ya...oia elu belum jawab pertanyaan gue tadi laki lu kerja dimana?"


"Dia nggak kerja dia pengangguran mangkanya kita mau jualan"jelas Mini.


"Serius lu"Diki tak percaya.


"Serius bang Diki...saya pengangguran"ucap Virgo tiba-tiba.


...~~~~~...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2