I Love You Bos N'Dut

I Love You Bos N'Dut
Kembali


__ADS_3

"Apa kebakaran?"Suara mamah terdengar dari bawah tangga.


"Mah..."Virgo lalu menghampiri mamahnya dan mencium punggung tangan mamahnya.


Wajah mamah tampak cemas dia lalu melihat sekujur tubuh anaknya.


"Kamu nggak apa-apa ada yang luka nggak,terus istri mu?"Mamah cemas.


"Vir nggak apa-apa mah...kecuali Istri Vir dia di rawat dulu sementara karena terlalu banyak menghirup asap"jelas Virgo tenang.


"Apa penyebab kebakaran?"tanya mamah cemas.


"Di sengaja oleh orang"jawab Virgo masih tenang.


"Apa?!"kini giliran papah yang terkejut saat mendengar putra pertamanya mengatakan hal itu.


"Iya...pah...mangkanya Vir datang kesini mau minta bantuan papah cari tahu dan tangkap orang yang menyuruh mereka membakar ruko Vir"


"Apa kau punya saingan bisnis?"tanya papah yang menghampiri mereka yang sedang berkumpul di ruang tengah.


"Saingan pasti ada pah tapi kita bersaing sehat kok"


"Mana tahu Vir...kau kan sudah berjalan di dunia bisnis kau pasti mengerti bagaimana medannya hal seperti ini memang kerap terjadi,oke papah bantu kamu tapi dengan satu syarat"


"Syarat apa sih pah?Vir lagi kena musibah ini"Virgo kesal karena papahnya masih saja mengajukan syarat padahal dirinya sedang susah.


"Kembali pulang bawa istri mu dan pimpin perusahaan lagi"


Mamah dan ketiga adiknya senang mendengarnya,sebenarnya Robert sudah memberitahukan Virgo seminggu yang lalu kalau papahnya sudah menyuruhnya kembali memimpin perusahaan,hanya saja Virgo masih asik dengan usaha barunya ini.


"Jangan-jangan papah ya yang menyuruh orang-orang itu bakar ruko ku?agar aku kembali ke perusahaan lagi"Virgo asal tuduh.


Plak....


Kepalanya langsung di pukul papahnya.


"Aw...sakit pah"Virgo mengelus-elus kepalanya.


"Apa papah sudah gila?apa papah sejahat itu,papah tahu istri mu sedang mengandung anak mu masa tega mencelakainya dengan cara seperti itu"


"Iya juga sih"Fikir Virgo.


Segalak-galaknya papahnya mana mungkin tega menyakiti istrinya apa lagi sedang mengandung cucunya.


"Baiklah Vir mau kembali keperusahaan lagi tapi ada syaratnya juga"


"Apa lagi?"tanya papah malas.


"Tolong papah buatkan pabrik produksi sabun prodak Vir hehe kasihan pah karyawan Vir kalo Vir tinggal begitu ajah"


"Anak ini benar-benar ya...pandai sekali mencari celah pantas bisnis mu maju pesat"ucap papah tersenyum bangga.


"Ya...aku kan keturunan papah sifat ku yang begini ya nurun dari papah" ucap Vir sambil mengerlingkan sebelah matanya.


Mamah hanya tersenyum melihat tingkah laku anaknya sulungnya yang memang sangat mirip dengan papahnya.


"Aaaa hore abang balik lagi"teriak ketiga adiknya dan lalu menghambur memeluk sang kakak tertua mereka.

__ADS_1


Virgo tersenyum karena kehangatan yang di berikan adik-adiknya.


Dibalik musibah yang di alami memang pasti ada hikmahnya,kini Virgo dan Mini akan kembali kerumah utama keluarga Virgo,karena papah dan mamahnya pasti akan tinggal kembali di luar negeri setelah Virgo memimpin perusahaan lagi dan mereka pasti akan sangat jarang ada di rumah oleh karena itu Virgo dan Mini bertugas menjaga mereka menjadikan mereka anak-anak baik.


Di rumah sakit.


Mini terbangun dia melihat ada Linda dan teh Novi dia mencari keberadaan suaminya.


"Teh dimana kak Igo?"tanya Mini dengan suara lemas.


"Ooo Virgo pulang kerumah orang tuanya dulu mau kasih tahu keadaan kalian"


"Ooo begitu Sehhh"Mini mengeluh sakit dia memegang perutnya.


"Kenapa Min?"tanya teh Novi dan Linda.


"Ngilu teh...biasa lagi aktif dia hehe"


"Anak laki ya aktif hehe"Linda tertawa.


"Seaktif bapaknya kalo lagi nengokin?"Linda iseng.


"Apaan sih Lind...jangan ngaco deh itu rahasia"Mini malu wajahnya merona saat di ledek Linda.


Londa dan teh Novi tertawa bersama,dan tak lama terdengar suara pintu terbuka.


"Kakak ipar...."pekik Leona dan Dinda.


Mereka datang bersama Virgo.


"Yona,Dinda,Dika"Mini terlihat senang.


"Alhamdulilah kakak baik-baik saja"ucap Mini sambil mengelus perutnya yang sejak tadi nyeri karena bayi didalam perutnya bergerak aktif terus.


"Kenapa?"Virgo mendekati istrinya karena sejak tadi dia melihat istrinya terus mengelus perutnya.


"Nggak apa-apa cuma lagi aktif ajah dia"Mini tersenyum pada suaminya.


"Hei....boy...kenapa sayang?disini ada om dan tante mu nih"Virgo berbicara dengan perut Mini.


Duk....


"Aw...."Mini menjerit karena bayinya menendang saat di ajak bicara dengan papahnya.


"Hehe...sabar ya...dua bulan lagi baru kamu ketemu papah,mamah dan juga om dan tante mu juga oma dan opa mu"


Duk....


"Aw.....kak udah kak dia makin kencang nendangnya"Mini meringis karena menahan linu di perutnya.


Semua yang ada di ruangan pun tertawa.


"Sayang...aku mau bicara sama kamu"Virgo tersengar serius.


Teh Novi dan Linda ingin meninggalkan mereka tapi Virgo mencegahnya Virgo ingin mereka semua tahu apa yang akan di bicarakan dirinya dengan istrinya.


"Sayang papah menyuruh kita kembali kerumah dan meminta ku memimpin perusahaan lagi,bagaimana menurut mu?"

__ADS_1


Mini terlihat bingung.


"Kak....terus prodak sabun kita gimana?terus si amat,Budi,Malik dan para sales gimana kak?mereka akan jadi pengangguran dong?"


"Tenang sayang papah akan membangun pabrik sabun prodak kita lebih besar lagi mereka masih bisa bekerja disana,untuk sementara mereka bekerja di ruko yang lain dulu nanti bang Diki bantu cariin tempatnya aku juga mau menjadikan bang Diki petugas keamanan di sana kamu setuju kan?"tanyanya lembut.


Mini mengangguk cepat.


Virgo memeluk kepala istrinya dia tahu,istrinya pasti lebih memikirkan orang lain dari pada jabatan suaminya yang tinggi.


"Hore....kakak ipar kembali ke rumah"peluk Leona dan Dinda.


"Hei...hei...ingat perut kakak mu ini nanti kejepit"ucap Virgo karena kedua adiknya memeluk dirinya dan juga istrinya berbarengan.


Teh Novi tersenyum melihat adiknya bahagia karena di sayangi oleh keluarga suaminya.


Alhamdulilah adik ku mendapatkan suami yang baik dan sayang sama dia,mungkin ini balasan kebaikan dia sewaktu dulu sering nolong orang tanpa pamrih.walau dulu sering di tipu sama pacar-pacarnya yang hanya memeras uangnya saja tapi alhamdulilah sekarang allah angkat derajatnya derajat keluarga dan suaminya menjadi lebih tinggi lagi.


Mereka pun berbincang-bincang dan tak lama ada seaeorang masuk kedalam ruangan Mini.


"Bos..."Robert masuk.


Virgo langsung memeluk kepala istrinya.


"Jangan lihat kesini istri gue lagi nggak pake hijab"sentak Virgo.


Robert spontan langsung menunduk.


Ya ampun dia makin posesif begini sih...


Batin Robert.


"Ada apa lu dateng kesini?"


"Nyonya besar meminta saya mengantarkan ini"Robert memberikan bag paper pada Virgo.


"Yona tolong ambil itu"Virgo meminta adiknya yang mengambil tas itu karena Virgo masih tidak mau melepaskan pelukannya.


"Astagfirullah abang...kasihan itu kakak ipar"tegur Leona.


"Suruh pacar mu itu menoleh ke tembok dulu nanti dia lihat aurat istri ku gimana?"


"Allahhuakbar bang Vir...."ketiga adiknya kompak.


Robert pun akhirnya menghadap tembok.Virgo melihat isi tas tersebut ternyata pakaian ganti untuk mereka dan juga hijab untuk Mini langsung Virgo mengeluarkan hijab itu dan memakaikannya di kepala istrinya.


"Memangnya semalam yang nangani kakak ipar dokter perempuan ya?"tanya Leona.


"Iya...untungnya dokternya perempuan dia lagi tidur semalam jadi nggak sempat ambil kerudung pas kebakaran"jelas Virgo.


"Lah tapi bukannya semalam bang Diki juga ikut nganterin ya Vir berarti dia lihat dong Mini nggak pake hijab"celetuk Linda.


"Ya semalam kan darurat Linda...istri gue harus segera ditolong"


Mereka tertawa tanpa suara karena Virgo begitu posisesif pada istrinya.


...~~~~~...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2