
Virgo memasuki kamarnya,di lihatnya Mini sudah tertidur pulas di atas kasur dengan selimut yang menutupi tubuhnya.Di tatapnya wajah lelap istrinya ingin rasanya dia membelai wajah tersebut tapi tak di teruskan,Virgo langsung menjatuhkan dirinya di sofa dan memejamkan matanya.
Adzan subuh berkumandang Virgo mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi,dia menebak pasti istrinya sedang mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat subuh.
Virgo menunggu Mini keluar kamar mandi tapi ini lebih lama dari biasanya.
"Ge...elu ngapaian kalo udah wudhunya gantian"ucap Virgo yang berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Sebentar kak"sahut Mini.
Virgo akhirnya duduk kembali di sofa tak lama Mini keluar dari kamar mandi,tapi dia tidak mengambil mukenanya dia malah berjalan ke arah pintu kamar.
"Elu mau kemana nggak shalat?"tanya Virgo.
"Mau ke dapur siapin sarapan,gue lagi nggak shalat dulu bisa si merah dateng"ucap Mini santai.
"Hah...apa?!"Virgo bingung.
Mini langsung membaca raut wajah suaminya.
"Gue dateng bulan kak"ucap Mini malas menjelaskan.
"Ooo gue kira apaan pantesan kemren ngambek mulu ternyata PMS"
"Hiihhh pagi-pagi, ya udah mau sarapan apa?"tanya Mini.
"Kentang rebus ajah pake kulitnya ya rebusnya cuci bersih sebelum di masak,sama buatin jus mangga tanpa gula"
"Oke...siap bos"Mini berlalu dari kamar.
"Untung belum gue apa-apain dia hehe kalo udah puasa dulu gue seminggu hihi kok gue jadi mikir kesitu ya subuh-subuh astagfirullah"Virgo menggelengkan kepalanya karena sempat berfikir kotor.
Pagi hari di meja makan.
Semuanya sudah tersedia di meja makan,Mini sedang mempersiapkan semua menu di meja membantu mba Narti art yang bertugas memasak.
"Kak...bang Vir belum turun?"Tanya Leona.
"Belum mungkin sedang mandi"jawab Mini lembut.
"Ooo ini buat siapa?"Leona menunjuk kentang rebus dan jus mangga.
"Itu buat abang mu"
"Ooo begitu,kak boleh aku tanya sesuatu?"
"Ya apa?"
"Memang kakak malu punya suami ndut?"
"Hahaha apaan sih,nggak kok... jujur sebenarnya aku suka dia yang ndut gemesin,aku juga kaget pas bodinya dia berubah pas nikah"
"Serius?kakak suka abang yang ndut?terus kenapa sekarang dia repot-repot mau diet begitu?"
"Nggak tahu aku terima dia apa adanya kok,aih Mini elu ngomong apa sih kaya iya ajah tapi emang bener sih gue suka dia apa adanya,eh...suka"
__ADS_1
Mini bingung dengan hatinya sendiri.
"Kak...kakak...kok bengong?"
"Eh...maaf kakak pamit ke atas dulu ya mau mandi dan ganti pakaian dah Yona"Mini menghindar dari Leona dan berjalan menuju tangga.
"Ya...dah"jawab Yona malas.
saat di kamar Virgo sudah rapih dengan pakaian kantornya.
"Udah rapih kak?"tanya Mini.
"Ya...siap-siap lah gue tunggu di bawah ya..."
"Hemm"Mini langsung masuk ke kamar mandi.
Virgo turun dia sudah melihat Leona dan Andika sudah berada di meja makan menunggunya sarapan pagi.
Vir menggeser bangku dan duduk.
"Bang...kenapa maksa diet sih?orang kakak ipar tuh suka kakak apa adanya loh kak"ucap Leona tiba-tiba.
"Apaan sih elu pagi-pagi"Virgo bingung dengan ucapan adiknya.
"Iya tadi Yona tanya sama kakak ipar,apa kakak ipar itu malu punya suami ndut,kakak ipar bilang sebenarnya dia malah lebih suka body kakak yang ndut karena gemesin katanya,tapi kenapa kakak malah diet ketat begini sih?"
"Biar kakak ipar lu makin sayang sama abang hehe"jawabnya asal.
"Ihhh bohong banget"
"Iya..."
Selesai sarapan mereka semua pun pergi ketempat tujuan masing-masing,Leona ke kampus sementara Dinda dan Dika ke sekolah.
Mobil yang membawa Mini dan Virgo pun tiba di pintu perkantoran,Mini dan Virgo turun lebih dulu sementara Robert memarkirkan mobil di area khusus untuk pemimpin perusahaan memarkirkan mobilnya.
Di dalam ruangan Virgo, Robert menjelaskan jadwalnya hari ini,ada beberapa meeting diluar kantor,salah satunya meeting dengan Marko teman Virgo saat kuliah dulu untuk membahas Desain prodak terbaru yang akan di luncurkan minggu ini.
Mereka pun pergi ke tempat pertemuan di adakan,Mini pun diajak oleh Virgo ke tempat meeting.
Sesampainya mereka di tempat meeting Marko dan asistennya pun telah tiba berbarengan.
"Mark apa kabar?"sapa Virgo langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Baik Vir..."Marko pun menjabat tangan Virgo.
Mereka berjalan bersama munuju tempat meeting mereka,saat mereka duduk berhadapan Marko melihat ke arah Mini,sebuah pandangan penuh tanda tanya.
"Why Mark?"tanya Virgo saat melihat raut wajah Marko.
"Siapa?"Mata Marko menunjuk Mini.
"Ooo iya aku lupa mengenalkan mu padanya,ini sekertaris pribadi ku dan juga istri ku"jelas Virgo.
"Ow...ternyata istri mu sekertaris mu,kau cinta lokasi begitu?"
__ADS_1
"Bukan begitu dia teman kecil ku Mark"jelas Virgo.
"Ow...cinta masa kecil"ledek Marko.
"Sudah lah...kapan mulai meetingnya kalau membahas masa kecil ku dengannya"
Marko tertawa mendengar Virgo mengelak.
"Kita tunggu seseorang dulu seorang yang mendesain kemasan prodak baru ini Vir"
"Ooo begitu baiklah kita tunggu"
Tak selang berapa lama mereka menunggu orang yang di maksud Marko pun tiba di lokasi.
"Maaf terlambat"ucap wanita itu.
Alula...
Ucap Mini dalam hati.
Alula duduk di samping Marko dirinya pun terkejut ketika mengetahui kliennya kali ini bekerja sama dengan perusahaan milik Virgo.
"Alula perkenalkan ini partner saya Virgo"Marko mengenalkan mereka.
Alula hanya menganggukan kepalanya saja,dan Virgo pun hanya mengangguk seadanya.
Virgo melirik Mini yang berdiri di belakangnya,dia kemudian menarik ujung baju Mini dan memintanya duduk di sampingnya.
"Duduk di samping ku bukan berdiri di belakang ku,kau itu istriku Gemini"bisiknya.
Kesambet apaan nih orang ngomong aku kamu merinding nih bulu kuduk.
Batin Mini.
Alula mengeluarkan beberapa desain gambar dan menunjukan kepada kliennya,karena prodak kali ini adalah prodak makanan jadi benar-benar harus menarik perhatian konsumen,sebuah gambar yang bisa menggugah selera saat pertama kali melihat kemasan tersebut.
"Bagaimana kalau yang ini Vir?"tanya Marko yang menunjukan sebuah gambar yang memang menggugah selera orang bila melihatnya.
"Boleh juga,bagaimana menurut mu"Virgo malah bertanya pada Mini.
"Iya bagus"jawab Mini.
Alula semakin geram melihat tingkah laku mereka berdua tangannya mengepal keras di bawah meja.
"Istri ku suka dengan yang ini Mark"jawab Virgo.
"Wow...sekarang minta pendapat istri dulu nih ceritanya"
"Ya...kenapa? nggak ada salahnya kan so kita satu kantor ini"
Marko tertawa lepas ketika mendengar perkataan Virgo.
Sementara Alula semakin kesal mendengar kata-kata dari mulut Virgo.
...~~...
__ADS_1
Bersambung.