
Flash back.
Pagi itu saat Mini sedang belanja ke pasar dirinya sudah di incar oleh seorang preman pasar,Mini di ikuti preman tersebut setelah selesai berbelanja sayuran dan sebagainya.
Mini menyadari ada yang mengikutinya tapi dia berusaha tenang,Mini akhirnya berhenti di jalan sepi dan laki-laki bertato naga ditangannya itu mendekat padanya.
Wajah Mini tak menampakan ketakutan saat pria bertato itu mendekatinya.
"Ada perlu apa bang?"tanya Mini santai.
"Serahin isi dompet elu"ancam pria bertato itu sambil mengacungkan sebuah pisau kecil.
"Buat apa?abang nyari nafkah buat keluarga dirumah kan?kenapa nyarinya macam begini?"
"Ah...banyak omong luh mana dompet lu"pria itu marah tak sabaran mendengar ocehan Mini.
"Ini..."Mini memberikan dompetnya dan langsung di rebut paksa oleh pria itu.
Saat melihat isi dompet Mini tidak ada apa-apanya pria itu semakin marah dan hampir mencekik leher Mini,tapi Mini berhasil menghindar.
"Abang kalau nyari nafkah buat keluarga di rumah tuh yang halal bang bukan merampas milik orang lain begini nggak berkah buat keluarga"
"Ahhh banyak bacot luh tahu apa lu tentang susahnya gue nyari duit hah..."bentak Pria itu.
"Abang butuh uang?berapa?"tanya Mini tetap santai.
"Dua juta kudu ada hari ini juga"pria bertato sewot
"Buat apa?"
"Buat bayar biaya istri gue lahiran"masih sewot.
"Ooo begitu,kalo gitu ikut saya yuk kita ambil uang di atm"
Pria itu tertegun mendengar ucapan dari Mini,dia tak menyangka wanita berjilbab yang dia ancam barusan ini mau memberikannya uang.
"Ayo bang kok malah bengong"ajak Mini.
Pria itu pun mengikutinya.
Mini berjalan ke atm di depan pasar dia mengambil uang sebesar 3juta dari atmnya lalu memberikannya pada laki-laki itu.
"Nih bang 3 juta semoga bermanfaat dan cukup ya"
Tangan pria itu gemetar saat menerima uang dari Mini,dia pun akhirnya menangis.
"Kenapa nangis bang?"
__ADS_1
"Maafin gue ya...udah ngancem elu kaya tadi gue terpaksa karena kepepet banget"ucapnya sambil menangis.
"Udah bang...mungkin ini juga rezeki anak dan istri abang,saya ikhlas ngasihnya biar berkah buat keluarga abang,permisi ya bang..."Mini pamit pada pria tersebut.
"Tunggu gue Diki elu kalo di ganggu sama orang sini sebut ajah nama gue"
"Iya..."
"Nama elu siapa neng?"tanya Diki lagi sebelum Mini beranjak pergi.
"Nama gue Mini bang,udah ya udah siang mau masak nih saya"Mini akhirnya berlalu dari hadapan Diki.
Dan sejak saat itu Diki selalu melindungi Mini dari anak-anak buahnya,Diki merasa berhutang budi pada Mini.karena menurutnya Mini orang yang tulus dan baik hati tidak seperti kebanyakan orang yang sering dia temui.
Flash back off.
Di kamar Mini.
Hari menjelang maghrib.
Mini dan Virgo bersiap untuk shalat maghrib berjamaah di kamar,setelah adzan maghrib berkumandang Virgo pun bangkit dan mengumandangkan komat sebelum memulai shalat dia menjadi imam untuk Mini selesai shalat maghrib Mini mencium punggung tangan suaminya dan Virgo mengelus kepala istrinya ketika tertunduk menyalami tangannya.
Terima kasih ya allah kau mengirimkan bidadari surga mu pada ku.
ucapnya dalam hati.
Mini akhirnya mencerikatan awal pertemuan mereka seperti apa dan akhirnya bang Diki menjadi seperti sekarang padanya,bang Diki sudah manganggapnya adiknya sendiri karena kebaikan Mini.
"Istri ku ini benar-benar jagoan ya...tak kenal takut hanya saja suka kalah sama ac mobil hahaha"Virgo tertawa lepas.
"Ihhh"Mini kesal di ledek suaminya yang memang kenyataannya seperti itu Mini memang tak kenal takut hanya saja bila dirinya menaiki kendaraan ber ac kepala dan perutnya tidak bisa di ajak kompromi.
"Kau tahu kenapa aku membeli mobil yang atapnya bisa terbuka?"Virgo kini menaruh kepalanya di pangkuan suaminya.
"Nggak tahu"Mini membelai kepala Virgo.
"Itu semua karena kamu sayang...kamu lupa apa yang Yona bilang tempo hari,kalau aku sengaja membeli mobil yang modelnya seperti itu karena aku selalu ingat kamu"
Mini mencoba mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu saat mereka sedang pergi bersama untuk olah raga.
"Ah...aku ingat jadi itu serius"
Virgo mengangguk.
"Iya aku sengaja membeli mobil seperti itu karena aku ingat kamu sayang...aku ingat kau tidak bersahabat dengan ac mobil mangkanya aku membeli mobil seperti itu"Virgo membelai pipi istrinya.
"Itu mobil pertama yang aku miliki saat aku menjadi presedir di perusahaan itu,kau tahu aku selalu berdoa agar kita di pertemukan kembali oleh allah SWT aku ingin terus bersama mu bila suatu saat kita bertemu lagi dan allah mengabulkan doa ku"
__ADS_1
"Allah mengirim mu langsung ke perusahaan ku,mangkanya aku memilih mu menjadi sekertaris ku,karena aku tak ingin jauh lagi dari mu,sungguh 7 tahun sangat menyiksa bagi ku tidak bisa bertemu dengan mu lagi"
"Kenapa kakak tidak datang saja kesini bukannya waktu sekolah kakak sering main kesini?"Mini manyun.
"Kan aku pernah bilang saat pulang dari luar negeri aku langsung kesini berapa kali aku kemari tapi di rumah tidak ada orang sayang..."jelas Virgo.
"Ooo iya waktu itu kami sempat tinggal di kampung bapak kan teteh dapat jodoh orang sana kak"
Virgo bangun dari posisinya dan memeluk tubuh Mini,dia mengatakan tak ingin berpisah lagi dengannya karena perpisahan dan kerinduan itu sangat menyiksa baginya.
Dirinya sangat menyangi Mini entah sejak kapan tapi dirinya selalu nyaman dan senang bila di sisinya.
Pagi Ini mereka sudah mulai bergadang di pasar,selain itu juga mereka membuka lapak di market place toko online,hingga pemasarannya bisa keseluruh negeri.
Virgo dan Mini melakukan promosi harga,Virgo yang memang sudah ahli dalam bisnis tahu bagaimana harus memikat hati pelanggan,selian itu Mini pun mempromosikan prodaknya ke tetangga rumah dan teman-temannya.
Hari pertama tidak terlalu ramai karena mencari pelanggan dahulu.
"Alhamdulilah lakunya kak"Mini tersenyum pada suaminya.
"Iya alhamdulilah rezki kita hari ini segini"
Lapak pun ditutup menjelang malam dan mereka pun kembali kerumah Mini di sana teteh Novindan Nugra sudah menunggu.
"Eh...gimana julannya laku?"tanya teteh.
"Alhamdulilah teh laku"ucap Mini Sementara Virgo memarkirkan motornya di sudut teras.
Motor matic baru yang di beli langsung cash oleh Virgo,menggunakan uang tabungan yang ada di atm Mini.
Virgo menyalami tangan teh Novi dan mengajak Nugra bermain di dalam.
Teh Novi senang melihatnya.
"Vir....benar-benar siap ya jadi bapak hihi"ucap teh Novi.
"Eh...Vir biasa teh main sama anak-anak adik Vir kan banyak teh"ucap Virgo.
"Ahh....iya..ya...hhehe adik mu tiga masih sekolah semua ya"
"Iya...teh tiga iseng semua lagi hehe"
Mini tersenyum mendengar percakapan kakaknya dengan suaminya,teh Novi sudah tidak ingin menikah lagi setelah bercerai dari suaminya,pernikahan membuatnya truma,karena bapak Nugra yang suka selingkuh membuat teh Novi menutup hatinya untuk tak menikah lagi dan fokus membesarkan Nugra.oleh karena itu teh Novi berharap Mini tak mengalami hal serupa dengannya,tapi teh Novi melihat Virgo sangat menyangi adiknya bahkan teh Novi sudah merasakan Virgo memang menyukai adiknya sejak masih di sekolah dulu hanya saja mereka selalu mengaku berteman saja,teman tapi akhirnya menikah ya macam ini nih,fikir teh Novi.
Untuk biaya sehari-hari teh Novi bekerja sama dengan Linda berjualan kue secara online dan juga membuka toko kue di dekat pasar letaknya tak jauh dari lapak milik Virgo dan Mini.
...~~~~~...
__ADS_1
Bersambung.