
Satu bulan kemudian.
Mini sudah kembali dengan kegiatannya sehari-hari,sebagai istri dan juga sebagai sekertaris Virgo di kantor.
Hari ini Papah Sunjaya datang ke kantor dan menemui Virgo di kantornya,Papah duduk di kursi kerja Virgo sementara Virgo duduk di sofa.
Papah memeriksa beberapa dokumen yang ada di laptop anaknya,tapi entah kenapa di begitu penasaran ingin melihat file cctv yang terhubung di laptop tersebut.
Wajah papah berubah ketika melihat rekaman cctv beberapa bulan yang lalu,saat Virgo dan Mini belum menikah sebab bukan hanya video saja yang terlihat suaranya percakapan mereka pun terdengar.
"Vir...apa-apaan ini?"nada suara papah tak bersahabat.
"Kenapa pah?"Virgo langsung menghampiri mejanya.
Papah menunjukan rekaman itu pada Virgo dan Virgo langsung membelalakan matanya.
"Jadi begini ceritanya?kamu mau main-main dengan pernikahan begitu Vir?siapa yang mengajari mu hah"papah marah dan meninggikan suaranya hingga terdengar sampai ke meja Mini.
"Papah mendidik mu bukan untuk memperlakukan wanita sebagai mainan Vir"papah mengomel.
"Pah...dengar dulu penjelasan ku"
"Penjelasan macam apa hah bukti sudah jekas begini kamu masih mau menyangkal"bentak papah.
"Iya Vir akui Vir salah,cara Vir meminta istri Vir menikah waktu itu,tapi waktu itu tidak ada cara lain pah Vir nggak ingin Gege jadi milik orang lain mangkanya Vir mengambil kesempatan itu"
"Astagfirullah Vir...kau tahu bagaimana perasaan istri mu saat itu saat kau mengatakan semua itu padanya?Vir..Vir..."Papah menggelengkan kepalanya.
Virgo hanya tertunduk dia merasa bersalah dan mengingat kejadian itu dia sudah menebak pasti saat itu hati Mini sangat sakit.
"Apa kau benar-benar mencintai istri mu?"
Virgo hanya mengangguk.
"Apa istri mu juga mencintai mu?"
"Iya dia juga mencintai ku pah"
"Jujur papah sangat kecewa dengan ini,papah masih belum memaafkan kesalahan fatal mu ini Vir,panggil istri mu kemari"pinta papah.
Vir pun memanggil Mini masuk keruangannya,Mini membaca raut wajah suaminya yang terlihat tidak baik-baik saja,apa lagi tadi dia mendengar papah berteriak marah padanya,Mini tak dapat menerka-nerka apa yang membuat papahnya semarah itu dan kini memanggilnya juga ke dalam.
"Duduk kalian"nada papah sinis.
Mereka berdua pun duduk berdampingan di sofa.
"Mini kenapa kamu mau menikah dengan dia?"tanya papah ketus.
"Karena...."
"Karena uang kan?"
__ADS_1
Deg...
Mini langsung mengepalkan tangannya.
"Kau tidak mencintai dia kan?kau hanya ingin uangnya kan?"desak papah.
"Pah....istri ku bukan wanita yang seperti itu"bela Virgo.
"Diam kamu papah tanya dia bukan tanya kamu"bentak papah.
"Saat itu saya benar-benar membutuhkan uang pah untuk operasi bapak,jadi saya menerima tawaran kak Igo"ucap Mini lembut.
Brak...
Papah menggebrak meja karena kesal dengan anaknya,yang semena-mena dengan wanita.
"Kau memcintainya?bila kau tidak mencintainya dan karena terpakasa menikah dengannya lebih baik tinggalkan dia jangan mau terus mendukung kesalahannya malah akan membuat mu sakit hati saja"omel papah.
"Saya mencintai kak Igo pah jauh sebelum kejadian itu,walau saya baru menyadarinya belakangan ini"Mini tertunduk Virgo lalu menggenggam tangannya yang terasa dingin.
"Maafkan aku kau jadi terlibat masalah begini"Virgo merasa bersalah.
"Tidak apa-apa kak"Mini tersenyum.
"Hei...kalian papah ada disini kenapa asik sendiri,papah sedang marah ini"papah tambah kesal dengan kedua anak itu karena masih sempat-sempatnya bermesraan di kala papahnya sedang marah.
"Marah bilang-bilang"gumam Virgo melirik papahnya.
"Apa kata mu Vir"papah mendengar anaknya bergumam.
"Kau ini"papah makin kesal dibuatnya.
"Kak..."Mini mengelus pundak suaminya.
Virgo malah tersenyum pada Mini.
"Baiklah bila kalian memang saling mencintai buktikan pada papah dan dunia ini"
"Apaan sih berlebihan banget"gumam Virgo tapi masih bisa di dengar papahnya.
"Vir..."papah kesal.
"Iya...iya"Virgo terpaksa menurut.
"Papah akan hukum kalian berdua,hukuman pertama kalian harus segera punya anak dua dalam jangka tiga tahun pernikahan ini"
"Hah..."Virgo dan Mini terkejut berbarengan.
"Hukuman kedua kalian harus keluar dari rumah,dan semua fasiliatas yang papah beri papah cabut dan berusahalah kau sebagai kepala rumah tangga untuk mencukupi kebutuhan anak dan istri mu di mulai dari nol Vir"
"Ap...apa?! pah papah bercanda kan?"
__ADS_1
"Papah serius papah mau melihat bagaimana kalian berjuang bukankah kalian saling mencintai"
"Tapi pah...nggak begitu juga pah...istri ku sedang hamil muda pah sekarang"jelas Virgo berharap papahnya luluh.
Ya Mini memang sedang mengandung saat ini usia kandungan baru 4minggu.
"Ooo sedang hamil bagus berarti kalian buatuh satu anak lagi nanti"ucap papah santai.
"Tapi hukuman kedua tetap harus di jalankan,sementara kau menjalani hukuman papah yang akan memimpin perusahaan disini"
"Astagfirullah papah masa tega sih pah sama istri ku sedang hamil muda loh pah"bujuk Virgo.
"Justru karena dia sedang hamil jadi kamu harus bertanggun jawab penuh dan berfikir bagaimana caranya membahagiakan dia dan calon anak mu,kerja keras jangan mengandalkan papah Vir...papah yakin kamu bisa"papah berdiri dari kursinya dan menghampiri Vir.
"Persiapkan semua barang kalian untuk keluar rumah sekarang juga"
"Ap...apa sekarang pah"
"Iya....se-ka-rang"
"Astagfirullah pah kenapa papah kejam sekali sih..."keluh Virgo.
Mini menarik ujung jas suaminya.
"Turuti saja,dan kita buktikan kita bisa mandiri kak"ucap Mini lembut.
"Sepertinya istri mu lebih bijak dari kamu Vir"
Dengan wajah malas Vir pun akhirnya menuruti kemauan papahnya.
Mereka berdua pun pulang dan merapihkan barang-barangnya,Semua fasilaitas benar-benar di cabut oleh papah,tak satu pun boleh di bawa baik kendaraan maupun kartu debit dan kredit semua milik Virgo disita,kecuali ponsel bahkan Virgo tidak di perbolehkan tinggal di rumah miliknya sendiri,padahal rumah itu milik Virgo pribadi tapi papah tidak mengijinkannya tinggal disana,papah nya benar-benar ingin melihat anaknya berusaha dari nol.
Mereka berdua berjalan dan menaiki taksi online menuju rumah bapak Mini untuk sementara tinggal sebelum mendapatkan rumah kontrakan yang baru.
Di dalam taksi.
"Sayang...maaf ya...jadi begini"Virgo merasa bersalah pada istrinya.
"Sudah tidak usah minta maaf aku biasa hidup susah kakak tahu kan?"
"Iya...tapi kamu sedang hamil sayang...dan aku hanya mempunyai uang segini didompet ku"Virgo menunjukan isi dompetnya yang hanya tingal beberapa lembar uang merah dan biru.
"Tak apa...nanti kita bicarakan lagi di rumah ya kak,tapi maaf kak kalau rumah bapak ku tak senyaman rumah mu"
"Tak mengapa asal kau ada di sisi ku,kau lah penyemangat ku sekarang ini,tetaplah di sisi ku ya"
Mini mengangguk dan tersenyum.
Terimakasih ya allah kau mempertemukan ku dengannya.
batin Virgo.
__ADS_1
...~~...
Bersambung.