I Love You Bos N'Dut

I Love You Bos N'Dut
Nguping


__ADS_3

Menjelang malam yang semakin larut Mini merasakan sakit di kakinya karena tadi memakai sepatu yang tidak biasa di pakai.Virgo mendengar Mini gelisah di atas kasur langsung menghampirinya.


"Kenapa?"tanya Virgo


"Kaki gue sakit kak"Mini sambil memijat-mijat kakinya sendiri.


"Coba gue liat"Virgo menyingkirkan tangan Mini yang memegangi kakinya.


"Sini gue urut"Virgo memegang kaki Mini.


"Apaan sih kaya bisa ajah"Mini menolak


"Bisa"


"Nggak ah nanti malah tambah sakit"


Leona lewat di depan kamar Virgo mendengar percakapan kakaknya dan kakak iparnya entah kenapa dirinya malah bersandar dan menempelkan telinganya di daun pintu tersebut.


"Ahhh kak pelan sakit tahu"teriak Mini.


"Tahan sih cengeng amat elu"Virgo sewot.


Leona cekikikan di balik pintu tak lama Andika pun lewat dan ikut nimbrung bersama Loena di balik pintu.


"Aaaawww kak pelan sakit janga kenceng-kenceng nekannya"pekik Mini.


"Tahan sih ya maklum baru pertama kali ini"


Kedua adik Virgo cekikikan di balik pintu sungguh adegan yang mereka bayangkan berbeda jauh dengan kenyataan yang ada di dalam.


"Aaahhh Ahhhh udah...udah...kak sakit udah...nanti yang ada gue nggak bisa jalan"


"Gila abang kita galak banget ya"bisik Leona.


"Ya udah lah"Virgo bangkit dari kasur dan meninggalkan Mini.


Kedua kakak beradik yang sedang asik menguping ini tak sadar kalau kakak tertua mereka akan membuka pintu hingga mereka yang sedang bersandar di daun pintu tersebut langsung ambruk jatuh masuk ke dalam kamar Virgo.


Virgo yang melihat hal itu langsung terkejut.


"Ngapain elu berdua?ngintip ya?"sentak Virgo.


Kedua adiknya kalang kabut dan langsung kocar kacir lari setelah mendapatkan bentakan dari kakaknya.Tapi bukan Virgo namanya bila membiarkan seseorang lari begitu saja setelah tertangkap basah.


Virgo mengejar kedua adiknya dan terjadilah keributan di lantai dua karena aksi kejar-kejaran antara tiga kakak beradik itu,hingga mama Lila dan papah Sunjaya keluar dari kamar mereka.


"Ada apa sih ribut banget?"tanya mamah bingung.


Sementara Leona dan Andika cekikian walau masih berlari karena Virgo mengejar mereka.


"Mah...mereka nggak sopan mah,nguping di depan pintu kamar Vir"Virgo sewot.


Mamah dan papah masih bingung.


"Kesini nggak lu berdua atau hukumannya tambah berat"Virgo kesal pada kedua adiknya.


"Mah...tolongin kita dong"Leona merengek.

__ADS_1


"Ya lagian kalian ngapain nguping di kamar abang kalian sih udah tahu watak abang kalian itu aneh"


"Mah...kok malah ngatin Vir sih?"Vir tidak terima di katain aneh oleh mamahnya sendiri.


"Hahaha maaf tapi memang begitu kenyataannya"mamah tertawa.


"Sini lu berdua ikut gue"Virgo menyuruh adiknya mengikuti langkahnya.


Vir membawa kedua adiknya ke sisi kolam renang kemudian dia menyetel musik dangdut koplo dari ponselnya.


"Joget lu berdua joget sampe 20kali puteran lagi ini"Virgo masih sewot.


"Hah...apa bang?nggak salah?"Andika dan Leona serempak protes.


"Joget hukuman elu berdua siapa suruh nguping,gila lu ya seberani itu sama abang"omel Virgo.


"iya...iya maaf"mereka berdua akhirnya menuruti Vir dan berjoget.


Mamah dan papah hanya tersenyum melihat kelakuan anak-anak mereka,tak lama Dinda dan Mini pun menyusul ke sisi kolam karena mendengar keributan.


Kedua adik Vir yang sedang di hukum berjoget melihat Mini yang berjalan agak pincang.


"Nah...kan abang apain itu kakak ipar sampe susah jalan begitu,abang mainnya kasar ya?"celetuk Leona.


Virgo langsung melotot ke arah adik perempuannya itu,bisa-bisanya dia berfikir sejauh itu.


"Yona jaga mulut lu kalo nggak mau ke masukan sendal gue"Virgo sewot.


Mamah langsung melihat ke arah Mini,tapi Mini malah bingung tidak mengerti maksud ucapan Loena.


"Kamu kenapa Min jalannya begitu?"mamah sebenarnya sedikit ragu menanyakannya karena takut Mini malu.


Mamah langsung menutup mulutnya yang spontan menganga.


"Vir sejak kapan kamu bisa mijat?lihat istri mu kakinya malah jadi sakit"omel mamah.


Virgo tidak bisa menjawab pertanyaan mamahnya.karena merasa dirinya memang salah.


"Nah...kan kakak buat kakak ipar sakit,sekarang kakak juga harus di hukum kan mah"Leona dan Andika langsung menarik tangan kakak tertua mereka dan mengajaknya berjoget.


"Loh...kok Vir ikut di hukum sih mah"Virgo protes.


Mamah dan papah hanya mengangkat bahunya saja.


"Akh...udah...udah...harusnya elu berdua yang joget kenapa gue harus ikutan juga"Virgo langsung mematikan musik yang beralun dari ponsel milik Virgo.


Mini tertawa melihat suaminya di kerjai adiknya,ini bukan pertama kali Mini menyaksikan kebersamaan keluarga Virgo,dulu saat masih sekolah dan Mini sering di ajak bermain ke rumah Virgo Mini selalu menyaksikan kebersamaan mereka ya seperti ini bila berkumpul ada saja yang di ributkan oleh mereka padahal itu hanya masalah sepele.


Tapi Mini senang melihatnya karena dia tidak mempunyai banyak saudara hanya ada teh novi dan bapaknya saja di rumah.


Melihat senyum lebar di bibir istrinya Virgo langsung menghampirinya.


"Seneng bener keliatannya lu"Singgung Virgo.


Mini langsung terdiam mendengar perkataan Virgo.


"Vir...sama istri kok bicaranya masih elu gue ajah sih panggil sayang kek,ayang atau honey,baby atau apa lah jangan elu gue elu gue"mamah protes.

__ADS_1


Virgo tersenyum dan menatap Mini yang terlihat keki.


"Elu mau di panggil begitu?"Virgo bertanya seperti meledek,dia tahu Mini pasti tidak akan mau di panggil seperti itu.


"Tuh kan mah...istri Vir ajah nggak mau di panggil begitu bukan begitu istri ku sayang?"Virgo meledek.


Mini merinding mendengar kata-kata Virgo,dia lalu memegang tengkuknya.


"Elu kedinginan ya udah masuk ke kamar yuk"ajak Virgo sengaja karena malas mengahadapi pertanyaan dari mamah dan adik-adiknya.


Di dalam kamar Virgo mengambil kotak obat dan memberikan salep pereda nyeri pada Mini.


"Nih pake barang kali bisa ngurangin rasa sakit di kaki elu,maaf jadi tambah parah gara-gara gue"Virgo langsung merebahkan dirinya di sofa setelah memberikan salep tersebut.


Vir langsung memejamkan matanya karena memang sedari tadi dia sudah lelah dan mengantuk.


Mini melihat Virgo cepat sekali terlelap.


Sepertinya dia lelah sekali.


Mini pun merebahkan dirinya di kasur dan mnyelimuti dirinya dengan selimut tebal.


Pagi hari di meja makan.


Semua keluarga sudah berkumpul untuk menikmati sarapan,Mini dan Virgo pun sudah bangun sejak adzan subuh berkumandang dan mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah di dalam kamar,secuek-cueknya Virgo dia tidak pernah meningalkan kewajiban lima waktunya itu.


Mamah dan papah bingung melihat pengantin baru ini sudah rapih dengan pakaian kantor mereka.


"Mau kerja Vir?"tanya mamah.


"Iya mah ada meeting yang nggak bisa di tunda dan di wakilkan sama Robert jadi Vir harus berangkat"


"Sama istri mu juga?"


"Iya lah mah dia kan sekertaris Vir"kata Virgo sambil meminun jus alpukatnya dia memang sudah berpesan pada juru masak di dapur untuk menyajikan makanan rendah lemak,rendah gula dan garam agar berat badannya tetap proposional.


"Oo begitu padahal kalian baru menikah bukannya bulan madu malah sibuk kerja"keluh mamah.


"Hehe nanti saja mah"Vir meletakan gelasnya yang sudah kosong di meja.


"Ge udah selesai belum?"tanya Virgo pada Mini.


Mamah hanya menggelengkan kepala saja mendengar anaknya memanggil istrinya layaknya masih berteman saja.


"Udah kak"Mini lalu meminum air mineral yang tersedia dia meja.


'Ya udah ayo berangkat,mah pah kita berangkat dulu ya"Vir berjalan di iringi Mini.


"Di gandeng dong kak istrinya kemarin ajah romantis di gendong sekarang malah di cuekin gitu"ledek Leona adiknya yang satu ini benar-benar paling suka meledek kakaknya.


"Iya dong Vir di pegang tangan istri mu nanti di ambil orang loh"ledek mamah.


Papah hanya mnggelengkan kepala saja karena mendengar istri dan anak keduanya meledek pengantin baru ini.


Virgo langsung memegang tangan Mini dan menggandenganya keluar.


"Cie...cie...."ledek ketiga adik Virgo.

__ADS_1


...~~~...


Bersambung.


__ADS_2