
"Hahaha..."Mini tertawa geli saat membaca komik di tangannya.
Sementara Virgo yang duduk di sampingnya melihatnya hanya menggelengkan kepalanya saja.
Apa dia benar-benar tidak marah ya?
Fikir Virgo.
"Ge...seneng banget kayanya elu?"Virgo bertanya asal.
"Hah....hehe ini komik isi ceritanya lucu kak bikin ngakak hihi oia gimana tadi reaksi Alula kayanya elu berhasil ya mancing kecemburuan dia?"dengan entengnya dia berbicara begitu pada suaminya.
"Pertanyaan macam apa itu Ge?"Virgo ketus.
Mini yang bingung.
"Elu sendiri nggak cemburu dia deket lagi sama gue?"pertanyaan konyol apa yang di lontarkan Virgo pada Mini hingga membuat Mini kembali memecahkan tawanya di dalam mobil.
"Hah....hahahaha gila lu kak ngapain juga gue cemburu sama pacar orang"
Deg...perkataan Mini sungguh menohok hati Virgo.
"Gue suami elu bukan pacar orang"Virgo ketus.
"Iya...gue tahu elu emang suami gue tapi gue cukup tahu diri kak untuk tahu posisi gue disini itu sebagai apa ya kan?"
Perkataan Mini benar-benar membuat Virgo terpojok kali ini ya Mini memang benar kini Virgo lah yang telah jatuh kedalam lubang yang dia buat sendiri.
"Ooo iya gue hampir lupa kita lagi main drama,jangan pakai hati ya hehe berarti gue bebas ya bercanda,merayu dan bercumbu dengan wanita lain di hadapan mau pun di belakang elu ya kan?"perkataan Virgo kali ini benar-benar penuh singgungan.
"Terserah gue kan emang istri nggak di anggap cuma status doang,asal elu jangan pernah sentuh gue,dan bila tujuan elu udah tercapai cepat-cepat lepasin gue,gue nggak mau terlalu lama bermain drama seperti ini ngerti lu"Kini Mini menjadi ketus.
"Kalo gue nggak mau gimana?"
"Maksud elu apaan kak?"Mini mulai tersulut emosinya.
"Gue nggak akan ngelepasin elu"
"Apa-apaan lu"Mini ngotot.
Virgo melihat kemarahan di wajah Mini,sesuatu yang telah lama dia tak pernah lihat,terakhir kali saat masih SMA dia terlihat marah ketika Virgo meledeknya untuk menjadi pacar keduanya,padahal itu sebenarnya bukan candaan tapi perkataan serius dari hatinya hanya saja Mini tidak peka malah menganggap itu candaan dan berujung perdebatan seperti sekarang ini berujung kemarahan yang akan sulit untuk di tangani nantinya oleh Virgo.
"Inget ya...Gemini binti Abdulah elu itu istri sah gue,gue nikahin elu bukan main-main ya beneran di depan penghulu dan saksi,pernikahan kita sah di mata hukum dan agama oke....jadi sebenarnya mau gue apain elu itu juga hak gue sebagai suami you know SU-A-MI"Virgo menekan perkataan terakhirnya.
"Maksud elu nggak main-main apa ya kak?bukannya awalnya elu bilang kita nikah biar elu bisa balik lagi sama Alula?"
"Kapan gue bilang begitu?"
"Dih..elu lupa atau pura-pura lupa"
"Seinget gue,gue bilang kita nikah buat bales Alula bukan bilang biar dia balik lagi sama gue Gege"
__ADS_1
"Bodo ah...udah diem lah gue males bahas hal yang nggak jelas kaya begini"Mini menyandarkan kepalanya di kursi mobil yang masih melaju dengan kecepatan standar yang di kendarai Robert.
Robert menjadi saksi atas apa yang semuanya terjadi pada kedua insan ini.
Mobil akhirnya pun tiba di halaman rumah Virgo,Mini langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah.
"Asalamualaikum..."saat memasuki rumah.
"Walikumsalam"jawab mamah yang masih menonton tv di ruang keluarga.
"Eh....sudah pulang?"tanya mamah.
"Iya...mah...Mini pamit ke kamar dulu ya"Mini mempercepat langkahnya.
Mamah melihat sesuatu yang aneh.
Pasti terjadi sesuatu diantara mereka sepertinya Mini sedang marah.
"Mikum..."Virgo masuk memberi salam singkat.
Virgo pun berjalan santai dan langsung menuju tangga.
"Kalian bertengkar?"tanya mamah tiba-tiba menghentikan langkah Virgo.
"Biasalah mah"jawab Virgo santai.
"Kok biasa baru juga beberapa hari menikah sudah bertengkar Vir..."
Cekrek....
Pintu kamar di buka,di lihatnya Mini sudah berganti pakain dengan pakaian tidurnya,wajahnya masih cemberut bahkan dia tak ingin melihat ke arah Virgo.
Beneran marah ni anak
batin Virgo.
Virgo pun mengganti pakaiannya dengan piama tidurnya dan langsung merebahkan dirinya di atas sofa,dia tidak mau merayu atau membujuk Mini,bukan tidak mau tapi dia gengsi melakukan hal itu pada istrinya sendiri aneh memang,tapi itulah Virgo kalau tidak aneh bukan Virgo namanya.
Mini menarik selimut sampai kelehernya dia memunggungi Virgo matanya di pejamkan tapi rasa kantuk belum juga melandanya.
Ini mata kenapa lagi nggak ngantuk-ngantuk aku malas sebenarnya sekamar sama dia pada saat seperti ini,dasar curang,egois,maunya menang sendiri.
Mini menggerutu dalam hatinya.
Sementara Virgo dia pun tidak bisa tertidur walau di paksakan memejamkan matanya hingga akhirnya dia keluar kamarnya dan menuju ruang kerjanya,disana dia menghabiskan waktu untuk membaca buku berharap dirinya bisa tertidur.
Mini yang melihat suaminya keluar kamar hanya terdiam tapi menjelang tengah malam Virgo belum kembali lagi ke kamarnya.
Kemana dia, tidur dimana dia,aish...buat apa aku fikirin orang egois itu lebih baik aku tidur besok kan harus kerja lagi sama dia.
Keluhnya.
__ADS_1
Di ruang kerja Virgo menghabiskan waktunya membaca buku hingga akhirnya dia pun tertidur disana.
Ke esokan paginya.
Mini sudah bersiap-siap akan pergi menuju kantor bersama Virgo.Mamah yang mengetahui semalam mereka tidur pisah kamar langsung menegur.
"Kalian ini pengantin baru bertengkar sampai harus tidur terpisah begitu nggak baik Vir"
"Iya...semalam Vir ketiduran mah di ruang kerja bukan sengaja misah ranjang"
Mini hanya terdiam.
"Mini....semoga kamu sabar menghadapi suami mu yang sifatnya ke kanakan ini ya?"
Mini hanya mengangguk.
"Apaan sih mah"Virgo tidak terima"Ya udah lah Ge...ayo berangkat elu nggak mau sarapan kan?"Virgo langsung mengajak Mini berangkat ke kantor melihat Mini yang masih marah padanya dia menebak kalau Mini tidak akan mau sarapan,oleh karena itu dia segera mengajak Mini.
Mereka berdua pun berjalan beriringan tanpa gandengan tangan menuju mobil yang sudah bersiap di depan pintu rumah.
Di dalam mobil mereka hanya terdiam saja,mobil berjalan menuju kantor,tapi di persimpangan jalan Mini meminta Robert menghentikan mobilnya.
Mini meminta Robert menunggunya sebentar.Mini turun dari mobil dan berjalan ke arah gerobak tukang bubur ayam di tepi jalan tersebut Virgo hanya cuek saja,nah ini nih jeleknya Virgo dia sendiri pun kurang peka dengan perasaan perempuannya.
Mini berjalan menuju mobil dengan membawa tiga kotak Bubur,dan meminta Robert jalan kembali,mobil pun berjalan menuju kantor,sesampainya di kantor Virgo langsung berjalan mendahului Mini dan langsung masuk ke ruangannya.
Saat dirinya baru duduk dan mendengarkan jadwal dari Robert,tiba-tiba Mini masuk dan menaruh sekotak bubur tadi di depan mejanya.
"Sarapan dulu,nanti kambuh lagi asam lambungnya"Mini ketus.
Ternyata dia membeli ini sengaja buat gue,ngambek tapi masih inget sama penyakit gue.
dalam hati Virgo sungguh di penuhi bunga bermekaran sekarang disana,sedikit perhatian yang diberikan istrinya sungguh membuatnya serasa ingin melompat kegirangan tapi itu tak mungkin dilakukannya saat ini,masalahnya gengsinya masih setinggi gunung.
"Terimakasih"ucap Virgo singkat.
"Oia pak Robert yang ini buat anda mungkin anda juga mau"Mini memberikan satu kotak lagi pada Robert karena dia tadi membeli tiga kotak bubur.
"Kamu sendiri sudah sarapan belum?"tanya Robert.
"Nanti saya makan di pantry saja pak,permisi"Mini meninggalkan ruangan Virgo.
Melihat Mini sudah pergi Robert langsung bertanya.
"Masih marahan?"tanya Robert pada Virgo.
"Dia gitu kalo udah ngembek biarin ajah nanti juga baik sendiri liat ajah ini buktinya,biar ngambek masih peduli sama gue hehe"Virgo menunjuk kotak bubur yang ada dihadapannya.
Robert pun hanya mengangguk saja.
...~~~~~...
__ADS_1
Bersambung.