
Virgo langsung menggendong tubuh Mini dan membawanya ke dalam mobil,Virgo dan Robert langsung menuju rumah sakit terdekat,karena Mini sudah pingsan dua kali,Virgo takut terjadi sesuatu pada istrinya oleh karena itu dia memutuskan membawa istrinya kerumah sakit terdekat.
Kejadian sebelum Virgo datang ke rumah Mini.
Saat selesai meeting Virgo langsung masuk ke dalam mobilnya,Robert melihat ponsel bosnya berada di samping bangkunya,Robert memberikannya pada Virgo.
Virgo membuka ponselnya yang tidak terkunci,dan betapa terkejutnya dia saat membaca sebuah pesan dari Linda.
Vir bapak meninggal.
Hanya pesan singkat yang di tuliskan Linda,tapi membuat Virgo panik.
"Bet...cepet kerumah istri gue Bet"Virgo panik.
"Kenapa bos?"tanya Robert bingung karena melihat bosnya tiba-tiba panik.
"Mertua gue meninggal"ucap Vir panik.
Saat itu Alula dan Puma yang kebetulan ikut meeting bersama disana dan sedang berbincang di dekat mobil Virgo tak sengaja mendengar percakapan Virgo dengan Robert.
"Apa?!"Alula dan Puma terkejut saat mendengar bapak Mini meninggal.
"Kita ikut kesana"ajak Puma dan Alula pun hanya mengangguk setuju.
Robert membawa mobil menuju rumah Mini,sementara Virgo berusaha menghubungi ponsel istrinya tapi tidak aktif,hingga akhirnya dia menghubungi Linda.
Linda menjelaskan ponsel Mini rusak jadi tidak bisa di hubungi,Virgo cemas sepanjang perjalanan,hingga saat mobil sampai di tempat tujuan dirinya langsung melangkah secepat kilat untuk masuk kedalam rumah orang tua Mini dan mendapati istrinya sedang duduk di samping jenazah bapaknya pandangan matanya kosong,dan tanpa fikir panjang dia langsung memeluk tubuh istrinya tanpa peduli pandangan orang-orang yang ada disana.
****
Mini mengurung diri di kamarnya setelah mendorong tubuh suaminya keluar kamar,dia berjalan ke depan meja belajarnya di tatapnya foto kenangan yang selalu menghiasi meja belajarnya itu.
Air mata sudah tidak bisa dia tahan lagi akhirnya tangisnya pecah saat itu juga Mini menangis sendirian sesegukan rasa sakit di hatinya teramat sangat kali ini Virgo benar-benar keterlaluan padanya fikirnya.
Mini menangis sambil memegang bingkai foto tersebut tapi entah kenapa kepalanya tiba-tiba pusing kembali dan pandangannya pun menjadi gelap.
Prang....
Bingkai foto yang di pegangnya jatuh membentur lantai kamarnya dan pecah begitu pun dirinya yang jatuh ke lantai dan kepalanya membentur lantai.
__ADS_1
Mini tak sadarkan diri lagi,suara pecahan kaca dari kamarnya terdengar sampai keluar hingga membuat panik orang yang ada diluar terutama kakaknya dan suaminya.
****
Di ruang rawat.
Jarum infus terlah menancap di punggung tangan Mini,karena kata dokter Mini kurang istirahat dan juga kurang cairan dan asupan makanan,dan sedikit stress.
Virgo yang mendengar hal itu begitu merasa bersalah pada istrinya,dia akhirnya menunggu Mini di ruang rawat,dan semua pekerjaan dia serahkan pada Robert,sekarang ini dia ingin membalas kesalahan yang kemarin karena tidak pernah berada disisi istrinya.
Pagi iniMini mencoba membuka matanya setelah semalaman pingsan,Virgo yang melihat itu langsung beranjak dari sofa dia pun semalaman tidak tidur karena mencemaskan keadaan istrinya.
"Kau sudah sadar?"tanya Virgo lembut.
Mini melihat kesekitarnya dia merasa ini bukan kamarnya.
"Ini dimana?"suaranya serak.
"Di rumah sakit semalam kamu pingsan lagi,jadi aku membawa mu kesini takut terjadi sesuatu sama kamu"jelas Virgo lembut.
Mini melihat punggung tangannya terpasang jarum dan selang infus.
"Ini apaan sih"Mini ingin melepaskan benda yang menancap di punggung tangannya.
"Kamu masih butuh ini,badan mu masih lemas jangan di lepas"ucap Virgo.
"Ck.....gue mau lihat bapak di kubur"nada Mini lemas tapi masih berusaha melepaskan infusannya.
"Iya nanti kita kesana tapi sehatin dulu badan kamu"
"Gue mau lihat bapak gue buat yang terakhir kalinya,minggir gue nggak usah di rawat manja amat"Mini menyingkirkan tangan Virgo.
Tapi Virgo tetap mencegahnya karena melihat Mini yang masih pucat dan lemas,Mini masih berontak hingga adu otot dengan Virgo Mini kesal karena Virgo tak mengijinkannya pergi dari sana.
"Mau lu itu apa sih kak?! gue cuma mau lihat pemakaman bapak gue doang,bukan mau dateng ke konser" Mini marah.
"apa sih kak salah gue sama elu?"tangisnya akhirnya pecah lagi.
"Elu nikahin gue dengan alasan begini gue diem,gue bahkan nolak cinta orang yang gue cintai selama ini demi nikah sama elu,tapi kenapa elu malah jadi makin jahat sama gue,apa sih kak salah gue sama elu apa?!"Mini histeris dan memukul dada Virgo dengan tenaga yang tersisa.
__ADS_1
"Oke...oke...aku akuin aku salah aku minta maaf sama kamu karena menikahi kamu dengan cara seperti ini,tapi aku tidak punya niat jahat sedikit pun sama kamu Gemini..."
"Terus kalo nggak jahat apa namanya?selama gue ngurusin bapak di rumah sakit elu cuma sekali nemuin gue setelah itu elu nggak ada kabar di telopon susah nomor gue elu blokir apa itu nggak jahat hah?sekarang elu cegah gue buat ngehadirin pemakaman bapak gue maksud elu itu apa sih VIRGOOOO"Mini benar-benar marah karena sekarang ini dirinya merasa seperti tawanan oleh Virgo.
"Bapak kamu sudah di makamkan tadi pagi sayang...nanti setelah kamu sehat kita kesana ya,sekarang tenang dulu ya..."Virgo mencoba tenang tidak menanggapi emosi Mini yang saat ini sedang meledak-ledak.
Mini masih berontak dirinya benar-benar tidak mau dirawat di rumah sakit,Virgo sudah kehabisan akal dia akhirnya memeluk tubuh istrinya itu di peluknya dengan erat.
"Lepasin gue...lepasin gue nggak mau di peluk sama elu,lepasin"Mini berontak sekuat apa pun dia berontak dirinya tidak bisa melepaskan pelukan Virgo karena badannya saat ini masih lemas.
Virgo tidak melepaskan pelukannya dia tetap memeluk istrinya berharap itu bisa menenagkannya.
Hingga akhirnya Mini pun tenang dan tidak berontak lagi,Virgo melonggarkan pelukannya di tatapnya wajah istrinya,di belainya wajah yang sendu itu.
"Sudah marahnya?"tanya Virgo lembut.
Mini membuang pandangannya dari Virgo.
"Jangan marah-marah terus"Virgo merapihkan rambut Mini yang menutupi sebagian wajahnya.
Mini sendiri pun bingung dengan kelakuan Virgo,karena selama ini Virgo tak pernah selembut ini padanya,jujur Mini merasa sedikit tenang saat Virgo terus memeluknya dan tidak melepasnya meski dia meronta di lepaskan.
"Istirahat lah dulu tenagkan diri mu jangan ikuti emosi mu"Virgo membelai rambut panjang istrinya.
Mini menurut dia lalu berbaring di tempat tidurnya kembali,Virgo tersenyum padanya,Mini semakin heran di buatnya.
Saat Virgo hendak pergi ke sofa Mini menahan tangannya.
"Keanapa?"tanya Virgo lembut.
"Kenapa elu seperti ini?kenapa elu sesabar ini biasanya elu nggak begini kak?"
"Kamu istri ku sekarang dan kamu sudah menjadi tanggung jawab ku"
"Kenapa elu nikahin gue?apa alasan di balik drama yang elu rencanain kemarin kak?"
Virgo menghela nafasnya berat kerena Mini memang tidak peka dengan perasaannya walau dirinya sudah memanggilnya dengan sebutan sayang,Mini masih saja tidak mempercayai dirinya benar-benar mencintai Mini.
"Karena Aku mncintai mu"ucap Virgo akhirnya.
__ADS_1
...~~...
Bersambung.