
Pukul 2 dini hari.
Virgo terbangun karena ingin melaksakan shalat malam,dirinya mencium bau bahan bakar dari luar ruko dan tak lama ada asap masuk dari sela-sela pintu ruko.
"Astagfirullah kebakaran,sayang bangun"Virgo langsung berlari ke atas tangga menuju kamarnya di lantai dua membangunkan istrinya yang sedang tertidur.
"Ada apa kak uhuk..uhuk...ini asap dari mana?"Mini langsung batuk-batuk karena menghirup.asap yang sudah memasuki lantai dua.
"Ruko kita kebakaran"ucap Virgo.
"Ayo kita keluar dari pintu belakang pintu depan sudah di kepung api"ajak Virgo.
Virgo menuntun istrinya turun tangga perlahan mengingat perut Mini sudah semakin membesar.
"Hati-hati"ucap Virgo.
Mini masih terbatuk-batuk karena asap sudah mengepung lantai bawah dan api pun sudah mulai menjalar karena begitu banyak bahan mudah terbakar di lantai satu tempat produksi.
"Woi...ngapain lu"terdengar suara laki-laki berteriak dari luar ruko Mini.
"Kejar"teriak laki-laki itu dan terdengar suara langkah lari beberapa orang.
"Mini....Virgo....kebakaran Mini...."teriak bang Diki dari luar ruko.
Uhuk.....uhukkk...
Bang Diki melihat Virgo dan Mini keluar dari pintu belakang dan tak lama.
Duar......prang...
terdengar ledakan dan pecahan kaca yang langsung berserakan di tanah.
"Astagfirullah"Virgo beristighfar.
Mini masih batuk-batuk dia memagangi dadanya karena terasa sesak.
"Min...kamu nggak apa-apa?"tanya Banh Diki.
Mini menggeleng tapi terus batuk-batuk.
"Abang lihat tadi orang yang bakar ruko kalian anak buah abang lagi ngejar mereka"
"Mereka?"tanya Virgo bingung.
"Iya ada dua orang tadi yang ngelempar jerigen dan pematik api Vir"jelas Bang Diki.
Brugh...
__ADS_1
Mini terjatuh dia pingsan membuat panik Diki dan Virgo,petugas damkar langsung datang setelah beberapa orang menghungi,mereka berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke ruko yang ada di sebelahnya.
Virgo langsung menggendong tubuh istrinya dan membawanya ke dalam mobil,dia segera membawa Mini ke rumah sakit,bersama Diki,tak butuh waktu lama Virgo dan Diki.sampai di rumah sakit Mini langsung di tangani saat sampai IGD.
"Sepertinya istri anda terlalu banyak menghirup asap pak"jelas dokter jaga.
"Lakukan yang tebaik dok tolong istri saya sedang hamil besar"Ucap Virgo lirih.
"Bapak tenang dulu ya kami akan melakukan yang terbaik untuk istri dan anak yang di kandungnya"
"Terima kasih dok"
"Gimana dapet orangnya?ya udah elu bawa ke kantor polisi dulu nanti gue nyusul Mini masuk rumah sakit dia pingsan tadi"ucap Diki yang sedang menelpon.
Telpon berakhir.
"Vir...orang yang bakar ruko elu dah ketangkep sekarang di bawa sama anak-anak ke kantor polisi,elu yang sabar ya...semoga Mini sehat-sehat sama bayinya"Diki menepuk bahu Virgo.
"Iya bang terima kasih bantuannya"
"Gue ke kantor polisi dulu ya nanti gue kabarin elu,modus mereka apa ngebakar sengaja ruko kalian"Diki geram.
"Iya bang terima kasih"Virgo hanya pasrah dia hanya berharap anak dan istrinya baik-baik saja.
Mini masih belum sadarkan diri juga,Virgo menunggunya di sampingnya dengan penuh kesabaran,Dia tidak bisa menghubungi keluarganya atau pun teman-temannya karena tadi dia hanya memikirkan keselamatan Mini dan tak perduli yang lain,hingga dia hanya membawa pakain yang melekat di tubuhnya saja saat ini.
Dia tidak tega melihat istrinya menderita seperti ini.
Uhuk....uhukk....
Mini tersadar.
"Sayang kau sudah sadar?"
"Ini dimana kak?"tanya Mini.
"Di rumah sakit tadi kamu terlalu banyak menghirup asap sampai pingsan"
"Ooo begitu?terus ruko kita gimana kak?"
"Jangan fikikan ruko bang Diki ngebantu kita tadi dia sudah menangkap orang yang ngebakar ruko kita"
"Kenapa orang ngebakar ruko kita ya kak?apa ada orang yang iri sama kita?"
"Nggak tahu,sudahlah,gimana apa kamu masih sesak aku panggil suster dulu ya"Virgo lalu menghampiri suster jaga disana memberitahukan istrinya sudah sadar.
Suster pun memanggil dokter jaga untuk memeriksa Mini,dan dokter menyarankan agar Mini di rawat dahulu untuk sementara mengingat Mini juga sedang hamil besar,Virgo pun menyetujui dan kini Mini sudah di pindahkan ke ruangan VVIP rumah sakit.
__ADS_1
Kerugian kebakaran ruko sebenarnya hanya kerugian kecil bagi Virgo,tapi yang membuatnya bersedih adalah karena Mini menjadi korban disini walau hanya karena menghirup asap tapi itu juga membahayakan nyawanya.
Virgo sendiri pun sedang berfikir keras siapa pelaku pembakaran dan apa maksud dan tujuannya,karena perbuatannya dua nyawa hampir melayang.
Hingga pagi tiba mentari sudah menghangatkan sebagian permukaan bumi,teh Novi dan Linda yang mendengar kabar dari anak buah Diki kalau ruko Mini kebakaran langsung menuju rumah sakit dan menuju ruang rawat Mini.
"Asalamualikum....Vir...gimana Mini?kok bisa kebakaran begitu?"tanya teh Novi.
"Gege sudah baikan tinggal pemulihan saja,dan emang ada yang sengaja ngebakar ruko,semalam saya bangun saya nyium bau bensin dari luar nggak lama asap udah masuk dari sela pintu dan Gege terlalu banyak ngirup asap jadi dia sesak terus pingsan"
"Astahfirullah siapa sih yang tega begini sama kalian?"
Virgo hanya menaikan bahunya saja.
"Apa saingan?tapi ah...masa sih kalian kan orang-orang baik"ucap Linda.
"Ya orang baik belum tentu di sukai banyak orang juga kan Lind,sudah lah yang penting Istri dan anak gue selamet"
"Oia elu punya nomor bang Diki nggak hape gue juga kebakar nggak sempat bawa apa-apa semalem"
"Ya...allah astagfirullah ada nih nomornya mo nelpon?"tanya Linda.
"Iya semalam dia udah dapet orang yang ngebakar ruko gue"
Virgo pun menelpon Diki dan berbicara dengannya,dia sempat terkejut ketika mengetahui kalau kedua orang itu hanya suruhan seseorang mereka di bayar mahal oleh seseorang,dan orang tersebut sekarang sedang dalam pemcarian.
Virgo mengakhiri panggilan dia lalu pamit pada teh Novi dan Linda dan menitipkan Mini,dia ingin pulang sebentar ke rumah orang tuanya.
Virgo Mengendarai mobilnya menuju ke rumah orang tuanya,saat ini dia ingin meminta bantuan papahnya karena hanya itu jalan satu-satunya,agar secepatnya menangkap.pelaku sebenarnya orang yang menyuruh membakar rukonya.
Mobil Virgo sampai di halaman rumah,Dinda yang saat itu sudah ingin pergi menuju meja makan terkejut karena abangnya datang sendirian pagi-pagi buta.
"Abang tumben dateng sendirian kakak ipar mana?"tanya Dinda.
"Kakak ipar lagi di rawat di rumah sakit,oia papah sudah bangun belum?"tanya Virgo.
"Sudah sepertinya tapi masih di kamar"
"Oo ya udah abang tunggu papah keluar aja lah"Virgo lalu duduk di sofa ruang tengah.
"Kakak ipar.sakit apa sampai dirawat?"tanya Dinda.
"Itu semalam ruko kebakaran dan kakak kebanyakan ngirup asap sampe pingsan akhirnya di bawa ke rumah sakit"jelas Virgo tanpa beban.
"Apa kebakaran?"Suara mamah terdengar dari bawah tangga.
...~~...
__ADS_1
Bersambung.