I Love You Bos N'Dut

I Love You Bos N'Dut
Masa Orientasi (SMA)


__ADS_3

Pagi ini Mini sudah bersiap mengikuti masa orientasi sekolah tingkat SMA,dan seperti tahun-tahun yang lalu,siswa dan siswi tahun ajaran baru pasti mengikuti masa orientasi siswa sebelum masuk ke materi pelajaran di kelas.


Mini sudah menggunakan apa yang harus di gunakannya hari ini perintah anggota osis di sekolahnya.Mini menguncir rambutnya menjadi empat walau rambutnya sangat pendek tapi di paksakan di kuncir dan di pasangkan pita hingga bentuk rambutnya menjadi tak karuan seperti orang kurang waras.


Kertas karton bertuliskan namanya sudah melingkar di lehernya,hari ini dirinya dan kawan-kawan seangkatannya masih memakai seragam SMP dari asal sekolahnya dulu.


Anggota osis mulai berkeliling dan berjajar di depan semua murid tahun ajaran baru,para murid ajaran baru berbaris berjajar di lapangan sekolah berjemur di bawah terik mentari pagi.


Karena bentuk rambut Mini yang sangat aneh dan paling jelek di antara para murid para anggota osis mulai mengganggunya dan menjadi bulan-bulanan mereka.


"Hei...kamu yang di sana"tunjuk seorang anggota osis laki-laki.


Menunjuk Mini.


Mini menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu...kesini"anak laki-laki itu memanggilnya ke depan barisan karena Mini berdiri di barisan paling belakang.


Dengan wajah malas Mini menghampiri kakak kelasnya itu,dia tahu dirinya pasti akan menjadi bulan-bulanan kakak kelasnya ini.


Mini berdiri santai tak ada ketegangan di wajahnya saat menghadapi kakak kelasnya ini.


"Hei...kamu santai sekali ya...kamu ini beneran anak perempuan?"tanyanya yang menatapnya sambil menundukan badannya karena badan Mini hanya setinggi dadanya saja.


"Ge-Mi-Ni ini nama mu?"tanyanya.


"Hem iya"jawabnya malas.


"Hei...kok jawabnya malas begitu"tanyanya sewot.


"Ck ya mau gimana jawabnya"Mini masih santai dan malas.


"Wah....ngelunjak nih anak belum tahu dia siapa gue"ucapnya sombong.


"Iya belum tahu dan juga nggak mau tahu nggak penting"jawab Mini ketus.


"Gila...dia berani loh Vir sama kita"ucap kakak kelas laki-laki yang lain lagi.


"Ya...siapa takut emang kalian siapa kalian manusia juga kan?masih sekolah juga kan?kenapa mau sok-sok an jadi jagoan gitu?"dengan beraninya Mini sebagai anak baru menantang kakak kelasnya.


Virgo tertawa tanpa suara melihat reaksi Mini.


"Eh...kamu tahu nggak Virgo ini ketua osis disini tahu,kalau kamu nggak takut sama dia bisa kena masalah kamu"ucap kakak kelas laki-laki di sebelah Virgo.


"Bodo amat...nggak penting"ucapnya ketus.

__ADS_1


"Yeah Vir nantangin nih anak"


Tapi Virgo malah tertawa geli tanpa suara.


"Udah elu urus yang lain biar anak ini sama gue"ucap Virgo pada temannya.


Virgo masih melihat Mini dan mentertawainya tanpa suara.


"Ck....udah sih kak...elu nggak puas apa dari tadi ketawa mulu"Mini kesal.


"Gue nggak nyangka kita bisa satu sekolah"ucap Virgo dan masih menyisakan tawa.


"Eh ada juga gue yang harusnya bilang begitu,kenapa elu sekolah di sini,tempat elu mah noh harusnya di sekolah elit sana bukan di sekolah umum kaya begini"


"Hemm gue sekolah disini biar bisa ketemu sama elu Ge..."ucap Virgo santai.


"Apaan sih makin aneh deh alesannya"


"Hahaha iya juga ya....aneh,ya udah sekarang elu siap-siap buat gue kerjain"bisiknya.


Mini hanya santai saja.


Mereka saling kenal sejak kecil karena mereka bertetangga,tapi karena Virgo pindah rumah saat masih SMP ke daerah perumahan elit maka mereka jarang bertemu lagi,apa lagi Virgo selalu sekolah di sekolah elit,tapi entah,kenapa saat SMA dia memilih sekolah umum rakyat menengah kebawah.


Mini habis di kerjai oleh Virgo,mulai dari memetik bungan tujuh warna padahal bunga yang ada di taman sekolah hanya ada tiga warna saja,kemudian minta tanda tangan kakak kelas yang bernama si A,si B dan si C,dengan tidak mudahnya dia dapat dan di suruh lagi merayu kakak kelasnya yang note bane benar-benar tidak.bisa Mini lakukan karena dia tidak pandai merayu.


Virgo tertawa puas karena berhasil mengerjai Mini habis-habisan,dan tentu saja itu membuat Mini geram padanya tatapan tidak bersahabat dia tunjukan pada Virgo saat pertemuan pertamanya di sekolah hari ini.


"Awas lu ya Igo....gue bales lu nanti liat ajah"Mini mengepalkan tangannya karena kesal.


Jam istirahat tiba semua siswa dan siswi pun beristirahat,ada yang beristirahat di kelas ada pula yang beristirahat di kantin,tapi Mini malah lari ke area parkir dan mendekati motor sport yang dia tahu itu pasti milik Virgo.


Mini masih kesal dengan Virgo dan membalas Virgo dengan cara mengmpeskan ban motornya.


Cessss.....


"Rasain luh dorong dah tuh motor pas balik sekolah nanti hihi"Mini menepuk kedua tangannya karena berhasil membuat ban sepeda motor Virgo kempes.


Saat pulang sekolah Mini melihat Virgo mencak-mencak karena ban sepedanya kempes.


"Wah....siapa nih yang berani ngempesin ban motor gue"teriaknya.


"Ck...ck...kempes haduh...kayanya cape banget tuh ngedorongnya"ledek Mini.


"Emang enak hahaha kaboorrr"Mini langsung lari setelah mendapatkan tatapan kesal dari Virgo.

__ADS_1


Virgo sudah tak memperdulikan motornya lagi dia malah berlari mengejar Mini yang masih mengenakan seragam SMP.


"Sini luh kurang ajar lu...berani ya...lu sama gue...Gege..."Virgo kesal dan mengejar Mini.


Mereka tidak sadar aksi kejar-kejaran mereka menarik perhatian sebagian murid disana,pasalnya Virgo di kenal cuek dan tak pernah perduli dengan murid baru,tapi entah kenapa saat bertemu dengan Mini sikap cueknya dan tak perdulinya itu luntur seketika tapi hanya pada Mini dia bersikap seperti itu,tidak dengan siswa yang lain.


Mini dan Virgo akhirnya kelelahan setelah berlarian berkejaran di lapangan sekolah,mereka akhirnya terduduk di sisi lapangan yang tidak terkena sina matahari.


"Bantuin gue lu dorong motor ke bengkel hheeeehhheeehh"ucap ngos-ngosan.


"Nggak mau dorong ajah sendiri"


"Yeh...tanggung jawab lu itu kan perbuatan elu"Virgo sewot.


"Tanggung jawab emang gue hamilin anak orang apa harus tanggung jawab segala"ucap Mini asal.


"Bukan tanggung jawab begitu ngaco...heuh...susah ngomong sama bocah"


Mini kesal di anggap bocah karena dirinya masih memakai seragam SMP.


"Udah ayo bantuin gue"Virgo menarik tangan Mini yang masih duduk untuk bangun dan membawanya ke area parkir.


Mini pun mengikutinya dan akhirnya membantu mendorong motor Virgo sampai ke bengkel.


"Beli minum sana Ge.....haus nih"pinta Virgo saat menunggu motornya dipompa di bengkel.


"Ogah beli ajah sendiri"Mini menolak.


"Ck...sekalian elu jajan apa kek sana gih buruan gue haus"Virgo memeberikan uanganya dan mendorong Mini untuk pergi ke warung.


Mini pun akhirnya pergi ke warung entah kenapa dia mau saja menuruti perintah Virgo.


"Nih....sama ini kembaliannya"Mini memberikan sebotol air mineral dingin dan uang kembalian kepada Virgo.


"Makasih ya... elu nggak jajan?"melihat Mini tak membawa apa pun selain air untuknya.


"Nggak ya udah gue balik duluan ya panas nih"Mini pamit.


"Eh...tunggu biar gue anter elu capek juga kan"Virgo memegang tangan Mini.


Dan sejak saat itu lah Virgo selalu ingin dekat dengan gadis yang berhati tulus ini.


...~~~~~...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2